
Oma, Arlen dan kakek Salim kebetulan sampai di lobi hotel bersamaan sehingga masuk beriringan menuju salah satu kamar hotel Presidential Suite room yang super mewah. Oma sebenarnya sedikit bingung sebab dia tidak pernah mengundang siapapun seperti ini. Arden muncul dari salah satu ruangan menuju ruang tamu kamar, Oma Susi dan kakek Salim sudah duduk tenang sambil meminum teh mereka. Arlen yang sudah mulai bisa berdiri dan berjalan meskipun tidak lama menghampiri Arden dan memeluknya.
"Wah, bagus Len sudah mulai berjalan." Ucap Arden bangga dengan saudara kembarnya.
"Masih beberapa langkah, belum normal". Jawabnya
"Tak apa, kita latih pelan-pelan." Kemudian Arden menghampiri oma dan kakek Salim untuk menyapa kemudian Hanny juga muncul dan menyapa mereka.
"Hanny.." Lirih kakek Salim melihat Hanny yang berjalan kearahnya.
"Kakek, oma, selamat siang." Sapa Hanny sambil tersenyum.
"Maafkan kakek nak.." Ucap kakek Salim dengan mata merah hampir menangis.
"Tidak kek, Hanny yang minta maaf pada kakek sudah mengecewakan." Balas Hanny dan berjongkok menggenggam tangannya.
"Di mana anakmu?" Tanya kakek Salim sambil tersenyum, dia senang melihat Hanny baik-baik saja dan terlihat bahagia.
"Masih didalam bersama papi." Ujar Hanny. Kakek Salim lalu memberikan sebuah amplop kuning kepada Hanny.
"Ini hadiah untukmu, bukalah." Ujarnya dengan senyum tipis. Hanny membuka amplop itu dan melihat isinya, membaca dan mulai menangis.
"Kakek... ini.." Lirih Hanny tak bisa melanjutkan kalimatnya.
"Kakek telah urus semuanya, sekarang kau bukanlah istri Johan. Kakek membatalkan pernikahan kalian. Jadi sekarang kau bebas." Ucap Kakek dan Hanny langsung memeluknya, dia menangis terharu. Oma Susi yang disamping mereka pun ikut menitikkan airmatanya.
"Baiklah, sekarang kita mulai acaranya. 2 bocah itu sudah tidak sabar ingin menghancurkan kuenya. " Ujar Arden tersenyum.
"Dua bocah?" Tanya kakek Salim, Oma Susi pun sama bingungnya.
"Iya, anakku ada 2 kek, kembar." Kata Hanny dan mereka terkejut bahagia.
"Selamat ya nak, apakah kau tau siapa ayah mereka? Apakah dia akan tanggungjawab?" Tanya kakek Salim yang merasa sangat bersalah.
"Tentu kek, dia akan tanggungjawab sepenuhnya. Nanti pasti kakek akan tau setelah melihat mereka" Jawab Hanny.
__ADS_1
"Baguslah."
Alex kemudian datang menggendong AnsTwins yang memakai kemeja merah maroon, celana hitam selutut dan kacamata hitam seperti keinginannya selama ini. Mendandani cucu-cucunya.
Oma Susi dan kakek Salim terkejut dan terdiam sesaat melihat anak kembar itu, lalu memandang ke arah Arden secara bersamaan. mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Arden kemudian tersenyum dan membuka kacamata AnsTwins yang membuat Oma Susi makin tak percaya. Itu benar-benar wajah Arden dan mata mereka pun sama, warna mata langka berwarna hijau.
"Jangan bilang.. kau.." Oma Susi terhenti tak melanjutkan kalimatnya.
"Tidak mungkin kubiarkan pria lain menghamili gadisku oma. Tidak akan!" Tegas Arden. Oma Susi kehilangan kata-katanya, dia marah tapi juga senang mendapatkan cicit, langsung 2.
"OOhhh... cicitku, lihat itu kakek tua, mereka jadi cicitku sekarang." Pekik Oma Susi dengan bahagia dan memandang remeh ke arah kakek Salim.
"Ck... ternyata, hahahahah selamat kalau begitu." Ujar kakek Salim tertawa, dia lega ternyata benar, Hanny bahagia selama ini. Dia tidak perlu khawatir lagi.
"Ohh cicitku.. " Oma Susi menghampiri AnsTwins dan memeluk mereka, dia benar-benar bahagia. Acara ulang tahun pertama AnsTwins pun terlaksana dengan suasana bahagia, tidak meriah tetapi kekeluargaan. Arka dan Eve juga hadir bersama Aksa yang sudah mulai berisik dengan ocehan yang hanya dimengerti Ansel dan Anson.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Oma Susi tidak mau basa basi lagi. Hanny yang sedang makan pun tersedak mendengarnya.
"Secepatnya." Jawab Arden asal. Hanny meliriknya dengan tatapan tak percaya.
"Kamu mau menikah dengannya Hanny?" Tanya Oma lagi kepada Hanny dan untuk kedua kalinya dia batuk karena tersedak.
"Kamu tidak mau menikah denganku sayang?" Tanya Arden menatap dekat ke wajah Hanny. Wajah Hanny memerah dan menunduk kemudian dia mengangguk. Arden tersenyum bahagia melihatnya.
"Baiklah akan oma urus, pernikahan besar dan mewah." Ujar Oma yang sudah tidak sabar.
"Tidak oma, belum saat nya untuk menunjukan diri, kita akan menikah saja tidak perlu pesta, itu menyusul saja. Bolehkan sayang?" Sanggah Arden kemudian menatap ke Hanny lagi.
"Terserah kakak saja." Jawab Hanny dengan senyum mengembang, memang dia juga tidak ingin pesta mewah, jika orang-orang tau dia menantu di keluarga Tenggara maka tidak akan bisa bebas kemanapun. Arden mengerti hal itu makanya dia tidak mau ada pesta, lagi pula saat ini masih belum begitu aman bagi Hanny.
Acara selesai, Oma Susi dan kakek Salim kembali ke rumah mereka masing-masing setelah drama panjang, Oma Susi ingin membawa AnsTwins pulang tentu Arden menolak. Bisa jadi nanti Arden tidak kebagian waktu bersama anak-anaknya.
Arlen masih ingin bersama 2 keponakannya sehingga dia tidak kembali bersama Oma, Arlen masih duduk dan Ansel dengan tenangnya duduk di pangkuan Arlen.
"Sepertinya dia nyaman denganmu Len." Ujar Arden yang datang melihat Ansel yang masih tenang bersama Arlen.
__ADS_1
"Iya, karena kita sama-sama tenang jadi dia nyaman, kalau Anson lebih lincah." Jawab Arlen. Tak lama Hanny bersama Anson datang bergabung setelah mengantar Arka dan Eve kembali. Arden lalu memberikan 3 buah kalung untuk dipakaikan ke AnsTwins dan Hanny.
"Ini kalung penggantinya Arlen sayang, tante Mia khusus membuatnya untukmu dan AnsTwins." Ujar Arden sembari memasangkan kalung dileher Hanny.
"Siapa tante Mia?" Tanya Hanny sambil melihat kalung cantik itu, kalung bentuk bulat polos tetapi ada permata hijau di tengahnya, warna yang sama dengan warna mata Arden dan AnsTwins.
"Tante Mia, teman baiknya ayah. Ini tidak boleh lepas dari kalian ya." Tambah Arden lagi yang sudah memakaikan Ansel dan Anson.
"Besok kamu ikut oma ke butik ya.. nanti Arlen yang antar sekalian pulang. Arlen hari ini menginap."
"Baiklah.."
Akhirnya hari bahagia mereka akan segera tiba, bulan depan Arden dan Hanny sepakat untuk menikah, tidak ada undangan hanya kerabat dekat saja. Tidak ada pesta hanya ada upacara pernikahan sederhana. Hanny masih ingin menjalani kehidupannya sebagai wanita biasa dengan suami dan anak-anak normal lainnya.
Setelah menidurkan AnsTwins mereka bertiga kembali berbincang tentang banyak hal, Arlen masih mencari Dr. Jung yang seperti hilang ditelan bumi, sedangkan Arden selalu ingin membantunya tapi ditolak Arlen karena dia tau Arden sedang banyak pekerjaan yang belum selesai.
Dilain tempat, Johan semakin terpuruk. Kakek Salim tidak mau membantunya, Adam tidak punya kekuatan apapun sekarang. Johan sedang membujuk anggota 'Skull' untuk percaya padanya dan membantunya tetapi mereka sudah curiga pada Johan. Irene semakin menjauh tanpa kabar dan sama sekali tidak menjenguknya, hancur sudah. Apalagi dia baru tau kalau ternyata kakek punya anak dan cucu lainnya yang akan mewarisi kekayaan keluarga Salim.
Kakek memang akan memberikan Saham secara adil ke semua cucunya, termasuk Johan tetapi untuk perusahaan akan dipegang oleh cucu ke-2 nya yang memang lebih tertarik pada bisnis. Sedangkan cucu pertama sudah nyaman dengan posisi sebagai manager salah satu bank swasta, cucu ke-3 saat ini baru saja membuka cafe impiannya. Semua dia bagikan sesuai porsinya masing-masing.
Arden, Jupi dan Vino telah berkumpul di ruang tamu setelah tempat itu dibersihkan dari sisa acara tadi siang, mereka akan melaporkan semuanya yang terjadi mungkin untuk yang terakhir kalinya untuk kasus Johan.
"Bos... selesaikan saja sekarang. Jadi begini bos..." Vino duluan yang akan berbicara.
"Untuk Johan, sudah dipastikan tidak akan ada yang bantu, dari keluarga Salim sudah pasti, dari 'Skull' juga, mereka lepas tangan karena memang sudah tidak ada dana lagi setelah kita pindahkan dana dari rekening nona Hanny ke rekening Johan. Semua sudah disita oleh Pak Serkan, habis tak bersisa seperti macan kelaparan bos, ngeri." jelas Vino. Berarti Johan selesai.
"Lalu untuk Digi.inc juga sudah dibersihkan bro oleh Pak Serkan dan sudah sehat. Tetapi karena kejadian ini beberapa investor yang benar malah takut dan tarik semua dana mereka. Tinggal StarE dan Jeremy saja yang masih tunggu arahan dari kita." sambung Jupi yang kali ini berbicara.
"Kalau begitu kita beli saja, memang awalnya atas nama Hanny. Sekalian saja aku beli buat Hanny, tapi tolong urus pergantian nama biar sial dari Johan cepat pergi." Ujar Arden dan dibalas setuju oleh Vino dan Jupi.
"Baik bos, berarti suruh Arka saja yang tanam modal biar orang-orang lebih percaya lagi." Usul Vino.
"Tapi yang urus perusahaan itu nanti siapa bro? Kan Hanny tidak mungkin mau." Tanya Jupi.
"Biar nanti tanya ke om Alex saja, mungkin dia mau karena sudah bosan setahun lebih ini menganggur." Jawab Arden.
__ADS_1
Setelah selesai segala urusan dengan Vino dan Jupi, Arden menemui Alex untuk menawarkan mengurus Digi.inc yang akan dibelinya untuk Hanny, untung saja Alex menyanggupi karena memang dia tidak tahan lagi berada di rumah terus menerus.
TBC ~