
Semua sudah selesai dan tinggal menunggu Clara yang selalu telat dan lelet jika mau kemanapun. Clara sudah memberitahukan ke Hanny tadi malam kalau sudah dapat izin seminggu dan akan dipotong cuti tahunan yang memang masih sisa banyak.
Setelah telat 10 menit akhirnya Clara sampai di rumah Hanny dan Arden,"Tumben telat cuma 10 menit, padahal sudah aku majukan 1 jam loh dari waktu keberangkatan sebenarnya." Sindir Hanny ke sahabatnya yang sedang kelelahan karena berlari dari pintu gerbang ke depan rumah yang cukup jauh.
"Ah.. tau aku jalan saja, dari pada lari begini bawa koper lagi." Pekik Clara.
"Hahahah.. siapa suruh berenti diluar, taxi onlinenya suruh masuk saja." Tawa Hanny sambil membantu Clara memasukkan kopernya ke bagasi bus.
"Kan belum pernah kemari Honey.. tadi takut salah alamat karena daerah sini rumah elit. Tapi kak bule kerja apa ya? kok rumahnya mewah begini?" Tanya Clara sedikit melirik ke arah dalam rumah.
"Yuk, masuk dulu. Lagian belum semuanya datang." Ajak Hanny dan mereka masuk kedalam rumah untuk sarapan sebentar. Didalam sudah ada semua orang minus Vino dan Jupi. Bintang juga telah sampai duluan karena harus membawa kursi roda dan tongkat Arlen untuk jaga-jaga saja karena jalanan di resort dan villa sedikit menanjak.
"Wow.. itu siapa Han, keren." Bisik Clara.
"Namanya Bintang, dia asisten dan pengawalnya Arlen. Karna Arlen kan sedang masa pemulihan di kakinya." Jawab hanny juga sedikit berbisik.
Tak lama Vino dan Jupi datang berbarengan dan masuk ke arah dapur. "OMG!!" Pekik Clara yang membuat Hanny terkaget.
"Itu siapa Han? Yaampun gagah tinggi bersih manis dan tampan, pria impianku." Clara kembali berbisik heboh di samping Hanny yang masih menyiapkan beberapa bekal untuk AnsTwis dan Aksa.
"Yang mana? Yang bule atau oriental?" Hanny balik bertanya.
"Yang sipit dong.. mirip oppa-oppa korea kesukaanku." Jawan Clara lagi.
"OOhh namanya Jupi." Jawab Hanny santai.
"Jupi? Orang tampan begitu namanya Jupi?" Heran Clara. "Coba tanya sendiri sana, kenalan." Balas Hanny
"Kak Jupiii... " Panggil Hanny yang melihat Jupi sedang ngobrol dengan Arden dan Vino.
"Yes, nona Hanny." Jupi pun menghampiri dan tertegun melihat Clara disana, ya dia sudah tau itu sahabatnya Hanny.
"Nih kenalkan..."
"Clara kan.." Ujar Jupi sebelum Hanny menyelesaikan kalimatnya.
" i iyaa.. Clara." Jawab Clara berbata-bata. Hanny pun mengerti, yah pasti mereka tau siapa saja di sekeliling Hanny.
"Nama kakak siapa?" Tanya Clara dengan malu-malu sambil menatap Jupi yang ternyata sangat menawan dari dekat.
"Panggil saja Jupi." Jawabnya singkat. Clara hanya tersenyum, tak perduli lagi sama namanya yang kampungan itu yang penting orangnya super tampan dan keren, sungguh tipe idaman Clara.
__ADS_1
"Tidak ditanya nama aslinya siapa..? Tadi katanya nam.. mmpphh" Clara membungkan mulut Hanny. Jupi terkekeh geli melihatnya dan mengerti arah pembicaraan mereka.
"Namaku Jupiter, panggil saja Jupi." Ucap jupi akhirnya membuat Clara malu.
"Ada Jupiter, ada Bintang, matahari dan bulan ada tidak?" Tanya Clara bercanda.
"Ada, tapi nanti dari anak-anak kita." Jawab jupi lagi benar-benar membuat Clara malu dengan pipi memerah.
"Kak Jupi bisa saja..." Ujar Clara dan Jupi pun tersenyum memandangnya. Sejak lama Jupi menaruh perhatian ke Clara sambil memantau Hanny yang merupakan pekerjaan Vino, tetapi tak jarang dia juga ikut membantu. Baginya Clara adalah sosok wanita ceria dan positif, apalagi sewaktu dia patah hati, Jupi pun selalu memantaunya tanpa memperlihatkan diri. Kali ini Jupi akan berusaha mendapatkan perhatian Clara.
"yaudah... kalian berdua cocok, pacaran sana." Kata Hanny sambil menggoda Clara.
"Boleh juga." Ujar Jupi masih memandang Clara yang makin menunduk malu.
"Jupi!!" Teriak Vino, yang sedang kesal melihat Jupi malah bersantai dan belum membantunya sama sekali.
"Saya kesana dulu, Nona Hanny tolong jaga wanita cantik ini nanti saya akan kembali." Pinta Jupi makin membuat Clara salah tingkah.
"Malah asik ngerayu Clara, itu dipanggil bos." Kesal Vino dan Jupi hanya tersenyum.
"Pokoknya besok status jumblo harus hilang dariku." Ucap Jupi dan Vino hanya menggeleng, dia tau memang Jupi suka memperhatikan Clara selama ini.
Akhirnya mereka berangkat menggunakan bus besar dan perjalanan menuju kota C adalah 7 jam, Hanny sengaja tidak ingin menggunakan pesawat untuk quality time bersama dan asik mengobrol dengan orang-orang terkasih. Tentu saja semua sudah disediakan untuk kenyamanan selama perjalanan itu, dan waktu 7 jam pun menjadi lebih lama karena sering berhenti di rest area, Hanny benar-benar menggunakan waktunya sebaik mungkin bersama keluarganya. Yang paling membuatnya senang adalah setiap rest area mempunyai jajanan yang berbeda dan pastinya enak. Dia sudah makan 4 kali dalam setengah hari ini.
Masing-masing baby sitter juga duduk tak jauh dari mereka, Vino duduk di depan menemani driver yang bertugas karena dia paling antusias dalam perjalanan ini, Bintang dan Arlen bersama dan pasangan baru Clara dan Jupi di arah belakang sedang pendekatan lebih dalam lagi.
Bus sudah memasuki daerah hutan, asri dan sejuk. Hanny tak hentinya menyunggingkan senyuman sambil menatap keluar jendela menikmati pemandangan. Dia sangat bahagia.
"Hooeekkkk, hooekk.." Terdengar suara muntahan, Eve yang sedang tertidur tiba-tiba mual dan langsung memuntahkan cairan dalam perutnya. Karena memang dia tidak berselara makan maka perutnya masih kosong.
"Mungkin Eve masuk angin." Ujar Hanny yang khawatir melihat Eve yang sedang dipijat tengkuknya oleh Arka. Mereka panik seketika, untungnya perjalanan sudah dekat dan tinggal setengah jam lagi.
"Sabar sebentar ya, baby." Ucap Arka yang masih mengelus perut Eve yang masih terasa mual. Wajahnya sudah pucat dan kepalanya bersandar dibahu Arka.
"Setengah jam lagi sampai bro, disana sudah ada dokter yang standby." Ujat Vino membuat Arka sedikit tenang karena Vino yang sudah paham akan daerah sini sudah mencari tau kalau daerah ini belum ada puskesmas atau klinik, makanya dia sudah terbangkan seorang dokter dan perawat dari kota C untuk berjaga-jaga.
"Pintar kamu Vin, nanti bonus cair ya." Ujar Arden dibalas senyuman penuh arti dari Vino.
Akhirnya bus mereka sampai diparkiran disamping resort, Hanny sudah tidak sabar untuk turun dan menghirup udara segar disana. Setelah menurunkan AnsTwins mereka menunggu yang lainnya untuk turun dan berjalan bersama menuju lobi resort.
"Ansel mau sama siapa jalannya, atau mau digendong?" Tanya Hanny pada Ansel yang masih berdiri tenang menunggu semua orang.
__ADS_1
"Cel cama om Alen ajah." Jawabnya dan lari menuju Arlen yang duduk di kursi rodanya. Ansel naik kepangkuan Arlen.
"bocah pintar." Ujar Arden, tau kalau Ansel ingin santai duduk dan di dorong oleh Bintang. Arlen terkekeh sambil memeluk keponakan tampannya.
"Kalau Anson?" Tanya Hanny lagi yang melihat Anson sudah lompat-lompat kegirangan melihat area luas dan hijau, ingin sekali lepas dari genggaman mommy-nya untuk segera berlari.
"Con cama.... onti antiikk.." Dia menunjuk Clara yang baru turun bersama Jupi.
"Ohhh... anak mommy mau sama onti Clara." Clara pun menggandeng Anson yang sudah ingin jalan dan melompat-lompat.
"Kalau ini, calon-calon playboy." Ujar Arden dan segera mendapat cubitan di perutnya.
Mereka jalan berbarengan, sementara Eve dan Arka sudah duluan untuk bertemu dokter diantar oleh Vino sambil menjaga Aksa. Karena jalan yang mendaki, Arlen harus didorong oleh Bintang di kursi rodanya, karena kakinya belum terlalu kuat untuk jalanan yang mendaki, sedangkan Ansel duduk tenang dipangkuan Arlen sambil menikmati sejuknya angin yang menerpa kulit mereka.
Setelah pembagian kamar, mereka pun masuk ke kamar masing-masing. Untuk pengawal dan maid akan diberikan villa terpisah, mereka akan bergantian untuk pekerjaan agar bisa menikmati liburan juga. Arden dan Hanny memilih kamar terpisah dari AnsTwins yang akan sekamar dengan baby sitternya di kamar sebelah. Tentu saja karena Arden ingin berduaan dengan istrinya menikmati sejuknya udara pegunungan sambil mendaki puncak kenikmatan.
"Buat dedek bayi yuk.." Ajak Arden yang melihat Hanny sedang memakai pakaiannya sehabis mandi. Hanny tersenyum nakal, entah kenapa dia juga sangat ingin sekarang juga. Hanny mengerling dan tersenyum nakal menggoda, dan memanggil Arden dengan menggerakkan 1 jarinya. Arden langsung meyerbu istrinya lalu bermain 1 ronde yang cepat.
"Sayangku makin cantik, makin nikmat dan liar. Jadi makin cinta." Arden kembali mencium bibir Hanny yang sudah memerah itu. Saling membalas ciuman dan *******, membuat si Jumbo bangun lagi.
"Kak... si Jumbo bangun lagi tuh." Hanny mengelus si Jumbo dan mereka bermain ronde tambahan.
Setelah selesai, mereka mandi lagi. Membersihkan diri dan keluar untuk makan. AnsTwins juga sudah bersiap dengan 2 baby sitter mereka yang siap sedia menjaga. Makanan sudah tersedia di restoran umum, hanya mereka yang ada disana karena belum dibuka untuk umum. Untuk tim Helios sudah menyelesaikan syuting sejak tadi siang dan bersiap untuk pindah dan bergabung dengan tim di kebun teh besoknya.
"Vin, lagi apa?" Tanya Arden yang melihat Vino sedang sibuk mengabadikan foto dari tim Helios dan juga beberapa spot unik disana.
"Oahh ini, si Jeremy minta buat di upload di sosmed resmi Tenggara dan StarE sebagai biaya sewa. Biar semakin banyak peminatnya setelah iklannya tayang bos." Jelas Vino yang masih dengan aktivitasnya.
"Ah si Jeremy, otak bisnisnya gila." Ujar Arden berlalu meninggalkan Vino. Tak lama Arka dan Eve datang, Aksa berada di lengan Arka yang terlihat bahagia. Sedangkan Eve masih pucat tapi sudah terlihat lebih sehat.
"Masih sakit?" Tanya Hanny menghampiri Eve.
"Tidak, sudah mendingan.." Balas Eve tersenyum tipis, terlihat masih pucat tapi tak bisa menutupi rona bahagia diwajahnya.
"Adiknya Aksa uda jadi nih.." Jawan Arka mengelus perut Eve, sontak membuat semua yang disana ikut bahagia.
"Selamat ya Eve.." Ujar Hanny memeluknya.
"Kalian kapan nambah lagi bro?" Tanya Jupi dengan nada menggoda.
"Ini juga lagi usaha, makanya sudah rajin buatnya. Ya kan sayang.." Ujar Arden melirik nakal ke istrinya, Hanny hanya tersenyum malu.
__ADS_1
Setelah makan malam, mereka pun berkumpul di paviliun ditengah taman resort diatas kolam dengan bunga teratai yang indah, dihiasi lampu-lampu disekelilingnya membuat malam hari terlihat indah. Baby sitter 3 bocah lebih hati-hati menjaga mereka karena sedang dekat dengan kolam, takut mereka akan jatuh, terlebih Anson yang punya energi ekstra. Arlen juga sudah jalan sendiri karena hanya berjalan di seputar kamar dan taman, dia tidak mau terlalu membebani Bintang yang diajak juga untuk liburan. Arlen memang pria baik dan rendah hati.
TBC ~