Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 36 - Dimana Arden?


__ADS_3

Pengawal keluarga Tenggara masih gencar mencari keberadaaan Hanny dan semakin membuat Oma Susi geram adalah Arden juga sudah menghilang hampir 1 bulan. Pengawal Tenggara benar-benar tak menemukan apapun sampai Oma Susi memanggil Jupi yang merupakan sahabat dan asisten pribadi yang mengerjakan segala hal yang diperintahkan Arden.


Jupi sudah berada pada gedung utama kantor Tenggara, disana sudah ada Oma Susi dan direktur perusahaan yang ditunjuk untuk mengelolah perusahaan, Pak Surya.


"Jupi.. dimana Arden?" Tanya Oma Susi dengan nada suara tegas menatap tajam.


"Tidak tau oma.." Jawab Jupi berbohong dan sedikit bergetar.


"Kau itu tidak bisa bohong, tidak mungkin Arden kemana-mana tidak memberitahumu Jupi!" Bentak Oma lagi.


"Oma... benar, sumpah aku tidak tau. Oma tau sendiri dia sering berbuat seenaknya dari dulu." Jelas Jupi sedikit memelas agar Oma Susi menurunkan emosinya.


"Kau itu sudah kuanggap cucu sendiri, sekarang kau berani membohongiku." Ujar Oma Susi.


"Suruh Arden pulang besok, oma mau kenalkan dia pada putri Pak Surya yang baru kembali dari studinya di Belanda." Titah Oma Susi dan Jupi terkejut mendengarnya.


"Duh... kacau ini." Batin Jupi.


"Tapi Oma.. coba oma saja yang menghubunginya, jika bisa berarti memang dapat dihubungi. Kami juga sudah seminggu ini cari Arden tapi tidak ketemu." Bohong Jupi lagi dengan meyakinkan. Padahal Arden sedang bersama Hanny, menunggu hari H operasi caesar yang akan di lakukan minggu depan.


"Tak mau tau! Pokoknya kau katakan padanya segera pulang." Titah Oma Susi lalu mengusir Jupi pergi dari sana.


\= = = = = =  = = = = = =


~Kediaman Salim~


Kakek Salim sudah semakin pusing dengan kepergian Hanny karena sesuai perhitungan sudah bulan ke 9 dan akan melahirkan, tetapi tidak ada kabar apapun dari Hanny yang membuat kesehatannya menurun.


Tak lama Alfonso datang dan membawa sebuah amplop kecil, ternyata surat dari Hanny yang mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan setelah lahiran akan menemui kakek Salim.


Kakek, jangan khawatir. Hanny baik-baik saja dan sehat


Maafkan Hanny kek, kalau nanti akan membuat kakek kecewa


Setelah lahiran Hanny akan menemui kakek, yang pasti kami disini sehat

__ADS_1


Terima kasih kakek telah menyanyangi ku dengan tulus. 


Terima kasih... 


Hanny


Setelah membaca surat itu, kakek Salim menangis. Dia tau Hanny pasti sangat menderita tinggal di rumah ini. Tetapi dia sungguh mengkhawatirkan Hanny dan kandungannya, takut sesuatu terjadi pada mereka. Kakek Salim bahkan tidak tau kejadian sebenarnya di hidup Hanny.


Johan juga sempat sedikit khawatir dengan keadaan Hanny karena kandungannya sudah 9 bulan, seharusnya dia akan melahirkan sebentar lagi tetapi tidak ada kabar apapun. Bagaimana kalau dia tidak kembali? Bagaimana warisanku? itu yang dipikirkannya. Dilain sisi, Johan makin melebarkan sayapnya di dunia bisnis malam yang sangat menguntungkan. Digi.inc miliknya juga maju pesat karena tim kreatif yang ditunjuk dapat bekerja maksimal, tentu saja dengan tim khusus iklan terselubungnya juga semakin banyak peminatnya. Semakin Johan sukses dalam Digi.inc semakin banyak informasi yang didapatkan oleh Jupi dan Vino yang akan segera menghancurkannya.


Di rumah besar Tenggara, Oma Susi masih terus mencari Hanny dan Arden. Mereka benar-benar menghilang tanpa jejak. Oma sudah mulai curiga bahwa ada tim lain yang membantu Arden, yaitu 'Blake'.


"Ini pasti ulah 'Blake'" Gumam Oma Susi dan semakin bingung. Karena jika 'Blake' membantu Arden maka sangat sulit bagi mereka menemukan Arden dan Hanny seperti halnya Cecilia dulu. Tetapi tidak mungkin Arden pergi begitu saja, Oma Susi yakin Arden akan kembali.


Oma Susi yang mengetahui kalau kesehatan kakek Salim menurun pun segera ingin menemuinya tetapi dia tidak ingin pergi ke rumah Salim karena tidak aman atas apa yang akan dia bicarakan nanti. Akhirnya mereka bertemu disebuah restoran mewah dekat rumah Salim.


"Si tua Salim ternyata bisa sakit." Ejek Oma Susi ketika kakek Salim baru masuk ke ruangan VIP itu.


"Aku hanya manusia biasa, kau juga pasti merasakan sakit. Dasar menyebalkan." Kesalnya.


"Tenanglah... Hanny dan cicitmu pasti baik-baik saja." Ujar Oma Susi.


"Sebenarnya, Hanny bersama dengan cucuku." Oma Susi mengaku dan membuat kakek Salim terkejut. Bahkan dia saja tidak pernah bertemu cucu dari Tenggara.


"Bagaiman bisa?" Tanyanya


"Sebenarnya, dulu aku meminta bantuanmu untuk membantu seorang karyawanmu, itu adalah permintaan dari cucuku. Mereka sudah saling mengenal saat remaja dan memintaku menjaga Hanny untuknya sampai dia kembali. Tetapi salahku malah membiarkan Hanny menikah dengan Johan." Oma Susi menjelaskan dan membuat kakek Salim menghela napasnya dengan lemah.


"Cucuku sangat marah ketika kembali dan Hanny telah menikah. Dia sudah katakan padaku kalau Hanny bahagia maka akan melepaskannya dan menjaganya dari jauh, tapi jika tidak, dia akan mengambil kembali miliknya." Sambung Oma Susi lagi, kakek Salim terdiam, mencerna informasi itu.


"Ini salah kita. Johan tidak pernah mencintai Hanny begitupun sebaliknya."


"Tapi sudah terjadi, kita tak bisa berbuat apapun."


"Kenyataannya Hanny telah mengandung cicitku."

__ADS_1


"Dan cucuku akan menjaganya jadi kau tak perlu khawatir."


Kedua orang tua itu menghela napasnya berat, tidak mengerti lagi apa yang akan dilakukan untuk mengembalikan semuanya. Sudah terlanjur, jika Hanny belum mengandung maka bisa berpisah dengan Johan, tapi sekarang anaknya akan lahir sebentar lagi. Tanpa mereka ketahui yang sebenarnya.


\= = = = = = = = =


Jupi telah menghubungi Arden bahwa dia di paksa untuk menyuruhnya kembali dan akan di kenalkan pada putri Pak Surya. Tentu saja Arden menolak keras, tidak ada perkenalan atau perjodohan apapun. Yang dia mau hanya bersama Hanny apalagi sekarang tinggal menunggu hari dimana anak-anaknya akan lahir.


"Kakak... kak Arden.." Panggil Hanny sambil membuka pintu ruang kerja Arden yang masih berbicara di ponselnya. Segera Arden mematikan ponselnya dan menghampoiri Hanny.


"Ada apa sayang..." Jawab Arden dan merangkulnya memasuki ruangan dan mendudukkan hanny dipangkuannya masih di kursi kerja disana.


"Apa suratku sudah sampai ke kakek?" Tanyanya


"Sudah.. kenapa?"


"Aku merasa bersalah pada kakek... dia sudah sayang padaku dengan tulus dan menantikan cicitnya. Bagaimana perasaannya nanti jika tau kalau anak-anak kita ini bukan keturunannya." Lirih Hanny dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Kakak sudah memikirkan itu.. nanti akan ada hadiah untuk kakek Salim." Kata Arden sambil mengelus perut Hanny.


"Hadiah apa?"


"Kakek salim punya 2 anak, kau tau?"


"Tidak"


"Ada, Adam Salim itu anak dari istri keduanya. Kakek sempat menikah dengan kekasihnya dulu dan bercerai karena dipaksa menikah dengan wanita pilihan keluarganya. Lalu istri pertamanya kabur membawa anak mereka. Kakak sudah mencari tau dan telah menemukan mereka." Jelas Arden membuat Hanny lumayan terkejut karena tidak mendengar apapun di keluarga Salim.


"Baiklah, jika begitu kakek tidak akan kesepian. Dari semua kejadian ini kakeklah korban yang paling menyedihkan kak." Ujar Hanny lagi membuat Arden tersenyum mendengarnya. Hanny memang sangat baik.


"Kakak juga nanti akan menikah dengan wanita pilihan keluarga kakak?" Tanya Hanny cemas,


"Tidak, kau itu jangan banyak nonton drama dan baca novel." Geram Arden dan mencubit pipi Hanny yang menggemaskan. Hanny meringis kemudian balas mencubit pipi Arden, terjadilah saling mencubit disana.


"Kakak tidak sabar bertemu dua jagoan kita, duh.... tinggal beberapa hari lagi kenapa terasa sangat lama ya?" Ujar Arden seraya mengelus perut Hanny dan terus tersenyum bahagia. Tidak ada kebahagiaan yang melebihi ini, Hanny bersamanya sedang menantikan buah hati mereka lahir ke dunia.

__ADS_1


"Yuk kembali ke kamar, aku ngantuk kak.." Ajak Hanny dan segera turun dari pangkuan Arden, tentu Arden mengikutinya untuk menjaganya. Arden dan Hanny merebahkan diri mereka di ranjang besar itu, Hanny selalu ingin dielus perutnya jika akan tidur jika tidak, dia akan selalu bangun dan tidak tenang. Beruntunglah Arden selalu bersamanya sudah hampir sebulan ini untuk menunggu operasi yang akan dilakukan beberapa hari lagi.


TBC~


__ADS_2