
Saat ini kandungan Hanny sudah memasuki bulan ke-8, dia makin gembul dan menggemaskan menurut Arden. Perutnya membulat dan sudah membuatnya sudah untuk berjalan ataupun bergerak dengan leluasa. Tidur pun sangat tidak nyaman, apalagi tidak ada Arden disisinya, jika Arden datang maka dia harus tidur dengan Arden meskipun Alex melarang. Hanny akan menangis dan Alex pun luluh demi kesehatan Hanny dan cucu-cucunya. Seperti saat ini, sejak Arden sampai sore tadi, Hanny tak henti-hentinya membuat Arden mengelus punggungnya atau perutnya agar dia tertidur. Jika tidak Hanny akan bangun dan menangis lagi. Hanny dipastikan akan melahirkan secara caesar karena bayi kembarnya cukup besar dan berbahaya jika melahirkan normal. Awalnya Hanny menolak tetapi setelah dibujuk oleh Arden akhirnya dia setuju.
Rutinitas Arden saat ini lebih sering menemani Hanny daripada bekerja, pekerjaan bisa dia lemparkan pada Arka, Vino dan Jupi seperti biasanya. Bos hanya bersantai memberi perintah dan menerima laporan. Biasanya Arden akan datang seminggu sekali, tetapi sejak kandungan Hanny masuk bulan ke 7, dia beberapa hari sekali pasti datang dengan menempuh perjalan 6 jam, demi gadis kecilnya yang sebentar lagi akan jadi ibu.
Sedangkan di rumah besar Salim, seperti biasanya kakek Salim selalu memberondong Johan dengan pertanyaan seputar keberadaan Hanny.
"Ingat Johan, cicitku sebentar lagi lahir. Kau secepatnya segera temukan Hanny. Jika tidak, tak ada yang akan kuwariskan padamu." Bentak kakek Salim sambil mengangkat tongkatnya menunjuk ke arah Johan yang duduk di depannya. Johan sudah gerah dan ingin mengatakan bahwa anak di kandungan Hanny buka anaknya, tetapi itu sama dengan bunuh diri. Segala kekuatan Salim sudah dikerahkan untuk mencari Hanny di segala penjuru negri tetapi tidak ada hasilnya. Bahkan tidak ada data bahwa Hanny pergi keluar negri karena passport Hanny saja masih ada di kamarnya.
"Jika kau masih belum dapat menemukan Hanny dalam 2 hari ini, kakek akan meminta bantuan keluarga Tenggara dan kau jangan ikut campur." Ancam kakek Salim membuat Johan semakin panik, karena kalau sudah ada campur tangan Tenggara dia tidak akan bebas melakukan rencananya dan pasti akan ketahuan. Padahal sebentar lagi produk utamanya akan diluncurkan dan akan mendapat keuntungan yang besar jika iklannya ditayangkan.
Irene juga selama ini membantu Johan untuk mencari Hanny sampai meminta bantuan Jeremy, dia tidak tau bahwa Jeremy dengan senang hati membantu adalah untuk mencari informasi lebih dalam sesuai permintaan Arden beberapa waktu lalu. Tetapi tidak banyak yang diketahui Jeremy karena dia menyimpan rahasia besarnya sebagai mafia dengan sangat rapi sehingga Irene hanya menganggapnya seorang pebisnis muda yang sangat sukses, yang tidak diketahuinya bahwa sama dengan Arkana, Jeremy hanya sebagai pemimpin perusahaan bukan pemilik. Namun Jeremy memang mempunyai bisnis pribadi di bidang yang lainnya diluar 'Blake'
Telah hari ke-3 dari batas waktu yang diberikan kakek Salim untuk menemukan Hanny tetapi tidak ada kabar apapun dari Johan. Akhirnya kakek Salim pergi menemui Oma Susi di kediamannya setelah membuat janji.
"Hai si Tuan Salim, kenapa mendadak mencariku?" Tanya Oma Susi setelah kakek Salim berada di paviluin kecil taman belakang rumah besar Tenggara.
"Kau masih menyebalkan Susi Narendra." Jawab kakek Salim tersenyum melihat teman lamanya.
"Ada apa Tony? Tak biasanya kau mencariku." Tanya Oma Susi lagi sambil menuangkan teh bunga kesukaan kakek Salim.
"Aku butuh bantuan dari tim pengawal Tenggara untuk mencari cucu mantuku yang sudah beberapa bulan menghilang." Jawab kakek Salim dengan suara sedikit bergetar sedih. Oma Susi terkejut mendengarnya, dia sedikit curiga ini pasti ada hubungannya dengan Arden.
"Bagaimana bisa? Apakah ada masalah?" Tanya Oma Susi untuk memastikan kembali.
"Sebenarnya pernikahan Johan dan Hanny kurang baik, buruk malah. Tapi Hanny gadis yang baik aku menyukainya. Johan sering bertindak kasar dan tak jarang memukulnya." Jelas kakek Salim yang sontak membuat Oma Susi makin tidak percaya. Pasalnya Arden baik-baik saja dan tidak mengeluh. Oma Susi yakin pasti ini ulah Arden yang menyembunyikan Hanny.
__ADS_1
"Kau kehabisan pengawal sampai meminta bantuanku?" Ejek Oma Susi untuk mencairkan susasana.
"pengawalku dan Johan telah mencari keseluruh negri tapi tak ada hasil. heh..." Kakek Salim mendesah panjang, lelah sudah dia mencari keberadaan Hanny.
"Kali ini aku minta bantuanmu karena pengawal keluarga tenggara lah yang terbaik selama ini." Pintanya lagi.
"Akan aku usahakan, tapi jangan berharap banyak. Jika dia yang ingin bersembunyi maka bisa menunggunya muncul." Jelas Oma Susi. Kedua orang tua itu pun mengobrol lama disana untuk mengenang masa lalu sampai kakek Salim akhirnya undur diri.
Oma Susi sudah tau kalau Arden lah yang menyembunyikan Hanny, apalagi mengetahui kalau Hanny tersiksa dan tidak bahagia. Tetapi ini salah karena Hanny sedang mengandung anak Johan dan bagaimana pun Hanny harus kembali ke keluarga Salim yang seharusnya.
Oma Susi akhirnya memanggil Arden untuk pulang dan berbicara, untungnya Arden memang sudah kembali ke kota J untuk mendengar laporan lagi di markasnya namun terpaksa ditunda karena Oma Susi memaksa untuk bertemu.
"Kau sembunyikan dimana Hanny?" Tanya Oma Susi begitu Arden masuk ke ruang keluarga. Disana juga ada Arlen yang sedang menemani Oma Susi menunggu Arden.
"Apa maksud Oma?" Tanya Arden pura-pura bingung.
"Sudah pernah aku katakan, jika Hanny bahagia akan aku lepas dan menjaganya dari jauh. Jika tidak maka akan mengambil milikku kembali." Ujar Arden dan sudah dapat dipastikan bahwa Hanny bersama Arden.
"Kembalikan Hanny pada keluarganya Arden, kau tidak punya hak membawa menantu keluarga Salim." bentak Oma Susi lagi tapi Arden tetap pada pendiriannya.
"Hanny sedang bersama Alex ayahnya dan ayahnya yang berhak membawa Hanny kemanapun. Bukan si Johan brengsek yang sering menyiksanya." Balas Arden tak kalah sengit.
"Tapi dia sedang mengandung keturunan Salim, kau tidak bisa menyembunyikan dia. Kembalikan Hanny ke keluarga Salim dan lupakan dia, kau akan menikah dengan gadis pilihan oma." Jelas Oma Susi yang sudah membuat Arden lebih marah lagi.
"Aku tidak akan pernah menikah dengan orang lain, aku tekankan sekali lagi, calon istriku adalah Hanny dan hanya Hanny tidak ada orang lain." Tegas Arden didepan wajah Oma Susi.
__ADS_1
"Sadarlah Arden.. Jikalau mereka cerai apa Hanny akan bisa melepaskan anaknya untuk keluarga Salim? Atau akan membawanya ikut denganmu? Kau akan bersedia mengasuh keturunan Salim? Apa keluarga Salim akan bersedia?" Tanya Oma lagi.
"Tidak! Anak dalam kandungan Hanny tetap akan ikut dengannya."
"Lalu? Apakah Salim akan mengizinkannya? Kau harus pikirkan itu!"
"Terserah!" Arden pergi dan membiarkan Oma Susi yang akhirnya berteriak marah untuk memanggil Arden kembali.
Arlen hanya bisa menyaksikan pertengkaran itu tanpa bisa berbuat apapun dan hanya menenangkan Oma Susi, Arden sudah mengatakan bahwa kandungan Hanny yang sebenarnya adalah anaknya harus dirahasiakan dulu.
"Oma, yang tenang nanti darah tinggi oma kambuh. Arden pasti tau yang dia lakukan. Percayalah oma." Arlen menenangkan Oma Susi yang sudah kewalahan dengan napasnya yang tidak beraturan karena emosi.
~Markas~
"Bos.. sudah siap mendengarkan?" Tanya Vino yang tau Arden sedang kesal.
"Sudah ayo mulai.." Jawab Aden sedikit malas.
Begini bos..." Lanjut Vino,
Pertama, semua alat yang dibutuhkan untuk persalinan Hanny telah tersedia dan tambahan 2 orang suster, 2 baby sitter juga sudah dipersiapkan. Untuk persalinan Hanny telah tersedia dengan sempurna dan Arden tidak perlu mencemaskan hal itu lagi.
Yang kedua, pergerakan Digi.inc sudah terlihat dan mulai menjalankan aksinya. Dari mata-mata disana, bagian kreatif sudah memberikan laporan bahwa mereka sudah menayangkan 2 iklan dengan pesan tersembunyi. Beruntung anak buah yang disisipan kesana cukup cakap sehingga menjadi salah satu karyawan yang dipercaya masuk ke team pembuatan iklan terselubung itu. Mereka sedang mengerjakan iklan ke-3 mereka yang belum diketahui untuk apa.
Yang ketiga, masih perihal iklan. Club malam yang baru dibuka minggu lalu didekat Lane's CLub sudah ramai pengunjung dan disana terdapat banyak transaksi rahasia dan club itu berhubungan dengan iklan yang baru tayang oleh Digi.inc. Produk minuman itu merupakan produk biasa tetapi ada sesuatu yang berbeda yang dijual di club itu yaitu Paras Club. Yang ternyata adalah milik salah satu anggota 'Skull' dan Johan mulai terlihat disana beberapa kali di ruang VIP bersama beberapa kolega bisnisnya. Vino telah menyusupkan beberapa bartender dan waiters untuk memantau pergerakan orang-orang club itu. Jika bukan karena nama Hanny terpaut di Digi.inc, sebenarnya Arden sangat tidak ingin berhubungan dengan anggota 'Skull'
__ADS_1
Yang ke-empat, Oma Susi sudah menggerakkan pengawal Tenggara tadi dan mulai mencari Hanny, tetapi Arden hanya tersenyum tipis mendengarnya. Dia ingin lihat bagaimana pengawal Tenggara yang terkenal tebaik dapat menemukan Hanny yang dijaga ketat oleh anggota 'Blake'. Jika saja pengawal Tenggara memang terbaik, tidak mungkin ayahnya berhasil membawa kabur bunda waktu dulu. Arden tertawa puas, saat ini bisa merasakan apa yang dulu dilakukan ayahnya.
TBC~