
"Vin.. berapa hari lagi kita bisa berangkat ke kota J" [Arden]
"Mungkin 2 hari lagi bos" [Vino]
"Tolong selesaikan dengan cepat agar Johan dan Adam tidak mengganggu nanti."[Arden]
"Siap bos, nanti jangan lupa nonton TV, tapi jangan sinetron ya bos. Buka Channel 1 saja, sudah aku infokan ke orang sana untuk siarkan secara live jam 8 malam." [Vino]
"Cuma Channel 1? Yang lain kemana?" [Arden]
"Yang bisa live cuma Channel 1 bos, TV A dan BkTv tidak bisa karna ada jadwal tayang konser live di jam itu, Tv 3 juga ada siaran yang tidak bisa ditunda." [Vino]
"Baiklah, tapi usahakan besoknya semua stasiun milik kita tayangkan terus-terusan ya.." [Arden]
"Laksanakan!" [Vino]
"Jupi... 3 hari lagi kami balik ke kota J, siapkan semuanya. Pakai bus saja yang nyaman biar AnsTwins bisa gerak bebas dan tidak kelelahan."[Arden]
"Bus yang seri VMP LX seri 2 itu bro?" [Jupi]
"Betul, itu sudah di upgrade kan? Biar mobil bisa masuk ke bagasi juga." [Arden]
"Pas ini bro, baru datang kemarin jadi langsung kita bawa saja ya.. " [Jupi]
Selesai saling membalas pesan, Arden kembali menyalakan TV di ruang kerjanya untuk menunggu hasil laporan Vino tadi. Setelah menunggu pas jam 8 malam Channel 1 tayang secara live penggebrekan Paras Club dan tertangkapnya orang-orang yang berada dibelakang bisnis gelap yang terciduk disana. Arden tersenyum senang, akhirnya usaha mereka membuahkan hasil, tinggal tunggu Johan dan tetua 'Skull' saja yang akan keluar dari sarangnya. Bukan hanya 1 Paras Club tetapi yang dikota lain juga sedang di periksa oleh polisi dan beberapa club yang baru beroperasi beberapa bulan ini, diduga mempunyai investor yang sama dengan Paras Club.
Digi.inc juga sedang diperiksa oleh Jaksa Serkan, dia khusus turun langsung sebenarnya hanya untuk menggertak penanam modal perusahaan iklan tersebut, sambil Bintang sudah mengirimkan dana rahasia pelan-pelan ke rekening Johan, tanpa dia sadari karena sedang sibuk dan kacau. Arden tersenyum bangga dengan pekerjaan Vino dan Jupi. "Kalian akan liburan nanti" Ujarnya pelan sambil mematikan tv, selesai dengan tontonannya.
"Sayang..." Arden menghampiri Hanny yang masih bersama AnsTwins yang dari tadi tidak mau tidur dan asik bermain.
"Anak-anak daddy kenapa belum bobo?" Arden mengambil Anson yang sedang menggigit mainannya terkadang membantingnya ke kasur. Anson tertawa kegelian saat Arden mencium dan menggigit pipinya dengan lembut. Sementara Ansel sedang duduk kalem membongkar box mainan di depannya, mengeluarkan segala yang ada di dalam dan menghamburkannya keluar. Padahal Hanny baru saja menyusunnya agar mereka bisa tidur. Akhirnya Arden juga membawa Ansel bermain bersama. Mereka bertiga asik tertawa dan AnsTwins berceloteh yang tidak dimengerti oleh Arden tetapi tetap saja mereka asik dengan dunianya. Sementara Hanny sudah tertidur sambil terduduk di atas ranjangnya, dia benar-benar lelah karena AnsTwins sudah mulai aktif berbicara, berdiri dan mulai berjalan membuat Hanny lelah tetapi bahagia.
__ADS_1
Hanny terbangun dari tidurnya, melihat jam di dinding dan ternyata sudah sejam lebih dia tertidur. Dia mencari keberadaan Arden dan anak-anak karena tidak ada suara apapun. Ternyata mereka juga ketiduran, Arden tidur terlentang, Anson tidur diatasnya, di dada bidang Arden, sedangkan Ansel tidur menyamping memeluk lengan Arden. Hanny mengambil foto mereka sebelum memindahkan AnsTwins kembali ke box bayi.
Arden terbangun dan melihat Hanny sedang menyelimuti 2 putranya dan berdiri menghampiri Hanny, mencium lembut pipinya. Setelah itu mereka kembali ke ruang kerja karena Arden benar-benar tidak diizinkan sekamar dengan Hanny oleh Alex.
"Om Alex sudah tidur kan? Ikut ke ruang kerja yuk.." Arden menarik Hanny mengikutinya ke ruang kerja. Sesampainya disana Arden duduk dikursi kerja dan membawa Hanny duduk di pangkuannya, memeluk pinggangnya dan menciumi lehernya sambil menghirup aroma tubuh Hanny yang sangat dirindukannya.
"kenapa tubuhmu sudah kurus lagi sayang?" Tanya Arden sambil memijat pundak Hanny.
"Capek kak, jaga 2 bocah aktif itu melelahkan. Lagian karena tidak ada kegiatan jadi aku olahraga supaya tubuhku langsing lagi seperti masih gadis dulu." jelas Hanny.
"Tapi kakak suka kamu yang punya pipi gembul, lebih lucu." Arden mencium dan menggigit pipi Hanny yang mulai tirus, tidak bisa mencubit gemas pipi gembul lagi. Hanny kembali menjadi gadis kecilnya saat kuliah dulu, kurus tetapi masih menonjol di tempat yang seharusnya.
"Untungnya ini masih montok ya.. ini juga." Ucap Arden gemas sambil meremas salah satu gunung kembar dan bokong Hanny, membuatnya mendapat cubitan pedas di perutnya.
"Jangan.. nanti khilaf." Ujar Hanny melototkan matanya. Arden tertawa dan memeluknya lagi.
"Iya.. Sayang, 2 hari lagi kita pulang ke kota J ya. Tadi juga sudah bilang ke om Alex." Ujar Arden dan dari wajahnya, Hanny terlihat bahagia.
"hmm... belum boleh, tapi boleh hubungi mereka dulu jangan bertemu." Jawab Arden dan Hanny pun mengerucutkan bibirnya tanda tidak suka namun pasrah.
"Bibirnya jangan begitu, nanti kakak khilaf."
"Hmmpp.." Hanny langsung menutup mulutnya dengan kedua tanya, tetapi percuma, Arden menurunkan tangannya dan langsung mencium bibirnya lembut tetapi sangat panas, Hanny pun tak mau kalah, dia membuka bibirnya dan membalas ciuman yang menjadi saling *******. Tetapi Arden masih bisa menahan diri, dari pada dihajar calon mertua lebih baik dia tahan gairahnya.
Tiba waktunya mereka kembali ke kota J, menggunakan bus super mewah yang baru dibeli oleh Arden menggunakan nama 'Blake'. Semua miliknya tentu atas nama 'Blake' agar aman dan tetap menjadi Arden Tenggara yang misterius. Perjalanan 6 jam pun tanpa terasa, karena ditemani orang-orang tersayang. Setelah mencapai pinggiran kota mereka mengganti dengan mobil Arden yang telah dikeluarkan dari bagasi bus agar lebih leluasa menjalani jalanan kota J yang padat. Mereka menuju hotel mewah milik 'Blake' agar mengamankan Hanny sebelum acara ulang tahun pertama AnsTwins berlangsung 2 hari lagi.
Akhirnya Hanny dapat juga menghubungi Clara setelah setahun lebih tidak berkabar, setelah menidurkan 2 putranya Hanny memulai percakapannya lewat chat pada Clara sahabat baiknya.
"Hai Ra... apa kabar? Hanny." [Hanny]
"Aaaaakkkkkk Hanny baby, Honey ku kan?" [Clara]
__ADS_1
"Iya Ra... Hanny Tanisha Alexander." [Hanny]
"Gila Hanny, kemana saja sih? Aku hampir gila mencarimu, dirumah, dikantor, di rumah Salim, semuanya tidak ada. kamu kemana Han, baik-baik saja kan?" [Clara]
"Tentu, baik dan sehat. Jangan khawatir, sekarang belum bisa cerita." [Hanny]
"Harus cerita! Tidak mau tau. Kamu dimana sekarang Honey?"[Clara]
"Ada di kota J, sekarang tinggal dengan papi di apartemen. Tapi belum bisa bertemu, padahal sudah rindu denganmu Ra." [Hanny]
"Kapan dong ketemunya? Kamu masih sama Johan? Aku dengar dia sedang terkena masalah, apa karena itu?"[Clara]
"Aku kabur dari Johan dan masalah dia aku tidak tau Ra, nanti saja kita ngobrolnya ya. Sudah dulu nanti aku hubungi lagi. Bye Ra..." [Hanny]
"Baiklah, bye." [Clara]
"Percakapan dengan Clara yang singkat, yang penting Clara tidak khawatir lagi." Gumam Hanny sambil meletakkan ponselnya, dia sedikit lelah dan membaringkan tubuhnya di ranjang kamar hotel itu dengan AnsTwins, semua sudah di sediakan oleh Arden. Setelah acara ulang tahun pertama AnsTwins mereka baru pindah ke apartemen yang Arden berikan ke Alex.
Arden masuk ke kamar Hanny dan melihatnya tidur bersama AnsTwins disampingnya. "Kasian, sayangku dan anak-anakku kelelahan. Maaf ya, daddy akan segera menikahi mommy agar kita bisa bersama terus." Bisik Arden kemudian mengecup mereka satu-persatu.
Arden dan Jupi sedang melihat tayangan di beberapa channel tv tentang penangkapan di Paras Club, portitusi anak dibawah umur, pelacuran, obat terlarang dan beberapa tuntutan lainnya, Jupi juga infokan bahwa ada beberapa orang datang ke kantor Johan dengan pengawalan ketat oleh pengawal terlatih. Sepertinya itu ketua 'Skull'.
"Bro, sepertinya mereka mencurigai ada campur tangan 'Blake' deh, tapi si Johan bodoh itu malah bilang tidak ada dan kemungkinan keluarga Tenggara yang ikut campur. Bagaimana bro?" Jupi mulai khawatir jika 'Skull' malah menargetkan Tenggara yang tidak ada campur tangan sama sekali.
"Biar saja, ini juga karna kakek Salim mulai dekat dengan oma dan sejak itu mereka mulai bermasalah, kakek Salim juga tidak mau bantu sama sekali. Apa lagi Adam yang sudah lepas dari semua tanggungjawab sejak menjebak om Alex dan meyerahkan semuanya ke Johan. Sekarang Johan sendirilah yang akan menerima konsekuesi akibat perbuatannya." Arden tidak akan menggunakan nama Tenggara untuk hal ini maka dia selalu menggunakan kekuatan 'Blake' secara diam-diam. Bagus juga jika 'Skull' pikir Tenggara lah yang melakukan semua ini, jika mereka menargetkan Tenggara maka itu sama dengan bunuh diri. Yang 'Skull' ketahui, Tenggara tidak akan dan tidak mau berhubungan dengan mafia, jika mau, Tenggara akan menjadi mafia nomor 1 dengan segala bisnis yang dia punya. Tetapi tanpa diketahui orang bahwa kerajaan bisnis 'Blake' lebih kuat dan kokoh dari pada Tenggara. Hanya saja, semua itu adalah rahasia dan tersebar luas dan adil untuk seluruh anggota 'Blake'
"Beritahu oma, Arlen dan kakek salim untuk datang ke hotel besok ke acara AnsTwins, sekalian buat kejutan untuk oma." Titah Arden. Tak berapa lama, berita muncul lagi tentang penangkapan Johan Salim karena penggelapan dana dan juga terdapat bukti penyuapan pejabat daerah untuk membangun club malam yang sama dengan Paras Club, dana rahasia Digi.inc , semua bukti sudah ada ditangan Jaksa Serkan.
"Lalu dana rahasia itu kapan mau dipindahkan bro?" Tanya Jupi.
"Nanti saja setelah dia terbukti bersalah dan Hanny resmi bercerai. kakek telah menyiapkan semua berkas perceraian mereka." Uajr Arden.
__ADS_1
TBC ~