
Pagi menjelang siang, tetapi pengantin baru yang sedang berbulan madu masih tidur dengan nyenyaknya saling berpelukan, setelah siang Hanny bangun duluan merasakan pegal luar biasa pada tubuhnya. Pinggangnya masih sakit dan inti tubuhnya terasa perih. Dia masih betah dalam pelukan suami tercintanya dan membenamkan wajahnya dalam-dalam di dada Arden.
Arden yang merasa ada pergerakan ikut terbangun dan mengecup kepala Hanny.
"Jangan gerak-gerak, si Jumbo nanti bangun lagi." Bisik Arden dengan suara parau dan membuat Hanny bergidik, baru saja tadi malam habis-habisan.
"Kak.. masih capek dan ini juga masih perih." Lirih Hanny sambil membelai wajah Arden yang begitu tampam, Arden yang masih memejamkan matanya mengeratkan pelukannya.
"Kak.. bangun.." Hanny menggerakkan badannya nanum tidak berhasil karena lengan kokoh Arden masih membelenggunya. Hanny menggerakkan badannya lagi.
"Tuh kan.. si Jumbo bangun." Ujar Arden melepaskan pelukannya dan menatap Hanny.
"Ah.. si Jumbo nakal kak." Pekik Hanny ketika si Jumbo sudah menekan perutnya dibawah sana.
"Hehehe.. kan tadi sudah kakak bilang." Arden duduk dan benar saja, si Jumbo sudah tegak menjulang tinggi. Hanny terdiam dan menggigit bibirnya. Dia ingin juga tapi masih sakit.
"Ini masih sakit.." Lirihnya tapi tangannya sudah menyentuh si Jumbo.
"Tapi kasihan si Jumbo..." Hanny mengelus perlahan milik Arden dan membuatnya memejamkan mata sambil mendesah karena kelakuan Hanny.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Bulan madu dilewati dengan hanya di kamar, Hanny sampai kesal karena benar-benar tidak bisa jalan-jalan karena Arden selalu menerkamnya, malam, pagi, kadang siang hari. Dengan ukuran jumbonya selalu membuat Hanny kelelahan yang akhirnya hanya tidur dikamar.
"Pokoknya besok kita harus jalan-jalan, tidak mau dikamar terus kak." Tegas Hanny mulai yang mulai ngambek dan tidak mau menatap Arden.
"Baiklah, baik sayang... kita jalan-jalan besok." Arden menyerah karena besok hari terakhir mereka disana. Paginya seperti janji Arden mereka mengelilingi pulau bersama, seharusnya banyak yang bisa dilakukan tetapi karena tidak banyak waktu jadi hanya mengelilingi pulau dengan naik sepeda. Rencana bulan madu dan menjelajahi pemandangan bawah laut yang menjadi agenda awalpun tidak bisa terpenuhi.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Bulan madu berakhir, Arden dan Hanny telah kembali ke rumah mereka di sambut oleh AnsTwins yang berlari menghampiri orangtuanya.
"Anak-anak mommy, rindu sekali dengan kalian." Hanny jongkok dan memeluk keduanya yang sudah makin lincah berlari kemanapun dengan kaki mungil mereka.
"Hai 2 jagoan daddy, sini.." Arden merentangkan tangannya dan berjongkok, tentu mereka berdua pun menghampiri. Arden mencium keduanya lalu menggendong mereka bersama di kanan dan kiri.
"Anak-anak daddy makin besar, makin tampan." Ucap Arden masih menciumi mereka bergantian membuat AnsTwins terawa kegelian. Setelah melepas rindu mereka kembali dengan rutinitas biasanya. Arden menemani AnsTwins bermain dengan Arlen yang masih disana dan Hanny membereskan koper mereka ditemani oleh maid yang membantunya.
__ADS_1
Setiap hari dilewati dengan bahagia oleh keluarga kecil itu, Hanny yang sudah dibebaskan bepergian pun dengan senang hati membawa AnsTwins ke gedung kantor StarE melewati jalur khususnya. Sudah lama dia tidak kesana dan bertemu dengan teman-temannya. Setelah menitipkan AnsTwins pada Arden dan Arka di kantor, ia turun untuk mencari Serin dan Stella yang ternyata sudah berkerja di divisi yang berbeda.
Mereka janjian bertemu di kafe lantai 1 di lobi agar tidak membuat curiga kalau Hanny turun dari lantai atas.
"Hanny!" Pekik Serin begitu melihat Hanny sudah duduk manis dengan es kopi favoritnya.
"Serin... aaahhhh...." Hanny dan Serin berpelukan melepas rindu, kemudian Stella datang dan melakukan hal yang sama.
"Kau makin cantik dan sexy Han." Ujar Stella yang melemparkan pandangannya melihat Hanny menggunakan kemeja oversize yang dimasukkan ke celana jeans ketat, membuatnya terlihat cantik dan modis, berbeda dengan penampilannya dulu sewaktu masih bekerja.
"Apa kabar kalian? Jadi sekarang beda divisi ya?"
"Benar, Stella sekarang kepala divisi kreatif setelah Devan naik jadi manager. Aku sekarang ketua tim bagian pemasaran." Jawab Serin dan dibalas kekaguman dari bibir Hanny. Mereka mengobrol hampir 1 jam tentang hal apa saja. Informasi terakhir adalah Yuli yang masih dengan sikap sombongnya kepada anak magang baru seperti dulu dan tidak naik level kemanapun.
"Oh iya.. akhirnya Will kembali setelah hampir setahun tidak ada disini loh, hampir berbarengan denganmu Hanny." Kata Serin dan membuat Hanny sedikit salah tingkah.
"Loh.. apa dia tidak bekerja lagi?" Tanya Hanny sedikit tergagap.
"Tapi beberapa minggu terakhir sudah mulai kelihatan, makin tampan dan gagah. Semua wanita masih sama menggilai dirinya." Timpal Stella dengan wajah kekaguman dan hanya dibalas senyuman oleh Hanny yang berpura-pura biasa saja.
"Baiklah, sudah habis waktu istirahat kami. Bye Han... kami kembali dulu, kapan-kapan kita hangout bareng ya."
"Baik sayang.. pergilah, supir akan mengantarmu. Bye love you." [Arden]
"Bye suamiku, muacchh.." [Hanny]
Hanny pergi diantar oleh supir pribadi nya Pak Danu dan tentu saja ada pengawal yang mengikutinya tak jauh dari sana tetapi Hanny tidak tau, untuk menjaganya sesuai permintaan Arden pada Vino yang selalu setia memantau Hanny sejak dulu. Perjalanan hanya 30 menit dan akhirnya sampai di Cafe JJ dekat kampusnya dulu, Hanny sangat rindu untuk jalan-jalan disekitar sini.
"Honey..." Clara memanggil Hanny yang baru masuk ke cafe itu.
"Ah tumben kamu duluan sampai?" Balas Hanny tak percaya, mereka berpelukan melepaskan rindu.
"Gila Honey makin cantik sih.."
"Ah kamu juga, ini kenapa rambut jadi pendek begini?" Tanya Hanny sambil menoel rambut Clara yang saat ini pendek sebahu.
"Ehm... gerah saja, soalnya mantanku suka sama rambut panjang jadinya aku potong deh." Keluh Clara yang ternyata baru patah hati. Akhirnya mereka ngobrol panjang dan gila-gilaan.
__ADS_1
"Eh.. Ra, jalan yuk. Cari tempat aman untuk cerita." Bisik Hanny dan segera Clara menarik tangannya dan keluar dari cafe tanpa membayar karean sudah dibayar oleh Clara di awal waktu memesan.
"Jadi cerita?" Tanya Clara setelah mereka duduk di taman didepan kolam buatan yang indah di sekitar kampus, tempat favorit mereka dulu.
"Iya, aku sudah tidak bersama Johan, kakek telah membatalkan pernikahan kita beberapa bulan lalu dan aku sudah menikah lagi..."
"What?? dengan siapa?" Belum sempat Hanny menyelesaikan, Clara sudah menginterupsinya dengan pekikan terkejutnya.
"Makanya dengar dulu." Kesal Hanny.
"Hehehe... iya maaf."
"Aku sudah nikah lagi dengan kakak buleku." Bisik Hanny malu-malu dan Clara sontak terkaget tak percaya.
"HA? Bagaimana ceritanya? Kalian bertemu lagi? Kapan? Dimana?" Cerca Clara
"Ceritanya panjang Ra.. sebenarnya sudah lama kami bertemu lagi bahkan kami sudah punya anak." Jelas Hanny yang makin membuat Clara terperangah tak percaya. Hanny lalu menceritakan kisahnya dari awal pertemuannya dengan Arden tetapi masih menyembunyikan siapa Arden sebenarnya.
"Ya ampun Honey, kisahmu seperti di drakor ya. Untung sekarang kalian sudah bahagia bersama." Clara hampir menangis mendengar cerita Hanny, Clara memelukanya erat.
"Awalnya mau marah karena kamu menyembunyikan hal sebesar ini sendirian, tapi ya sudahlah.. pasti berat ya?" Clara sudah tak bisa menahan airmatanya.
"Awalnya iya, tapi akhirnya bisa bertahan karena kakak buleku selalu menjagaku dan kami saling percaya. Sekarang semua telah berlalu." Hanny menenangkan Clara yang sudah menangis. Mereka terdiam sesaat untuk menenangkan hati.
"Mana anakmu Hon? Ada fotonya tidak?" Akhirnya Clara buka suara, Hanny langsung memperlihatkan foto AnsTwins dengan kacamata hitam mereka untuk menyembunyikan warna mata.
"Ahhh ya ampun mereka tampan, bule cilik menggemaskan. Pengen peluk dan cium, eh booking satu ya Han untuk jadi mantu kalau sudah besar nanti."
"Hahaha gila, masih kecil sudah dibooking jadi mantu, kamu nikah saja belum, baru juga patah hati." Ejek Hanny membuat Clara kesal.
Mereka mengakhiri pertemuan dengan mengantarkan Clara pulang ke apartemennya, Clara memang sedang tidak bekerja hari ini demi menunggu Hanny. Tanpa Clara tau sebenarnya Hanny istri dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Hanny kembali ke gedung kantor StarE dan Arden serta AnsTwins sedang asik bermain dan mengacaukan kantor Arka. Disana sudah ada Eve dan Aksa meramaikan suasana kantor itu yang sudah kacau.
"Sayang... sudah kembali? kok cepat?" Tanya Arden begitu Hanny masuk, dia langsung menghambur ke pelukan sang suami. Lalu berganti mencium AnsTwins dengan gemas setelah menyapa Eve dan Aksa.
"Iya, tidak bisa lama-lama meninggalkan ketiga jagoan." Jawab Hanny sambil mengerling nakal ke Arden.
"Huh.. sudah pintar sekarang." Arden mencubit pipi Hanny dengan gemas.
__ADS_1
Setelah Arden dan Arka keluar karena ada tamu, Hanny dan Eve lah yang sekarang bermain bersama anak-anak mereka.
TBC ~