Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 42 - Menikah


__ADS_3

Tiba akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Arden dan Hanny. Hari pernikahan mereka, Hanny masih diruangannya bersama beberapa MUA untuk mendandani calon pengantin yang sangat cantik. Hanny ingin makeup yang natural saja karena pernikahan ini juga sangat sederhana. Dengan gaun putih simple tetapi tetap memancarkan keanggunan dan kecantikannya.


Acara berjalan sangat sukses dan kekeluargaan, mereka terlihat begitu bahagia meskipun setelah pemberkatan hanya ada acara makan malam keluarga, tetapi ini lah yang diinginkan Arden dan Hanny, tidak mewah tetapi berkesan ditemani orang-orang yang mereka sayangi. Hanya 1 kekurangannya, orangtua mereka tidak lengkap, seandainya Blake dan Cecilia masih ada, acara ini pasti akan lebih bermakna.


Arden dan Hanny memilih tinggal di rumah keluarga Tenggara yang lain, bukan rumah utama karena terlalu besar dan mencolok bagi Hanny untuk keluar masuk. Dia sudah diberi kebebasan oleh Arden setelah menikah, malam pernikahan mereka tertunda sebab Hanny masih datang bulan, baru hari ke-3 membuat Arden kecewa.


"Sayang... cintaku, kenapa harus sekarang sih palang merahnya datang?" keluh Arden manja memeluk Hanny dari belakang. Hanny yang sedang memandangi taman dari balkon kamar mereka hanya bisa tertawa.


"Kan ini memang jadwal palang merahku kak, sabar yaaa..." Jawab Hanny membelai lembut wajah Arden.


"Huh... sabar lagi. Berapa hari sih itu?" Tanyanya lagi.


"Biasanya 5 hari bisa jadi seminggu." Jawab Hanny dengan santainya. Arden harus menunggu seminggu. Oh tidak!


"kalau begitu ayo kita bulan madu, minggu depan kita berangkat." Titah Arden, Hanny awalnya menolak karena berat meninggalkan AnsTwins. Tetapi setelah Arden membujuk dan meyakinkan, istrinya akhirnya setuju. Banyak yang mau menjaga 2 bocah lucu itu, Oma Susi, Arlen, Alex, bahkan Arka dan Eve juga mau.


"Vino, atur rencana bulan madu ke pulau N minggu depan, berdua saja ya aku dan istriku." Titah Arden begitu Vino mengangkat ponselnya.

__ADS_1


"Siap bos! Pakai pesawat yang mana?" Tanya Vino, sebab biasanya Arden lebih suka menggunakan Hercules dari pada jet pribadi.


"Pakai Jet yg AR03 saja, agar Hanny nyaman." Jawab Arden yang disetujui oleh Vino.


\= = = = = = =


Perjalanan bulan madu dimulai, Arden dan Hanny menitipkan AnsTwins ke Oma Susi dan Arlen semiggu sementara mereka akan pergi bulan madu ke pulau N. Hanya 2 jam perjalanan dan sampailah mereka di bandara di pulau besar dekat pulau N yang memang hanya pulau kecil tetapi sangat indah. Mereka menuju pulau dengan menggunakan speedboat yang telah disiapkan oleh anak buah Vino disana. Hanya 20 menit menyeberangi pulau itu dan sampailah mereka di dermaga kecil. Arden membantu Hanny untuk turun dari perahu dan naik tangga dermaga. Dari sana saja pemandangannya sangat indah. Hanny tak henti-hentinya tersenyum sambil memandangi sekelilingnya. Hari menjelang sore dan angin pantai semakin sejuk. Mereka berjalan perlahan sambil bergandengan tangan menuju sebuah rumah panggung yang cukup besar untuk 2 orang. Hanya ada beberapa rumah disini untuk disewakan secara private. Saat ini Arden telah menyewa seluruh pulau hanya untuk mereka berdua. Sebenarnya tidak menyewa karena pulau ini milik salah satu anggota 'Blake' yang cukup pintar mengelola pariwisata sekitarnnya.


Setelah masuk ke rumah panggung itu, Hanny terkejut melihat isi dalam ruangan itu, ternyata rumah panggung ini adalah sebuah kamar, dengan ranjang besar ditengah dengan hiasan ala-ala kamar pengantin. Kamar mandi disebelah kanan dan disampingnya ada kolam renang pribadi juga. sebelah kiri ada pintu full kaca yang dapat melihat keluar yang tentu saja itu pantai.


"Kau suka sayang?" Tanya Arden yang sudah melingkarkan lengannya di pinggang Hanny dan menunduk menciumi pipinya. Hanny mengangguk senang dan memeluk lengan Arden yang ada di perutnya. Sungguh romantis, pikir Hanny.


"Tok tok tok" Suara pintu kamar diketuk dari luar.


"Menyebalkan." Kesal Arden segera membuka pintu, anak buahnya membawakan koper mereka dan juga makan malam yang telah dia pesan tadi.


"Ayo makan dulu sayang.." Ajak Arden setelah merapikan makan malam mereka di teras kamar di depan pintu kaca. Mereka pun makan malam dengan mesra dan saling menyuapi.  Setelah makan malam, mereka video call dengan AnsTwins yang sedang ditemani Arlen disana dan bermain. Tentu mereka senang dengan om Arlen yang selalu memanjakan mereka, mau icecream tinggal minta pasti diberikan, coklat? Tersedia kapanpun. Hanny selalu berpesan pada Arlen untuk jangan memanjakan mereka terus, tapi ya begitulah om dan keponakan yang kompak akan selalu saling merahasiakan. Padahal AnsTwins masih berumur 1 tahun 3 bulan tetapi sudah sangat pintar.

__ADS_1


"Sayang.. sudahkan? Ayo mandi" ajak Arden ketika Hanny sudah selesai mengomeli Arlen yang memberikan anak-anaknya makan coklat.


"Kakak mandi dulu ya, aku mau bereskan baju ke lemari." Elak Hanny karena tau Arden sudah tidak tahan.


"Tidak mau, kita mandi bersama saja." Rengek Arden lagi sambil menciumi Hanny.


"Kakak, kalau mandi sama-sama nanti lama." Tolak Hanny,


Arden langsung mengangkat tubuh Hanny, tanpa banyak bicara pakaian sudah hilang dari tubuh mereka. Arden masuk terlebih dahulu dalam bathtub dan Hanny mengikutinya dan duduk di pangkuan Arden. Dengan telaten Arden mengelus dan menggosok pelan tubuh Hanny dan begitupun sebaliknya. Setelah berlama-lama saling mengelus, mereka pun membasuh diri di depan shower. Arden yang sudah tidak tahan langsung ******* habis bibir Hanny dan dibalas tak kalah panas olehnya.


Arden segera membantu Hanny mengeringkan seluruh tubuhnya dengan handuk lalu menidurkannya di ranjang, Arden menatap tubuh indah Hanny yang polos, keseluruhan di sapu bersih oleh mata indahnya membuat Hanny tak berdaya hanya dengan tatapan mata itu.


"Kak... peluk.." Manja Hanny yang sudah tidak tahan ingin disentuh oleh Arden.


Arden menindih Hanny dan ******* bibirnya, mencium kening dan menjalar keleher Hanny, mengecup pelan lalu menghisap dan menggigitnya hingga meninggalkan tanda merah disana, Arden terus turun meninggalakan jejaknya di seluruh leher dan dada Hanny, lalu berhenti di gunung kembar kesukaannya. Mereka melakukan hubungan suami istri dengan gairah yang tak terkendali sampai pada pendakian ke puncak kenikmatan.


Setelah istirahat sejenak, Arden kembali mendaki untuk mencapai puncaknya lagi, berkali-kali. Hanny hanya pasrah dan menikmati saja. Beberapa gaya dan tempat mereka coba, dari awalnya di ranjang, berpindah di sofa, lalu di teras depan. Posisi dan gaya baru pun mereka coba. Hanny mendapatkan gaya bercinta baru kesukaannya.

__ADS_1


"Ahhh ha ha..." Napas Hanny tersengal, kelelahan, dia tak sanggup bergerak lagi. Arden yang paham segera membawanya ke kamar mandi dan membersihkan tubuh Hanny, dia sudah lemas dan membiarkan Arden yang melakukan semuanya. Akhirnya Arden membaringkan Hanny yang masih polos tanpa pakaian, mereka sama-sama polos, saling memeluk dan tertidur pulas.


TBC~


__ADS_2