Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 50 - Rumah Sakit


__ADS_3

Hari ini keluarga Tenggara berkunjung di rumah sakit milik Tenggara, di RS TXX. Kalau biasanya Hanny cek kandungan di RS 'Blake' kali ini mau tidak mau harus ikut Oma Susi ke RS TXX milik keluarga. Dari awal mereka berpisah sebentar, Hanny ke dokter kandungan bersama Arden, Arlen ke dokter Randy untuk memberikan catatan dari Dr. Jung bersama Bintang. Terakhir Cecilia dengan Oma Susi dan Aileen ke kantor direktur RS untuk meminta saran. Setelah Arden dan Arlen selesai baru mereka akan berkumpul di ruangan direktur.


Arden datang lebih dulu ke ruangan direktur setengah jam kemudian baru Arlen muncul. Kandungan Hanny sudah masuk minggu ke 8 berarti sudah 2 bulan.


"Pantas saja kamu makannya banyak sayang.." Ujar Arden lembut.


"Iya, kak. Ingin makan terus dan lapar." Jawab Hanny. "Dan semakin liar diranjang." Bisik Arden kemudian Hanny melotot dan melihat sekitarnya takut ada yang dengar.


Mereka lanjut menceritakan kondisi Cecilia ke direktur RS dan direktur merekomendasikan beberapa dokter, yang dimulai dengan pemeriksaan seluruh tubuh dan otak, apakah ada masalah, lalu lanjut ke psikiater untuk menggali permasalahan pada mental dan psikis Cecil lalu lanjut dengan pengobatan seterusnya.  Semua setuju, jadi Cecil beberapa hari ini akan menginap di RS untuk pemeriksaannya. Sedangkan Aileen akan melanjutkan sekolahnya masuk kelas 7 di salah satu sekolah terbaik Tenggara.


Hanny menemani Aileen menuju ke sekolah karena Hanny begitu antusias mendengar Ailleen adalah anak yang cerdas, seperti dia dulu. Mereka masuk dan berkenalan dengan guru wali kelasnya dan membicarakan beberapa peraturan sekolah pada Aileen yang baru saja mengikuti sekolah di kota dengan begitu banyak siswa/i, gedung baru dan mata pelajaran yang juga baru baginya. Banyak hal yang harus dia pelajari kembali. Beruntung, Hanny yang memang berotak encer itu akan tinggal sementara di rumah besar Tenggara untuk mengajari Aileen belajar.


"Terima kasih sayang, sudah menemani Ay hari ini. Kakak dan Arlen tidak pernah hidup normal sewaktu remaja kami, tidak pernah tau bagaimana rasanya sekolah sampai kuliah dengan bernar. Jadi kakak ingin Ay mendapatkan semua yang dia inginkan dan hidup normal." Jelas Arden membuat Hanny sedih mendengarnya.


"Kakak tetap harus bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Kakak punya aku dan AnsTwins, kak Arlen kembali, bunda dan Ay juga sudah disini, ada kak Arka, Vino, Jupi, Eve, semuanya orang-orang baik di sekitar kakak. Jadi jangan sedih ya..." Hanny memeluk suaminya dan menenangkannya.


"Kakak juga mau tanya, kamu ingat waktu kakak ditemukan di sungai pertama kali?" Hanny mengangguk.

__ADS_1


"Ingat tidak, bagaimana kondisi kakak, apa yang kakak pakai atau ambil dan apa ada yang aneh?" Tanya Arden kemudian Hanny jadi bingung.


"Kenapa? Kakak lupa kejadiannya?"


"Kakak seperti ingat waktu pingsan seperti mimpi, ingat kejadian yang kakak lalui, semuanya sebelum kakak jatuh ke jurang. Tapi waktu bangun lihat wajahmu untuk pertama kali kakak jadi lupa dan perasaan kakak jadi tenang. Seperti melihat malaikat cantik." Jelas Arden membuat Hanny tersenyum dan wajahnya bersemu merah.


"Kok jadi malu-malu sayang.." Arden mencubit pipi Hanny dan mengecupnya gemas.


"Baiklah, kalau tidak salah kakak tidur dan mengigau, ayah tolong bunda, ayah jangan lepas, jangan bunuh ayahku, itu kalau tidak salah." Hanny mengingat kembali. "Kita kembali ke panti saja kak, mungkin Bu Risma ingat dan masih simpan barang-barang kakak disana." Saran Hanny dan Arden mengangguk sambil berpikir.


Pagi-pagi sekali Arden sudah ada di markasnya dan mereka akan melakukan penyelidikan kembali, Jupi, Vni dan Arlen di temani oleh Bintang.


"Bagaimana pengobatanmu Len?" Tanya Arden begitu Arlen duduk disampingnya.


"Sudah lebih baik, cepat sekali setelah obat terakhir yang diberikan dokter. Katanya bisa sembuh dan normal dalam sebulan. Aku juga sudah lebih kuat dengan olahraga lebih berat." Jelas Arlen dengan senyum bahagianya.


"Baguslah, jika sudah sembuh total mulailah hidup dengan normal dan cari kegiatan yang menurutmu baik dan yang kau sukai. Aku tak akan memaksamu ke perusahaan Tenggara atau 'Blake', kita bosnya kau bisa tetap santai." Jelas Arden dan Arlen tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Aku sudah memikirkannya, tapi nanti saja setelah sembuh." Ujar Aelen lagi.


"Aku juga mau ceritakan tentang diriku yang melupakan kejadian dulu, menurut Hanny waktu pingsan saat pertama mereka menemukanku, aku mengigau, ada beberapa kalimat, 'ayah tolong bunda, ayah jangan lepas, jangan bunuh ayahku,' Kalau memang itu yang terjadi, berarti memang ayah waktu itu belum meninggal." Jelas Arden.


"Sudah pasti saat itu belum meninggal bro, kalau tidak mana mungkin ada Aileen." Ujar Jupi.


"Benar, dan maksudku siapa yang mau bunuh ayah?" Sambung Arden.


"Itulah yang harus kita cari tau." Timpal Jupi


"Kau hubungi om Darren Jup, ceritakan semuanya aku mau tau cerita dari sisi om Darren." Titah Arden


"Ok bro."


Setelah selesai mengobrol, semua balik ke ritunitas masing-masing, Arden kembali kerumah karena Hanny dan AntsTwins  ingin ke tempat Alex, karena Alex sudah sangat rindu pada anak dan cucu-cucunya. Apalagi mendengar Hanny kembali hamil membuatnya semakin ingin bertemu, mengingat kehamilan pertama Alex sama sekali tidak disisi Hanny.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2