Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
80


__ADS_3

...Hallo guys, baru hadir lagi nih, ada kah yang menunggu kelanjutan kisah ini? maaf ya hampir dua Minggu ke belakang author ga up bab baru, di karena kan ada beberapa hal yang ga bisa author tunda di real life author, dan ini pun masih ada hal hal yang harus author kerjain, tapi karena author kangen untuk update bab baru, jadi author sempetin buat ngetik bab ini. Sekali lagi maaf dan makasih ya Readers, sehat sehat ya 💞...


~


~


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Menikmati suatu keindahan dari tempat yang tinggi sangat lah menakjubkan, puluhan balon balon udara ikut menghiasi indah nya pemandangan, orang orang yang berada di balon udara juga sedang menikmati pemandangan yang sama seperti yang sedang Kayla dan Al nikmati saat ini.


" Lihat sini sayang "


Kayla menoleh dan ' Cekrekk ' Al berhasil mengambil foto saat Kayla baru saja menoleh ke arah nya.


" Cantikk " ucap Al saat melihat hasil jepretan nya, Kayla sedang menoleh ke arah nya dengan senyuman indah terukir di bibir nya.


" mas kalo mau fotoin aku bilang dulu dong, biar aku siap siap, jadi hasil nya bagus nanti "


" Kamu ga siap siap dulu aja hasil foto nya sebagus ini, apalagi kalo siap siap dulu, bisa pingsan loh mas nanti liat hasil foto nya "


Kayla memukul pelan bahu Al " Mas ihh, gombal "


Al terkekeh begitu melihat wajah Kayla yang bersemu merah " Mas ga gombal sayang, mas ngomong gitu murni dari hati, dan sesuai kenyataan " Al memegang kedua pipi Kayla dengan tangannya " kamu dalam keadaan apapun selalu terlihat cantik sayang, jadi mas harap kamu jangan berdandan berlebihan kalo keluar rumah ya, mas takut soalnya "


" Takut kenapa? "


" Takut nanti banyak laki laki yang liatin kamu, bahkan lebih parah nya, mas takut mereka terpesona dan jatuh cinta ke kamu "


" Mas cemburu? "


" Iya mas cemburu, karena kecantikan kamu itu hanya untuk mas, hanya mas yang boleh menikmati wajah cantik kamu sayang "


" Mas, apa sekarang Kayla dandan nya berlebihan? "


Al menggeleng " Engga kok,. mas suka kamu ga dandan aneh aneh sayang, kamu cuma pake day cream sama bedak tipis aja banyak yang liatin, apalagi kalo semua alat tempur riasan kamu aplikasi in di wajah kamu ini " tangan Al mengelus pipi kiri Kayla " mas ga suka saat kamu diliatin banyak orang, terutama oleh para kaum Adam " ucap Al dengan wajah kesal.


Kayla terkekeh, ia merasa lucu melihat wajah Al yang sedang kesal " Mas "


" Hmmm "


" Mas liat Kayla dulu dong sayanggg "


Al menoleh dan menatap Kayla lekat " ada apa? "


" Mas cemburu karena Kayla diliatin orang? " Al mengangguk.


" Sebenarnya Kayla juga cemburu mas, karena dari kemarin banyak cewe cewe yang liatin mas dengan tatapan kagum dan mendamba, Kayla ga suka suami Kayla di liatin sampe sebegitu nya. Tapi Kayla ga khawatir, karena walaupun banyak yang terkagum kagum sama mas, toh mas tetep ga ngelirik mereka, Kayla cuma bisa berdo'a supaya Allah tetap menjaga hati mas untuk Kayla " senyuman indah itu lagi lagi terukir di wajah cantik nya.


" Sayang kamu tau ga kenapa mas ga bisa ngelirik ngelirik mereka? " Kayla hanya menggelengkan kepalanya.


" Karena mas sudah terKayla Kayla "


Blushhhhh

__ADS_1


Lagi dan lagi, Al berhasil membuat wajah Kayla bersemu.


" Mas juga berdo'a supaya mas bisa menjadi yang terakhir untuk mu, mas ingin kita bisa bersama sama hingga surga nya Allah "


" Mas "


" Ana uhibbuki Fillah ya zaujati "


" Ana uhibbuka Fillah ya zauji "


Begitulah sepasang kekasih halal itu menikmati waktu dengan keindahan pemandangan di Cappadocia. Kata kata yang terucap dari bibir kedua nya bukan lah suatu kebohongan apalagi gombalan, kata kata itu terucap begitu saja dengan sendiri nya, menggambarkan apa yang sedang mereka rasakan, tulus, itulah arti dari ucapan ucapan yang terucap dari bibir nya.


~


~


Anak kecil itu sedang sibuk memeriksa beberapa kado yang baru saja di berikan oleh Daddy dan mamah nya.


" Gimana sayang, suka gak hadiah nya? " ucap sang Daddy saat ank itu menghampiri nya.


" Shafa suka, emhh Daddy masih ada ga oleh oleh yang lain buat Shafa? "


" Semua oleh oleh untuk Shafa sudah Daddy berikan tadi sayang " ucap Al begitu lembut nya.


" Shafa sini nak " Shafa menghampiri Kayla dan duduk di pangkuan sang mamah.


" Itu oleh oleh nya sudah sangat banyak, Shafa ga suka ya sama oleh oleh nya? "


" Shafa suka, tapi kok ga ada oleh oleh adik bayi nya mah "


Melihat mamah nya yang hanya mematung akhir nya Shafa kembali bersuara.


" Mah, kata onty Nita mamah sama Daddy pergi lama karena mau kasih adik bayi buat Shafa, tapi kok tadi Shafa cari cari ga ada adik bayi nya "


Wajah Kayla sudah mulai bersemu, bisa bisa nya mba Anita berbicara hal itu pada anak nya yang masih berusia 5tahun itu.


" Nit " ucap Al dingin dengan tatapan tajam nya, sedangkan yang di manggil hanya menampilkan deretan gigi gigi putih nya saja.


" Kamu ngomong apaan sama Shafa? dia tuh masih kecil, jangan ngomong aneh aneh bisa kan "


" ihh denger ya Al, kalo gue ga ngomong gitu Shafa pasti pengen ikut kalian bulan madu, kalo dia ikut nanti loe bisa bisa ketunda mulu tuh ehem ehemm nya " Nita begitu enteng menjawab pertanyaan dari Al.


Al mendengus " Ya tapi ga gitu juga lah Nit,. sekarang gimana coba Shafa jadi nanyain adik bayi nya kan "


" Maaf deh, maaf, Uda terlanjur juga kan, hehe "


" Udah mas, ga usah di perpanjang pembahasan nya ya, malu tau ada Shafa disini "


Al menatap lembut ke arah Kayla, tiba tiba saja rasa kesal nya pada Anita menguap begitu saja saat melihat dan mendengar suara Kayla.


Cuppp, Al mengecup kening Kayla di hadapan semua anggota keluarga nya.


" Sayang, dengerin mamah ya, emmh, Shafa ingat ga? waktu itu Shafa pernah nanem buah strawberry di rumah nenek, inget ga sayang? "


Shafa menganggukkan kepala nya.


" Waktu itu buah strawberry nya apakah langsung muncul saat Shafa baru menanam nya beberapa hari? "

__ADS_1


Shafa menggeleng " Engga mah, Shafa nunggu sangat lama waktu itu, tapi buah strawberry nya ga muncul muncul "


" Nah tau ga kenapa? " tanya Kayla dan mendapat jawaban gelengan dari Shafa " Karena sebelum strawberry nya muncul ada hal hal yang harus dilalui nya dulu, dan strawberry nya juga kan harus di rawat, harus di siram diberi pupuk, dan lain lain. Begitu juga dengan adik bayi, adik bayi itu ga bisa mamah kasih dalam waktu beberapa hari aja sayang, butuh waktu untuk menghadirkan adik bayi "


" Jadi adik bayi nya ga bisa dateng sekarang? " tanya Shafa terdengar sedikit sedih.


" Iya sayang, Shafa berdo'a sama Allah ya, semoga Allah segera menghadirkan adik bayi untuk menjadi adik nya Shafa "


" Allah pasti qobulin do'a Shafa kan mah? "


" Iya sayang, insyaAllah, Shafa harus selalu berdo'a sama Allah, minta terus sama Allah apa yang Shafa pengen ya "


" Iya mamah " Shafa beranjak dari pangkuan Kayla dan merapikan baju nya.


" Mau kemana sayang? " tanya Kayla saat melihat Shafa mulai melangkah pergi.


" Shafa mau berdo'a sama Allah, biar cepet cepet di kasih adik bayi " ucap nya begitu sumringah.


Mamah Amara, papah Angga, Aldo Anita bahkan Kayla dan Al pun terkekeh mendengar ucapan Shafa.


Setelah itu Al mengajak Kayla istirahat ke kamar nya. Shafa di beri kamar sendiri oleh opa Angga dan Oma Amara di rumah ini, jadi Al dan Kayla hanya berdua saja di dalam kamar nya.


Selepas solat Dzuhur Kayla pamit kembali ke kamar untuk beristirahat kembali.


Rasa rasa nya baru beberapa menit yang lalu Kayla memejamkan mata nya, tapi tiba tiba ia merasa terganggu karena merasakan ada sesuatu yang terus menci*mi bahu nya.


" Mmmhhhh " satu lenguhan berhasil lolos dari bibir nya, mata nya masih terpejam, namun ia tetap bisa merasakan apa yang sedang di lakukan oleh seseorang itu.


Kayla membuka mata nya, dan ia melihat Al sedang menge*cup bahu nya, bahkan seperti nya Al sedang membuat tanda tanda kepemilikan di bahu Kayla.


" Masss, mau ngapain? "


Al seolah mengabaikan pertanyaan dari Kayla. Kayla mulai menggerakkan bahu nya berusaha menjauh dari Al.


" mas..sss "


Al menghentikan aktivitas nya dan menatap manik mata Kayla.


" Yukk kita ikhtiar, biar bisa cepet cepet ngasih adik bayi buat Shafa "


" Mas, ini masih siang "


" Ga ada larangan buat ehem ehemm di siang hari sayang "


" Iya tapi kan, apa mas gak cape? kita kan baru nyampe tadi pagi mas, apa ga akan istirahat dulu? "


" Cape nya mas bakal ilang kalo ehemm ehemm sama kamu sayang " ucap Al sambil menge*up bibir Kayla.


" Mass , tapi kan "


" Satu ronde aja sayang, ga akan lebih deh beneran "


Dan akhirnya terjadi lah apa yang Al inginkan, panas nya cuaca di luar sana masih kalah dengan panas nya aktivitas ranjang mereka.


~


~

__ADS_1


__ADS_2