Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
​BAB 72 - EXTRA PART 2


__ADS_3

Di Lane's Club, Ansel sudah sampai dan masuk, para pengawal disana membungkuk memberi hormat, berbeda jika Anson yang datang, mereka akan bersikap seperti biasa karena Anson ingin di perlakukan seperti tamu lainnya. Kalau Ansel memang sangat berwibawa dan auranya sangat kuat.


Dia langsung menuju kantornya Vino yang sampai sekarang masih menjadi tangan kanan Arden untuk urusan pengawalan dan beberapa clubnya. Tapi hari itu kantornya kosong karena Vino sedang berada di luar negri. Ansel memanggil salah satu pengawal dan mengecek cctv di sekitar sana. Lalu ia menemukan Adeline sedang duduk bersama temannya dan sedikit mabuk. Tidak biasanya Adel melakukan hal ini apalagi dia masih belum cukup umur.


"Ini tidak seperti Adel.. ada yang tidak beres." Adeline masih 15 tahun sama dengan 2 adik kembarnya tetapi karena dia terlalu pintar maka saat ini sudah masuk ke kelas 11 jadinya dia mempunyai banyak teman yang sudah berusia 17 tahun.


"Son, gue di kantor." Begitu ucapnya setelah Anson mengangkat sambungan ponsel. Baru 2 menit Anson sudah ada di depan Ansel.


"Lo udah samperin mereka?" Tanya Ansel begitu Anson tiba.


"Belom lah.. cuma gue udah pantau dari tadi. Gak ada kejadian apa-apa sih." Jawab Anson lalu duduk di sebelah Ansel yang masih memantau cctv, Ansel lalu memutar ke 15 menit sebelumnya.


"Sial!! Kecolongan." Kesal Anson melihat ada seorang lelaki mencampurkan sesuatu pada minuman Adel.


"Sudah 15 menit, sepertinya sekarang obatnya akan bekerja. Son bantu gue." Ansel kemudian berlari dan benar saja, Adel sudah di bopong oleh lelaki tadi. Sedangkan Anson keluar untuk membawa mobil Ansel.


"Adel!" Bentak Ansel lalu Adel melihatnya dengan mata sayu.


"Ahhh kak Ansel... kakakku yang cakep.. " Adel lalu melepaskan dirinya dari lelaki tadi dan langsung memeluk Ansel dengan manja. Ansel mendekapnya lalu membopongnya untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"Siapa kau? Jangan asal bawa kekasih orang hei." Kata lelaki itu sudah menghadang Ansel.


"Bereskan." Perintah Ansel pada pengawalnya dan lelaki itu sudah diseret keluar.


"Aahhh kak Sel, badan Adel panas kak..." Ucap Adel lirih, dia sudah tidak sadar, obat itu mulai bekerja.


"Son, cepat ke hotel saja yang terdekat." Titah Ansel dan Anson segera menginjak pedal gas mobil dan melaju kencang, karena sudah hampir tengah malam dan jalanan sudah lapang.


Adel masih meronta dan mendesah karena tubuhnya panas dan darahnya mendidih sangat membutuhkan sentuhan. Dia lalu mencium Ansel dengan ganas, Ansel tentu tidak ingin hal itu berlanjut dan selalu menahan gerakan Adel.


"Cepat bawa dia Sel." Anson sudah berhenti di lobi hotel, security yang tau itu mobil Ansel pun langsung membukakan pintu dan mempersilakan Ansel turun. Dia jalan dengan tergesa menuju kamar khusus miliknya diatas. Setelah sampai, Anson segera masuk ke kamar mandi dan mengisi bathtub dengan air dingin, sedangkan Adel sudah merota, akibat obat itu dia sangat terangsang, Ansel sejak tadi mendorong tubuh Adel hingga dia berulang kali terjatuh di ranjang.


"Son.. sudah belum?" Teriaknya dan Anson keluar dari kamar mandi, "Sudah cepat." Anson segera memalingkan wajahnya melihat keadaan Adel. Dia tau itu gadis milik Ansel jadi dia memilih keluar dari kamar.


Ansel segera membopong Adel dan mendudukkannya di bathtub lalu mengguyur Adel dengan air dingin. Adel tetap meronta dan mendesah, kini dia sudah melepaskan bra dan cd nya, dia polos tanpa sehelai benangpun. Ansel yang melihatnya sungguh tak tahan untuk segera menyentuh gadis itu.


"Ansel, tenang.. dia masih dibawah umur." Teriak Anson dari luar.


"Iya.. gue tau. Lo telepon dad dan mommy saja deh, kasih tau kalo gue gak pulang. Jangan bicara aneh-aneh ya." Ansel balas teriak.

__ADS_1


"Ok brother.. "


Adel sudah sedikit lebih tenang dan Ansel langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuh Adel dan membawanya ke ranjang, tak lama Anson datang lagi.


"Udah, daddy bilang jaga Adel baik-baik dan om Arka sudah tau dan dia lagi di negara S dengan Aksa. Tadi pengawalnya sudah kasih tau om apa yang terjadi dan sedang kembali kesini. Jadi tugas lo jagian Adel dengan baik. Gue mau pulang, mommy sudah panik. Bye!" Jelas Anson kemudian langsung pergi lagi dari kamar itu.


Ansel sudah duduk tenang tetapi hanya 10 menit Adel menggeliat lagi, meraba sendiri tubuhnya yang hanya berbalut selimut. Ansel sudah susah payah meredam gairahnya tetapi dipancing lagi oleh Adel.


"Kak Ansel.. tolong kak, ga enak banget.. ahh kak.." Desahnya sambil menyentuh kedua bukit kembarnya membuat Ansel panas dingin.


"Sial, kamu itu baru 15 tahun tapi body kamu udah kaya gini Del.." Bisik Ansel lalu mendekat, tubuh Adel memang sempurna diusia yang masih 15 tahun, dengan wajah cantik blasteran asia yang terlihat sexy, bibir ranum dan penuh, tinggi 165cm, pinggang ramping dan bukit kembarnya sudah monto* diusia masih remaja.


Adel langsung memeluknya dan mencium bibir Ansel dengan ganas. Ansel mendorongnya lagi tetapi Adel makin mengeratkan pelukannya\, dia mencium bibir Ansel lalu turun ke leher mencium dan mengh*s*pnya. Ansel sudah berkali-kali ingin melepaskan diri namun tetap tidak bisa.


"Baiklah\, maafin kakak Del.." Ansel lalu mengambil jaketnya yang tergeletak di sofa\, melilit tangan Adel agar tidak bergerak\, Adel hanya bisa meliukkan badannya gelisah dan mulutnya meracau ingin dis**tuh. Ansel kemudian mendudukan Adel dipangkuannya\, memeluknya dari belakang dan membuka pah* Adel\, dia meny*nt*h dan mengelu* lembut milik Adel yang masih suci itu. Dia membel**nya dan memainkan jarinya disana. Adel sudah mende**h kencang\, meminta lebih tetapi Ansel masih meny**tuh dan mengges**an jarinya disana\, Adel menggeliat dan kakinya terb**a makin lebar.


"Aaahhh kak Ansel\, gue dah ga kuat kak.. masu**n kak.. ahh.." Desahnya membuat Ansel makin mempercepat ja**nya dan sesekali masuk kedalam\, 15 menit Adel sudah bergetar hebat 2 kali tetapi masih mend**ah dan menginginkannya lagi. Sampai permainan terakhir membuat Adel benar-benar menyemb**kan ca*ran cintanya\, bergetar hebat lalu terkulai lemas. Ansel menghentikan gerakan jarinya dan merebahkan Adel yang tangannya masih terikat. Dia menunggu beberapa menit sampai Adel benar tertidur baru melepaskan ikatan itu. Dia membasuh tubuh Adel dengan handuk basah lalu menyelimutinya lagi.


Kemudian Ansel ke kamar mandi untuk menuntaskan has*atnya sendiri, miliknya yang sudah keras tegak berdiri tetapi dia tidak boleh mengambil sesuatu dari Adeline yang masih dibawah umur dan tidak sadar. Setelah 20 menit bermain solo, Arlen kembali ke kamar dan melihat Adel yang tertidur dengan tenangnya. Ansel duduk di sofa panjang dekat ranjang dan juga tertidur karena lelah.

__ADS_1


TBC ~


__ADS_2