Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 44 - Hot Daddy


__ADS_3

Beberapa bulan terlewati begitu saja tanpa terasa karena selalu diliputi kebahagiaan, Alex juga sudah jarang bertemu Hanny dirumahnya karena 2 bulan lalu Digi.inc resmi berganti nama menjadi Helios.co perusahaan iklan yang resmi bekerja sama dengan SM dari StarE, membuat semua kalangan begitu penasaran dengan perusahaan baru ini karena bisa menggaet studio SM.


Hanny juga banyak membantu di Helios karena dia memang suka mengeluarkan ide-ide kreatifnya disana, memberikan masukan dan ide cemerlang. Juga pemilihan karakter dari bintang iklan karena Hanny tidak ingin hanya karena artis terkenal maka langsung di kontrak tetapi harus sesuai karakter dan konsep yang ada. Alex saat ini juga sibuk karena Helios makin berkembang sehingga tak banyak waktu bertemu cucunya, maka terkadang Hanny yang datang membawa AnsTwins. Arden juga sudah membuat jalur khusus dari parkiran sampai ke kantor Alex untuk keluar masuk dengan aman.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Arden, Jupi, Vino dan Bintang sudah bergabung di markas seperti biasa. Kali ini Bintang jadi lebih mahir dalam urusan lapangan karena di bimbing langsung oleh Jupi sang kakak dan Vino. Sudah saatnya Bintang kembali ke Arlen.


"Kita tunggu Om Darren sebentar." Baru saja Arden mengatakan itu, Darren sudah masuk bergabung dengan mereka.


"Apa kabar bos?" Sapa Jupi, Vino dan Bintang bersamaan dan dibalas tepukan di bahu mereka masing-masing oleh Darren.


"Baik semuanya." Jawab Darren. Kali ini dia sudah mendapatkan informasi tentang Cecilia.


"Ini kabar terbarunya, Cecilia masih hidup." Kata Darren yang membuat mereka terkejut tak percaya.


Darren menceritakan bahwa warga setempat menemukan seorang wanita di tepi sungai oleh seorang turis yang sedang meneliti dan wanita itu terluka parah di kepala lalu segera di bawa ke puskesmas yang lumayan jauh dari desa itu. Karena desa sangat terpencil di kaki gunung mereka hanya bisa merawatnya di puskesmas itu. Setelah memperlihatkan foto Cecil ke mereka, beberapa warga disana sangat yakin bahwa itu Cecilia. Tetapi karena tak kunjung sadar maka turis yang baik itupun membawanya pergi dari sana untuk pengobatan, warga desa tidak tau kemana mereka.


"Akhirnya pencarianku ada hasilnya, setidaknya dia masih hidup." Ucap Darren


"Tidak apa-apa om, setidaknya bunda masih hidup." Kata Arden menenangkannya.


"Iya, semoga ada titik terang dan Cecil baik-baik saja. Sudah lewat bertahun-tahun, semoga dia masih sehat." Ujar Darren dengan rasa bersalah yang sangat dalam.


"Sudahlah om, serahkan sisanya pada Jupi, om bisa istirahat saja. Biarkan kami yang muda ini melanjutkan apa yang tertinggal." Ucap Arden, dia kasihan melihat Darren diusia yang sudah tidak muda lagi tetapi masih bergelut dalam pencariannya. Seharusnya saat ini dia sudah bersantai dengan keluarganya dan tidak memikirkan dunia gelapnya lagi.


"Baiklah, om juga sudah lelah. Ini om serahkan semuanya. Semoga kalian yang muda dan lebih cekatan dari om bisa segera mendapatkan hasil." Uajr Darren tersenyum tipis, memberikan semua harapan yang tertinggal untuk generasi penerusnya.


Setelah lama disana, Darren pamit akan kembali ke negaranya, untuk bertemu keluarga yang lama ditinggalkannya dan istirahat.


"Jadi bos, jika melihat rutenya, tempat jatuhnya bos dan bunda Cecil di pegunungan dekat kota D dan bos ditemukan di anak sungai kota B, lalu bunda ditemukan di sungai pegunungan disana juga. Berarti kita akan mulai lagi disini." Ujar Vino menjelaskan dan menunjuk sebuah lokasi di peta.


"Baiklah kau urus saja. Kita berdoa jika benar bunda selamat, biar takdir yang menentukan, kita akan tetap berusaha." Arden mengakhiri pertemuan mereka dan segera kembali kerumah.


"Kak... kelihatannya lelah?" Tanya Hanny sambil memijat kepala Arden yang tiba-tiba datang dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan kepalanya di paha Hanny.


"Ehm... tadi dapat info dari om Darren kalau kejadian kakak hanyut dulu, bunda juga masih hidup tapi dibawa berobat oleh turis yang menemukan bunda, sekarang tidak tau dimana." Jelas Arden dengan mata masih terpejam.


"Itu berita bagus kak, kita pasti temukan bunda. Berdoa untuk yang terbaik ya.." Hanny masih memijat kepala Arden, tau kalau suaminya sedang banyak pikiran. Arden pun tertidur begitu saja di pangkuan Hanny.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Di Helios.co


Siang itu Hanny dan AnsTwins masih di kantor Alex menikmati makan siang disana karena Arden mulai sibuk bersama timnya mencari bunda Cecil, jadi Hanny lebih banyak menghabiskan waktu di Helios. Setelah makan siang Alex akan meeting untuk 2 iklan terbaru mereka yaitu iklan produk teh yang akan syuting di perkebunan teh milik produk tersebut yang berada jauh di daerah pegunungan dan iklan resort dan villa mewah. Sudah ada tim khusus untuk survey lokasi dan tempat itu jauh dari keramaian dan sangat indah. Kebun teh dan villa berada di 1 daerah pegunungan yang sama sehingga mereka memutuskan untuk sekalian saja menyiapkan keduanya. Setelah menentukan konsep dan lokasi, mereka sudah menentukan bintang iklan yang digunakan. Akan ada 2 tim untuk syuting itu, mereka akan berangkat dengan tim masing-masing.


Meskipun dalam daerah pegunungan yang sama, tetap saja kedua lokasi itu berjauhan karena terletak pada sisi gunung yang berbeda. Hanny mempunyai ide untuk ikut bersama tim Helios kesana untuk liburan berasama keluarga, mengingat Arden cukup lelah akhir-akhir ini dan yang lain juga sudah stress karena kerjaan mereka.


"Sayang... sedang sibuk ya?" Tanya Arden yang melihat Hanny masih saja sibuk dengan ponselnya padahal sudah sangat larut.


"Iya.. karena anak-anak Helios mau ke lokasi syuting. Ehmm... kak, kita ikut yuk?" Jawab Hanny yang lalu menanyakan maksud dan tujuannya untuk sekalian liburan. Arden menyetujuinya setelah Hanny menjelaskan.


"Apa yang tidak, untuk istriku tercinta, yang paling cantik, paling baik, paling membuatku gemas." Jawab Arden yang sudah memeluk istrinya dan memberikan ciuman penuh cinta.


"Emm... ah..Sudah nanti keterusan." Hanny melepaskan pagutan Arden dan mendorongnya perlahan. Arden tersenyum dan memeluknya untuk segera tidur saja.


Pagi harinya, Arden menghubungi Jupi dan Vino untuk memberitahukan bahwa akan ikut tim Helios ke lokasi syuting di sekitar gunung A di kota C.


"Iklan apa bos?" Tanya Vino menyelidik mendengar lokasi yang disebutkan.


"Produk teh yang perkebunananya disana dan ada resot dan villa mewah juga di lokasi sebaliknya di gunung itu." Jawab Arden.


"Ohhhh teh XXX itu bos? dan Resort & Villa XXX?" Tanya Vino dengan rona wajah bahagia, sebab dia sudah pernah mendengar keindahan tempat itu sebelumnya.


"Loh kok tau?" Tanya Arden


"Tau lah, teh itu kan milik kita juga bos, cuma sudah dilepas lama ke direkturnya supaya dia berkembang tanpa bantuan kita lagi. Terus itu villa punya Jeremy, punya dia pribadi." Tegas Vino bangga.


"Kok Jeremy tidak bilang apa-apa? Bangun resort dan villa disana biayanya tidak kecil." Tanya Arden penuh curiga.


"Ah bro.. kan dia sudah pernah ajak join tahun lalu waktu pembangunan masih setengah dan waktu itu kita sedang sibuk-sibuknya dengan Johan dan 'Skull' jadi kita tolak semua ajakan dia." Jelas Jupi akhirnya Arden ingat dan mengerti.


"Ya sudah, Vin hubungi Jeremy, bilang padanya kita mau sewa resort itu untuk liburan. Beda dengan tim Helios ya.." Titah Arden ke Vino yang langsung mengerjakan segala perintah.


"Tapi bos, siapa saja yang ikut biar dilist dulu."

__ADS_1


"Keluargaku, om Alex tidak ikut karena sibuk, 2 baby sitter, kalian berdua, Arlen dan Bintang, 2 maid, pengawal kalian terserah berapa orang buat jaga-jaga saja. Supir jangan lupa buat cadangan, Hanny maunya kita pakai bus biasa yang seperti tim Helios saja, bukan bus mewah kita." Jelas Arden dan Vino pun mengerti atas permintaan istri bosnya itu. Segera Vino menjalankan semua perintah sesegera mungkin karena dia juga lelah dan ingin liburan.


Setelah meeting dadakan mereka, Arden kembali ke rumah untuk bertemu AnsTwins yang semakin lincah dan lucu. Mereka sudah hampir genap 2 tahun, ocehan mereka semakin banyak dan sering berlarian membuat Hanny dan 2 baby sitternya kewalahan.


"Daddy sudah pulaanngg..." Panggil Hanny


"Iyah mommy." Jawab Arden yang langsung mencium puncak kepala Hanny lalu beralih ke AnsTwins dan mengerjar mereka yang sedang berlari sambil tertawa, lebih tepatnya Anson karena Ansel hanya berlari sejenak lalu duduk lagi di sebelah Hanny dengan tenang. Mereka sepakat jika bersama AnsTwins akan saling memanggil Daddy dan Mommy agar kedua anaknya terbiasa, sebab Anson yang memang aktif dan lincah sangat suka meniru apa yang orang dewasa katakan. Sedangkan Ansel emang lebih pendiam dan pintar seakan tau apa yang boleh dan tidak untuk dilakukan. "Anak yang unik" Kata Arden.


"Om Aleeennn..." Teriak Anson yang melihat Arlen berjalan pelan kearah mereka, yah Arlen sudah bisa berjalan tetapi tidak lama, hanya sekerdar didalam rumah saja atau jalan biasa dan tidak berlari.


"Om Alen echsskim." Ucap Anson lagi meminta eskrim pada om kesayangannya. Hanny langsung melirik tajam ke Arlen tanda tidak boleh.


"Hari ini tidak boleh ya Son, kan kemarin sudah. Jadi jatahnya buat besok." Bujuk Arlen sambil mengusap kepala Anson agar dia tidak sedih.


"Cokat.." Ujar Ansel, dan sama lirikan Hanny membuat Arlen hanya bisa nyengir dan kembali membujuk Ansel. Dia takut jika kakak iparnya menjadi singa betina.


Arlen akan menginap lagi karena merasa kesepian dirumah Oma Susi, rumah itu terlalu besar dan dia hanya berdua dengan oma. Sedangkan Maya sudah jauh dari mereka karena memilih untuk tinggal sendiri dan mandiri setelah lulus SMA dan saat ini sedang lanjut kuliah. Sedangkan Arlen masih mengambil kuliah online sampai benar-benar sembuh. Mereka sekarang berstatus kakak adik saja karena memang tidak mempunyai perasaan lebih dan hanya saling menjaga.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Besok paginya, di hari minggu yang cerah ceria.


"Len, lusa kita berangkat ke gunung A, liburan, Bintang sudah bilang kan?" Tanya Arden setelah duduk di samping adiknya.


"Yes.. makanya aku kesini mau nginap sampai berangkat. Bosan di rumah oma." Jawab Arlen dan Hanny tertawa mendengarnya.


"Itulah kenapa kami memilih disini, tidak terlalu besar dan cukup untuk kita." Kata Hanny yang sudah bergabung dengan mereka, Anson didudukkan di pangkuan Arden dan Ansel di pangkuan Arlen. "okeh, anak-anak mommy main dengan daddy dan om dulu ya, mommy mau ke salon biar cantik." Pamit Hanny karena memang hari ini dia akan metime, yang dilakukan setiap seminggu sekali.


"Bye daddy..." Hanny mengecup pipi Arden sekilas.


"Bye mommy.. hati-hati." Jawab Arden memandangi istri cantiknya pergi begitu saja.


"Eh.. ingat, no eskrim no coklat." Hanny berbalik dan menatap jatam ke arah 4 jagoan itu dan kembali melenggang pergi.


"Tuh kan... kalau sudah jadi istri galaknya keluar, ck." keluh Arden dan Arlen malah tertawa.


"Kita keluar yuk.. ajak Arka sekalian." Arden lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Arka yang juga sedang sendirian menjaga Aksa karena Eve tidak dirumah. Setelah mereka janjian disalah satu restoran yang menyediakan menu kids meal, mereka berdandan dengan penyamaran. Arden dan AnsTwins saja, Arlen santai karena dia normal, begitu kata Arlen.


Arden, AnsTwins telah siap sedia dengan kaos putih sederhana, jaket hoodie berwarna hitam dan kacamata hitam yang selalu bertengger di hidung AnsTwins jika bepergian, mereka sudah paham dan biasa akan hal itu karena Alex yang membiasakannya.


Hot daddy beraksi, mereka sampai di mall salah satu milik Tenggara Mall QMQ. Berjalan santai menelusuri jalan didalam mall menuju restoran yang telah mereka pesan. Setelah duduk Arlen menyiapkan dompetnya dan membawa 2 bocah kembar dan 1 bocah cuek memilih eskrim.


"Mommy kan tidak ada, kita makan eskrim tapi ini rahasia." Ucap Arlen dan 2 bocah itu tentu senang.


"Lahacia." Anson meniru ucapan Arlen.


Mereka kembali duduk dan menyantap eskrim masing-masing bahkan para hot daddy juga ikut makan eskrim bersama ketiga bocah disana. Sementara, banyak yang sudah mengerumuni mereka ber-6 karena ketampanan luar biasa. Para wanita, gadis belia, ibu-ibu semua heboh melihat sosok hot daddy. Dengan Arden yang berwajah bule, Arlen blasteran, Arka yang wajah oriental tampan, sedangkan 3 bocah itu super tampan berwajah bule, Aska memang lebih mirip Eve yang asli bule.


Setelah eskrim habis, mereka segera menyuruh pelayan untuk membersihkan meja dan kembali memesan makanan agar 3 bocah tidak kelaparan dan jika tidak makan maka singa betina akan ngomel sepanjang hari. Setelah makan mereka lanjutkan acara khusus hot daddy dan anak-anaknya ke area bermain namun disini malah para daddy lah yang asik bermain dan meninggalkan 3 bocah ke Arlen untuk diawasi.


"Dasar daddy kalian itu malah meninggalkan kalian sama om. Yuk kita jalan berempat saja." Arlen mengajak ketiga bocah itu untuk pergi dari sana menuju toko mainan. Beruntung hari ini 3 bocah tidak rewel ataupun berlarian, sudah pasti kalau mereka berlarian Arlen tidak akan sanggup mengejarnya. Memang ada pengawal yang sudah megikuti mereka kemanapun mereka pergi tetapi menjaga dari jauh agar tidak terlalu menghebohkan. Arlen sudah berpesan bahwa mereka bertiga harus jalan sambil bergandengan tangan dan tidak boleh dilepaskan.


Arlen masuk ke salah satu toko mainan yang ada mall untuk membiarkan 3 bocah tampan itu memilih sendiri mainan apa yang mereka suka.


"Ansel, Anson!"


"Aksa!"


Pekik Hanny dan Eve bersamaan melihat anak mereka di toko mainan, mereka juga ingin membeli mainan untuk anak-anak mereka setelah dari salon. Clara yang berada disanapun ikut terkejut.


"Uaaahhhh super tampan." Clara langsung mencubit pipi gembul ketiga bocah lucu itu.


"Mana daddy? kalian sama siapa disini?" Tanya Hanny yang melihat sekeliling tidak ada terlihat daddy mereka disekeliling toko.


"Om Alen, tuuuhhh..." Tunjuk Ansel dengan mengerucutkan bibirnya dan Aksa menunjuk ke Arlen yang sedang di kasir membayar mainan. Anson pun langsung lari menghampiri Arlen, mereka tadi disuruh berbaris diam tak jauh dari sana untuk menunggu Arlen yang mengantri di kasir.


"Loh... Hanny Eve?" Ujar Arlen melihat para mommy disana.


"Hem... mana daddy mereka? kenapa kalian disini kak?" Tanya Hanny, Arlen langsung nyengir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Setelah makan, mereka ke time**ne mau main sama anak-anak tapi malah mereka yang asik main. Ya sudah kami tinggal saja." Jelas Arlen yang sudah jalan bareng para mommy menuju salah satu cafe untuk berkumpul.


"Jadi yang tadi rame dan heboh hot daddy dan bocah lucu itu kalian?" Tanya Eve melirik ke Arlen yang sudah sedikit panas dingin menghadapi para mommy yang sebentar lagi berubah jadi singa betina.


"Ya sudah lah.. tunggu mereka menghubungi saja, yuk kita pesan cemilan." Ajak Hanny yang sudah membuka buku menu, lalu Clara menyikut lengannya pelan ingin bertanya siapa pria manis di samping AnsTwins.

__ADS_1


"Ah.. kenalkan ini sahabatku kak Arlen.. Ra... ini adiknya kak bule." Bisik Hanny akhirnya ke Clara. Mereka akhirnya berkenalan.


"Gila.. adik iparmu tampan, berarti kak bule mu juga setampan dia?" Bisik Clara dan Hanny hanya tersenyum. "Nanti kau juga tau." Jawab Hanny cuek karena tau sahabatnya sangat penasaran dengan kak bulenya sejak dulu.


Ponsel Arlen pun berdering, pertanda para daddy sedang mencari mereka.


"Kau dimana Len? anak-anak?" Tanya Arden disebrang sana.


"Kami duduk santai di cafe Misetto, datang saja kesini." jawab Arlen cepat dan langsung menutupnya. Setelah menunggu 8 menit mereka baru sampai, para hot daddy itu membawa barang yang cukup banyak di tangannya masing-masing. Boneka, robot-robotan, tas sekolah, alat tulis, semua didapat hasil dari permainan di Time**ne.


"Eh... sayang.." Arden terkejut melihat Hanny yang sudah duduk bersama Arlen dan AnsTwins.


"Baby..." Arka pun memanggil Eve yang sama terkejutnya.


Istri mereka sudah memandang jutek ke suami mereka masing masing, Arden dan Arka tersenyum kikuk melihat istri mereka akan berubah jadi singa betina sebentar lagi.


"Kalian.. kenapa membiarkan kak Arlen menjaga anak-anak sendiri? Kalau terjadi apa-apa bagaimana?" Hanny sudah dengan kesalnya mengeluarkan jurus ngambek.


"Tidak apa-apa mommy, kan ada pengawal juga yang ikut." Jawab Arden dengan suara lembut duduk di samping AnsTwins.


"Tapi kan kasian kak Arlen, dia belum sembuh total. Kalau capek trus kakinya sakit bagaimana?" Sambung Hanny lagi dengan wajah cemberut.


"Arlen sudah sehat kok mom, iya kan Len?"Arden melirik ke Arlen untuk mencari bantuan ke saudara kembarnya itu.


"Iya, tenang saja. Anak-anak juga baik dan patuh." Jawab Arlen akhirnya membuat Hanny diam. Sedangkan Arka juga masih sibuk merayu Eve yang juga kesal.


Jangan ditanya, Clara sedang bengong melihat mereka semua, apalagi 2 pria yang baru datang. "Kak bule ternyata memang sangat luar biasa tampan dan gagah, tak heran Hanny setia menunggu dan tak tertarik dengan pria tampan manapun." Ujarnya dalam hati.


"Dan itu kan Arkana, dirut StarE Han?" Bisik Clara pelan ke telinga Hanny.


"Betul.." Jawab Hanny


"Gilaaaa... mimpi apa kemarin bisa satu meja sama dirut StarE yang terkenal susah didekati." Sambung Clara lagi dan Hanny tersenyum geli.  "Belum lagi kau tau Ra.. ada pemilik Tenggara disini." Ujar Hanny dalam hati.


"Ya ampun, honey. Kalau tau kak bule mu setampan dan segagah ini, akan aku usir semua pria yang mendekatimu dulu." Ujar Clara lagi yang sedang mengagumi sosok kak bule di samping AnsTwins itu yang sedang bermain dengan anak-anaknya.


"Sudah tau kaannn.. aku tuh sudah bucin sejak pertama bertemu dengannya." Bisik Hanny lagi dan Clara tertawa. Arden yang melihat mereka pun tersenyum ke arah Clara yang sejak dulu dia tau, kalau Clara adalah mood boosternya Hanny dan sahabat baiknya.


"Mommy, kapan-kapan ajah Clara main kerumah biar kamu ada temannya." Tukas Arden sambil melirik ke arah Clara sekilas, "Loh kok daddy tau Clara? kan belum dikenalin?" Tanya Hanny penasaran.


"Karena dia sering duduk di samping kalian dulu waktu di cafe JJ dan menguping pembicaraan kalian." Celetuk Arka yang langsung mendapat lirikan mematikan dari Arden.


"Haaa??? Memang ada pria aneh yang sering kami lihat di cafe JJ pakai kacamata hitam dan masker. Kalau diingat-ingat postur tubuhnya mirip sih. Iya kan Ra?" Tanya Hanny dan Clara langsung membenarkan.


"Jadi kakak?" Tanya Hanny sedikit berteriak.


"Hehe.. " Arden terkekeh dan wajah Hanny pun langsung memerah.


"Duh Ra... mampus nih, semua omongan kita ketahuan dong." Keluh Hanny dan Clara tertawa geli mengingat semua pembicaraan mereka dulu.


Untuk mengubah suasana yang semakin membuat Hanny malu dia langsung menawarkan eskrim, "Siapa mau eskrim?" Tanya Hanny melihat ke arah 3 bocah yang sedang mengoceh.


"Cel mau, Con mau, Aksa mau." Jawab mereka serentak. Arlen pun terdiam takut kalau bocah-bocah ini membocorkan rahasia mereka dan untungnya tidak.


"Mau rasa apa Onti belikan?" Clara yang akhirnya bertanya.


"Cokat ontiii, Cetobeyi ontii, Aksa cokaaatt ontiii." Jawab mereka lagi dengan senangnya.


"baik, tunggu ya onti segera belikan." Clara pun menuju bar khusus eskrim dan mebelikan sesuai pesanan. Tak lupa dia juga memesan eskrim kesukaan dia dan Hanny untuk dinikmati berdua.


"Besok kita jadi kan ke villa di gunung A? Tanya Arka ke Arden.


"Loh jadinya kak Arka ikut juga?" Hanny balik bertanya dijawab anggukan oleh Arka.


"Iya, biar sekalian libur." Ujar Arka.


"Jadi lah, sudah disiapkan semua dan sudah lapor ke Jeremy juga, kita bebas disana." Jawab Arden, "Kamu ikut saja Clara." Ujar Eve ke Clara yang sedang asik menikmati eskrimnya.


"Ehmm, ingin sih tapi kalau mendadak pasti tidak diizinkan cuti. Perusahaan Tenggara kan ketat sekali peraturannya." Jawab Clara yang tidak tau kalau sedang duduk dengan pemilik tempatnya bekerja.


"Ohh iya ya... tapi tetap saja minta izin dulu nanti ke atasanmu Ra. Mana tau sedang kesambet jin dari mana terus diizinkan." Ucap Hanny yang lalu melirik ke Arden, memberi tanda untuk segera membereskan. Iya, permintaan dari sang ratu mana bisa ditolak oleh Arden.


"Tidak janji ya Han.. soalnya si nenek sihir itu luar biasa menyebalkan. Kalau yang minta izin itu laki-laki tampan langsung diizinkan, tapi kalau kita? Huh... minimal seminggu sebelumnya, itu juga belum tentu berhasil cuti." Keluh Clara yang dibalas tawa oleh Hanny yang sudah sering mendengar tentang nenek sihir atasan Clara.


TBC ~

__ADS_1


__ADS_2