
"Jadi siapa duluan yang akan bicara?" Tanya Arden menatap bergantian Vino dan Jupi.
"Jupi saja deh.." Jawab Vino.
"Baiklah... Jadi begini..." Jupi mulai dengan ceritanya.
Yang pertama, Januar telah didakwa atas penculikan, penyekapan, dan tuduhan lainnya yang memang dicari dengan sengaja oleh Jupi selama ini. Banyak dana bisnis Tenggara masuk kedalam rekening pribadinya dan semua telah terungkap. Tak dapat dielakkan bahwa Januar telah tamat. Selesai dengan Januar, yang perlu mereka selidiki adalah Samuel anaknya. Ternyata Samuel sama sekali tidak tertarik dengan bisnis, dia hanya menghamburkan uang demi dapat belajar akting dan mengasah vokal. Samuel sangat suka dunia entertaiment jadi tidak perlu dikhawatirkan.
Yang kedua, tentang 'Skull' yang dikabarkan membantu Januar selama ini tidak benar. Januar hanya membayar beberapa anggota 'Skull' saat itu untuk membunuh Cecilia dan anaknya. Sampai disana hubungan mereka selesai, tetapi malah jaringan 'Skull' kemungkinan masih berhubungan dengan salah satu perusahaan besar di kota ini. Mereka sedang berusaha memulai bisnis malam mereka lagi. Kabarnya mereka akan membuka beberapa club malam high class seperti Lane's Club untuk menyelundupkan barang haram mereka.
"Nah.. jadi kita harus hati-hati bos dengan bisnis malam kita. Takut ada yang menjebak dan club kita yang jadi kambing hitamnya." jelas Jupi dan Arden mengerti.
"Setelah ini masih bersambung bos... Gantian Vin." Sambung Jupi lagi dan mulailah Vino yang berbicara.
"Jadi kelanjutannya begini bos... " Lanjut Vino.
Pertama, Tuan Alex akan bebas besok. Seperti yang telah kita duga, semua adalah rencan Adam Salim untuk menjebak Alex menggantikan dia dan Johan di penjara menggunakan Hanny sebagai jaminannya nanti. tetapi tak disangka malah si kakek Salim sangat sayang kepada Hanny. Sebenarnya setelah masalah keluarga Tenggara selesai, Arden dapat merebut Hanny kembali tetapi karena masalah saham ini, Johan tidak mungkin akan menceraikannya sampai anaknya lahir.
Yang kedua, Hanny masih harus tetap di keluarga Salim untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Perusahaan bodong yang akan digunakan adalah atas nama Hanny yang nanti akan dikelola setelah Hanny selesaikan magang di StarE. Jika Hanny bercerai maka dia dapat dituntut dan dijebak lagi menggunakan perusahaan itu, hal ini tidak diketahui oleh si kakek Salim.
"Jadi sebisa mungkin nona Hanny jangan bekerja disana setelah selesai magang disini. Jika nona Hanny yang terjun langsung malah akan terkena masalah kedepannya kalau perusahaan ini benar-benar diselidiki." Jelas Vino lagi.
"Kalau itu mungkin bisa Vin, dengan alasan kandungannya akan membuat kakek Salim membuatnya tinggal dirumah saja." Timpal Arden mengerti.
"Yang ketiga bos... ini masih perkiraan karena Andi yang saat ini jadi kepala pengawal Salim pernah bertemu dengan salah satu anggota 'Skull' di gedung Salim, tato di lengannya masih sama dengan yang dulu. Jadi kemungkinan si Johan punya hubungan dengan 'Skull' dan masih diselidiki oleh Andi. Tapi.... kemungkinan ada hubungannya dengan perusahaan atas nama nona Hanny itu. Setauku, Johan sudah beberapa kali ingin membuka agency artis dan juga club malam tetapi masih dalam perencanaan. Kabarnya dia sedang menunggu saham dan warisan dari kakek Salim untuk mewujudkan itu semua. kemungkinan memang dia berhubungan dengan 'Skull' yang ingin bangkit lagi." Jelas Vino lagi lalu memberikan map berisi nama perusahaan baru yang akan dibangun oleh Johan, ada 2 yang telah masuk ke StarE untuk pengajuan kerjasama tetapi telah ditolak oleh Arka.
"Ka.. perusahaan dengan nama Hanny akan diresmikan 2 bulan lagi. Kau masukkan beberapa orang kita untuk memantau dan menggali informasi lebih dalam. Aku tak mau Hanny terseret nantinya." Perintah Arden dan disanggupi oleh Arka.
"Hanny juga tidak aman di keluarga Salim." Lirih Arden lalu menghembuskan napas nya berat.
"Bos.. besok bos yang akan jemput Tuan Alex?" Tanya Vino dan dibalas anggukan oleh Arden.
"Sudah kau siapkan apartemen yang aku suruh?"
"Sudah bos, aman.. apartemen 4 kamar full dengan pelayan dan pengawal." jelas Vino.
"Bagus.." ucap Arden. Alex memang sudah tidak mau menggunakan segala fasilitas yang diberikan Adam untuknya. Semua akan dikembalikan, gantian Ardenlah yang akan menjaminnya karena Alex calon mertuanya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Kini Alex telah berada dalam mobil bersama Arden, akhirnya dia bebas dan dapat menghirup udara segar. Dia sangat merindukan putrinya tetapi Arden berpesan kalau beberapa hari lagi baru akan bertemu dengan Hanny. Dia akan menyuruh Hanny resign karena akan menjalankan rencana selanjutnya. Lagi pula perut Hanny sudah membesar dan tidak mau membuat heboh disana yang akan menambah pikiran Hanny.
"Om sekarang tinggal saja disini, sudah aku siapkan semuanya, ada pelayan dan pengawal, perlengkapan juga tersedia." Jelas Arden saat masuk ke ruang apaertemen itu.
"Ini apartement mahal, yakin aku tinggal disini?" Tanya Alex yak percaya.
"Yakin om, jika om minta aku membelikan 100 unit lagi aku juga tidak akan miskin." Ujar Arden sedikit sombong.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa kau?" Tanya Alex menyelidik.
"Hmm... nama asliku Arden Tenggara." Jawab Arden dan Alex begitu terkejut mendengarnya.
"Rahasiakan ini om, aku belum saatnya muncul di publik dan masih ada musuh yang bisa menyerang tiba-tiba dan masih ada yang harus aku selidiki." Jelas Arden.
"Sekarang om bantu Vino saja, cari tau semua aset dan aliran dana perusahaan Salim, khususnya Johan karena dia telah berani menjebak Hanny." Sambung Arden lagi membuat Alex makin tak percaya.
"Maksudnya menjebak Hanny?"
"Iya, perusahaan bodong itu atas nama Hanny om. Jika terjadi apa-apa dengan perusahaan itu maka Hanny yang terkena akibatnnya. Sebenarnya ini dibuat untuk menjebak om tetapi Johan dan Adam salah perhitungan. Ternyata kakek Salim sangat sayang pada Hanny. Sampai anaknya lahir dengan selamat maka saham dan warisan baru akan di berikan pada Johan. Dan perusahaan itu akan diresmikan 2 bulan lagi."
Alex sungguh tidak percaya, menyesal karena menyetujui rencana Adam dulu, sungguh bodoh dirinya merutuki diri sendiri.
"Tidak apa-apa om, kita akan menjaga Hanny. Dan 1 lagi... mungkin Johan berhubungan dengan mafia 'Skull' jadi Arden mohon om berhati-hati dalam bertindak dan bicara. Tambah Arden lagi.
"Baiklah aku akan mengikuti rencanamu."
"Tenang saja om, aku tidak menyukai kekerasan jadi kita akan bermain cantik dan tak terlihat." Setelah menjelaskan semuanya, Arden pamit dan kembali ke tempat rahasianya di hotel mewahnya.
\= = = = = = = = =
Hanny baru sampai dirumah setelah menikmati waktunya bersama Stella, Serin dan Devan di sebuah cafe dan berbincang tentang banyak hal sampai lupa waktu. Sesampainya dia dirumah, Johan telah menunggunya dengan raut wajah marah. Dia baru saja di doktrin oleh Irene perihal kejadian di lobi gedung StarE tadi, tentu saja dengan cerita yang telah diberi bumbu tersendiri olehnya sehingga Johan sangat marah terhadap Hanny.
"Hei wanita ******!" Hardik Johan meilhat Hanny yang baru akan membuka pintu kamarnya. Tapi Hanny tetap saja cuek dan masuk ke dalam kamar, membuat Johan lebih murka lagi.
"Sudah mulai membangkang rupanya." Geram Johan dan ikut masuk kamar Hanny.
"Kau tak sadar tuan, bukan hanya aku yang harusnya menjaga diri diluar sana, tapi juga kau yang selama ini selalu mengumbar kemesraan diluar sana." Bantah Hanny padahal dia tak pernah menujukkan kedekatan dengan pria manapun dimuka umum.
"Jangan berani membantahku, Kau hanya wanita murahan, bahkan kehamilanmu saja membuatku jijik entah benih pria mana yang menghasilkannya." Johan tak sadar mengucapkan kalimat itu membuat Hanny terbelalak kaget.
"Hah... akhirnya kau mengatakan itu sendiri tuan. Salah siapa aku mengantung anak pria lain? kau yang membuat itu terjadi, bukan aku. Aku penasaran jika kakek tau apa yang akan dilakukannya." Sanggah Hanny membuat Johan tak bisa berkata-kata. Dia tak percaya kalau Hanny tau tentang hal ini.
"Tenang tuan.. jika kau ingin bercerai sekarang juga akan aku kabulkan. Atau aku yang akan pergi dari sini." Hanny segera melangkah keluar tetapi langsung ditarik oleh Johan kembali.
"Kau jangan bergerak atau ayahmu akan kubuat lebih menderita lagi. Ingat 1 hal, anak diperutmu ini adalah alat bagiku untuk mendapatkan hak ku jadi jangan macam-macam. Alex ada ditanganku." Ancam Johan membuat Hanny membeku.
"Apa maksudmu dengan papi.." Lirih Hanny pelan.
"Alexander yang bodoh itu sudah dipenjara, jadi jika kau berbuat sesukamu maka akan kupastikan dia akan membusuk disana." Ancamnya lagi membuat Hanny gemetar, dia linglung terjatuh duduk diatas kasurnya. Lemas tak berdaya.
"Papi.. dipenjara? Tidak mungkin..." Lirihnya lagi sudah menangis disana.
"Jangan keluar dari kamarmu sampai aku mengizinkan, Alfonso sedang pergi dan tak ada yang bisa menolongmu kali ini." Ujar Johan lalu pergi meninggalkan Hanny dikamarnya.
Hanny menangis dikamarnya, dia ingat bahwa Vino berkata kalau papi akan pulang minggu ini tapi dia mendengar sendiri dari Johan kalau papi ada dipenjara. Siapa yang benar?
__ADS_1
"Aku harus menghubungi kak Ar." Gumamnya sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Arden.
"Kak Arr... hiks hiks.." Tangisnya pecah begitu mendengar suara Arden disebrang sana. Arden pun panik mendengar tangis Hanny.
"Ada apa sayang.. kenapa kau menangis." Tanyanya dengan lembut.
"Papi dipenjara... kata Johan, aku tidak boleh keluar kamar, kalau tidak papi akan membusuk dipenjara katanya." Hanny menjelaskan
"Tenang sayang... om Alex tidak apa-apa, besok kita bertemu ya.." Ucap Arden sambil menjelaskan kalau Alex sudah dia keluarkan dari penjara tetapi mungkin Johan belum tau.
"Bernarkah.." Hanny ingin meyakinkan.
"Hm.. tentu, percayalah.."
"Baik kak.. aku ak..." Kalimatnya terhenti karena Johan sudah kembali ke kamarnya.
"Kau menghubungi siapa?!" Hardik Johan dan merampas ponsel Hanny dan melihat nama di ponsel itu.
"Kakak bule... heh..memang dasar ******!" Bentak Johan dan "PLLAAKKKK" Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Hanny dan dia jatuh diatas ranjangnya, sedangkan sambungan telepon pada ponsel masih terhubung. Tak lama Johan membanting ponsel itu dan hancur. Hanny hanya pasrah tak dapat melawan saat Johan menarik rambutnya.
"Apa pria itu yang menghamilimu?" Johan masih menarik rambut Hanny dengan kencang, sehingga hanya tangis yang dapat terdengar dari bibirnya yang sudah berdarah itu.
Johan lalu keluar lagi dari kamar Hanny dan mengunci kamar itu dari luar agar Hanny tidak kabur kemanapun. Dia juga akan membuat Alex membusuk dipenjara. Johan segera menghubungi seseorang dan dia kaget mendengar bahwa Alex telah keluar dari penjara dan kasusnya telah ditutup. "Sial! Siapa yang membantu Alex bodoh itu?" Geramnya dan langsung menghubungi Adam, ayahnya.
"Papi, Alex sudah keluar dari penjara dan kasusnya ditutup. Apa papi tau?" Tanya Johan yang baru saja menghubungi Adam.
"Bagaimana bisa? Baiklah papi cari tau dulu." Ujar Adam.
"Sebelum rencanaku berhasil, wanita ****** itu harus tetap disini." Bisik Johan kesal.
Sementara itu di tempat Arden, dia sedang panik mendengar suara tamparan begitu keras hingga suara tangis Hanny begitu menyedihkan, dia marah geram tak bisa berbuat apa-apa sekarang. Eve sedang minta izin karena akan ke dokter untuk cek kesehatannya yang sedang terganggu dan kemungkinan kepala pelayan disana juga tidak ada sehingga Johan berani melakukan kekerasan pada Hanny.
"Ka... Eve kapan bisa balik ke rumah Salim?" Tanya Arden begitu sambungan teleponnya diangkat oleh Arka.
"Tidak bisa Ar, Eve sedang mual dan muntah karena hamil muda. Baru saja kami keluar dari ruangan Evan." jawab Arka dengan nada riang dan bahagia.
"Oh... selamat kalau begitu Ka, maaf telah menggagumu. Hanya saja Hanny sedang disiksa oleh Johan. Aku akan panggil Vino saja. Salam untuk Eve." Jelas Arden singkat karena tidak mau menghancurkan momen bahagia Arka lebih lama.
"Vin.. coba kau tanya Andi bagaimana keadaan Hanny sekarang. cepat." Titah Arden dan dijawab segera oleh Vino.
Beberapa menit kemudian ponsel Arden berdering karena Vino sudah menghubunginya.
"Jadi begini bos... nona Hanny saat ini dikamar dan dikunci dari luar. Untuk penyebab pasti pertengkaran tidak diketahui karena di dalam kamar. Tapi tadi Irene datang menemui Johan, setelah Irene pergi Johan mulai marah dan menunggu nona Hanny pulang dan terjadilah pertengkaran." Vino menjelaskan dan rahang Arden mengeras.
"Selidiki lagi si Irene itu, kemarin Arka sudah menyelidikinya sedikit tetapi tertunda. Cari informasi sekecil apapun. Aku akan menghancurkannya jika memang dia terlibat." Titah Arden dan di sanggupi segera oleh Vino.
"Carikan orang yang bisa menggantikan Eve, dia sedang hamil muda tak bisa menjalankan tugas." Tambahnya lagi.
__ADS_1
"Siap bos."
TBC~