
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Suasana di ruangan itu begitu riuh, putusan hakim yang menyatakan tersangka bersalah sontak saja membuat seisi ruangan di penuhi sorak sorak kemenangan dari pihak korban.
' Semoga sidang kali ini hasilnya akan baik seperti kasus itu ' batin Kayla berharap kasus nya akan sukses seperti kasus yang barusan ia saksikan.
Pak hakim dan jajaran nya mulai masuk dan menempatkan tempat nya masing masing. Tia sudah berada di bangku yang sudah di sediakan, begitu juga dengan Kayla dan yang lain nya.
Kemudian hakim membacakan hasil sidang pertama sebelum memulai sidang yang kedua.
" Apakah hari ini pihak korban akan menghadirkan saksi atau bukti bukti lain untuk menguatkan bukti yang diberikan pada saat sidang pertama? " tanya pak hakim.
Amran berdiri dan melangkah maju " Pak ini adalah bukti jika bukti yang kami berikan saat sidang pertama itu bukan hasil manipulasi" ucap Amran sambil memberikan data jika bukti chat itu di dapat kan dari sumber yang terpercaya.
Pak hakim melihat dan membaca data yang di berikan Amran, begitu pula kuasa hukum Tia yang turut ikut melihat nya.
" pak hakim, apakah benar data itu bisa di percaya? bisa saja pihak korban membayar orang dalam untuk membuat data itu yang seolah olah di dapat dari sumber yang terpercaya " sergah kuasa hukum Tia.
" Data itu dapat di buktikan ke aseli an nya pak, dan kami tidak akan melakukan hal sepicik itu untuk mendapatkan keadilan pak hakim "
Saling beradu argumen satu sama lain antara pihak Tia dan Kayla, sesekali ketukan palu pak hakim terpaksa di ketukan untuk menenangkan suasana yang terkadang riuh itu.
" Pak, saya adalah seorang ibu, saya tidak akan berbohong jika menyangkut hal anak saya, saya hanya ingin keadilan untuk anak saya pak hakim " ucap Kayla saat sidang masih belum menemukan titik terang.
" saudari Kayla di mohon tenang, dan silahkan duduk kembali " pinta sang hakim.
" Apakah ada bukti lain yang dapat lebih menguatkan data ini ? " Tanya pak hakim.
" Ada "
Semua mata tertuju ke arah asal suara.
" Mas Reyhan "
" Mas Reyhan "
Ucap Kayla dan Tia serempak.
" Silahkan untuk maju dan berdiri di depan "
Setelah memperkenalkan diri nya Reyhan memberikan hape Tia pada pak hakim " Itu adalah hape milih Tia pak hakim, saat itu historis chat nya sudah tidak ada, namun saya meminta bantuan teman IT saya untuk memulihkan chat yang sudah di hapus itu "
Pak hakim membaca satu persatu isi chat itu.
Tia menitikkan air mata nya " Mass " ucap nya lirih.
" Apakah ini bisa di percaya pak Reyhan? apakah ini bukan manipulasi? " tanya kuasa hukum Tia.
" tentu , itu bukti yang kuat, dan bukan manipulasi "
__ADS_1
Pak hakim serta jajaran nya seperti sedang mendiskusikan sesuatu.
" Pak hakim, mengingat pak Reyhan adalah mantan suami bu Kayla, dan saya dengar pak Reyhan ingin rujuk kembali dengan Bu Kayla, bisa saja kan pak Reyhan melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian Bu Kayla, salah satu nya bisa saja dengan membuat seolah olah isi chat itu tampak seperti aseli pak " kuasa hukum Tia masih saja berkelit, ia enggan untuk kalah dalam kasus ini .
" Saya punya bukti lain yang tidak akan anda ragu kan ke aseli an nya " suara bariton ini membuat orang orang celingukan mencari pemilik suara.
" Perkenalkan saya Al Barra', saya adalah orang yang melihat langsung kejadian saat kecelakaan itu, dan saat ini saya memiliki bukti percakapan antara tersangka dan orang yang sudah menabrak Kayla pak " ucap pria yang ternyata adalah Al.
" Saudara Al silahkan maju untuk memberi bukti yang anda bicara kan tadi "
Al mendekat kan mikrophone ke hape nya. Lalu terdengar lah suara Tia dan seorang pria yang membicarakan rencana untuk mencelakai Kayla.
Keringat mulai keluar dari pori pori kulit Tia.
' Darimana dia punya rekaman suara itu ' Tia heran, bagaimana bisa.
Semua peserta sidang yang ada disana tersentak kaget saat mendengar percakapan itu. Kuasa hukum Tia melirik kearah Tia yang seperti nya sudah mulai gugup dan bingung.
" Jika bukti ini masih di ragukan maka saya akan membawa saksi yang tidak akan dapat di ragukan lagi pak hakim "
Kuasa hukum Tia tercengang, baru saja ia akan menyangkal bukti rekaman suara itu, namun Al sudah meng skak mat nya dengan memunculkan saksi.
Al melirik Kayla dan tersenyum ke arah Kayla, dan Kayla membalas dengan senyuman di wajah nya, di sisi lain , Reyhan yang melihat Al dan Kayla saling melempar senyum hanya dapat mengepalkan tangan nya.
Kemudian pintu utama ruang sidang terbuka, menampilkan beberapa wajah di sana, dan ada dua orang yang di pegangi oleh beberapa orang yang lain.
Wajah Tia semakin pucat saat melihat orang suruhan nya ada disana.
" Saa...sa...saya , saya memang menabrak wanita itu,. tapi say di suruh pak , sungguh "
" apakah anda di suruh oleh saudari Tia untuk mencelakai saudari Kayla? "
" Betul pak, bu Tia yang sudah menyuruh saya "
Pak hakim pun menanyakan kebenaran bukti chat dan rekaman suara yang di berikan Kayla da Al.
" Betul pak, saya memang sengaja merekam pembicaraan saya dengan Bu Tia saat itu, niat nya untuk memeras nya pak "
Huhhhhh, pada peserta sidang menyoraki Kojek dan Tia .
" Saudari Tia, apakah benar yang saudara Kojek akui tadi , bukti sudah sangat jelas saudari Tia "
Tia menatap tajam ke arah Kayla " iya , iya, memang saya yang melakukan nya pak , saya ingin memiliki Reyhan hanya untuk diri saya sendiri, Kayla selalu menjadi hambatan terbesar dalam hubungan saya dan Reyhan, saya ingin dia pergi jauh jauh dari kehidupan Reyhan pak hakim "
Pengakuan Tia di catat oleh petugas.
Para peserta sidang saling berbisik bisik dan melihat kesal ke arah Tia.
Ktokkk Ktokkkk Ktokkkk, pak hakim memukul kan palu nya untuk menenangkan suasana.
" Saudari Tia dengan ada nya bukti bukti dan saksi, serta pengakuan anda barusan maka kami memutuskan jika ' Saudari Tia Permatasari dinyatakan bersalah, dengan dugaan melakukan kejahatan sehingga meniadakan satu nyawa yang saat itu masih berada dalam kandungan, dan dikenai hukuman 25 tahun penjara, sesuai dengan pasal yang sudah ada "
Ktokk ktokk ktokkk, suara palu pak hakim berbunyi pertanda hukuman untuk Tia sudah resmi di tetapkan.
__ADS_1
Reyhan menghampiri Tia yang sedang di borgol oleh petugas kepolisian " Tia "
" Kamu tega mas, aku ingin bebas, aku ingin menghabiskan sisa hidup ku sama kamu, tapi kamu malah membantu menjebloskan ku ke tempat terkutuk itu, kamu jahat mas jahat "
" Tia, gimana pun kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu "
" Kamu jahat, jahattt " teriak Tia pada Reyhan.
" Sudah sudah, ayo jalan, maju " ucap petugas itu, lalu berlalu dengan membawa Tia.
Kayla yang melihat kejadian itu hanya bisa menyaksikan nya saja. Ia menghampiri Reyhan.
" Mas Reyhan "
Reyhan hapal betul suara siapa yang barusan memanggil nya.
" Ada apa Kay? "
" Terimakasih karena sudah membantu menegakkan keadilan untuk Naufal " ucap Kayla tulus.
" Ga usah berterima kasih, walau bagaimana pun aku juga tetap papah nya Naufal, dan hal itu Uda seharusnya ku lakukan untuk Naufal "
Kayla tersenyum " Sekali lagi terimakasih, aku pamit duluan ya mas, assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Di luar gedung pengadilan Al sudah menunggu Kayla keluar dari ruangan itu, ia pun sedikit berbincang dengan Amran.
" Kayla "
Kayla tersenyum " Mas Al " Kayla menghampiri Al yang terlihat sedang mengobrol dengan Amran.
" Are you okey? " tanya Al pada Kayla.
" I'm okey, emmh mas Al terimakasih banyak untuk semua bantuan nya "
" Ga usah sungkan gitu Kay, aku hanya mencoba untuk membantu mu "
" Tapi bukan nya mas Al lagi ada kerjaan di luar kota? dan bukan kah mas bilang pekerjanya cukup lama? kenapa bisa hadir disana tadi? " tanya Kayla keheranan.
" Aku sengaja hadir untuk membantu mu Kay, aku juga ingin kamu dan Naufal mendapatkan keadilan "
" Mas ga harus sampe repot repot datang kesini, apalagi sampai meninggalkan pekerjaan mas disana "
" Aku gak pernah merasa di repotkan Kay, apalagi itu untuk kebahagiaan mu, sejauh apapun aku akan usaha kan untuk datang membantu mu " ucap Al dengan tatapan lurus ke arah Kayla.
Amran sedikit panas mendengar nya, sedangkan Kayla terkejut saat Al mengatakan itu.
~
~
~
__ADS_1