
...Assalamu'alaikum, hallo para readers, rasa nya Zul kangen banget sama cerita ini, dan tentu kangen juga sama readers ' Menjanda Karena Janda ' ....
...~...
...Zul minta maaf ya karena ngaret up bab terbaru nya ngaret banget. Tapi kehidupan nyata Zull juga lebih sibuk dari perkiraan kalian, terimakasih banyak untuk para readers yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini, bahkan ada yang komen yang nanya kapan up lagi, ini bakal lanjut atau engga, jujur sebenarnya Zul berasa punya tugas yang belum selesai karena belum nyelesain cerita ini, tapi Zul pastikan cerita ini akan Zul selesaikan, ga akan menggantung gitu aja, cuma ya gitu up nya ngaret, hehehe...
...~...
...Dan Alhamdulillah Zul masih diberi kesehatan hingga saat ini, makasih banyak untuk para readers yang sudah mendoakan Zul baik secara langsung atau pun tidak langsung, semoga doa yang baik berbalik untuk kalian ya guys....
...~...
...Dan, semoga bab ini mampu mengobati rasa rindu kalian pada duo sejoli favorit Zul, jadi, selamat membaca guys....
...~...
...Eitsss, jangan lupa tekan like dan tinggalkan komen di tiap paragraf nya ya guys, thank you 💞...
...~...
...~...
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Mata yang selalu memancarkan keteduhan itu sekarang sedang tertutup rapat, sudah dengan berbagai macam cara seseorang mencoba untuk membuat sepasang mata itu terbuka lagi, namun belum juga berhasil. Apakah selelah itu? Sehingga sulit sekali untuk membuat nya terbuka lagi.
" Kay, Kayla, sayang, hei sayang, ayo bangun, kita udah nyampe " ucap Al berusaha untuk membangunkan Kayla yang tertidur selama hampir di setengah perjalanan tadi. Namun Kayla hanya sedikit menggerakkan tubuh, atau tangan nya saja, namun tetap terlelap dalam tidur nya.
Al tersenyum saat Kayla menggeliat kecil " Kamu cape banget kayaknya, sampe tidur nya lelap dan susah di bangunin gini " gumam Al lirih dengan sedikit menahan tawa nya.
" Atau apa kamu terlalu kekenyangan sayang karena makan bakso sampai nambah dua porsi " ucap nya lagi seraya mengelus ngelus pipi Kayla.
Sudah 15 menit Al mencoba membangun kan Kayla, namun Kayla masih tetap terlelap dalam tidur nya. Hingga akhirnya Al memutuskan untuk menggendong Kayla saja, karena hari sudah mulai gelap.
Para penjaga langsung membuka kan pintu untuk Al. Al terus melangkah dengan Kayla yang ada di dalam gendongan nya, Kayla terlihat tak terganggu sedikit pun.
Dengan hati hati Al mulai membaringkan Kayla di atas kasur.
" Sayang " lagi, Al berbisik di telinga Kayla " Bangun, bentar lagi maghrib yang "
" Euummh " terdengar lenguhan dari Kayla sebelum mata nya mulai terbuka.
Al menatap Kayla teduh " Bangun yuk, udah mau maghrib, mandi dulu yang "
Tapi mata Kayla kembali menutup " bentar lagi ya mas, masih agak ngantuk ini " ucap Kayla lirih.
" Ya udah, mas mandi duluan ya " Al mencium kening Kayla sebelum pergi ke dalam kamar mandi.
Lima menit sudah Al berada di kamar mandi, dan Kayla mulai membuka mata nya. Dari balik jendela Kayla dapat melihat jika hari sudah mulai malam. Perlahan Kayla mengubah posisi nya, dan duduk di pinggir kasur, ia mengelus ngelus perut nya, lalu tersenyum.
Kayla melihat sekeliling kamar yang ia tempati sekarang, bersih, luas, dan terasa sangat nyaman.
Ceklekkkk
Al melihat Kayla sedang mengamati sekeliling kamar nya.
" Udah bangun? Udah ga ngantuk lagi? " Tanya nya sambil berjalan ke arah koper nya hendak mengambil baju.
Kayla menatap Al dengan menampilkan deretan gigi gigi nya.
Al hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya " Kayaknya isteri mas lelah banget ya? Tidur nya sampe pulas banget, sangking pulas nya sampe susah banget di bangunin nya "
" Masa sih mas? Emang susah banget ya bangunin Kay tadi? "
Al mengangguk yakin " Mas sampe nungguin kamu bangun tadi di mobil, tapi ga bangun bangun, jadi mas gendong aja kesini "
Kayla tertawa pelan " Maaf ya mas, tapi akhir akhir ini badan Kay kerasa lebih cepet lelah dari biasa nya "
Al membalikkan badan nya yang sudah memakai kaus polos berwarna putih, lalu menatap Kayla " Kamu sakit? "
" Enggak ko mas, Kay sehat wal'afiat, cuma gatau kenapa badan lelah nya "
" Mas kan udah bilang mending usaha hijab mu kamu percayakan aja sama Mita, kamu cukup mengawasi dari rumah aja, biar ga terlalu lelah, atau kamu bisa mengecek langsung ke lapangan dua minggu sekali atau satu bulan sekali "
" Iya sayang, nanti Kay pikirkan lagi ya " ucap Kayla manja.
" Ya udah, ayo bersihkan tubuh mu, lalu kita sholat maghrib berjamaah "
" Siap pak suami " ucap Kayla sambil memberi hormat pada Al.
~
~
Setelah solat isya berjamaah, Al meminta Kayla untuk berdandan dan memakai baju yang sudah ia berikan kemarin siang, selagi Kayla bersiap siap, Al menunggu di ruang tengah yang ada di villa itu.
Kayla menatap pantulan diri nya cermin, baju yang Al berikan terlihat sangat cantik, model baju yang sederhana namun tetap terlihat elegan, dan warna yang berwarna abu abu.
Sebelum menemui Al, tak lupa Kayla membawa kotak kecil dari dalam tas nya, dan memasukan nya kedalam saku baju nya.
Kayla menuruni anak tangga satu persatu secara perlahan.
" Mas "
Al membalikkan wajah nya, dan " MasyaAllah cantiknya isteri hamba yaAllah " batin Al bermonolog.
Untuk entah yang ke berapa kali nya Al dibuat terpesona oleh Kayla, mata nya tak berkedip sedikit pun, ini bukan kali pertama ia melihat kecantikan Kayla, namun tetap saja Al selalu merasa terpesona dibuatnya.
__ADS_1
" Mas, Kay panggil kok ga nyaut nyaut sih " ucap Al seraya mengerucutkan bibir nya begitu ia sudah berada di depan Al.
Al tersadar dari lamunannya, ia mengulas senyum dan membeli mesra pipi Kayla " Mas tadi mau nyaut, eh tapi malah terpesona sama kecantikan kamu, jadi nya malah melongo "
" Alhamdulillah " batin Kayla dengan spontan mengucapkan hamdalah ketika mendengar kata kata pujian dari Al.
Blushhh
Pipi Kayla terasa panas dibuat nya, bukan sekali dua kali ia mendengar pujian dari suami nya, namun mengapa ia selalu merasa malu ketika mendapatkan pujian dari sang suami.
Al menyadari pipi Kayla yang merona karena pujian nya, Al sangat menyukai Kayla yang seperti apapun, dalam saat saat tertentu Al merasa Kayla sangat sangat menggemaskan.
Tanpa aba aba Al merengkuh pinggang Kayla, dan, cupp, satu kecupan dari bibir Al mendarat dengan sempurna di bibir Kayla, kedua bibir itu hanya saling menempel dalam waktu beberapa detik. Al harus bisa menahan hasrat nya saat ini, karena jika tidak maka kejutan yang ia buat untuk Kayla tidak akan berjalan sesuai rencana.
" Yuk, ikut mas " ucap Al seraya menggenggam dan menuntun Kayla untuk mengikuti langkah nya.
Sebelum berbelok ke halaman belakang yang ada di villa, tiba tiba Al menghentikan langkah nya.
" Mas punya sesuatu buat kamu sayang, tapi mas ingin kamu menutup mata, dan jangan di buka sebelum mas suruh, oke? "
" Mas, sesuatu apaan sih? " Tanya Kayla penasaran.
" Ada deh pokok nya, nanti juga tau "
" Mas "
Al terkekeh melihat ekspresi penasaran Kayla.
" Udah nurut aja ya, tutup mata kamu, bentar ko, seriusan "
Kayla menghela nafas nya pelan " Oke, aku nurut aja sama suamiku ini "
Setelah menutup mata nya, Al kembali menuntun Kayla dengan hati hati.
" Oke, mas hitung sampai tiga ya, setelah itu kamu bisa buka mata kamu "
" Iya siap suami ku "
Al melepas genggaman tangan nya pada Kayla.
" Satuuu "
" Duaaa "
" Ti... "
" Ti.... "
Kayla berdecak pelan " Mas, bilang tiga nya kok susah banget kayak nya " gerutu Kayla karena sudah sangat penasaran.
Al tertawa pelan " Iya iya, tiga "
Dan saat Kayla membuka mata nya ia merasa sangat terkejut, saking terkejut nya Kayla sampai membulatkan kedua bola mata nya.
" Mas "
" Kamu suka sayang? " Ucap Al seraya merengkuh pinggang Kayla mendekat kepada nya.
Tanpa pikir panjang Kayla menggangguk dengan semangat nya " Suka , sangat sangat suka " Kayla menatap Al, yang ternyata juga sedang menatap nya " Mas kapan nyiapin hal ini? Kita kan baru datang sore tadi "
Kayla melihat sekeliling nya, halaman belakang itu sudah di ubah menjadi sebuah tempat yang sangat romantis, sekeliling tempat itu dihiasi oleh lilin lilin kecil, di tambah dengan hiasan bunga bunga, serta ada sebuah meja yang sudah di hiasi sebegitu indah nya.
" Nyiapin hal kayak gini pasti cukup memakan waktu kan mas? "
" Mas minta tolong orang untuk mendekor nya, mas harap malam ini adalah salah satu malam terindah yang akan kita ingat selama nya sayang " tangan kanan Al menyentuh pipi Kayla dan satu tangan nya lagi menggenggam tangan Kayla, Al tatap mata Kayla lekat lekat " Mas ingin selalu membuatmu bahagia, mas tidak ingin ada rasa menyesal sedikit saja dalam hatimu karena sudah menerima mas yang serba kekurangan ini sebagai suami mu, mas ingin kamu tau bahwa mas sangat mencintai mu, mas menyayangimu dan Shafa tanpa syarat dan tanpa batas waktu, mas tidak ingin berpisah dengan kalian, kecuali jika maut yang memisahkan, mas ingin meraih surga bersama sama dengan kalian, mas memang masih banyak kekurangan, tapi mas akan selalu belajar dan berusaha supaya bisa memberikan yang terbaik untuk mu, untuk Shafa dan untuk anak anak kita kelak. Mas mencintai, sangat sangat mencintai mu Kayla Nazia Yumna "
Dua pasang mata itu tak henti henti nya saling menatap antara satu sama lain. Lagi lagi Kayla merasa terharu karena apa yang Al katakan.
" Mas " ucap Kayla memegang salah satu pipi Al dengan tangan nya " Aku selalu merasa bahagia dengan mas, dan aku tidak pernah merasa menyesal sedikit pun karena menerima lamaran mas untuk menjadi isteri mas, mas terlalu sempurna untuk Kayla, terimakasih karena sudah menerima Kayla dan Shafa, terimakasih karena sudah mencintai dan menyayangi kami tanpa syarat, sungguh hanya Allah yang dapat membalas segala kebaikan mas pada kami, ana uhibbuka Fillah suamiku "
Kedua nya saling memeluk satu sama lain, pelukan itu seolah olah sedang menyalurkan rasa sayang yang sangat kuat diantara kedua nya, rasa nya Al tak bosan bosan nya mengatakan iya mencintai Kayla dan Shafa, semakin sering ia mengucapkan dan mengungkapkan nya maka rasa itu semakin bertambah dalam hati nya, dan ketika rasa itu semakin bertambah, maka rasa syukur nya pada Allah semakin sering terucap, ia merasa sangat bersyukur karena Allah telah menciptakan Kayla dan Shafa untuk ia sayangi dan lindungi, Al berharap kelak dapat berkumpul kembali di surga nya Allah.
Al merenggangkan pelukannya pada Kayla, lalu mencium kening Kayla, aga lumayan lama Al menempelkan bibirnya pada kening Kayla.
" Kita makan sekarang ya sayang " ucap Al sesaat setelah mencium kening Kayla, dan di jawab Kayla dengan anggukan.
Kedua nya sangat sangat menikmati makan malam romantis ini.
" Kalau Shafa disini juga pasti rame ya yang " ucap Al tiba tiba.
" Bukan cuma rame mas, tapi rame nya pake banget " kedua nya terkekeh saat mengingat bagaimana bawel nya Shafa, Shafa anak yang serba ingin tahu, ia selalu penasaran dengan sesuatu hal, dan di usianya yang terbilang masih kecil, pemikiran Shafa kadang terlihat lebih dewasa dalam beberapa hal.
" Habis ini kita video call Shafa ya sayang, mas kangen Shafa anak Sholehah itu "
" Sama mas, padahal baru tadi habis sholat isya kita video call, tapi udah kangen lagi aja "
Setelah makan malam kedua nya larut dalam perbincangan hangat dengan indahnya langit malam memanjakan mata kedua pasang suami isteri ini. Saking asyiknya berbincang Kayla sampai lupa bahwa ia juga sudah menyiapkan kejutan untuk suaminya.
Saat Kayla sedang megganti baju ia merasa ada sesuatu di dalam saku nya, dan.
" Aduh, kok bisa lupa gini sih " ucap Kayla sambil menepuk jidat nya " saking terlena nya dengan kejutan dari mas Al sampai lupa sama kejutan yang udah aku persiapkan untuk mas Al " Kayla sedikit celingak celinguk ke arah pintu, takut takut Al sudah kembali ke dalam kamar.
Setelah memikirkan sesuatu akhirnya Kayla kembali mengganti baju dan menghapus make up tipis di wajah nya. Tak lama Al datang dengan membawa dua botol air mineral.
Kini kedua nya sedang berbaring di atas ranjang, baru 15 menit yang lalu mereka melepas rindu dengan Shafa lewat video call, dan kini terlihat Al sedang mengelus ngelus rambut Kayla yang terurai, dan tangan Kayla sedang bergerak gerak entah menggambar apa di atas dada Al yang di baluti oleh kaos.
" Mas " rengek Kayla manja.
" Kenapa sayang? "
" Kok rasa nya dingin ya "
__ADS_1
" Dingin? Wajar disini dingin sayang, kita kan lagi di puncak " Al merubah posisi nya, tangan kanan Al menyanggah kepala nya, dan ia menatap Kayla " Mau mas angetin ga? " Ucap Al sambil menaik turunkan alis nya.
" Ihh mas mah, Kayla mau minta tolong "
Al kembali berbaring di sebelah Kayla " Minta tolong apa sayang? "
" Tolong ambilkan sweater Kayla ya, yang warna coklat itu loh mas, ada di dalam lemari, tadi udah Kayla rapikan malah lupa mau kalo mau Kayla pake "
" Baiklah bidadari ku " Al mengecup pipi Kayla lalu beranjak menuju lemari.
Al sudah melihat sweater yang Kayla maksud, namun saat Al mengambil nya tiba tiba ada sebuah kotak kecil yang terjatuh tepat di dekat kaki nya.
Al berjongkok di untuk mengambil kotak itu, dan segala pergerakan Al tidak luput dari pandangan Kayla, Kayla diam diam mengulum senyum nya.
" Yang, ini kotak apa? " Tanya Al sambil memperhatikan kotak yang kini ada di tangan nya.
" Kotak? Kotak yang mana mas? "
" Ini yang, tadi tiba jatuh saat mas ambil sweater mu " Al berjalan kembali ke arah ranjang dan duduk di samping Kayla seraya memberikan sweater nya pada Kayla.
" Kay lupa mas, itu kotak apa ya " Kayla menatap Al " Mas buka aja deh kotak nya, daripada penasaran "
" Tapi kita kan gatau ini punya siapa, kamu aja gatau kan ini punya siapa "
" Iya tapi itu kayaknya punya Kay deh mas, coba mas buka aja kotak nya "
" Yakin? " Kayla hanya mengangguk sebagai jawaban nya.
Al pun membuka kotak itu dan.
Deggg
Ia mengerjap kan mata nya, mencoba untuk memastikan kembali apa yang ia lihat, lalu Al mengambil isi yang ada dalam kotak itu, sebuah benda kecil berbentuk persegi panjang dengan dua garis merah menghiasi tengah tengah benda itu.
" Sayang " ucap Al lirih seraya menatap Kayla penuh tanya " I-iini ini kan alat tes kehamilan? Dan berarti ini.. ki-kita... "
Kayla menatap haru pada Al " Mas tau ga arti nya dua garis merah itu? " Al mengangguk paham.
" Mas ada benih mu di dalam rahim ku saat ini "
Tak terkira betapa bahagianya Al saat ini, hal yang selalu ia nantikan dalam beberapa bulan terakhir akhirnya terwujud.
" Alhamdulillah, Alhamdulillah, terimakasih yaAllah, terimakasih kasih sayang, terimakasih " Al memeluk Kayla dan menciumi puncak kepala Kayla, kedua nya sama sama merasakan kebahagiaan yang teramat sangat, hingga tidak terasa air mata kebahagiaan menghiasi pipi kedua nya.
" Sudah berapa minggu usia nya sayang? "
" Sudah 5 minggu mas "
" Kapan kamu melakukan pemeriksaan? "
" Sehari setelah kita bermain ke taman liburan mas, Kay merasa badan Kay sakit semua, dan baru inget kalo Kay telat dateng bulan, akhirnya Kayla pergi buat periksa, dan ternyata Alhamdulillah itu hasil nya "
" Kenapa ga langsung kasih tau ke mas kalo kamu sedang hamil? "
Kayla mendongakan wajah nya lalu tersenyum menatap Al yang juga sedang menatap nya " Kay sengaja mau kasih mas kejutan, karena Shafa kangen kakek nenek nya akhirnya Kay sekalian titip Shafa dulu disana dan Kayla mau buat kejutan ini untuk mas, eh tapi ternyata mas juga udah bikin kejutan untuk Kayla dan bawa Kayla kesini " Kayla tertawa sejenak " Tadi nya Kay mau kasihin kotak ini saat kita selesai makan malam tadi, tapi Kay malah lupa saking asyiknya menikmati obrolan sama mas suami yang tampan ini " ucap Kayla sambil menoel dagu Al.
Al terkekeh mendengar cerita dari Kayla " Bisa bisa nya kamu lupa dengan kejutan sebesar ini sayang "
" Nama nya juga lupa mas " Kayla hanya menyengir kuda.
Kemudian Al mengelus ngelus perut Kayla yang terlihat masih rata, Al memposisikan wajahnya di depan perut Kayla " Assalamualaikum anak Daddy dan mamah, sehat sehat ya di dalam sana, jadi anak baik, jangan menyusahkan mamah Kayla, Daddy , mamah, kak Shafa dan semua nya akan menanti kelahiran mu sayang " Al berkata dengan begitu lembut nya, dan Kayla mengusap ngusap rambut Al.
" Iya Daddy, Daddy juga sehat sehat ya, bantu mamah untuk jaga aku dan kak Shafa " ucap Kayla menirukan suara anak kecil.
" Pasti sayang, Daddy akan menjaga kalian semua " Al mengecup perut Kayla, lalu ia menempelkan telinga nya pada perut Kayla " hah? Kenapa nak? Anak Daddy ingin di tengokin? " Ucap Al tiba tiba.
" Kay, anak kita ingin di tengokin Daddy nya "
Kayla terbelalak mendengar perkataan Al " Anak kita yang ingin di tengok atau mas yang ingin nengok anak kita? "
" Kayaknya dua dua nya sayang "
" Masss "
Al tertawa melihat ekspresi Kayla.
" Dosa loh nolak ajakan suami "
" Kay kan ga nolak mas, cuma nanya aja "
" Jadi mau nih? " Al menaik turunkan alis nya.
" Mas ih pake nanya segala lagi "
Al tertawa begitu renyah nya " iya iya maaf sayang mas seneng banget godain kamu soalnya "
Malam ini kedua nya kembali melakukan penyatuan, dengan segala rasa kebahagiaan yang sedang mereka rasakan terasa makin bersemangat rasa nya, namun walau Al dan Kayla sangat bersemangat, mereka tetap melakukan nya dengan hati hati, takut takut benih yang sudah mulai tumbuh di dalam sana tergoncang karena sedang di tengok sang Daddy.
~
~
...Gimana gimana? Udah cukup untuk mengobati rindu kalian belum?...
...~...
...Jangan lupa pencet like dan tinggalkan jejak di kolom komentar....
...~...
...See you next chapter readers 💞...
__ADS_1
...~...