Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 66 - Special Arlen (Bersama selamanya)


__ADS_3

Mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah Arden saja karena Ben tidak mau masuk ke rumah besar Tenggara, apalagi bertemu Oma Susi yang pasti tidak senang melihatnya. Setelah sampai, Ben tidak beristirahat dan malah ingin memasak abalone dan lobster yang dia tangkap tadi tapi Cecil melarangnya.


"Sayang.. ada pelayan yang akan memasak, kita istirahat saja." Ucap Cecil yang dituruti oleh Ben. Cecil segera memberitahukan ke pelayan untuk memasaknya, sebagian buat bubur abalone dan sebagian di masak sup. Lalu lobsternya di kukus saja dan pisahkan dagingnya untuk AnsTwins dan 1 lagi untuk Aileen. Setelah itu Cecil dan Ben masuk ke kamar yang sudah disediakan oleh Arden. Disana sudah ada beberapa pakaian baru untuk Ben dan alat cukur baru karena janggut dan jambang Ben sangat berantakan.


Cecil sedang di kamar mandi menyiapkan air mandi untuk suaminya, mengisi bathtub dengan air hangat dan diberi sabun dengan aroma terapi yang menenangkan. Sembari menunggu air penuh dia membantu Ben untuk mencukur rambut-rambut diwajahnya.


"Blake, kenapa kau biarkan wajah tampanmu tertutupi begini?" Tanya Cecil yang masih sibuk mencukur dengan lembut wajah Ben. Sedangkan Ben sudah melingkarkan tangannya di pinggang Cecil, setelah selesai Ben masuk ke bathtub dan menarik Cecil untuk ikut masuk dan mandi bersama, hal yang sangat dia rindukan selama 10 tahun ini.


Ben mulai mencium bibir Cecil dan bercumbu mesra dengan istrinya, setelah itu mereka membersihkan diri tetapi Ben tidak akan melepaskan Cecil hari ini dan akhirnya terjadilah pertempuran oleh 2 manusia paruh baya yang sedang saling merindukan. Setelah menggempur Cecil 2 ronde, membuat Cecil terkulai lemah. Ben sangat perkasa hari itu, apalagi telah 10 tahun mereka puasa membuatnya meluapkan semua rasa yang telah tertahan selama ini. Ben mendekap Cecil dengan erat dalam pelukannya dan akhirnya tertidur. Ben sudah mengantuk karena semalaman tidak tidur dan kali ini dia tidur nyenyak dan tenang karena ada Cecil di sisinya.


Di ruang makan, Aileen sangat senang menikmati bubur abalone dan lobster yang ditangkap ayahnya. Dia makan bersama AnsTwins yang juga menikmati hidangan itu yang sangat berbeda jika makan di restoran.


"Enak yah..." Ujar Clara yang juga mendapatkan jatahnya. Dia menikmati makanan itu sampai kenyang hingga tak dapat bergerak. Aileen menertawakan calon pengantin itu. Setelah kenyang, Jupi sudah kembali lagi untuk menjemputnya karena rencanya mereka akan menyebarkan undangan pernikahan yang 2 minggu lagi akan dilangsungkan di hotel milik 'Blake'


Arden sedang tidur di kamarnya dan Arlen memilih kamar di ruang kerja untuk tidur, mereka kelelahan karena semalaman tidak tidur. Hanny dan Kirei sedang duduk santai sambil menonton tv dan bermain dengan Ion dan Anna. Tak sengaja Kirei mendengar dan melihat berita yang sedang tayang, menyebutkan pembullyan yang terjadi di Universitas XX dan itu tentang dirinya, masyarakat luas juga sedang menghujat 3 pelaku yang saat ini sudah ada di penjara.


"Ya ampun!" Pekik Kirei terkejut melihat berita itu. Hanny lalu mematikan tv karena lupa kalau berita tentang pembulian masih sedang hangat di media.


"Kak Hanny?" Kirei menatap Hanny dengan tatapan mengisyaratkan kalau dia butuh penjelasan. Hanny hanya terdiam dan tidak tau bagaimana menjelaskannya. Vino dan Bintang juga sudah pergi, duh..


"Hem.. aku tak begitu tau, kau tanya saja pada kak Arlen ya." Kata Hanny akhirnya. Kirei pun mulai mencari berita di ponsel barunya yang tadi baru saja diberikan oleh Arlen yang sebenarnya sudah dia beli dari 2 minggu lalu tetapi tidak jadi memberikannya karena peristiwa yang terjadi pada Kirei. Setelah tau, dia memutuskan untuk menunggu Arlen bangun untuk menanyakannya nanti.


Arlen terbangun setelah tidur dari siang hingga sore, total 4jam dia tidur sedangkan Arden sudah bangun sejak tadi karena diganggu Anson dan tangisan Anna yang membuatnya panik, dia sangat menjaga Anna.


"Arlen.. jelaskan padaku tentang ini." Ujar Kirei memberikan ponselnya dengan berita pembulian itu.


"Ah.. iya cantik, aku sedang memberi mereka pelajaran. Tenang saja, tidak apa-apa." Jawab Arlen sambil memeluknya.


"Tapi kan.. kasihan mereka di hujat banyak orang." Ujar Kirei membuat Arlen heran, kenapa gadis ini begitu baik dan bodoh.


"Bodoh! Mereka sudah menyiksamu dan kau kasihan pada mereka." Arlen menggigit kecil telinga Kirei karena gemas dengannya. Lalu melepaskan pelukannya menatap mata cantik itu, "Aku hanya memberi mereka pelajaran."


"Bertahan 1 semester lagi ya cantik, semester 3 nanti akan ada Maya yang menemanimu." Ujar Arlen ke Kirei yang masih menatapnya.


"Siapa Maya?" Tanyanya.


"Dia sudah aku anggap adik, sebentar lagi dia akan masuk kuliah juga disana. Saat ini dia kuliah online karena tidak ada teman. Karena traumanya, dia lebih menutup diri." Jelas Arlen dan mulai menceritakan sedikit tentang Maya.

__ADS_1


"Kasihan Maya.. aku akan jadi temannya dan akan melindunginya." Ujar Kirei dan mendapat tertawaan dari Arlen.


"Yang ada dia yang menjagamu, kau itu terlalu baik, lagipula Maya sudah belajar beladiri selama setahun terakhir untuk melindungi dirinya." Arlen makin gemas dengan tingkah Kirei yang masih polos itu. Ingin dia memakannya sekarang juga.


"Kita nikah besok yuk.." Ajak Arlen dan Kirei hanya tertawa.


"Sabar dong.. Pak Arlen." Pekik Kirei dan langsung mendapat ciuman dari Arlen.


"Aku panggil kak Arlen saja ya seperti kak Hanny panggil kak Arden?" Tanya Kirei setelah Arlen melepaskannya.


"Tidak mau, kau bukan adikku.. panggil sayang saja atau hubbie, atau Bee?"


"Kalau begitu Bee saja, lebah." Kirei tertawa dan mendapatkan pelukan lagi dari Arlen yang sangat gemas melihatnya.


Setelah itu mereka keluar dari kamar dan ingin makan malam bersama, seluruh keluarga lengkap berkumpul malam ini di rumah Arden.


"Ayah dan bunda mau tinggal disini sajakah atau ke rumah besar?" Tanya Aileen yang sedang menyantap makanannya.


"Ayah tidak mau tinggal dirumah itu, kalau sekedar berkunjung ok saja." Jawab Ben yang masih menyendokkan daging bakar ke mulutnya.


"Ayah dan bunda tinggal disini saja, biar tambah ramai." Ucap Arden dan Aileen tidak setuju.


"Kalau disini, kamar Ay dimana?" Karena memang rumah ini tidak ada kamar, saat ini saja hanya tersisa 1 kamar tamu yang ditempati oleh Ay tadi belum lagi kalau sikembar sudah besar dan akan pindah ke kamar masing-masing.


"Kalau begitu ayah beli rumah baru saja. Besok kita cari ya.." Ben tersenyum dan Aileen mengangguk setuju.


"Terus Oma Susi jadi sendirian dong.." Ujar Aileen lagi.


"Tidak, oma akan kembali ke negaranya, untuk pensiun dan menikmati hari tua dengan tenang. Tadi oma sudah memberitahu kakak kalau setelah Arlen menikah dia akan pergi." Ucap Arden karena rencana oma memang akan tinggal di negara kelahirannya kembali.


"Berarti rumah besar kita dijadikan tempat pertemuan dan kumpul keluarga saja kalau begitu." Ucap Cecil dan disetujui oleh anak-anaknya.


Makan malam selesai dan Arlen mengajak Kirei pulang, mereka sudah berpamitan pada semua keluarga, "Jaga menantu ayah ya.." Pesan Ben saat Arlen mengajak Kirei berpamitan. Bintang telah menunggu dumobil untuk mengantarkan Kirei ke tempat kostnya.


"Bereskan barang-barangmu, kau akan pindah dari sini." Titah Arlen begitu sampai di gerbang rumah kost Kirei.


"Pindah? keman Bee?" Tanya Kirei dan Arlen tersenyum bahagia mendengar panggilan barunya.

__ADS_1


"Pindah ke apartemen kita." Ujat Arlen, awalnya Kirei tidak mau tetapi Arlen memaksa dan Kirei akhirnya menuruti saja kemauan bosnya! Mereka membereskan barang Kirei yang hanya 1 koper kecil dan membawa kembali ke mobil setelah berpamitan dengan ibu kost.


\= = = = = = == = = = =


Arlen sudah menggeret koper dan menggandeng Kirei memasuki sebuah gedung apartemen mewah di pusat kota. Dia begitu senang karena gadisnya kini akan selalu bersamanya kapanpun dan dimanapun.


"Ini rumah kita sekarang.. " Ucap Arlen membuka pintu dengan sidik jarinya. Mereka masuk dan Kirei menyapu seluruh ruangan dengan mata cantiknya.


"Wah.. besar sekali." Ujarnya terkesima melihat luasnya apartemen itu.


"Disini ada 4 kamar, dan kamar ini untukmu. Hanya sementara, setelah menikah kita akan pindah ke kamar itu." Arlen membawa Kirei ke salah satu kamar dan menunjuk kamar di sebelah kamar Kirei.


"Bee akan tinggal disini juga?" Tanya Kirei yang sudah masuk ke kamarnya dan melihat sekelilingnya.


"Tidak, untuk sementara kamu disini dulu. Besok ada pelayan yang akan kemari menemanimu. Aku akan tetap tinggal dirumah sampai kita menikah bulan depan." Jelas Arlen yang kini sudah duduk di tepi ranjang.


"Bulan depan? Cepat sekali!" Ujar Kirei terejut.


"Aku maunya besok tapi ayah tidak mengizinkan karena kita akan menggelar pesta mewah untukmu." Jelas Arlen dan Kirei akhirnya pasrah saja kalau sudah uncle Ben yang memberi titah.


"Pintu depan kodenya tanggal pertama kita bertemu, kau ingat kan? Untuk sidik jari besok saja sama Bintang, aku tidak ngerti." Ujar Arlen dan dibalas anggukan oleh Kirei.


"ya sudah, aku akan kembali ke rumah, cantikku disini saja, semua sudah tersedia di lemari sana, di dapur juga sudah terisi penuh nanti periksa saja ya. Lalu ini gunakan saja." Arlen menjelaskan dan menunjukkan semua yang telah disediakan untuk Kirei dan memberikan sebuah ATM untuknya.


"Ini untuk apa?" Tanyanya yang sudah memegang ATM itu.


"Ini untuk calon istriku mempersiapkan diri mulai besok, Hanny akan menemanimu." Arlen tersenyum dan mengecup kening Kirei, lalu segera pamit untuk pulang. Dia tidak mau berlama-lama disana karena tidak tahan ingin menyentuh Kirei.


"Dah cantik.. besok jam 8 aku jemput." Arlen pun pergi dan Kirei disana sendirian di apartemen yang sangat besar itu.


Kirei jalan perlahan mengelilingi setiap ruangan apartemen itu, diawali dengan ruangan kecil yang ternyata kamar mandi dan toilet yang digabung, lalu ada kamar berukuran lebih kecil untuk pelayan mungkin, lalu dapur yang cukup luas dengan alat masak modern yang mewah. Ruang makan dan ruang tamu menjadi satu dengan ukuran sangat luas, ada meja makan untuk 8 orang lalu ruang tamu dengan sofa super besar dan terlihat mewah dengan dua sisi jendela dengan full kaca, terlihat seluruh kota J dari atas. Ada juga smart Tv ukuran super besar dan Kirei hanya mendesah pelan. Dia jalan lagi membuka satu persatu kamar lainnya, 2 kamar sekuran dengan miliknya dengan masing2 kamar memiliki kamar mandi di dalamnya. Lalu dia membuka kamar di sebelah kamarnya dan hanya ada ruangan kosong yang sangat besar belum ada apapun didalamnya. Kirei lalu kearah dapur lagi untuk mencari minuman dan ternyata kulkas besar itu memang sudah terisi segala macam bahan makanan sampai minuman. Setelah minum, Kirei kembali ke kamarnya untuk istirahat.


"Akhirnya kita akan bersama selamanya. Tidak sabar untuk menunggu bulan depan." Gumam Kirei sebelum jatuh tertidur


#### Special Arlen END ####


TBC ~

__ADS_1


__ADS_2