
...Guys maaf othor jarang up, othor lagi buntu ide nih, bingung mau bikin akhir cerita nya kayak gimana, jadi lagi banyak cari inspirasi, dan othor ga bisa kalau harus maksain ngetik di saat lagi buntu ide dan lagi gamood, soalnya malah jadi gimana gitu ke tulisan nya, beda aja feel nya kalau lagi ga mood mah, jadi mohon maaf sebelumnya nya guys, dan makasih banyak karena setia nunggu othor untuk up bab baru, tencuu readers kuh 💞💞💞...
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Satu bulan lagi pernikahan Al dan Kayla akan dilaksanakan, Kayla meminta acara nya sederhana saja, namun Al ingin menggelar resepsi yang istimewa, walau bagaimana pun ini pernikahan pertama Al, dan Al juga ingin menyenangkan hati Kayla, ia akan membuat acara pernikahan nya menjadi acara yang akan di kenang oleh mereka suatu saat nanti.
Hari ini Kayla sudah membuat janji dengan mami ( ibu nya Reyhan ) .
" Mami ikut senang Kay mendengar nya, walau itu berarti sudah tidak ada harapan kamu bisa kembali bersama Rey, tapi mami tetap bahagia Kay, setidaknya kamu tidak akan merasakan sakit hati lagi, semoga rumah tangga mu dan calon suami mu bahagia selalu ya Kay " ucap mami tulus setelah mendengar bahwa Kayla akan menikah.
" Terimakasih mami, terimakasih" Kayla menggenggam tangan mami.
" Kamu tidak akan melupakan mami kan Kay setelah menikah nanti? "
Kayla menggeleng " Sampai kapan pun mami tetap lah mami nya Kayla, Kayla tidak akan melupakan mami "
' Beruntung nya pria yang akan menjadi suami mu Kay, dan Reyhan adalah pria paling bodoh karena sudah mengkhianati mu dan menyia-nyiakan wanita seperti mu '
Tak berselang lama Reyhan datang menjemput mami, namun sebelum pulang mami meminta Reyhan menunggu sebentar, karena mami ingin mengenal calon suami Kayla.
" Calon mu sudah dimana Kay? " tanya mami.
" Sebentar lagi sampai kok mi, tunggu sebentar ya "
" Ya sudah, mami ke toilet dulu ya, perut mami sakit nih "
" iya mi "
Hening, tidak ada percakapan diantara Kayla dan Reyhan.
" Kay, mas sudah mentalak Tia "
Kayla bingung dan sedikit terkejut " Maksud mas? "
" Tia minta mas mentalak dia, dan dia ingin mas meraih kebahagiaan mas, ia juga bilang kalo dia ingin bertemu dengan mu "
" Mas semudah itu melepaskan Tia? apa mas tidak merasa bersalah pada nya ? mas meninggalkan dia dalam keadaan terpuruk nya mas, mas setega itu pada nya? " ucap Kayla tak percaya.
" Dia yang meminta nya Kay dan di..... "
" Apa karena dia yang meminta nya jadi mas dengan mudah nya mengabulkan permintaan nya? sedikitnya mas ikut andil dalam terpuruk nya Tia mas, dia melakukan hal itu untuk mu, tapi kamu dengan mudah nya meninggalkan nya? Mas, dimana hati mu? apa kamu tidak punya rasa simpati sedikit pun untuk nya? dia rela melakukan segala macam cara untuk dapat memiliki mu mas, dan kamu sekarang malah meninggalkan nya? " Kayla menggeleng kan kepala nya tak percaya.
" Dia merasa bersalah dan dia berharap kamu dan mas bisa kembali bersama "
Kayla mencebikkan bibir nya " Dan apa mas pikir aku akan semudah itu untuk kembali padamu? mas dulu mengkhianati ku untuk bersama Tia, dan sekarang mas melepaskan Tia supaya bisa bersamaku? apa mas pikir kami tidak memiliki hati? apa mas pikir perasaan kami ini mainan yang bisa dengan mudah nya mas permainkan? aku harap mas bisa merenungkan apa yang sudah mas perbuat, aku berharap apa yang sudah mas perbuat padaku dan Tia tidak akan berdampak pada Shafa suatu saat nanti "
Duarrrrr
Reyhan tercengang mendengar kata kata Kayla, jauh di dalam hati nya ia merasa bersalah pada Tia, dan juga ada sedikit rasa takut, jika apa yang ia perbuat sekarang akan berdampak pada Shafa suatu saat nanti.
" Apa yang harus mas lakukan sekarang Kay? " tanya nya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
" Mas renungkan saja sendiri, aku hanya mengingatkan mu mas, jangan gegabah dalam bertindak, walau bagaimana pun mas adalah papah kandung Shafa, jangan karena tindakan mu yang tanpa pikir panjang itu malah akan membuat mu menyesal suatu saat nanti "
Reyhan terdiam, ia menatap Kayla dengan tatapan penuh cinta dan penuh harap, ia masih cinta pada mantan isteri nya itu, dalam hati nya ia berharap bisa kembali pada nya, namun kenyataan berkata lain, sudah ada pria lain yang akan mempersunting mantan isteri nya itu. Sedangkan Kayla yang sedang di tatap oleh Reyhan hanya menatap Reyhan sekilas.
Seseorang di pintu masuk cafe melihat tatapan penuh cinta dari Reyhan untuk Kayla, hatinya merasa bergejolak, ia mengepalkan tangan nya, mencoba meredam amarah nya, cemburu, yah ia cemburu.
Tak lama mami datang dari arah toilet, dan Al pun mulai menghampiri Kayla .
" Assalamu'alaikum " ucap Al.
" Wa'alaikumsalam " ucap Kayla, Rey, dan mami serempak.
" Mas, duduk dulu, mau pesan minum dulu? " tanya Kayla dengan senyuman di wajah nya.
Al mendaratkan pantat nya di kursi yang bersebelahan dengan Kayla. Saat ini Kayla sudah mulai bisa mengontrol perasaan nya yang suka berdebar debar jika di dekat Al, mungkin karena setelah lamaran dua bulan lalu mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain.
" Mas minum air mineral saja Kay " ucap Al lembut di sertai senyuman indah di wajah nya.
Reyhan mengepalkan tangan nya yang berada di bawah meja, ia merasa Al sengaja bersikap seperti itu untuk memanas manasi nya.
" Mami, kenalin ini mas Al, insyaAllah calon suami Kayla "
Setelah berkenalan dan berbincang bincang sebentar akhirnya Al dan Kayla pamit.
" Biar saya yang bayar tagihan nya " ucap Al
" Gak usah nak Al, biar mami saja "
" Gak apa apa mi, biar Al saja " Akhirnya Al yang membayar tagihan nya.
Reyhan beranjak keluar cafe terlebih dahulu, Reyhan tidak buru buru menyalakan mesin motor nya, ia menatap Al dan Kayla, Al yang membukakan pintu untuk Kayla dengan senyuman di bibir nya sangat lah mengganggu suasana hati nya.
" Mii " ucap Rey menahan kesal.
" Apahh!! ma.. mii.. ma.. mi.. ajah kamu tuh, apa yang mami bilang tuh bener, mami ikut bahagia liat Kayla sama Al, akhirnya Kayla bisa mengalahkan rasa trauma nya akan suatu hubungan, dan pasti ada peran Al dalam hal itu "
Reyhan kadang merasa ia bukan anak kandung mami nya, mami nya selalu membela Kayla, sebenarnya wajar lah mami membela Kayla, namun jika mami membela Al rasa nya Reyhan sangat kesal, Al bukan siapa siapa mami nya, bahkan kenal pun baru saja tadi, belum ada satu jam mami mengenal Al, tapi hahhh, yah sudah lah, memang Reyhan itu menyebalkan, pikiran nya pun jadi ikutan menyebalkan.
" Ayo pulang, mau ngeliatin apa lagi? mobil Al udah pergi dari tadi, ga akan kamu ikutin? "
" Mih apaan sih, ya habis kamu ngeliatin mereka sampe kayak gitu, kirain mau ngikutin mereka "
" Mami jangan ga jelas gitu deh, Rey lagi ga mood buat bercanda "
" Iya iya, ga sekali kali lagi deh, tapi nanti bakal berkali kali " ucap mami di akhiri dengan tawa yang menggelegar.
~
~
Mobil Al berhenti diluar halaman rumah Abi Ilham.
" Mampir dulu mas "
Al bergeming, lalu memposisikan diri nya menghadap Kayla.
" Mas boleh bertanya sesuatu? "
Kayla merasa aneh, Al seperti akan membicarakan hal yang serius.
__ADS_1
" mas mau menanyakan apa? "
" Mas harap kamu ga akan marah, dan jawab dengan jujur ya " Kayla mengangguk.
" Apa kamu masih memiliki perasaan pada Reyhan? "
Kayla mengerutkan keningnya.
" Mas kenapa? "
" Jawab saja Kay "
" Jika yang mas maksud perasaan itu adalah cinta, maka jawabannya tidak mas, jauh di dalam hati ku perasaan yang bernama cinta itu sudah sirna untuk mas Reyhan, namun rasa peduli ku pada nya masih ada, tapi hanya sebatas peduli pada sesama manusia mas, tidak lebih, karena bagaimana pun dia adalah papah kandung nya Shafa "
" Tapi sepertinya dia masih sangat mencintai mu Kay "
" Itu urusan mas Reyhan jika ia masih memiliki perasaan cinta pada ku, aku tidak bisa melarang nya mas, tapi yang penting aku tidak menanggapi nya " Kayla menatap Al lekat lekat " Mas apa kamu takut aku berpaling? "
Al menarik napas nya sejenak " mas melihat tatapan mata nya pada mu, tatapan itu adalah tatapan yang penuh cinta Kay. Belum lagi mengingat kalian dulu pernah bersama, mas takut kamu luluh dan berpaling dari mas Kay " mata Al berkaca kaca saat mengatakan hal itu.
" Mas, apa mas pikir aku semudah itu untuk berpaling ke lain hati? apa mas pikir aku akan mengkhianati perasaan ku dan perasaan mu? apa mas meragukan ku? "
" Bukan, bukan begitu Kay, mas hanya takut kamu luluh karena dia, mas takut kamu menjadi ragu pada mas "
" Mas, jangan ragukan aku, perasaan ku pada mas itu tumbuh dengan sendirinya, dan sampai kapanpun aku tidak akan mengkhianati mu mas, aku pernah merasakan sakit nya di khianati, maka aku tidak akan melakukan hal itu pada orang lain mas, minta pada Allah supaya Allah menjaga perasaan kita, dan percaya pada ku mas, aku tidak akan mengkhianati mu "
Kayla berucap dengan bersungguh sungguh, Al menahan air mata nya, rasa nya ia terharu dengan ucapan Kayla.
" Maaf kan mas Kay, mas tidak bermaksud meragukan mu, mas hanya takut, mas takut kamu berpaling dari mas "
Kayla terkekeh " Mas cemburu? "
" Enggak, mas gak cemburu, mas cuma takut kamu berpaling, bukan cemburu "
Kayla tertawa " Iya itu tuh nama nya cemburu mas "
" enggak , mas gak cemburu "
Kayak merapatkan bibir nya dan menahan tawa " Iya iya, mas ga cemburu ko, cuma hati mas aja yang sedikit panas ya "
Tanpa sadar Al mengangguk, dan Kayla sontak saja tertawa.
Al tersenyum melihat nya " Kamu sekarang udah ga malu malu lagi Kay, Uda mulai santai gitu kalo cuma berdua gini sama mas "
Kayla menghentikan tawa nya dan menatap Al " Mas, ihh, kan mas yang bilang harus terbiasa, lagian awal nya kan aku anggap mas teman jadi ya santai aja gitu "
" Hehh pinter aja ngasih alasan nya kamu ini Kay, hahhh mas pengen cepet-cepet halalin kamu "
" Satu bulan lagi mas, satu bulan lagi "
Al menghela napas nya panjang, dan Kayla hanya menahan tawa. Semakin sini sifat sifat Al mulai Kayla ketahui, cowok cool ini ternyata punya sisi lemah, dan manja juga ternyata.
" Yuk mampir dulu, ketemu Abi, umma dan Shafa "
" Yukk , bikinin mas teh manis ya nanti " Kayla mengangguk.
~
~
__ADS_1