
Hari bergulir dengan cepat, setelah libur selama 1 minggu seluruh team akan diberikan produk terakhir mereka sore ini sebagai produk terakhir bagi anak magang. Sudah 4 bulan Hanny bekerja dan kehamilannya berjalan tiga bulan lebih, badannya makin berisi, pipi chuby dan tentu saja perut buncitnya sudah kelihatan karena ada 2 dedek bayi. Semua masih tetutupi dengan baik oleh Hanny dengan memakai pakaian longgar yang memang menjadi cirikhas cara berpakaiannya sejak dulu. Tak ada yang curiga sebab napsu makan Hanny memang kadang sudah untuk di tebak, lagi pula kehamilannya sedikit unik tidak seperti ibu hamil pada umumnya. Jika yang lain hampir semua mengalami morning sickness, tidak dengan Hanny yang dengan santainya menjalani kesehariannya dengan baik, tidak ada mual, muntah, atau apapun selain semakin cengeng, cemburuan dan posesif hanya dihadapan dan terhadap Arden. Jika tidak yah dia akan seperti Hanny yang biasanya.
Setelah pulang dari liburan di kota B, Arden sudah mengatakan pada Hanny untuk pergi menemui Omanya di hari ulang tahunnya ke 23 untuk mengurus masalah keluarga. Kemungkinan Arden akan pergi selama seminggu sampai sebulan dan tidak bisa dihubungi. Hanny pun hanya pasrah, dia tidak bisa berbuat apapun karena memang harus menjalani kehidupan mereka masing-masing dengan status Hanny adalah seorang istri dan menantu dari keluarga Salim. Sudah hampir seminggu Hanny merindukan Arden.
\= = = = = = =
Semua telah berkumpul untuk menerima produk terakhir untuk iklan yang dikerjakan, kali ini adalah parfum pria. Hanya melihat botolnya saja membuat orang ingin memilikinya.
"Parfum yang sangat mewah ya.." Komentar salah satu anggota team 1.
"Dari kemasannya saja sudah terlihat mahal, belum mencium aromanya juga sudah ingin beli." Komentar yang lainnya lagi.
"Hanya kalangan atas yang akan memakai parfum sekelas ini." Ujar Devan takjub melihat harga dari sebotol parfum ukuran 100ml itu.
"Berapa harganya Dev? Tanya Yuli yang sengaja duduk disamping Devan jika sedang meeting.
"4,321 dolar amerika." Jawan Devan dan sontak membuat yang lainnya melepaskan botol parfum itu, takut menjatuhkan atau merusaknya.
"Enam puluh jutaaaaannnn... " Lirih Serin yang sebenarnya sangat tertarik dengan parfum itu, karena dia hobi mengoleksi parfum apalagi dengan wangi dan botol yang unik, membuatnya lemas seketika.
"Wah,, parfumku saja paling mahal cuma seharga 1jutaan itu juga hadiah dari papi." Hanny bergumam pelan namun masih didengar beberapa orang disana. Mereka mengangguk setuju mendengarnya.
"Baiklah... Pak Arka berpesan, kita boleh membuka dan mencoba parfum itu karena kita yang akan membuat iklannya di negara ini. Sebenarnya parfum ini sudah diproduksi 5 tahun lalu tetapi masih kalangan pribadi dan terbatas. Untuk dinegaranya sendiri sudah dari tahun lalu, sekarang akan dipasarkan disini. Ini tugas kita agar parfum ini dikenal luas." Jelas Devan dan mereka kembali bersemangat untuk mengeluarkan ide-ide untuk konsep iklan yang akan di gunakan.
Devan yang membuka duluan parfum itu dan disaksikan anggotanya dengan tidak sabar dan penasaran. Setelah parfum itu dibuka, ia menyemprotkannya sekali di udara di tengah-tengah mereka, sedetik kemudian tercium aroma maskulin, terasa hangat dan sexy dari aroma itu. Semua orang seakan terhipnotis, tidak ada yang bersuara, terdiam menkmati aroma yang menggetarkan jiwa.
__ADS_1
Lain dengan Hanny, yang langsung mengenal aroma ini, aroma yang sangat mirip dengan yang biasa dia hirup. Jika aroma saat ini begitu maskulin dan sexy, maka yang biasa dia hirup mendapatkan aroma yang membuatnya merasakan ketenangan. Iya, ini aroma yang sangat dirindukannya saat ini. Aroma parfum dari Arden, tetapi minus aroma tubuhnya yang membuat parfum ini dirasa kurang. Saat itu juga dia sangat merindukan Arden, cintanya yang tidak tau saat ini sedang apa dan ada dimana. Sedikit perasaan tidak suka, akhirnya aroma yang sama dengan pria nya dihirup oleh orang lain, egois? Iya dia merasa egois tetapi itulah yang dirasakannya sekarang.
Semua team sangat bersemangat dan antusias mengerjakan proyek iklan ini dan berharap yang terbaik. Banyak ide yang bermunculan di benak para wanita disini, semua berpikiran sama, yaitu model pria yang digunakan harus tampan, bertubuh atletis dan terkesan sexy. Ada beberapa nama yang telah disebutkan. Untuk konsep iklannya sendiri sudah tidak penting bagi mereka, yang terpenting adalah model prianya.
Tetapi tidak dengan salah satu anggota team 4 bernama Lucy, dia tidak setuju dengan pemikiran bahwa inti dari produk ini adalah di model pria. Dia mempunyai ide sendiri untuk konsepnya dan masih dirahasiakan.
Untuk team 2 sendiri, Serin lah yang akan mengambil bagian karena dia sangat menyukai parfum. Beberapa ide muncul dari bibir Serin dan telah terpilih 1 untuk di kembangkan olehnya. Hanny dan Johan bertugas mencari parfum dengan tipe yang hampir sama dan mempelajari pemasaran iklannya. Mereka mulai dengan pencarian online karena itu hal termudah.
Hari berganti dengan cepat lagi, tidak terasa seminggu sudah terlewati dan Arden masih belum kembali. Napsu makan Hanny mulai berkurang dan sering termenung, beruntung ada botol parfum itu yang terkadang disemprotkannya ke sembarang arah hanya untuk mencium aromanya. Orang disekitarnya berpikir dia sedang memikirkan ide lain untuk konsep iklannya padahal dalam pikirannya adalah Arden.
\= = = = = = = =
Dibelahan dunia lainnya, Arden sedang bersama Oma Susi sedang menemui pengacara yang mengurus semua harta warisan yang akan di berikan kepada Arden. Semua telah di susun rapi serta tinggal menunggu harinya untuk diserahkan pada Arden secara terbuka didepan keluarga Tenggara. Acara berlangsung beberapa hari lagi dan sampai saat ini semua masih dirahasiakan.
"Apakah oma masih tidak mau menceritakan yang sebenarnya?" Tanya Arden yang saat ini sedang duduk minum teh di taman belakang mansion yang ada di negara Z. Oma Susi menghembuskan napasnya, berat untuk menceritakan semua yang dia tau.
"Baiklah..." Oma Susi mulai menceritakan, di mulai saat mereka diserang.
Flashback
Sore itu Cecilia sedang memasak untuk menyiapkan makan malam dan tiba-tiba Darren datang untuk membawa mereka keluar dari rumah sederhana itu untuk kabur lagi dari kejaran keluarga Tenggara. Blake yang juga baru sampai segera membantu Cecil berkemas. Kegaduhan mereka membuat Arden dan Arlen yang sedang bermain di taman belakang sempat bingung, mereka saat itu masih berusia 10tahun. Blake yang awalnya menggandeng kedua anaknya itu melepaskan pegangannya dan menyuruh Darren membawa mobil dan membawa Cecil dan anak-anaknya pergi dulu dan dia akan mengulur waktu. Tetapi Arlen yang memang sangat dekat dengan Blake tidak mau melepaskan tangan ayahnya dan nekad ikut Blake kembali dengan melompat dari mobil. Akhirnya Blake kembali dan menggendong Arlen, sudah tidak sempat lagi karena orang yang akan menangkap mereka telah tiba, Darren terpaksa meninggalkan Blake dan Arlen disana berharap akan kembali dan menyelamatkan keduanya.
Namun yang terdengar oleh mereka yang telah lumayan jauh adalah suara tembakan, 2 kali tembakan. Blake yang sudah tertembak memeluk erat Arlen yang sedang menangis kencang ketakutan. Tetapi yang menembak Blake adalah anggota mafia 'Skull' yang memang menjadi musuh 'Blake'. Sewaktu anggota Skull ingin menangkap Arlen datanglah para pengawal suruhan Tenggara beserta Richmon Tenggara yang datang untuk membawa anak dan cucunya pulang. Namun yang dia dapat malah cucunya akan dibawa oleh para mafia. Arlen ditolong dan dibawa oleh Richmon sedangkan 'Blake' masih disana ditinggalkan, tidak tau hidup atau mati karena Richmon tidak peduli, yang dia mau adalah pewarisnya hidup.
Arlen tidak pernah dibawa pulang oleh Richmon ke rumah besar Tenggara tetapi dirawat dan dibesarkan oleh seorang maid di villa rahasia di tengah hutan. Arlen belajar dan dilatih disana sendirian hanya ditemani seorang maid, penjaga villa dan beberapa pengawal. Guru akan datang sesuai jadwal, dia tak pernah bermain ataupun bergaul dengan anak seusianya dan jati dirinya dirahasiakan.
__ADS_1
Ditempat lain, Richmon yang dikantornya sedang membicarakan perubahan ahli warisnya yang awalnya dari Cecilia menjadi Januar, saat ini berubah lagi menjadi anak dari Cecilia yang berhasil ditemukan. Januar saat itu sedang melintas di depan ruangan kantornya mendengar dengan jelas bahwa ahli waris akan diberikan kepada cicitnya setelah berusia 23 tahun dan akan sepenuhnya di kendalikannya di usia 25 tahun. Mendengar itu membuat Januar menjadi berang.
Januar mulai merencanakan sesuatu untuk mengokohkan tempatnya, dia yang telah diberikan hidup mewah, jabatan dan kekuasaan pun sudah menjadi manusia serakah. Sebenarnya Richmon sudah mengetahui bahwa Januar sejak diangkat jadi ahli waris tenggara selama ini selalu mencari keberadaan Cecilia dan anaknya. Setiap Cecilia dan blake kabur dari Tenggara, itu adalah anggota dari Januar yang berusaha membunuh Cecilia dan anaknya agar Januar menjadi satu-satunya pewaris tunggal.Saat penyerangan itu terjadi makanya richmon segera datang untuk menyelamatkan cucu dan cicitnya tetapi sayang mereka sedikit terlambat.
Januar adalah anak tiri dan dalam tubuhnya tidak mengalir darah keturunan Tenggara, namun dia adalah kandidat terakhir karena tidak ada lagi yang tersisa selain Cecilia dan anak-anaknya. Setelah Arlen diselamatkan, Januar tidak tinggal diam dan selalu ingin membunuhnya. Sedikit demi sedikit Arlen diberikan obat yang membuat dia depresi dan sakit-sakitan, tubuhnya melemah hingga tidak bisa bergerak bebas. Akhirnya saat umur 14 tahun Arlen ditemukan telah terjatuh dari balkon kamarnya dan di bawa ke rumah sakit di desa dekat sana, kemudian dinyatakan meninggal bunuh diri. Tetapi Richmon dikelabui, jenazah yang di bawanya adalah anak lain bukan Arlen.
Flashback end
"Kenapa nama Arlen menjadi Arden?" Tanya Arden yang membuat Oma Susi semakin terkejut.
"Kau sudah tau lebih banya rupanya." Jawab Oma Susi tersenyum getir.
"Ini semua karena kakek buyutmu. Dia sengaja memberitahukan kalau Arlen adalah Arden karena warisan akan jatuh atas nama Arden Tenggara. Semua telah dia susun rapi dengan mengorbankan Arlen." Oma Susi mulai menangis mengingat penderitaan Arlen yang belum usai sampai saat ini.
"Januar yang mengira Arlen adalah Arden sengaja membuatnya meninggal untuk di sekap sampai waktunya tiba. Karena kakekmu itu sengaja mengatakan pada pengacaranya bahwa Cecilia mempunyai 2 anak, Arden adalah anak kandung yang saat itu adalah Arlen dan Kau adalah Arlen adalah anak angkat yang diadopsi, dan kakek akan membuatmu menjadi Arden agar menipu semua orang. Arlen yang mewarisi wajah Cecilia membuat semua keluarga percaya apalagi Januar, makanya dia membawa Arlen saat dinyatakan meninggal. Kamu nenek sembunyikan agar tidak ada yang curiga. Nanti kau akan paham setelah waktunya tiba." Oma Susi menjelaskan dengan diselingi isak tangis.
Arden menggeram, tidak percaya bagaimana kakeknya itu bisa mengorbankan cicitnya sendiri untuk menyelamatkan harta.
"Lalu, jika aku tidak mirip bunda kenapa takut aku berada di tempat umum?" Tanya Arden.
"Karena wajahmu mirip ayahmu dan yang oma takutkan adalah mata hijaumu itu, hanya 'Blake' yang memilikinya di negara ini. Richmon curiga kalau orang yang dibelakang Januar dan membantunya saat itu adalah 'Skull' karena ayahmu yang ditembak mati saat itu. Target mereka adalah membunuh ayahmu dan menangkap kalian untuk dijadikan tawanan pertukaran hak warisan." Oma Susi menjelaskan lagi, kali ini Arden paham.
Om Darren pernah memberitahukan bahwa setelah ayah tertembak dan hilang, anggota 'Blake' murka dan menyerang 'Skull' secara brutal untuk membalas dendam, meskipun ketuanya tidak ditemukan tetapi anggotanya telah musnah hampir 80% dan bisnis mereka hancur. Sehingga 'Skull' tidak bisa bertahan, sampai saat ini 'Blake' yang berkuasa di bisnis malam dan bisnis yang tidak diketahui oleh orang luar yaitu, StarE, studio SM, RS, Sekolah, Universitas, beberapa stasiun TV hingga perusahaan lainnya di berbagai bidang pasti ada minimal 1 milik 'Blake'.
Berarti saat ini Januar menyimpan atau menyembuntikan Arlen hanya untuk mengambil hak waris yang akan diberikan 3 hari lagi. Mereka akan bertemu disana, apakah mereka akan membawa Arlen sebagai Arden?
__ADS_1
TBC~