Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 67 - Menikah


__ADS_3

Keluarga 'Blake' hari ini berkumpul di salah satu kamar hotel tempat Jupi menikah, karena markas 'Blake' yang lama telah tidak ada dan karena telah berubah menjadi club malam. Sudah ada Darren, Joshua, Mia, Leticia dan Jeremy. Mereka sudah sejak 2 minggu lalu tau kembalinya Blake tetapi dia belum mau keluar dan pisah dari istrinya barang sejenak. Jadilah hari ini mereka berkumpul kembali.


"Sekarang panggil aku Ben, yang muda bisa panggil aku uncle Ben." Ujar Ben pada teman lamanya dan mereka mengerti karena Jupi sudah bercerita sedikit tentang Ben yang selama ini tinggal di jermal.


"Kita jangan mengungkit masalalu tapi jalanilah masa ini dan untuk kedepannya. Kau telah banyak menderita, berbahagialah dengan keluargamu. Kami juga sudah pensiun." Ucap Joshua dan dibenarkan oleh Darren.


"Mia hanya sesekali membantu, tapi Leticia masih aktif di club nya yang wah itu. Kapan kau akan pensiun Leti?" Tanya Darren melirik Leticia yang masih asik dengan wine nya.


"Aku sedang mencari penggantiku, putriku Eve sudah menikah dengan Arka dan mereka terlihat bahagia, aku tak mau memaksa Eve mengikuti jejakku." Jelas Leticia.


"Sama denganku, sampai sekrang belum ada yang menggantikanku tapi Arden sudah menyuruhku istrirahat." Sambung Darren.


"Bagaimana denganmu anak nakal?" Ben menerkam pundak Jeremy yang masih diam sejak tadi.


"Aku hanya ingin diposisiku sekarang dan banyak bisnis pribadi yang sudah mulai aku jalani, jadi tidak banyak waktu." Jelas Jeremy sedikit tersenyum. Terlihat sadis tetapi sangat tampan.


"Baiklah.. lagipula anggota kita baik-baik saja. Kita jalanani saja begini. Aku yakin Arden pasti bisa. Dan kau juga sudah banyak membantunya. Terima kasih." Ucap Ben melihat ke arah Jeremy.


"Aku hanya membantunya jika dia meminta. Kapanpun itu." Jawab Jeremy.


"Hentikan pencarianmu anak nakal. Sudahi dan pilihlah satu untuk menemani sisa hidupmu, ingat umurmu." Ujar Ben lagi dan dibalas seringaian oleh Jeremy.


Pembicaraan mereka selesai dan kini mereka menuju ke ballroom acara pernikahan Jupi, tidak terlalu ramai dan hanya keluarga dan teman dekat. Tapi acara ini mewah sesuai dengan konsep dan impian Clara selama ini. Pernikahan dengan warna putih dan emas terlihat kesan mewah. Semua berjalan lancar dan meriah, terlihat dari raut bahagia yang bukan hanya dari mempelai tetapi juga para tamu.


Beda dengan Jeremy yang memperhatikan seseorang disana, seorang gadis muda yang menarik baginya. Bergaun putih gold dengan belahan gaun panjang terbuka sampai keatas pahanya. "Kaki yang indah" Gumamnya dalam hati. Dia tertarik dengan gadis itu dan ingin mencobanya.


##################


Kirei dan Hanny sudah ada di salah satu butik ternama di kota J, mereka tidak menggunakan embel-embel Tenggara dalam menyiapkan semua kebutuhan pernikahan. Oma Susi dan Cecil juga tidak turut campur dan semua diserahkan ke anak-anaknya.


"Selamat siang nyonya muda Tenggara." Sapa pemilik butik saat melihat Hanny masuk di butiknya.


"Selamat siang." Sapa Hanny ramah, meskipun dia tidak menggunakan nama keluarga tetapi semua orang di kalangan atas telah mengenalnya.

__ADS_1


"Ada yang bisa dibantu nyonya muda?" Tanya pemilik itu yang bernama Shelly.


"Panggil saja Hanny mba." Ujarnya sambil tersenyum.


"Saya ingin gaun pengantin untuk adik saya ini. Dia akan menikah bulan depan." Hanny segera menarik Kirei untuk mendekati Shelly. Dan shelly tersenyum melihat kecantikan Kirei, dia tau kalau tidak mungkin gadis ini adalah adiknya karena mereka sangat berbeda.


"Apa ada juga untuk pengantin pria?" Tanya Kirei memulai pembicaraan.


"Ada nona, nanti kita cari yang serasi sesuai dengan gaun yang telah kita rancang." Shelly menanyakan gaun pengantin seperti apa yang diinginkan oleh Kirei namun dia serahkan semuanya pada Shelly saja.


"Saya juga tidak terlalu mengerti, tolong buatkan saja yang cocok untuk saya." Jawab Kirei dan Shelly menyanggupi dan memulai beberapa pertanyaan. Seperti ingin yang tertutup atau yang sexy, warna dan konsep pernikahannya.


"Saya maunya tetap warna putih, jangan yang sexy ya.. kalau konsep tanya kak Hanny saja." Jawab Kirei menyerahkan ke Hanny karena memang Hanny lah yang super sibuk kali ini. Setelah selesai mereka langsung mencari perhiasan dan yang dicari kali ini adalah Jsj milik Miss Jessy. Sesuai keinginan Arlen mereka akan memesan cicin pernikahan dengan ukiran inisial nama mereka dengan butiran berlian kecil dalam setiap ukirannya.


Setelah sibuk seharian akhirnya mereka kembali ke apartemen Arlen, di dalam Arlen sudah sibuk dengan Bintang untuk menentukan interior apa yang cocok di kamar tidur mereka.


"Bee.." panggil Kirei setelah masuk ke dalam apartemen mereka, diikuti oleh Hanny yang sudah bersama Ion dan Anna di kereta bayi. Sedangkan AnsTwins memang sejak pagi ditinggalkan di kamar Kirei.


"Cantikku sudah kembali.." Arlen memeluknya sesaat dan kembali bersama Kirei masuk ke kamar mereka yang masih kosong dengan beberapa tukang yang sedang mengukur sisi kamar.


"Terserah, yang penting aku mau sofa panjang di jendela sana, agar bisa santai baca buku atau nonton drama sambil melihat pemandangan." Ujarnya yang sudah ada di kaca jendela besar menampilkan pemandangan kota J yang megah.


"Baiklah.. sesuai permintaan, Bin catat." Perintah Arlen.


\= = = =  = = = = =


Tidak terasa bagi Arlen dan Kirei, hari ini adalah hari terakhir masa lajang mereka. Semua telah siap dan besok mereka akan menikah. Segala masalah juga sudah Arlen selesaikan, Ghita dkk sudah dia bebaskan setelah sebulan lebih ada di penjara. Itu juga karena Kirei yang memohon padanya. Restoran seafood nya juga sudah buka dan berjalan lancar dengan mulainya banyak pengunjung. Ben juga sering berada di restoran itu karena Jim sering kesana untuk mengantarkan ikan segar.


Ayah dan Ibu Kirei juga sudah sampai dan menginap di hotel milik Tenggara, mereka diberikan kamar super mewah dan Sinta sangat bahagia melihat kamarnya yang sangat besar. Rumah ayah Gunawan juga telah direnovasi oleh Arlen menjadi tingkat 2 dan ditingkat 3 akan digunakan untuk BBQ dan bersantai jika mereka datang menginap. Kirei sudah ada di dalam kamar hotel agar dapat segera memulai mempersiapkan diri untuk acara besok.


Arlen  sejak tadi gelisah dan tidak bisa tidur, beda dengan Kirei yang sudah tertidur lelap akibat pijatan terapis yang dikirimkan Hanny tadi ke kamarnya. Arden dan keluarga besar juga menginap di hotel mengingat akan ribetnya 4 orang anak jika nantinya berangkat dari rumah. Pernikahan ini sangat mewah dan meriah tetapi tertutup untuk umum. Hanya beberapa media milik StarE yang akan meliput, itu juga hanya sebentar diawal pemberkatan saja. Yang paling bahagia atas pernikahan ini selain mempelai adalah Ben, dia sangat bahagia melihat Arlen akan menikah dengan Kirei gadis yang dia sayangi seperti anak sendiri.


Pernikahan berjalan lancar dan sukses, semua tamu undangan juga sudah hadir tepat waktu dan pintu aula ditutup agar tidak ada tamu yang tak diundang masuk ke acara itu. Kirei sudah sangat lelah berdiri menyalami tamu undangan yang tertutup, tapi sangat ramai. Tentu saja, karena selain rekan Tenggara, rekan 'Blake' juga hadir disini. Barulah diketahui bahwa Bisnis Tenggara dan Blake sangat jauh berbeda, seakan semua bisnis di sapu bersih oleh kedua keluarga yang telah jadi satu itu.

__ADS_1


Mempelai wanita juga mendapatkan pujian yang sangat bagus, Kirei tampak cantik dan sangat elegant, berkelas namun sisi polosnya tidk dapat ditutupi. Dia bagai bidadari yang benar-benar baru diciptakan oleh Tuhan tanpa cacat tanpa dosa. Arlen sejak tadi sudah ingin menghentikan acara dan kembali ke kamar hotel tetapi tamu undangan masih enggan beranjak dari sana. Arlen akhirnya menyuruh Kirei untuk duduk dan istirahat, dia yang akan menyambut tamu. Tetapi Kirei tetap ingin bersama suaminya sampai akhir acara.


"Kita akan tetap bersama Bee.." Ujar Kirei dan Arlen sangat ingin menciumnya saat ini juga.


Kini tamu undangan tinggal sedikit, Arlen dan Kirei sedang menikmati makan malam mereka yang sejak tadi tertunda karena banyaknya tamu undangan.


"Ki.. makan yang banyak ya. Nanti malam harus kerja ekstra lagi." Bisik Hanny membuat Kirei tampak bingung.


"Kerja apa kak? Acaranya sudah selesai kan?" Tanya Kirei dan Hanny tersenyum saja.


"Kakak sudah menyiapkan semuanya di dalam kamar. Pokoknya kamu pakai ya." Ujar Hanny lagi dan segera pergi.


"Sayang... kau mengerjai Kirei ya?" Tanya Arden yang sudah melihat wajah Hanny tersenyum jahil.


"Iyah.. ini kan malam pertama mereka jadi aku memberikan hal yang special." Ujar Hanny dan membuat Arden menggeleng


"Aku juga mau yang special." Bisik Arden ditelinga Hanny dan membuatnya geli dan badannya hangat seketika.


"Ihh kak.. kan hampir tiap malam diberikan hal special." Jawab Hanny kemudan Arden mencium pipinya sekilas.


"Tapi hari ini kita ada dihotel.. kau bisa teriak sepuasmu. Si Jumbo juga sudah minta jatah." Bisik Arden lagi membuat wajah Hanny memerah seketika.


"Kakak.. ih jangan mesum, masih banyak orang." Sergahnya karena Arden mulai melingkarkan tangannya di pinggang Hanny.


"Tapi kak, aku penasaran pakah kak Arlen juga punya seperti si Jumbo?" Tanya Hanny dan Arden tersenyum geli mendengarnya.


"Tentu, kurang lebih sama tapi punya arlen lebih panjang sedikit." Jawab Arden berbisik sengaja membuat Hanny bergairah.


"Haaa!!! Gawat! Kasihan Kirei nanti kak.." Pekik Hanny terkejut


"Kau ini... memangnya kenapa, awalnya saja yang sakit, setelah itu kau juga minta sendiri untuk ketemu si Jumbo setiap hari." Arden menarik gemas hidung Hanny yang mancung, istrinya ini malah mengkhawatirkan iparnya.


"Itu karena si Jumbo sudah jinak, duh.. aku harus mengajari jurus rahasia nih ke Kirei untuk menjinakkan jumbo suaminya nanti." Arden makin terkekeh mendengar ucapan Hanny yang semakin tidak normal.

__ADS_1


"Nanti kau coba dulu jurus rahasia itu, jika berhasil baru ajarkan pada orang lain." Hanny menatap Arden penuh curiga, jangan-jangan dia juga sudah punya rencana?


TBC ~


__ADS_2