
Happy reading ya readers π
...πΈπΈπΈ...
Sejuk nya udara pagi hari ini terasa berbeda, mungkin karena semalam sudah turun hujan, sehingga rasa sejuk nya terasa sangat berbeda.
Sudah satu bulan lebih setelah perbincangan nya dengan Reyhan mengenai Kayla yang akan berhenti mengkonsumsi pil KB, setelah perbincangan itu hari hari Kayla lewati seperti biasa nya, dan Reyhan juga bersikap biasa saja, hanya saja kadang Kayla sering mendapati Reyhan yang melamun jika sedang sendirian.
" Kay "
" Iya mas ada apa? " sahut Kayla yang masih berkutat di depan kompor.
Tiba tiba Reyhan memeluk nya dari belakang, dengan dagu nya yang bertengger di bahu Kayla, dan Kayla hanya tersenyum saja dengan kelakuan suami nya itu.
" Ada apa mas? aku masih masak nih, tunggu sebentar ya "
" kayak gini aja gapapa kan? "
" gapapa sih, cuma kan gerakan ku jadi terbatas kalo mas kayak gini " jelas Kayla merasa susah untuk bergerak jika Reyhan memeluk nya seperti itu.
" tuhh, kayak nya Uda mateng deh, matiin aja lah kompor nya " kata Reyhan dengan dagu menunjukkan ke arah teflon yang berada di atas kompor.
" tau aja kamu ini mas " ujar Kayla sambil mematikan kompor.
" lepas dulu dong mas, aku mau cuci tangan dulu nih "
Reyhan pun melepas pelukan nya, dan memperhatikan Kayla yang sedang mencuci tangan. Kayla hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suami nya itu, karena pagi ini seperti nya Reyhan sedang merasa sangat bahagia.
" ada apa mas? " tanya Kayla seraya menaruh dua gelas berisi air putih di meja, dan duduk di samping Reyhan.
" Dua minggu lagi anak nya bang Rendi ulang tahun, nanti kita kesana ya,. jangan lupa beli kado buat anak nya bang Rendi ya Kay "
__ADS_1
" ohh iya mas siap, kemarin mba Wulan juga Uda nge chat aku ko ngasih tau acara ulang tahun nya Rama "
" oke deh kalo gitu, takut nya mas lupa ngasih tau kamu nanti, jadi mas ngasih tau sekarang " ujar Reyhan dengan menampilkan deretan gigi gigi nya.
Hahahaha, Kayla tertawa memang kadang Reyhan sering pelupa " aduhh kamu ini mas, untung aja kamu ga lupa sama isteri kamu mas " Reyhan ikut tergelak mendengar yang Kayla katakan.
...πΈπΈπΈ...
Dinding dinding itu yang terlihat cukup meriah dengan hiasan hiasan khas untuk acara ulang tahun, rumbai rumbai berwarna perak terlihat sangat lucu menghiasi dinding itu, belum lagi ada kertas kertas berbentuk lucu yang bertuliskan Happy Birthday Rama turut menghiasi nya. Jangan lupakan langit langit rumah juga di hiasi dengan berbagai macam warna balon.
Disana sudah berkumpul keluarga dari Reyhan, mami, papi, bang Rendi, mba wulan, Nisa ( anak pertama bang Rendi yang berumur 12 tahun) dan juga tentu saja sang pangeran di acara hari ini yaitu Rama.
Acara demi acara telah dilalui, Alhamdulillah acara nya juga berlangsung dengan lancar, Kayla di tugaskan menjadi MC di acara itu, dan tanpa Kayla sadari ada tamu yang mungkin akan membuat Kayla tercengang bila melihat nya.
Tiba lah di penghujung acara, semua yang datang berdoa bersama untuk keberkahan hidup Rama.
Setelah para tamu pulang, tinggallah keluarga inti yang berkumpul disana, dan Kayla juga melihat Tia ada disana, yah benar saja kehadiran Tia membuat Kayla merasa terkejut, bagaimana tidak, Tia datang ke acara ulang tahun keponakan Reyhan, dan acara ini di adakan di rumah mertua Kayla. Kayla berfikir siapa yang mengundang nya, dan Tia juga terlihat cukup akrab dengan papi nya Reyhan. Pikiran pikiran menyebalkan terus saja mengusik hati dan pikiran nya, ada banyak tanya dalam hati nya, bahkan rasa sakit hati itu muncul lagi ketika melihat tatapan cinta yang terpancar dari manik mata Tia untuk Reyhan, ohh Alloh, rasa nya Kayla ingin segera pergi dari sini.
Papi melihat ke ara ku " Kay kenalin nih Tia temen Reyhan semasa SMA dulu "
" hai aku Tia teman Reyhan " ucap Tia dengan nada yang biasa saja .
' wowww wowww woowwww, yaAlloh apa ini, dia berpura pura baru mengenal ku, aku tidak tahu apa yang dia rencana kan' guman Tia dalam hati nya .
Kayka tersenyum dan menerima uluran tangan tia " ehmm aku Kayla, isteri nya Reyhan "
Kayla dan Tia berjabat tangan cukup lama, lalu Kayla menarik tangan nya .
" jadi papah nya Tia ini ternyata yang punya toko sembako besar itu loh, tempat bang Rendi kerja " ucap papi dengan bangga nya.
" hahahaha iya Kay, Abang gatau kalau ternyata papah nya Tia itu bos Abang, bahkan Tia ternyata teman nya Reyhan, Uda lama sih ga ketemu "
__ADS_1
Kayla hanya tersenyum tipis mendengar bang Rendi dan papi yang mengagung agung kan Tia dan papah nya.
" Wah hebat ya Tia berjuang seorang diri untuk menghidupi kedua anak nya " ucap ku saat mendengar papah begitu mengagumi Tia yang menurut nya cukup tangguh dengan status nya .
" Tia itu lebih tua dari mu Kay, masa kamu cuma manggil dengan nama nya tanpa embel embel yang sopan, panggil lah mba Tia , gitu loh " cetus papi yang tidak suka Kayla memanggil Tia tanpa embel embel ' mba '.
"Hmm iya baik pih, maaf " ucap ku lirih.
Sungguh rasa nya Kayla sesak sekali berada di ruangan ini , mendengar abang ipar dan papi mertua nya terus memuji muji Tia, bukan iri karena dia tidak mendapatkan pujian, tapi Kayla merasa iri karena papi mertua nya itu jarang sekali bercengkrama dengan nya se akrab dengan Tia sekarang. Belum lagi Kayla beberapa kali memergoki Reyhan yang diam diam melirik ke arah Tia. Sekuat tenaga Kayla menahan air mata nya agar tidak jatuh , dia terus beristighfar dan berdzikir di dalam hati nya, berharap dan berdoa Alloh akan memberi rasa tenang dalam hati nya .
Tiba tiba tangan mami memegang tangan Kayla, menggenggam nya erat, Kayla menoleh dan melihat senyuman tulus terpancar dari wajah mami mertua nya itu.
' ga apa apa ' Kayla melihat mulut mami mengucapkan kata kata itu tanpa suara.
" Aduhhh bener bener ya hidup itu ga terduga " ucap bang Rendi, lalu aku melihat dia melirik ku sekilas, lalu melihat ke arah mas Reyhan.
" Han " panggil bang Rendi.
" Hmm, kenapa bang "
" Gimana ketemu Tia setelah sekian lama, padahal kalian hampir saja ... "
" bangg " itu mami, itu suara mami yang memanggil bang Reyhan.
" kenapa mih ? " tanya bang Rendi.
" mulut mu tolong di jaga, apa kamu bisa mempertanggung jawabkan konsekuensi untuk kata kata yang akan kamu ucapkan? " ucap mami dengan suara yang tegas.
~
~
__ADS_1
~
maaf ya readers othor ga janji bisa up tiap hari, tapi othor mohon dukungan nya, kalo belum bisa ngasih vote gapapa ko, tapi jangan lupa tekan like, komen, dan masukan karya othor ini ke dalam favorit para readers ya, terimakasih sebelumnya, sehat sehay ya reader πππ