Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
77


__ADS_3

... 💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Hari ini keluarga kecil itu berencana untuk pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa keperluan.


Tangan kiri Al menggenggam tangan kanan Kayla, sedangkan tangan kanan Al terlihat sedang menggendong Shafa, badan Al yang kekar itu cukup kuat untuk menahan Shafa walau hanya dengan satu tangan nya.


Al membawa Shafa ke Playground terlebih dahulu sebelum kemudian mereka akan membeli beberapa keperluan di minimarket yang ada di pusat perbelanjaan itu.


Setelah Shafa puas bermain-main di Playground mereka pun memilih untuk mampir ke tempat ice cream terlebih dahulu.


" Shafa mau rasa apa? "


" Cokelat Daddy, Shafa suka rasa cokelat " ucap Shafa sambil menunjuk daftar menu yang menampilkan gambar ice cream rasa cokelat.


" Wahh, ternyata Shafa suka rasa cokelat, sama seperti mamah ya " ucap Al sambil mencium pipi Shafa.


" Of course Daddy, Shafa anak mamah jadi kesukaan mamah dan Shafa banyak yang sama "


Al tersenyum " yah tentu saja, bahkan Shafa juga cantik seperti mamah " ucap Al sambil melirik ke arah Kayla yang sekarang wajah nya sudah bersemu.


Pelayan toko yang sedang menunggu list pesanan keluarga kecil itu tak bisa menahan senyum nya saat mendengar Al berkata jika Shafa cantik seperti mamah nya, hahh pelayan itu merasa baper, padahal yang di puji secara tidak langsung itu Kayla, tapi kenapa hawa hawa romantis nya sampai juga ke hati pelayan itu.


" Mas ihh, malu, liat tuh pelayan nya ketawa " bisik Kayla sambil menarik narik ujung kaos Al.


Al menoleh ke arah pelayan itu " Hei kamu, saya boleh tanya? " tanya Al pada pelayan itu.


" Bo...bo,...boleh tuan silahkan " jawabnya gugup .


" Isteri saya cantik kan? "


Pelayan itu lagi lagi dibuat tersenyum, namun ia harus menahan nya ' tuan ini bucin tingkat tinggi ke isteri nya ' batin pelayan itu.


Sedangkan Kayla mata nya membulat sempurna saat Al menanyakan hal itu pada pelayan.


" Cantik tuan, isteri tuan sangat cantik "


" Tuh kan, ngapain kamu malu sayang, mas kan berbicara fakta, kamu itu memang beneran cantik "


Rasa nya Kayla malu, kenapa ia baru tau sekarang sisi dari sisi Al yang ini.


" Iya mas, udah yuk cepetan pesen nya, biar bisa cepet pulang " ucap Kayla mengalihkan pembicaraan.


Setelah memesan ice cream tak berselang lama pesanan nya datang dan mereka menikmati ice cream nya masing masing.


Meja yang keluarga kecil itu tempat terasa begitu hangat, canda tawa terdengar dari meja itu, dan itu tak luput dari pandangan mata seseorang yang duduk di meja pojok tempat itu. Hati nya merasa terbakar, ada rasa tidak terima di dalam hati nya saat melihat kehangatan keluarga kecil itu.


' Harus nya aku yang berada disana, harus nya aku yang merasakan suasana hangat itu, harus nya aku yang menggenggam tangan Kayla , seandainya waktu bisa ku ulang lagi, tak akan pernah aku mengkhianati mu Kay, seandainya dulu mas mau mendengarkan apa yang kamu katakan mungkin sekarang kita masih bisa bersama, bersama dengan Shafa, bahkan juga dengan Naufal ' tangan nya mengepal menahan rasa sesak di hati nya.


Reyhan merasa begitu tidak beruntung hari ini, niat hati ingin sedikit mencari angin segar sambil membeli beberapa keperluan nya, tapi lihat lah ia saat ini malah menonton keharmonisan keluarga kecil bahagia itu, bukan nya merasakan angin segar ia malah merasakan hawa panas yang membakar hati nya.


~


~


Pukul 16:45 mobil Al baru memasuki pekarangan rumah Abi Ilham. Al dan Kayla masih tinggal di rumah Abi ilham, karena rumah yang Al persiapkan untuk Kayla masih belum selesai pengerjaan nya, butuh beberapa hari hingga bisa mereka tempati.


" Wah cucu kakek seperti nya bahagia sekali nih habis jalan jalan "


Shafa menghampiri sang kakek dan menyalami nya, Abi Ilham mendudukan Shafa di pangkuan nya " Shafa bahagiaaaa sekalii, tadi Shafa bermain terus makan ice cream, Shafa juga di beliin baju loh sama Daddy " Shafa bercerita dengan sangat antusias.


" Wahhh, kakek di beliin oleh oleh ga? "


Shafa mengangguk " Daddy tadi beli martabak kesukaan kakek, dan juga sate kesukaan nenek, Daddy baik kan kek ? " ucap Shafa.


" Tentu saja, Daddy baik, dan Daddy itu menyayangi Shafa, jadi Shafa harus sayang pada Daddy Al ya " ucap Abi Ilham.


" Shafa sayang ke Daddy, Sangatt sayang, "


" Bagus, cucu kakek ini memang pintar sekali "


Al hanya menyimak perbincangan antara kakek dan cucu itu.

__ADS_1


" Shafa mandi dulu yuk, udah terlalu sore nih " ajak Kayla pada anak nya.


Mereka bertiga pun pamit untuk istirahat dan membersihkan diri. Abi Ilham menatap ketiga nya dengan bahagia.


' Semoga Al adalah jodoh terbaik yang Allah berikan untuk mu nak, Abi akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian ' batin Abi ilham dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


~


~


Kayla sudah merapikan barang barang yang akan di bawa ke rumah baru nya. Tidak semua nya Kayla bawa, karena Al menyuruh nya hanya membawa hal hal yang penting saja.


" Sayang " panggil Al sambil memeluk Kayla dari belakang, ia menenggelamkan wajah nya ke ceruk leher Kayla.


" Ke..kenapa mas? " tanya Kayla, ia merasa geli saat Al melakukan hal itu, tapi ia juga tidak bisa menolak nya.


" 2 hari lagi kita berangkat bulan madu, kamu ga lupa kan? " tanya Al.


" Iya mas, Kay inget ko, Kay juga udah siapin apa apa aja yang akan kita bawa nanti "


" Emmhh, kamu udah beres belum itu nya? "


" Udah mas, ini box terakhir yang Kay bawa kerumah mas nanti "


Al melepaskan pelukan nya lalu membalikkan tubuh Kayla.


" Bukan itu yang mas maksud sayangggg " ucap Al sedikit mendengus.


" Terus apa dong? "


" Itu loh, tamu bulanan kamu udah pergi? "


" Hmmmpttt " tawa Kayla tertahan, dan ia menutup mulutnya.


" Mas, biasa nya sih 10 hari, jadi kayak nya beberapa hari lagi baru selesai deh "


Al duduk di bangku yang ada di dekat nya lalu menghela napas nya kasar.


" Jadi nanti pas kita bulan madu tamu bulanan mu masih belum selesai? "


Kayla hanya mengangkat kedua bahu nya " Kadang sih bisa lebih cepet selesai nya, tapi kadang juga suka lebih dari 10 hari "


Kayla melangkah menghampiri suami nya, lalu meriah tangan yang menutupi wajah tampan sang suami.


Cuppp


" Jangan cemberut sayang, nanti tampan nya berkurang "


Kayla mencium bibir Al sekilas, wajah Al yang sebelumnya cemberut berubah 180 derajat menjadi bahagia.


Al menarik Kayla dan mendudukan nya di atas pangkuan nya.


" mulai berani ya, hemm ? tadi panggil mas apa? "


" Apa? emang tadi Kay manggil apa? "


" Itu tadi kamu ga panggil dengan embel embel mas loh, coba sekali lagi dong panggil kayak tadi "


Kayla menggeleng pelan " Apa mas ? "


Al tersenyum " Jadi gamau nih panggil mas kayak tadi? hemm? Oke kalau gitu "


Sejurus kemudian Al mulai menggelitiki Kayla, sehingga membuat Kayla tak bisa menahan tawa karena merasa geli.


" Aa...aam..ammpun mas ampun, geli ihh " ucap Kayla sambil terus tertawa.


" Gak akan, ayo panggil mas kayak tadi "


" Oke-oke, tapi jangan di gelitik lagi, geli mass "


Al menghentikan jurus gelitik nya, dan membenarkan posisi duduk Kayla untuk kembali duduk di pangkuan nya.


" Ayo coba panggil kayak tadi, dan harus mesra " titah Al sambil tersenyum.


Kayla tersenyum mendengar nya, lalu menatap manik mata Al lekat lekat " Mas, sayang, jangan gelitikin Kayla lagi ya "

__ADS_1


Al begitu bahagia saat Kayla memanggil nya dengan sebutan ' Sayang '.


Dan tanpa aba aba bibir Al menempelkan dan men*ecup bibir ranum Kayla, ke*upan itu berubah menjadi luma*an luma*an yang terasa semakin menuntut. Kayla memukul pelan dada Al.


" Mas nanti kebablasan, tamu bulanan nya kan belum selesai " ucap Kayla sambil terengah-engah.


" Hahhhh, harus nya kita nikah di percepat satu minggu waktu itu sayang "


Kayla tertawa, lalu tangan nya mengusap pipi Al " Sabar ya sayang, beberapa hari lagi ya "


" Hahh, baik lah, sekarang kita istirahat ya, besok kan kita udah harus pindahan, dan lusa nya kita pergi bulan madu " Al menatap Kayla " Shafa beneran gapapa kita tinggal beberapa hari nanti pas kita bulan madu? " tanya Al.


" Gapapa mas, lagian mas kemarin ngajak Shafa buat ikut kan? tapi Shafa nya gamau kata nya mau main sama Oma Amara dan opa Angga kan " ucap Kayla.


Al mengangguk " ya sudah, Shafa benar benar pengertian ya, tau aja nanti disana Daddy sama mamah nya bakal sibuk kerja keras "


" Ihh kerja keras apaan? "


" Bikin adik lah buat Shafa " ucap Al begitu percaya diri nya.


" Hemmm, ya kalo tamu bulanan nya Uda beres sih oke, kalo belum gimana?? " tanya Kayla sambil menahan senyum nya.


" Sayanggg " ucap Al merengek.


~


~


Untung lah tidak terlalu banyak barang barang yang Kayla bawa, hanya pakaian, beberapa buku favorit dan juga mainan Shafa, rumah yang Al persiapkan untuk mereka tinggali sudah begitu lengkap, dari mulai perabot hingga ke hiasan-hiasan nya, tentu saja Al terlebih dahulu berkonsultasi dengan sang isteri dua bulan sebelum acara pernikahan di laksanakan.


Al melaksanakan solat Dzuhur dan ashar berjamaah di masjid yang ada di komplek perumahan nya. Sedangkan saat akan melaksanakan solat maghrib Al akan solat di rumah karena ia sedikit merasa lelah. Saat Al membentangkan sajadah nya ucapan dari Kayla membuat nya memutar tubuh nya dengan spontan.


" Mas gak ngajak Kayla solat bareng mas "


Deggg, Al langsung memutar tubuh nya ke arah Kayla yang terlihat sedang tersenyum sangattt manis.


" Tamu nya sudah pulang? sudah beres? " tanya Al memastikan, takut takut ia salah dengar.


Kayla mengangguk pelan " Sudah, baru tadi sore Kayla mandi besar nya "


" Bukannya masih beberapa hari lagi? "


" kan Kayla kemarin bilang, bisa lebih cepat atau pun lebih lama selesai nya "


Al tersenyum sumringah " Ya udah ambil wudhu, mas siapin sajadah buat kamu ya sayang "


Kayla dan Al melakukan solat berjamaah bersama, sambil menunggu waktu isya kedua nya membaca Al-Qur'an bersama. Setelah itu mereka makan malam dan memvideo call Shafa yang sedang menginap di rumah mamah Amara dan papah Angga.


Kayla sedikit terheran, karena Shafa begitu mudah beradaptasi dengan mertua nya, bahkan Shafa mau menginap bersama mamah Amara dan papah Angga tanpa diri nya. Mungkin Shafa merasakan kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua Al, sehingga dengan mudah nya Shafa bisa beradaptasi dengan Oma dan opa baru nya.


Sebelum tidur Al mengajak Kayla untuk melaksanakan solat sunah terlebih dahulu. Setelah itu kedua nya meminum susu dari gelas yang sama.


' Bismillah, Allahumma jannibnassyaithaanaa wa jannibi syaiithoona marazaqtanaa ' ( mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan nya ya guys, mohon di koreksi jika ada yang salah )


Setelah melapalkan do'a itu Al mencium kening Kayla, agak sedikit lama Al menempelkan bibirnya di kening Kayla, Kayla hanya memejamkan mata, merasakan kecupan dari sang suami untuk nya . Perlahan ciuman itu beralih pada kedua pipi Kayla.


Al menatap Kayla yang baru saja membuka mata nya " Mas baru pertama kali melakukan nya sayang, maaf jika mas membuat mu kurang nyaman nanti,as akan lakukan dengan perlahan, mas tidak ingin membuat mu tidak nyaman " ucap Al berat, seperti nya ia sudah tidak bisa menahan nya lagi.


Sedetik kemudian bibir Al dan Kayla sudah saling bergelut, lidah Al menyapu bersih rongga rongga mulut Kayla, merasa kan tiap inci mulut Kayla, suara decakan decakan terdengar hingga seluruh ruangan itu.


Tangan Al tidak tinggal diam, perlahan Al membuka satu persatu kancing piyama Kayla. Semua nya berjalan begitu saja, suara suara leng*han mulai menghiasi kamar pengantin baru itu, hingga satu setengah jam kemudian terdengar suara lenguhan dari kedua nya, mereka sama sama telah sampai puncak nya, nikmat tiada tara yang hanya ingin mereka rasakan dengan pasangan halal nya, dalam suatu ikatan suci pernikahan.


Saat mencapai ******* nya mereka melapalkan do'a 'Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah ' Al berharap jika ada benih yang tumbuh di rahim Kayla maka benih itu akan menjadi keturunan yang baik nanti nya.


Al mencium kening Kayla setelah selesai dengan olahraga malam yang cukup menguras tenaga. Al tidak bosan bosannya melakukan hal itu dengan sang isteri, yang pasti mereka selalu membersihkan sisa sisa pergelutan mereka sebelum melakukan pergelutan di ronde yang baru.


~


~


Gimana Readers? Author ga bisa terlalu nulis adegan adegan yang bikin hareudang yah, bingung gimana mau nulis nya, ini aja author nih udah author ketik terus hapus lagi, ketik lagi hapus lagi, author paling bingung kalo ngetik adegan adegan ranjang kayak gitu , jadi maaf maaf nih ya author ga bisa ngetik detail nya apa yang dilakukan Al dan Kayla di kamar baru nya , hahahha yang penting mas Al udah buka puasa, kalo kata jaman sekarang mah udah unboxing ya 😂🤣


~


~

__ADS_1


Guys Author minta saran nya nya, Kalau kalau ada kata kata yang kurang nyaman, atau salah ketik alias typo, mohon tolong di ingat kan, tapi ingatkan dengan cara yang baik ya, author tuh kadang baperan guys, mood ngetik juga akhir akhir ini lagi naik turun, jadi mohon maaf ya kalau banyak typo atau telat update, atau bahkan sampe libur update 🤭 tapi author pasti bakal selesain cerita ini kok sampe end, ga akan author gantung cerita nya tenang aja ya guys.


By the way tencu ya buat readers yang setia baca karya authorr ini, semoga kalian sehat sehat ya 💞💞💞


__ADS_2