Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 71 - EXTRA PART 1


__ADS_3

"Mommy.... Anson pergi dulu mom...." Anson berjalan menghampiri Hanny yang sedang membuat kue didapur. Sekarang kegiatan Hanny hanya membuat kue dan mencoba masakan baru untuk mengisi waktu luangnya.


"Son mau kemana nak?" Tanya Hanny melihat jam sudah pukul 9 malam dan Anson sudah rapi dan tampan seperti biasanya.


"Mau ke Lane's mom.."


"Untuk apa kesana Son.. mommy tidak suka kamu sering-sering kesana, Daddy..." Hanny sudah mengomel dan memanggil suaminya untuk mengadu.


"Stop mom, daddy sudah tau dan om Vino juga pasti sudah standby jika Anson kesana. Tenang ya mommy yang cantik, Son disana hanya sebentar mom. Ada teman yang ulang tahun dan merayakanya di Lane's, Son hanya datang singgah sebentar dan akan pulang lagi. Janji!" Jelas Anson merayu Hanny yang sudah cemberut melihat tingkah putranya ini.


"Ansel mana? Kok tidak ikut?" Tanya Hanny melihat Ansel tidak banyak tingkah laku aneh seperti Anson.


"Justru karena Sel tidak mau kesana jadinya Son yang jadi tumbalnya. Mommy ku yang cantik, tenang yaa...." Rayu Anson lagi yang memang selalu berhasil.


"Baiklah.." Jawab Hanny dan Anson mencium pipinya lalu segera pergi.


"Son sudah pergi mom?" Tanya Ansel melihat Hanny baru masuk ke ruang kerja Arden.


"Iya... Sel.. kamu kok tidak ikut?" Tanya Hanny melihat Ansel masih asik di depan laptopnya duduk di samping Arden.


"Malas mom, acara tidak berguna, isinya cewek cantik tapi otaknya kosong." Jawab Ansel cuek masih memandang laptopnya.


"Jangan begitu Ansel.. nanti kamu dapat cewek yang hanya cantik aja loh.." Kata Arden menggoda putranya.


"Tidak dad, Ansel akan dapat calon istri yang cantik tetapi pintar seperti mommy." Jawabnya lagi dengan wajah datarnya.


"Nah itu daddy setuju, mommy memang yang terbaik." Sambung Arden dan Hanny hanya mendesah kesal.


"Berarti seperti Adeline dong kalau cantik dan pintar, sexy lagi." Celetuk Hanny melirik ke arah suamimya.


"Ck.. mom, tapi dia nyebelin dan manja." Kesal Ansel.


"Yah tapi benar kan kalau dia cantik, pintar dan sexy?" Tanya Hanny lagi

__ADS_1


"Hmm.." Ansel hanya berdehem tanda setuju. Hanny tau kalau Ansel menaruh perhatian lebih pada Adeline putrinya Arka.


"Hahahah... daddy... mommy sudah punya calon mantu." Ujar Hanny lalu memeluk Arden dengan senang.


"Mom.. Ansel baru 18 tahun, baru mulai kuliah, mommy jangan berpikir aneh-aneh deh.." Kesal Ansel lagi yang membuat Hanny makin ingin menggoda putranya yang kaku ini, tidak seperti Anson yang malah membuat Hanny kalah dalam berdebat.


ddrrrttt ddrttttt


Ponsel Ansel bergetar tanda telepon masuk, "Anson?"


"Ada apa Son?" Ansel menjawab sambungan telepon dari Anson.


"............"


"APA? Dengan siapa?"


"............"


"Ck.. dia sangat merepotkan saja. Ya sudah jaga dia jangan sampai berbuat yang aneh-aneh."


"............"


  "............"


"Ada apa nak? Kenapa panik begitu?" Tanya Arden melihat wajah Ansel yang panik campur emosi.


"Adel di club dad dan sepertinya mulai mabuk. Dad jangan bilang ke om Arka ya.."


"Loh, Aksa di mana?" Tanya Arden karena setaunya Aksa sangat mejaga adiknya itu.


"Gak Tau dad, Sel pergi dulu.. mungkin pulang agak malam ya." Anson lalu pergi, kemudian Arden menatap Hanny yang sudah tersenyum.


"Ansel itu suka sama Adeline tapi dia tidak mau jujur dan gengsi kak.." Ucap Hanny yang dibalas senyuman oleh Arden.

__ADS_1


"Iya sayang... tapi lupakan mereka, aku rindu dengan sentuhanmu." Arden mencium bibir Hanny, sudah sejak tadi dia ingin mendekap istrinya tetapi Ansel malah mengganggu dengan bertanya perihal StarE yang akan diserahkan padanya 2 tahun lagi.


"Ihh kakak.. Ion dan Anna masih belum tidur loh, sebentar lagi paling Anna akan kesini mencarimu." Hanny menjauh dari Arden yang tangannya sudah nakal menjalar kemana-mana.


"Daddyyyy..." Suara cempreng itu terdengar dan pintu ruang kerjanya terbuka.


"Tuh kan.." Hanny segera pindah dan duduk di sofa. Membiarkan putri kesayangan daddy itu bermanja dengan suaminya.


"Ion sini nak sama mommy.." Hanny menyuruh Arion yang juga sudah ikut masuk ke ruang kerja itu menyusul Anna.


"Dasar manja! Sudah umur 15 tahun masih kayak anak TK." Ketus Arion yang kesal kalau liat adik kembarnya itu selalu bermanja pada Arden.


"Biarin, sirik aja." Balas Anna.


"Anak-anak pintar.. kenapa cari daddy? Sudah malam loh.." Tanya Arden mengelus lembut kepala Anna.


"Ini dad, harus izin orang tua. Kita lupa tadi, hari sabtu akan ada study tour ke cagar alam XXX dan kita akan menginap 2 malam 3 hari. Jadi butuh persetujuan. Semuanya tertulis disini." Arden mengerutkan dahinya, membaca dengan teliti dan Hanny juga sama mengambil kertas itu dari Arion.


"Hem.. apa tidak bahaya? Ini berapa kelas yang ikut?" Tanya Arden sepertinya tidak setuju dengan acara ini.


"Daddy telepon saja guru kita, tanya sendiri." ujar Anna yang sebenarnya malas untuk mengikuti kegiatan itu karena pasti tidak nyaman.


"Ion suka acara ini dad, nanti ada flying fox dan lomba renang. Ion mau ikut semuanya." Ucap Arion sudah sangat tidak sabar.


"Baiklah daddy akan setuju tapi ingat jaga diri." pesan Arden dan mereka mengangguk paham.


"Dad, kelas 7 juga ikut kok. Si triplets juga sudah minta izin ke om Alen." Ujar Arion, iya anak Arlen dengan Kirei adalah kembar 3.


"baiklah, sekarang kalian pergi tidur, sudah malam sayang.." Ujar Hanny dan kedua anaknya yang patuh itupun keluar untuk ke kamar masing-masing.


"Tumben Arlen tidak posesif dengan anak-anaknya?" Arden heran mengingat 1 anak kembarnya sedikit lemah karena nutrisi diambil oleh 2 kakaknya.


Arlen dan Kirei mempunyai anak kembar 3 bernama, Kenji, Keiji dan Kiara. Kiara memang sedikit lebih lemah dari 2 kakaknya yang membuat Arlen semakin protektif terhadapnya. Apalagi putri satu-satunya itu sangat mirip dengan Kirei dari sifatnya, tetapi wajahnya malah lebih mirip Arlen dan 2 putranya malah mirip Kirei tetapi masih ada sedikit blasteran membuat wajah tampan mereka sangat unik. Kirei hanya melahirkan sekali karena Arlen tidak mau lagi melihat istrinya menghadapi bahaya yang sama ketika melahirkan si kembar 3, Kirei hampir kehilangan nyawanya membuat Arlen trauma. Lagi pula 3 anak baginya sudah sangat cukup.

__ADS_1


TBC ~


__ADS_2