Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 68 - MP


__ADS_3

Kini Arlen dan Kirei sudah ada dikamar hotel yang sudah disulap oleh Hanny menjadi kamar pengantin super romantis. ranjang ukuran king size itu sudah bertebaran kelopak bunga mawar yang berbentuk hati. Kirei tersenyum melihatnya, padahal nanti juga akan disingkirkan.


"Cantik.. istriku." Panggil Arlen dan mulai mencium Kirei dengan lembut, semakin lama ciuman mereka semakin panas, Arlen bahkan sudah membelit pinggang Kirei dengan kedua lengannya dan tangan Kirei melingkar di leher Arlen.


"Hah... Bee.." Desah Kirei begitu mereka melepaskan ciuman, Arlen menatap intens ke mata Kirei yang cantik dan berbinar indah, dia tersenyum dan menciumnya lagi, menjadi ******* penuh gairah dan belitan tangan di pinggang Kirei semakin erat menempel ditubuhnya yang sudah panas.


"Bee.. aku mau mandi." Lirih Kirei setelah Arlen melepaskannya lalu mendorong pelan tubuh Kirei hingga terduduk di ranjang. "Iya.. ini aku bantu  bukakan gaunmu ya.." Tangan Arlen sudah menurunkan seleting gaun Kirei dan menariknya berdiri kemudian meloloskan gaun itu turun melewati kakinya.


"Kau sangat cantik.." Bisik Arlen membuat Kirei bergetar mendengar suara berat Arlen pas ditelinganya.


"Sudah.. aku mau hapus makeup dulu." Kirei melarikan diri dari Arlen setelah mendorong dadanya pelan dan menjauh.


"Baikah cantik.. aku mandi duluan saja." Ucap Arlen tersenyum melihat tingkah Kirei yang masih malu karena hanya tinggal mengenakan pakaian dalamnya. Arlen lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang hanya 15 menit dia sudah kembali lagi, sedangkan Kirei saat ini sedang mencari kopernya yang sudah tidak ada.


"Ada apa cantik?" Tanya Arlen melihat Kirei yang kebingungan dan hanya melilitkan handuk di badannya membuat Arlen sedikit salah tingkah.


"Koperku tidak ada Bee.. kemana ya?" Kirei masih berkeliling kamar untuk mencari.


"Mandi dulu, aku bantu carikan ya.." Ujar Arlen lembut dan mendorong Kirei masuk ke kamar mandi lalu Arlen mengitari kamar tersebut sekali dan tidak menemukan apapun, dia membuka lemari dalam kamar hotel tu dan menemukan beberapa pakaian digantung dan semua pakaian itu adalah lingerie yang sangat seksi. Arlen menelan ludahnya membayangkan jika Kirei memakai itu.


Stelah 20 menit Kirei keluar masih dengan handuk yang dililitkan ke tubuhnya plus di kepalanya dan duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambut namun terlalu sulit, Arlen yang melihat dia kesusahan untuk mengeringkan rambut dengan cekatan membantu istri cantiknya itu.


"Cantik.. sepertinya kopermu tidak ada, aku malah menemukan ini di lemari." Arlen mengangkat sebuah pakaian minim, memberikan ke Kirei.


"Haa? Ini apa Bee? Kok begini bentuknya?" Kirei melihat dan membolak-balikkan lingerie itu masih tidak mengerti ada pakaian seperti itu.

__ADS_1


"Tidak usah saja. Kau tidak perlu menggunakan apapun malam ini." Arlen mengambil kembali lingerie itu dan melemparnya asal, lalu segera menerkam Kirei yang telah duduk di tepi ranjangnya dan direbahkan tubuh Kirei menarik handuknya dan tubuh polosnya terpampang didepan mata Arlen. Dia sudah tidak dapat menahan gairahnya, perlahan Arlen membaringkan Kirei di ranjang lalu menindihnya, Kirei mendorongnya pelan dan ingin keluar dari kungkungan Arlen namun tidak bisa. Arlen malah menciuman dengan ganas, tidak ada kelembutan lagi karena gairahnya sudah memuncak.


"Ahhh Bee.. ah." Desah Kirei saat ciuman Arlen menjalar ke leher jenjangnya, meninggalkan jejak cintanya disana. Bukan hanya satu tetapi dia membuat banyak.


"Maaf baby.. ini akan sakit saat pertama kali, tapi janji setelah ini tidak sakit lagi." Arlen kembali mengecup bibir Kirei dan dengan sekali hentakan kuat Juno masuk dan membuat Kirei teriak dan menangis.


"Aaahhkkk sakit Bee... auuhh" Arlen berhenti sebentar, untuk menunggu Kirei terbiasa dengan miliknya, lalu dia perlahan bergerak dan mengeluarkan Juno lalu perlahan memasukkannya lagi. Begitu terus secara berulang dengan lembut sampai terdengar suara ******* dari Kirei baru dia mempercepat gerakannya.


Hanya butuh waktu 10 menit Kirei sudah berteriak mendapatkan puncak kenikmatannya sementara Arlen terus merasakan rasa menggigit di Junonya, inti milik Kirei meremas kuat saat dia mencapai puncaknya. Arlen yang tidak tahan pun juga mengeluarkan lahar panasnya akibat remasan itu dan dia juga terkulai lemas diatas tubuh Kirei.


"Bee.. aku tak kuat lagi." Lirihnya lemah dan Arden menghentikan kegiatannya dengan hentakan kuat dan mengeluarkan benihnya.


"Terima kasih cantik, baby.. kau membuatku kehilangan akal sehatku baby.. aku mencintaimu." Ucap Arlen kemudian memeluk Kirei dengan erat.


"Hm.. iya bee.." Ujar Kirei dalam tidurnya.


"Hehehehe... bagaimana? Mantap?" Tanya Hanny yang sudah didepan pintu saat Arlen membukanya. "Nih.. KOPER" Arden menekankan kata koper sambil memberikannya ke Arlen, membuatnya menggeleng, dia sudah tau kalau Hanny lah yang mencuri koper ini.


"Baiklah.. kalian pergi sana, Kirei masih tidur." Usir Arlen karena dia juga masih mengantuk setelah menggempur habis istrinya sampai subuh.


"Baiklah.. cepet jadi keponakanku ya.." Ujar Arden yang kemudian meninggalkan tempat itu sambil merangkul istrinya.


Arlen kembali ke kamar dan masuk kedalam kamar mandi, menyalakan keran air untuk mengisi bathtub dengan air hangat, agar jika Kirei bangun nanti sudah tersedia air untuk berendam. Arlen melanjutkan mandi dan memesankan sarapan lalu kembali mengecek ponselnya sebentar. Tak lama Kirei bergerak, dia mendesah pelan dan berguling menyentuh tempat tidur disampingnya dengan mata masih terpejam, lalu teduduk dengan cepat dan baru sadar kalau dia baru saja melewati malam pertamanya. Dia segera bangun tetapi.."AUhhh! Sakiiiittt..." Lirihnya, perih terasa pada inti tubuhnya seperti luka sayat.


"Cantik.. Kirei, ada apa?" Tanya Arlen yang buru-buru masuk kedalam kamar setelah mempersilahkan pelayan menyusun makanan di meja ruang tamu kamar hotel itu.

__ADS_1


"Ini sakit...hiks.." Isak Kirei menahan sakit di inti tubuhnya, dia menunjuk dan mengeluh ke Arlen.


"Maaf ya cantik.. aku tidak tahan melihatmu jadinya tidak bisa menahan diri. Tapi nanti tidak akan sakit lagi, yang pertama memang sakit baby." Arlen menjelaskan pelan-pelan agar istri polosnya ini mengerti, sambil mengelus kepalanya dan mengecup pipinya.


"Hiks.. tidak mau lagi, aku tidak mau lagi.." Kirei masih menangis dan Arlen bingung bagaimana mendiamkan istrinya.


"Iya.. iya, tidak lagi. Tapi nanti kalau sudah sembuh kita coba lagi ya, pasti tidak sakit lagi." Bujuk Arlen tapi Kirei tetap menggeleng tidak mau.


"Baiklah, sekarang kamu mandi dulu." Arlen mengangkat tubuh Kirei dan perlahan mendudukkannya ke bathtub. Hangatnya air membuat sakitnya perlahan berkurang meskipun tetap ada rasa sakit.


"Bee.. jangan melihatku begitu." protes Kirei yang sudah semakin menenggelamkan dirinya agar Arlen tak menatapnya.


"Kenapa cantik...? Kan kau sekarang milikku jadi aku berhak melihatmu, lagi pula tadi malam aku sudah melihat dan menyentuhmu." Ujar Arlen dengan seringai nakalnya membuat Kirei jadi malu mengingat kemarin malam, memang sakit tapi cumbuan suaminya benar-benar membuatnya melayang.


"Lanjut mandi, atau aku yang mandikan?" Tanya Arlen dengan mencubit pipi Kirei gemas karena pipi itu sedang sersemu merah.


"Aku mau berendam dulu terus mandi sendiri saja." Jawabnya pelan sambil menahan malu. Arlen tersenyum lalu keluar dari kamar mandi membiarkan istrinya menikmati berendam air hangat lebih lama.


"Bee...." Teriak Kirei dari dalam kamar mandi setelah lumayan lama dia disana. Arlen yang sedari tadi sabar menunggu pun langsung menghampiri dengan cepat.


"Ada apa cantik?" Tanya Arlen yang telah masuk dan melihat Kirei duduk di atas closet dengan memakai bathrobe.


"Gendong.. tidak bisa jalan, perih." Ucap Kirei manja dan Arlen senang mendengarnya lalu menggendong Kirei dan mendudukkannya di kursi untuk sarapan yang sudah menjadi makan siang.


"Kita sarapan dulu ya.." Arlen membuka handuk di kepala Kirei dan membiarkan rambutnya terurai untuk dianginkan sebentar, setelah makan baru akan dikeringkan olehnya. Setelah selesai sarapan dan mengeringkan rambut Kirei Arlen kembali membopongnya menuju ranjang.

__ADS_1


"Istirahat lagi ya.. biar cepet sembuhnya, nanti kalau tidak sakit kita main lagi." Ujar Arlen dan Kirei sangat kesal mendengarnya, tapi Arlen malah gemas melihat wajah kesal Kirei yang semakin imut. Dia mencium Kirei berkali-kali.


TBC ~


__ADS_2