
...Hallo halloo muncul lagi nihh guyss, maaf ya lama istirahat nya 😁 Oh iya panggil Author Zul aja ya, biar makin akrab gitu kan 😂 Makasih lohh guys karena selalu setia menanti kehadiran Kayla dan mas Al, pokoknya makasih banyak ya, tanpa kalian karya Zul ini ga ada apa apa nya guys, tencuu 💞...
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
" Mamah " teriak Shafa sesaat setelah melihat sang mamah sudah datang menjemput nya.
" Assalamu'alaikum anak mamah yang Sholehah, gimana tadi belajar nya, senang ga? "
Shafa mengangguk dengan menampilkan senyum nya " Senang mah, tadi Shafa belajar menghitung sama bu guru, dan Shafa pulang pertama karena Shafa bisa jawab tadi " cerita Shafa dengan begitu semangat nya.
Kayla mendengarkan dengan senang hati cerita yang dituturkan oleh putri kesayangannya nya itu " Alhamdulillah anak mamah sudah bisa berhitung ya, mamah senang kalo Shafa juga senang sayang "
Akhirnya Kayla dan Shafa menuju ke perusahaan milik Al, karena tadi Al sudah mengirim pesan dan meminta supaya isteri dan anak nya itu datang ke perusahaan nya.
Setelah memarkirkan mobil nya Kayla dan Shafa bergegas memasuki perusahaan Al. Beberapa pegawai di perusahaan itu sudah ada yang tau bahkan mengenali siapa itu Kayla, sehingga kini saat Kayla berjalan disana terlihat ada yang memberi salam dan menundukkan kepala nya sebagai rasa hormat, namun bagi mereka yang belum mengenal siapa itu Kayla hanya bersikap acuh tak acuh, bahkan ada juga yang melihat Kayla dan Shafa dengan tatapan yang aneh, mungkin pikir nya kok ke perusahaan bawa bawa anak kecil, yah, mungkin mereka berfikir begitu, tapi entah lah apa yang sebenarnya ada di pikiran mereka.
Tringgggg, pintu lift itu akhirnya terbuka. Karena sudah hampir jam makan siang maka begitu banyak pegawai yang bersiap menaiki lift itu, mereka terlihat menenteng keresek berisi makanan, mungkin mereka baru membeli makan untuk makan siang, atau mungkin baru mengambil pesanan yang mereka pesan lewat online.
Kayla dan Shafa sudah memasuki lift, namun tiba tiba ada dua orang wanita yang memaksa masuk ke dalam lift, padahal sudah cukup banyak orang yang berada di dalam lift itu, hingga akhirnya lift itu berbunyi, pertanda jika orang yang berada di dalam lift itu sudah melebihi kapasitas.
Dua wanita yang masuk terakhir seolah olah tak peduli dan malah asik berbincang satu sama lain.
" Mba, mba keluar lah, lift nya sudah melebihi kapasitas loh ini " ucap salah seorang yang berada di dalam lift .
Salah satu wanita itu menoleh " Maaf, ngomong sama gue? " ucap nya angkuh.
" Ya iyalah, emang nya mba kira aku ngomong sama siapa? "
" Ohhh, maaf nih ya, mending loe nya aja yang turun, udah tau lift nya kelebihan muatan malah nyuruh gue yang turun, huhhh "
Orang itu tersenyum remeh sambil menahan rasa kesal nya " Mbak, kan tadi mbak sama temennya yang masuk terakhir, jadi harusnya kalian berdua yang keluar "
" Sorry ya, mending loe aja yang keluar, gue sama temen gue buru buru, mau makan, udah laper "
" Parah loe yah mbak " ucap orang tadi kesal.
Wanita tadi yang ternyata bernama Merry hanya menatap jengah, lalu ia melihat Kayla dan Shafa.
" Nah mending loe sama bocil itu aja yang keluar, loe kayak nya bukan pegawai disini kan? jadi mending loe keluar aja ya, naik lift yang selanjutnya aja " ucap Merry dengan sombong nya.
" Heh jangan sembarangan nyuruh orang buat keluar dari lift ini ya, harusnya loe yang keluar, karena loe yang terakhir masuk ke lift " ujar salah seorang yang lain.
Merry berdecih " Kalian itu ya dasar, hal sepele gini aja di bikin ribet "
Tanpa terduga tiba tiba saja Merry menarik lengan Kayla dan mengeluarkan Kayla keluar dari lift, Shafa juga ikut terdorong karena ulah Merry itu, Kayla sedikit terkejut saat Merry menarik lengan nya, sehingga saat ia di dorong keluar oleh Merry, tubuh nya terhempas ke lantai, dan untung tertahan oleh siku nya, sehingga Kayla tidak jatuh hingga terbaring di lantai, dan untung saja Shafa tidak ikut terhempas ke lantai.
" Hehh mba loe gila ya, berani berani nya loe kasar sama mba itu, loe harus tau kalo mba itu ada.... "
" Udah udah berisikk, sekarang masalah udah selesai kan, jadi udah diem aja "
Salah seorang yang berada di dalam lift tadi nya hendak keluar untuk menolong Kayla, namun pintu lift terlanjur tertutup.
" Mamah " ucap Shafa.
Kayla berdiri di bantu oleh orang orang yang ada di belakang nya.
" Ibu ga apa apa? " tanya salah seorang yang berada disana.
" Saya ga apa apa mba " jawab Kayla sambil tersenyum.
" Sakit ya mah? " tanya Shafa sendu, ia khawatir pada mamah nya, karena tadi terdorong cukup keras.
" Enggak kok sayang, mamah ga sakit "
" Bu, ibu pakai lift khusus punya bapak saja, jadi ibu ga harus desak desakan di lift umum "
" Ga apa apa ko, lagian saya belum punya akses untuk pake lift khusus itu " Kayla tersenyum " Kalau bisa jangan panggil saya dengan embel embel ibu ya,kesan nya tua banget gitu, panggil aja mbak "
Tringgg, Akhirnya kali ini Kayla dan Shafa menaiki lift dengan tenang tanpa ada drama drama lagi.
Tokkk, tokk, tokkk
" Siapa " teriak Al dari dalam ruangan.
" Mas, ini aku "
Al berlari untuk membukakan pintu untuk isteri nya.
" Sayang, padahal langsung masuk aja , gausah ketuk pintu dulu, ini ruangan suami mu, kamu bebas masuk kapan aja kesini "
Kayla tersenyum mendengar ocehan suami nya " Assalamu'alaikum mas "
" Eh iya, wa'alaikumsalam sayang " Al mengalihkan pandangannya pada Shafa " Haii anak Daddy, gimana sekolah nya? seru? " tanya Al seraya menggendong Shafa dan membawa nya masuk ke dalam dan di ikuti oleh Kayla.
Shafa menceritakan apa yang ia lakukan di sekolah tadi pada Daddy nya, Kayla hanya mendengarkan saja, walau ia sudah tau cerita yang sedang di bicarakan Shafa pada Al.
" Wahhh, pinter nih anak Daddy, nanti belajar bareng sama Daddy ya di rumah, kita belajar berhitung kayak di sekolah, mau kan? "
" Mauu mauu Daddy, yeayyyy asikkk belajar bareng Daddy " Shafa bersorak riang karena ajakan Daddy nya, bagaimana tidak bersorak riang, belajar bersama Al sangat menyenangkan, belum lagi Al selalu memberi nya hadiah jika Shafa bisa menjawab pertanyaan nya.
" Sayang, kok lama banget sih tadi kesini nya? " tanya Al seraya mendekat pada Kayla, sedangkan Shafa ia sedang asik menggambar.
" Iya mas, kan tadi ke rumah mami dulu, terus di jalan juga sedikit macet "
" Gimana udah ketemu sama mba Wulan? "
__ADS_1
Kayla menggeleng pelan " Kay ga ketemu sama siapa siapa mas disana " Kayla menjeda ucapan nya sesaat " Mas, rumah mereka di sita "
" Disita? kenapa? "
" Kay juga gatau mas, cuma tadi ada tulisan nya aja begitu, Kay khawatir sama keadaan mami mas "
Al menatap ada kekhawatiran di sorot mata isteri nya itu " Apa kamu udah coba buat hubungi mba Wulan lewat WA ? "
" Udah mas, Kay juga udah hubungi mereka satu persatu, tapi ga ada respon, Kay khawatir ada apa apa sama mereka "
" Apa kau khawatir sama mantan suami mu juga? " tanya Al tiba tiba.
Kayla menatap Al heran " Mas, Kay hanya khawatir pada keadaan mereka sebatas rasa khawatir Kayla pada sesama manusia, apalagi Kayla pernah terikat suatu hubungan dengan mereka mas, walau bagaimana pun mereka keluarga Kayla, termasuk mas Rey, dia juga keluarga Kayla "
Al beranjak dan menghampiri Shafa. Entah apa yang Al bisikkan pada anak nya itu, tiba tiba saja Shafa bergegas keluar dari ruangan itu dengan riang nya, dan seseorang yang tak lain adalah sekertaris Al sudah menunggu Shafa di luar ruangan.
Setelah memastikan Shafa dijaga oleh sekertaris nya Al kembali menghampiri Kayla.
" Kamu masih memiliki perasaan pada nya? "
Kayla menggeleng " Engga mas, Kay hanya menganggap mas Rey sebagai saudara Kayla, ga ada perasaan lain untuk nya "
" Terus kenapa kamu khawatir pada nya? mas ga suka Kay "
" Mas, dengerin du.... "
" Dulu kalian pernah bersama, mas hanya takut kamu masih memiliki perasaan cinta pada nya, mas takut kamu pergi ninggalin mas, mas takut kehilangan kamu Kay, mas takut kehilangan Shafa, Shafa anak mas, dan mas gamau dia pergi ninggalin mas "
Kayla mendekat pada Al, ia genggam tangan suami nya " Mas, lihat Kayla " titah nya, Al menuruti apa yang Kayla ucapkan.
" Mas lihat mata Kayla, lihat dalam dalam " Kayla dan Al saling menatap satu sama lain " Mas, Kayla memang pernah saling mencintai dengan mas Rey di masa lalu, tapi itu hanya lah masa lalu mas, ga lebih. Rasa khawatir Kayla pada mereka itu karena Kayla menganggap mereka keluarga Kayla, rasa khawatir Kayla pada mas Rey sama dengan rasa khawatir Kayla pada mami dan mba Wulan, Kayla ga punya perasaan cinta untuk mas Rey lagi, semua nya menguap begitu saja saat kata talak itu keluar dari mulut mas Rey. Saat ini Kayla hanya menganggap mas Rey seperti saudara, gak lebih mas. Apa mas masih meragukan perasaan Kayla pada mas? sehingga mas mempertanyakan perasaan Kayla pada mas Reyhan? Apa mas ga bisa melihat dan merasakan perasaan cinta Kayla ke mas? "
Al menggeleng " Enggak gitu sayang, maaf, mas cemburu, mas ga suka kamu mengkhawatirkan pria itu, maaf karena mas kira kamu khawatir sama dia karena masih ada perasaan ke dia"
" Mas, maafin Kayla, Kayla ga bermaksud membuat mas cemburu, Kayla khawatir ke mas Rey itu hanya sewajarnya, bukan karena masih memiliki perasaan yang lebih, rasa khawatir itu hanya sebatas rasa kemanusiaan, gak lebih mas "
Al menganggukkan kepalanya " Iya sayang, maaf, maaf karena mas selalu di liputi rasa cemburu, maaf sayang "
" Iya mas, maafin Kayla juga ya mas "
Al membawa Kayla dalam pelukan nya.
" Mas akan cari tau keberadaan mereka dimana, mas ga akan bikin kamu khawatir lagi sayang "
" makasih banyak mas "
Al merenggangkan pelukannya, dan menatap Kayla.
" I love you sayang "
" I love you too "
Sepersekian detik bibir kedua nya sudah saling menempel, ci*man yang mulanya terasa lembut kini terasa semakin menuntut, lengan Al menyusuri tangan Kayla, namun saat Al memegang siku tangan Kayla tiba tiba Kayla sedikit meringis.
" Kenapa sayang? " tanya Al khawatir " Apa mas nyakitin kamu? "
" enggak mas gapapa kok "
" Apa ada yang sakit? coba sini mas liat "
" Engga mas ga ada, Kay baik baik aja ko "
Al tak menghiraukan ucapan terakhir Kayla, ia lantas segera menggulung baju bagian tangan Kayla dengan pelan pelan.
" Ini kenapa? kok bisa kayak gini? " tanya Al dengan nada khawatir ketika melihat ada sedikit memar di bagian siku tangan Kayla.
Kayla sendiri kaget saat melihat nya, ia pikir karena terdorong tadi tidak akan sampai memar seperti ini.
" Mas , ga apa apa ko, tadi Kay ga sengaja jatuh di depan "
Al menatap Kayla penuh tanya " jangan bohong sama mas " tanya Al tegas.
Belum lagi Kayla menjawab perhatian mereka teralihkan karena pintu yang baru terbuka.
" Daddy "
Al merentangkan tangannya bersiap menangkap Shafa yang sedang berlari ke arah nya.
" Sudah? " tanya Al.
Shafa mengangguk mantap " Tempat bermain nya bagus Daddy, Shafa suka, terimakasih Daddy "
" Sama sama anak ku yang cantik "
" Shafa dari mana? " tanya Kayla.
" Shafa tadi lihat tempat bermain yang Daddy buat disini "
" Mas "
" Mas sengaja bikin tempat bermain itu, jadi kalau Shafa bosen diruangan mas dia bisa main disana "
" Mas, jangan terlalu memanjakan Shafa "
" Sayang, mas bikin tempat bermain itu bukan khusus untuk Shafa kok, mas bikin itu untuk semua anak anak yang nanti mungkin berkunjung ke sini "
" Emang suka ada anak anak yang berkunjung kesini? "
" Emmh, engga juga sih "
" Mass "
" Ya kan mungkin aja nanti ada sayang "
__ADS_1
Kayla hanya menatap Al sambil menggelengkan kepalanya.
" Mamah itu sakit kan? " tanya Shafa saat melihat memar di siku Kayla.
" Engga ko sayang ga sakit "
" Kan pasti karena di dorong tante tante tadi "
Al secepat kilat menatap Shafa.
" Tante yang mana sayang? "
" Itu Daddy, tadi pas mau naik lift ada tan.... "
" Shafa " Kayla menaruh jari telunjuk di bibir nya, seolah isyarat jika Shafa harus diam.
" ga apa sayang, coba cerita in ke Daddy "
" Mass "
" Ssstttts " Al meminta Kayla untuk diam sejenak.
Dan akhirnya Shafa dengan lancarnya menceritakan apa yang terjadi di lift tadi, sehingga membuat siku Kayla memar.
" Sayang kamu kenapa ga pake lift khusus aja sih? kenapa harus pake lift itu? ini yang mas gamau, mas gamau kamu atau Shafa sampai terluka "
" Mass, dengerin dulu, Kay kan be.... "
" Pokoknya besok besok pake lift khusus, mas gamau tau "
" Mas "
" Jangan sampe kejadian kayak gini keulang lagi "
" Mas, denger dulu dong "
" Pokonya ga ada penolakan "
" Masss " ucap Kayla sedikit kesal.
" Kenapa? "
" Kay ga bisa pake lift khusus itu kal... "
" Bisa, siapa bilang kamu ga bisa pake lift khusus itu sayang "
" Mas ihh, Kayla bicara nya belum selesai udah di potong aja " Kayla sedikit mengerucutkan bibir nya.
Al akhirnya mengalah " Kenapa sayang? " ucap Al tenang.
" Kayla ga bisa pake lift khusus itu karena Kayla belum punya akses nya mas " jelas Kayla dengan cepat sebelum ucapannya terpotong lagi oleh suami nya.
" Hahhh? kok bisa? bukan nya udah di urusin sama sekertaris mas? "
" Mas kan waktu itu ga jadi karena mas buru buru ngajakin pulang "
Al mencoba mengingat ngingat dan benar saja ia baru ingat hal itu.
" YaAllah, maaf sayang mas lupa, yaudah habis makan siang nanti sekertaris mas urusin hal ini ya, maaf ya sayang "
" Iya mas ga apa apa ko, lagian ini cuma memar dikit aja "
" Jangan kan memar segini, kalau ada yang nyubit kamu sedikit aja mas ga akan biarin "
" Mas "
" Kamu inget ga tadi siapa yang dorong kamu? "
Kayla mengerutkan dahinya " Kenapa mas tanya tanya? Kay ga inget orang nya, mas jangan macem macem deh, Kay beneran ga apa apa "
" Ya udah iya, "
Setelah makan siang, solat Dzuhur dan mengurus akses untuk Kayla supaya bisa menggunakan lift khusus akhirnya Kayla berpamitan untuk pulang.
" Loh, mas ko siap siap? "
" Mas pulang bareng kalian "
" Mas tapi kan Kay bawa mobil sendiri, lagian ini masih jam kerja mas "
" pekerjaan mas Uda beres sayang, dan kamu ga boleh nyetir sendiri, tangan kamu lagi memar, mas gamau nanti kamu kenapa kenapa karena nyetir dengan keadaan memar begitu "
Kayla hanya menghembuskan nafas nya kasar, Al terlalu overprotektif pada nya dan Shafa.
YaAllah, Kayla dibuat geleng geleng kepala oleh sikap Al yang sedikit berlebihan. Ayolah ia hanya sedikit memar saja, masih bisa menyetir dengan baik.
" Mass "
" Ga ada penolakan " ucap Al tegas dan jelas tak mau di bantah.
" Tapi mobil ku nanti gimana? "
" gampang, nanti di anter supir perusahaan ke rumah " ucap Al dengan enteng nya.
Akhirnya Kayla hanya mengikuti apa yang suaminya perintah kan.
~
~
...TBC...
See you guyss, jangan lupa kasih vote, dan komen banyak banyak, tencuuu readers 💞
__ADS_1