
...Guys, maaf ya telat banget ini up nya, othor lagi super sibuk nganterin pesanan pesanan hari ini, gapapa ya telat up juga, othor selalu usahain untuk up kok, terimakasih readers 💞💞...
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Rintihan rintihan kecil keluar dari mulut wanita itu, rambut yang terikat secara tidak teratur, baju yang terlihat lusuh dan sedikit kumel , dan wajah nya yang terlihat pucat.
" Issshhhh, awwwhhhh " ringis nya menahan rasa sakit.
" Heh kenapa loe ? " tanya wanita lain dengan baju bernomor 528.
Sedangkan yang di tanya hanya meringis dan tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan pada nya.
" Paling juga penyakit tuh cewek kambuh lagi, udah lah biarin aja " ucap wanita yang lain nya dengan nomor 625.
Tia, wanita yang sedang menjadi pembicaraan dua wanita itu hanya diam dan terus meringis. Selama ia di dalam tahanan ia selalu mendengar perkataan Perkataan yang menyakiti perasaan nya, awal nya Tia selalu melawan, namun saat Tia melawan mereka malah semakin menjadi jadi, hingga akhirnya Tia memilih untuk diam saja, walau terkadang dengan diam nya pun ia tetap mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan, hanya ada satu orang yang bersimpati pada nya di tahanan itu, itu pun karena kedua nya sama sama sering di jadikan bahan pembicaraan oleh tahanan yang lain.
" Udah tau penyakitan, malah bikin ulah, dan akhirnya masuk bui, eh disini juga malah nyusahin kita kita ya ga sih, ngerepotin banget loe jadi orang " sarkas 528.
Tia yang terus saja di bicarakan merasa kuping nya menjadi sedikit panas, lalu ia berbalik dan menatap tajam ke arah 528 dan 625.
" Wowww wowww wowww, berani banget tuh mata ngeliat sampe sebegitu nya, nantangin loe? " ucap 528.
" Kalian bisa diem ga? dari tadi gue diem aja bukan karena ga berani ngelawan, saat ini kondisi gue ga memungkinkan untuk nantangin kalian , ngerti !! " ucap Tia berteriak sambil menahan rasa sakit.
" Kurang asem !! parah nih bocah, kasih pelajaran lagi lah biar tau rasa tuh anak " ucap 625, dan seringai terbit di bibir kedua nya.
Mereka menekan bagian yang dari tadi Tia pegang, itu pasti lah bagian yang membuat nya merasakan rasa sakit, dan benar saja saat 625 menekan nya Tia menjerit kesakitan, sedangkan 528 tertawa tawa sambil menarik rambut Tia hingga Tia mendongak ke atas.
" Masih berani loe ngelawan kita, loe akan dapat pelajaran yang lebih lebih menyakitkan dari ini, ngerti loe " ancam 528 dengan memelotot kan mata nya.
Tia hanya bisa menahan rasa sakit nya, dengan air mata yang mulai mengalir.
Lalu setelah nya 528 dan 625 melepaskan Tia dengan begitu kasar nya sehingga membuat Tia tersungkur di lantai.
Tia hanya bisa menangis dan menangis, jika pun ia melapor pada petugas paling petugas hanya akan memindahkan sel tahanan nya, mending kalau Tia pindah ke sel yang penghuni nya aga sedikit waras, bagaimana jika ia di pindahkan ke sel yang malah penghuni nya lebih tidak waras dari sel yang sebelumnya ia tempati, sehingga rasa nya lebih baik diam dari pada malah memperburuk keadaan yang akan ia hadapi kedepannya, hahhh, beginilah hidup mempermainkan Tia, sama seperti ia yang dulu mempermainkan bahkan hingga menyakiti hati wanita lain.
~
~
Sementara itu Reyhan sedang mati matian mencoba untuk membuka kembali konveksi kecil kecil lan, namun agak sedikit sulit untuk kali ini.
' Kenapa dulu kok rasa nya gampang dan serasa mudah banget saat memulai bisnis ini dengan Kayla, tapi sekarang kok rasa nya udah jungkir balik juga belum ketemu titik terang nya ' batin nya menggerutu.
__ADS_1
' Apa karena aku udah nyakitin Kayla ya, padahal dia ga salah apa apa, tapi dengan tega nya aku malah menyakiti perasaan nya hingga berkali-kali, mas nyesel Kay, nyesel banget ' hingga tak terasa matanya mulai berkaca kaca tatkala mengingat apa yang ia perbuat pada mantan isteri nya itu.
" hahhh " Reyhan menghela napas nya " Mungkin ini balasan karena mas udah berlaku tidak adil padamu dan Shafa Kay, seandainya waktu bisa di ulang Kay, mas tidak akan melakukan hal yang membuat kita berpisah seperti ini, apakah kamu mau Kay kembali pada mas lagi " gumam Reyhan berandai andai.
Yah begitulah Reyhan, tidak ada satu hari pun ia lewati tanpa memikirkan mantan isteri nya itu.
Selamat menikmati penyesalan mu Mas Reyhan lope lope nya Tia, hanya itu yang bisa author ketik untuk mu mas Rey.
~
~
Waktu berlalu begitu cepat, banyak hal terjadi, dan banyak hal yang sudah dilalui, Tia yang semakin parah penyakit nya, Reyhan yang terus berjalan di tempat dalam menjalani kesehariannya, dan bang Rendi yang masih belum mendapatkan pekerjaan tetap, sedangkan mba Wulan, ia menerima tawaran dari teman Kayla, kebetulan kantor tempat kerja Rani teman nya Kayla saat itu membutuhkan pegawai baru, entah kebetulan atau memang keberuntungan, posisi yang di cari di perusahaan itu cocok dengan mba Wulan, walau usia mba Wulan sudah tidak muda lagi tapi entah lah dengan mudah nya perusahaan itu menerima mba Wulan. Sedangkan mami, ia masih merasa kecewa pada tiga lelaki yang ada di rumah nya itu, dan papi ia mulai menyesal akan apa yang sudah ia perbuat, ingin meminta maaf pada yang bersangkutan namun rasa nya malu, gengsi lah, begitulah papi berfikir, ia tidak mau kehilangan harga diri nya dengan meminta maaf pada Kayla, padahal permintaan maaf tidak akan menghilangkan atau merendahkan harga diri seseorang.
~
~
Dari hari ke hari usaha Kayla semakin maju dan berkembang, bahkan sekarang Kayla sudah mulai memproduksi gamis gamis daily yang sangat indah jika di padukan dengan hijab hijab produk nya.
" Alhamdulillah ya mba, ga kerasa nih udah dua tahun mba menjalani bisnis hijab ini, dan sekarang udah merambah juga jadi produksi gamis, dan peminat nya juga ternyata membludak mba,. aku ikut seneng mba " ucap Mitha merasa bersyukur dan senang atas kemajuan bisnis Kayla.
" Alhamdulillah, mba juga ga nyangka bakal berkembang sepesat ini Mit " ucap Kayla lalu termenung, itu berarti Kayla berpisah dengan Reyhan sudah 28bulan, dan selama satu tahun terakhir ia juga sudah tidak pernah mendengar kabar dari pria yang di anggap nya teman, yaitu Al Barra'.
" Mba, mba kok melamun sih " ucap Mitha sambil mengibaskan tangan nya di depan Kayla.
" Enggak ko, mba ga ngelamun Mit "
" Hallo, assalamu'alaikum umma "
" Wa'alaikumsalam, Kay, Kay , cepet pulang Kay " ucap umma Rahma terdengar sangat panik, dan membuat Kayla ikut panik mendengar nya.
" Umma umma, tenang dulu, ada apa umma? "
" Shafa tadi jatuh saat bermain di taman kompleks Kay, terus badan nya sempat demam, umma udah kasih obat penurun demam tapi demam nya malah makin tinggi Kay "
" YaAllah, ya udah umma, sekarang Kayla kesana ya umma, kita bawa Shafa ke rumah sakit "
" Iya Kay, kamu hati hati nyetir nya "
" Iya umma, Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Shafa sakit apa mba? " tanya Mitha yang masih ada di ruangan Kayla.
" Shafa demam Mit, mba pulang duluan ya, tolong kamu yang awasi disini ya, maf mba ngerepotin kamu "
__ADS_1
" Gak apa mba, mba ga usah khawatir, fokus aja sama Shafa mba, semoga lekas sehat ya mba Shafa nya, dan mba hati hati di jalan mba "
Kayla mengangguk dan segera bergegas setelah menenteng tas nya.
~
~
Kayla menggendong Shafa di lorong rumah sakit Ibu, dan di ikuti oleh umma Rahma.
Setelah di periksa oleh dokter ternyata Shafa hanya demam biasa, mungkin sedikitnya memang akibat saat terjatuh yang menyebabkan ada luka di lutut Shafa, dan juga karena Shafa sedikit kelelahan, sehingga dokter menyarankan untuk menginap satu malam di RS hingga demam nya menghilang.
" Terimakasih suster " ucap Kayla pada suster yang sudah menyiapkan kamar untuk Shafa.
" Sama sama bu, adik manis lekas sehat ya cantik "
" Terimakasih suster " ucap Shafa dengan lirih, dan suster membalas nya dengan senyuman.
Kayla meminta umma untuk pulang dan beristirahat saja, perihal baju ganti untuk nya dan Shafa Kayla akan meminta bantuan Mitha untuk mengantarkan nya ke RS.
" Mit, mba titip Shafa sebentar ya, mba mau beli makanan dulu "
" Oke mba beres, Shafa nya juga kayaknya lagi nyenyak "
Kayla melihat wajah damai anak nya itu, kemudian berlalu begitu saja.
Setelah membeli dua porsi nasi goreng serta beberapa camilan Kayla bergegas kembali ke ruangan Shafa.
" Kayla " ucap seseorang dari arah depan, Kayla tidak menyadari nya karena fokus nya hanya ingin segera sampai ke ruangan anak nya.
" Dokter Amara? "
" Assalamu'alaikum Kayla udah lama ga ketemu kamu sayang " ucap dokter Amara lalu memeluk Kayla.
" Wa'alaikumsalam dokter, iya ya dok, Kayla denger dokter waktu itu lagi jadi sukarelawan ke suatu tempat, Kayla kira belum kembali kesini "
Dokter Amara tersenyum " Iya, udah kesini sekitar 5 bulan yang lalu, hampir bareng sama...... "
" Mah " tiba tiba perhatian dokter Amara dan Kayla teralihkan saat ada seorang wanita yang memanggil dokter Amara.
~
~
Siapakah gerangan wanita yang memanggil dokter Amara?
~
__ADS_1
~
Guys jangan lupa ya kasih dukungan buat karya othor ini, maafkan jika banyak typo bertebaran dimana-mana, dan maaf masih banyak kekurangan dari karya othor ini , terimakasih readers kuhh 💞