Menjaga Cinta

Menjaga Cinta
BAB 34 - Ada Bintang


__ADS_3

Diwaktu Arden sibuk dengan tugasnya menjaga Hanny, lain halnya dengan Arlen yang sibuk menjalani perawatan kakinya. Setelah pemeriksaan keseluruhan, ternyata kaki Arlen tidak cedera melainkan dia telah diberi virus untuk melemahkan tubuhnya sehingga virus itu menyerang pada kelemahan otot kaki. Sekarang Arlen ditemani oleh 1 pengawal Arden yang dipercaya untuk menjaga Arlen bernama Bintang, dia sebenarnya adalah adiknya Jupi yang masih belajar untuk seperti Jupi yang bisa segala hal.


Sedangkan Maya juga masih beristirahat total ditemani pelayan, Maya sudah tinggal disebuah apartemen sendiri karena Oma tidak mengizinkan Arlen dan Maya tinggal bersama. Maya hanya akan dijemput ke rumah untuk home schooling, Arlen dan maya belum lulus sekolah dan memilih home schooling untuk melanjutkan sekolah mereka dengan mengambil paket 3 bulan yang dianjurkan salah satu sekolah milik keluarga Tenggara.


"Tuan Arlen, virus ini sudah sangat lama bersarang di tubuh anda. Kita akan coba membersihkannya. Tetapi lebih bagus lagi jika kita tau jenis virus apa yang diberikan ke anda. Apa anda ingat nama dokter yang dulu menjaga anda?" Tanya dokter setengah baya tersebut yang dipercayakan untuk merawat Arlen bernama Dr. Randy.


Arlen sedikit bingung karena dulu ada 2 dokter yang selalu datang memeriksa kesehatannya.


"Ada 2 dokter disana, yang 1 adalah Dr. Yusuf, dia dokter yang cukup tua dan dokter keluarga Tenggara harusnya karena sering datang bersama kakek. Satu lagi dokter yang masih kelihatan seperti umur petengahan 30an namanya kalau tidak salah Dr Jung. Begitu Dr Yusuf memanggilnya.


Mendengar dokter Jung disebut, dokter itupun terdiam dengan wajah sedikit memucat. Jika benar itu Dr Jung yang sama, maka sulit untuk membersihkan virus itu secara menyeluruh. Paling hanya bisa rutin memberikan obat dan virus tetap akan ada pada tubuh yang telah menjadi sarangnya sekian lama.


Dokter Randy segera mencari data Dr. Jung untuk memastikan bahwa itu dokter yang sama, dia memutar layar komputernya untuk diperlihatkan pada Arlen.


"Ya benar dokter itu." Ujar Arlen. Dr. Jung merupakan dokter yang sangat berbakat. Dulu dia pindah dari negara asalnya di Korea untuk melanjutkan penelitiannya. Dia sangat suka meneliti dan menciptakan virus namun tidak banyak yang mendukungnya karena proposalnya sedikit membahayakan, tidak lama dia menghilang beberapa tahun, saat itulah dia ternyata berada di keluarga Tenggara, ada yang memberikan dana cukup banyak untuk melanjutkan penelitian tetapi dia harus melakukan sesuatu pada anak remaja di keluarga Tenggara. Sebenarnya Dr. jung adalah dokter yang baik, namun ambisinya begitu besar. Arlen tidak sekarat karena dia juga tidak tega melihat anak remaja itu tersiksa maka, Arlen tetap hidup sehat meskipun mempunyai tubuh lemah dan lumpuh.


Setelah lama berkonsultasi dengan Dr. Randy, Arlen kembali pulang ke rumah besar Tenggara dan disana telah ada Maya dan Oma Susi sedang menunggunya.  Oma Susi juga senang dengan keberadaan Maya yang ternyata gadis yang baik dan ceria, Maya sudah tidak terlalu memikirkan penderitaan yang dialaminya karena Arlen menyuruh seorang spikiater membantunya menghilangkan trauma dan itu cukup berhasil.


Arlen dan Maya mempunyai hubungan yang terbilang rumit, mereka sudah terbiasa saling bergantung. Arlen sayang dengan Maya begitupun sebaliknya tetapi mereka tidak tau apakah ini cinta atau sebuah kebiasaan dan saling membutuhkan dalam waktu yang lama? Mereka juga tidak mengerti karena selama menjalani hidup berdua mereka selayaknya teman dan saudara.


Saat ini tugas Bintang adalah mencari keberadaan Dr. jung seperti perintah Arlen padanya. Menjadikan ini adalah tugas pertamanya sebagai pengawal dan asisten Arlen. Semoga dia bisa sehebat kakaknya Jupiter.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Kediaman Salim


kakek Salim telah berada di rumah besar itu dengan murka-nya dia memarahi Johan habis-habisan karena menghilangnya Hanny.


"Kau cari istrimu sampai ketemu dan jika dia terluka sedikit saja kau tau akibatnya." Ancam kakek Salim pada Johan.


"Baik kek.." Lirih Johan yang sebenarnya sangat marah pada Hanny yang berani kabur darinya.


Sudah seminggu Hanny hilang dan membuat penghuni rumah itu panik, hanny sedang hamil dan itu yang membuat kakek Salim begitu khawatir, sedangkan Johan seperti biasa lebih mengkhawatirkan nasib warisannya kelak. Jika terjadi apa-apa maka dia tidak akan mendapat sepeserpun.


Arden juga sudah tau kalau keluarga Salim telah mengerahkan seluruh pengawalnya untuk mencari Hanny dari informasi yang diberikan Andi. Malah Johan tidak lagi tinggal dirumah besar itu dan memilih apartemennya, kakek selalu memarahinya jika bertemu dan itu membuatnya frustasi. Sedangkan Irene tidak dapat menemaninya karena jadwal syuting bersama team StarE yang sudah berlangsung 2 hari dan hampir selesai.


2 bulan berlalu dengan cepat dan saat ini telah dilangsungkannya pembukaan perusahaan iklan milik Johan, Digi.inc dan pembukaan tentu cukup meriah karena dibawah perusahaan Salim dan bekerja sama dengan StarE dan mereka juga dapat masuk ke sudio SM milik StarE. Johan tentu saja merekrut Irene sebagai brand ambasador untuk melancarkan bisnisnya.


Arden sedang bersama dengan Jupi, Vino dan Arka yang akan membicarakan tentang Digi.inc


"Sudah kita kerahkan beberapa orang kita bos ke dalam Digi.inc." Ujar Vino.


"Ada 1 di bagian keuangan, 1 di team kreatif, 2 di pemasaran, 2 di pusat kontrol keamanan, 1 di bagian kru produksi dan 1 di bagian IT, pokoknya komplit bos" Jelas Vino lagi.

__ADS_1


"Bagus.. kerjakan sesuai rencana. Terus Jupi.. " Lanjut Arden menunggu hasil penyelidikan Jupi tentang Irene.


"kalau tentang Irene, begini bos..." Jupi menceritakan hasil penyelidikannya.


Jupi sudah meminta anak buahnya menemui beberapa keluarga dari ibu angkatnya Misye, tetapi tidak ada yang tau kalau Misye memiliki anak angkat. Setau mereka Misye itu mempunyai putri yang meninggal sewaktu masih remaja dan hampir gila karena hal itu. Yang lebih anehnya lagi, seluruh harta Misye di alihkan ke Irene tanpa tersisa setelah ibu angkatnya meninggal. Keluarga lain tidak terlalu ikut campur karena setelah putrinya meninggal dia selalu menyendiri dan tidak bergaul dengan siapapun.


Lalu menurut pelayan yang bekerja di apartemen Irene, dia rutin ke dokter bedah plastik beberapa bulan sekali. Dan itu sudah berlangsung selama beberapa tahun ini. Dan lagi menurut pelayan itu, Irene sangat tertutup bahkan tidak pernah melihat atau mendengar dia ngobrol dengan temannya selain Johan dan seorang pria yang tidak dikenalnya.


"Lalu bos, ini ada info terbaru dari Johan dan mungkin Irene juga tidak tau, selama ini ternyata Johan mempunyai simpanan lainnya. Ada 2 gadis belia yang disembunyikannya di apertemen yang berbeda. Setiap beberapa hari sekali Johan akan kesana bisa hanya beberapa jam atau semalam." Jelas Vino menambahkan.


"Simpanan ya... kalian coba cari tau siapa mereka, bisa dijadikan bukti jika nanti Johan menuduh Hanny yang selingkuh padahal dia duluan yang selingkuh kan." Perintah Arden tetapi Vino sudah mengetahui semuanya.


"Sabar bos, sudah ada nih.. Johan itu ternyata suka sama gadis perawan bos!." Sambung Vino dan Arden terkejut mendengarnya.


"Untung dia tidak tau Hanny masih segel ya.. kalau tidak, wah gawat." Sambung Arden. Siapa yang bisa menolak gadis secantik hanny?


"Jadi gadis muda itu masih 18 tahun dan 20 tahun, mereka sudah jadi simpanan Johan sekitar 2 bulan dan 1 lagi baru sebulan ini. Johan suka menyewa gadis yang masih perawan dan bermain sampai dia bosan baru dilepas. Sudah ada puluhan gadis dia permainkan begitu." Sambung Vino lagi.


"Wah.. penyakit. Dia sepertinya terobsesi dengan gadis perawan." Timpal Arka.


"Hahahahaha..." Jupi tertawa dan yang lain heran melihatnya.


"Tunggu dulu bro... jadi Johan terobsesi dengan gadis perawan? hahahahah" Jupi makin tertawa.


"Dia terobsesi dengan perawan tapi kenapa dia bisa bersama Irene begitu lama?" Tanya Jupi pada mereka.


"Mungkin si Irene dia perawanin makanya Johan betah." Jawab Vino.


"Tidak mungkin... karena si Irene itu adalah Arini Putri." Timpal Jupi yang dibalas pelototan tidak percaya dari mereka bertiga.


"Loh.. kok bisa?" Tanya Vino


"Bisalah kan tadi sudah aku ceritain kalau Irene rutin ke dokter bedah plastik." Jawab Jupi.


"Kenapa tidak dari tadiiii.." Ujar Arden sambil menoyor kepala Jupi.


"Biar seru bro ceritanya, surprise gitu hahahaha..." Balas Jupi.


"Jadi sudah diselidiki dengan baik dan benar, video dan foto mirip Hanny itu adalah Arini Putri. Sudah aku pastikan dengan si Radian dan Tyo, kalau mereka memang melakukan hal itu di sekolah dan Arini sengaja berdandan seperti Hanny."


"Jadi bos... ceritanya..."


Irene atau Arini adalah sahabat Hanny dan Arini selalu berada didekat Hanny kemanapun dia pergi, seperti perangko. Arini juga sangat terobsesi menjadi seperti Hanny yang selalu disukai siapapun. Makanya dia mendekati siapapun siswa di sekolah yang menyukai Hanny, setelah mendapat perhatian dari para siswa tersebut Arini sengaja menggoda mereka dengan mengatakan bahwa dia dan Hanny kan tidak beda jauh, dan akhirnya mereka melakukan 'itu' dengan direkam oleh Arini tanpa sepengetahuan pasangannya. Tidak ada buaya yang menolak bangkai. Menurut mereka, tidak dapat Hanny Arini pun jadi.

__ADS_1


Jupi sudah menemui beberapa siswa dalam video itu dan membenarkan bahwa siswi itu adalah Arini dan mereka tidak mengatakan apapun karena diancam oleh Arini yang akan menyebarkan video itu dengan wajah mereka terpampang jelas sehingga banyak siswa disana memilih bungkam.


"Sial.. ternyata dia ****** sebenarnya!" Geram Arden mengepalkan tangannya kuat.


"Dan lagi bro, dia itu dari remaja sudah jual diri ternyata. Makanya dengan usia yang sekarang masih muda saja, hartanya sangat banyak. Sampai sekarang masih, tapi aku baru menemukan 2 nama yang menjadi penyokongnya." Sambung Jupi lagi.


"Siapa Jup?"


"Heheheh... " Jupi malah terkekeh.


"Yang benar Jup" Sentak Arden kesal tak sabar ingin mengetahui siapa sebenarnya penyokong si Irene.


"Januar."


"Ah, sudah habis dia."


"Ada 1 lagi."


"Jeremy."


"WOW..."


"Jeremy anggota kita?" Tanya Arka akhirnya menimpali.


"Yes." Jawab Jupi.


"Hebat juga di Irene, Jeremy bukan pria yang akan puas dengan wanita sembarangan. Sampai sekarang katanya belum menemukan wanita yang bisa mengimbanginya dan membuatnya puas." Arden tau hal ini karena Jeremy adalah salah satu anggota paling muda tetapi selevel dengan Om Darren, sama kuatnya di 'Blake' dan dulu Jeremy lah yang mengajarkan beberapa hal tentang 'Blake' ke Arden.


"Tenang bos... kami sudah hubungi Jeremy dan dia anggota yang setia." Ujar Jupi meyakinkan dan Arden juga yakin akan itu.


"Sebentar lagi akan kita usut tuntas si Irene itu." Sambung Vino.


"Kemarin di lobi dia bisikkan apa sama kamu Ar?" Tanya Arka sedikit penasaran.


"haha.. dia menawarkan dirinya biar mau jadi model." Ujar Arden sambil tersenyum kecut.


"Boleh juga itu bos, kenapa tidak sikat saja, lumayan test dulu, enak atau tidak." Vino menambahkan dan tentu kena timpuk map yang dipegang Arden.


"No! Sayangku Hanny sudah cukup. Tidak ada yang lain." Tegas Arden.


"Yah kan sudah bucin." Ejek Arka.


"Kau juga sama." Balas Arden.

__ADS_1


End~


__ADS_2