Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
51


__ADS_3

...Masih aga nge blank nih, othor up 1 bab untuk hari ini ya guys.. Yukk coba komen pengen TIREY dapet pelajaran apa aja biar mereka jadi aga pinter gituh 😁...


~


~


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


" Mas mobil mu mana? dari semenjak aku pulang dari rumah sakit mobil mu ga pernah keliatan " tanya Tia pada suami nya itu, tapi yang di ajak bicara malah fokus pada layar laptop nya .


" Mas ihhh "


" Apa sih Ti, kamu ga liat apa aku lagi banyak kerjaan ini, ga usah ganggu dulu bisa ga "


" isshhhhh aku tuh cuma nanya mobil mu mana mas "


Reyhan mendelik malas pada Tia " Aku jual "


" Hahhhh, kenapa di jual? kan baru kamu beli mas "


Reyhan menarik nafas dalam dalam " Kamu tanya kenapa? emang kamu pikir aku dapet uang buat bayar biaya kamu selama di rumah sakit itu dari mana? terus kamu pikir uang ganti rugi buat pak Raden itu dari mana, hahhh? kalau aku ga jual mobil aku harus jual apa lagi? jual ginjal gituh ? mikir dong kamu ini Ti " Kesal rasanya ia pada isteri nya itu .


Tia hanya diam saja melihat Reyhan yang kesal pada nya. Reyhan mematikan laptop nya lalu berdiri dari sofa yang ia tempati.


" Kamu tau, sekarang penghasilan pokok ku cuma dari kantor, konveksi lagi sepi orderan, karena ulah kamu yang uda ganti bahan kaos seenak dengkul mu tanpa berunding sama aku dulu, kamu tuh malah bikin citra buruk untuk konveksi ku Tia " ucap Reyhan sarkas tepat mengenai perasaan Tia " Dan satu lagi, kamu segera menyerahkan diri ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu, jangan sampai kamu di laporkan duluan oleh Kayla, mungkin dengan menyerahkan diri kamu bisa mendapatkan sedikit keringanan hukuman " Setelah itu Reyhan pergi meninggalkan Tia yang masih termenung seorang diri.


Mata Tia berkaca kaca, untuk membayangkan mendekam di dalam jeruji besi saja sudah membuat bulu kuduk nya merinding, apalagi jika ia harus benar benar tinggal disana.


Tia menggedikan bahu nya " Ihhhhh ngeri, kenapa juga harus ketahuan sih saat itu, kalau aja tuh ga ada orang umyang nyelidikin kecelakaan si Kayla , pasti ga akan kayak gini jadinya " Tia mengacak rambut nya kesal " Isshhhhh, sial sial sial " umpat nya lagi.


Tia mengigit kuku kuku nya merasa panik ' Tapi bener juga kata mas Rey, kalau aku menyerahkan diri siapa tau hukuman ku di beri keringanan, tapi gimana nanti anak anak ku, gimana nanti mas Reyhan ' pikir nya dalam hati.


~


~


Terdengar suara gelak tawa Shafa di dalam rumah Abi Ilham, Kayla yang baru saja tiba merasa hangat di dalam hati nya saat mendengar anak nya tertawa dengan riang nya.


" Assalamualaikum umma "


" Waalaikumsalam, Uda selesai Kay urusan mu? "


Kayla mengangguk " Alhamdulillah umma Uda selesai, emhh Shafa main di taman belakang? sama siapa umma? " Tanya Kayla karena melihat umma nya ada di ruang tv, dan Abi sedang di ruang kerja nya.


" Ohh itu sama Al, tadi dia dateng kesini, terus ngajakin Shafa main "


" Al? udah dateng dari tadi? "

__ADS_1


Umma melihat jam yang menempel di dinding nya " Sekitar tiga puluh menit yang lalu lah "


" Owhhhh " Kayla manggut manggut.


Kayla pun menghampiri Shafa ke taman belakang.


" Assalamualaikum Shafa nya mamah "


Shafa yang melihat Kayla langsung minta di turun kan dari gendongan Al.


" waalaikumsalam, mama " Shafa berlari menghampiri Kayla yang berdiri di dekat pintu.


" Uhhh anak mamah asik banget main nya sayang "


" Shafa main sama om Al mah, selu selu, main plinces, dan main kuda mah...... " Shafa berceloteh sesuka hati nya menceritakan kegiatan nya bersama Al tadi, Kayla hanya fokus mendengar kan cerita anak nya, dan Al juga fokus, fokus memandangi wajah Kayla yang selalu berhasil mengganggu pikiran nya.


Kayla terkekeh kecil " Udah udah, cape kan pasti ? istirahat dulu yah, dan setelah itu mandi sore, lihat nih Shafa keringetan gini " uajr Kayla.


" Baik mamah baiklah " ucap Shafa pasrah, ia sebenarnya masih ingin bermain dengan om Al nya itu.


" Apa kabar Kay? " tanya Al berbasa basi.


" Alhamdulillah kabar ku baik mas, mas sendiri bagaimana kabar nya? " Hanya mendengar Kayla berbicara saja ia sudah merasa dunia nya teralihkan.


" Mas? " Kayla melambai-lambai kan tangan nya di depan wajah Al.


Al tersentak " Ahhh, ohh iya iya, syukurlah, aku baik, ya...ya aku baik " ucap nya sedikit grogi, dan Kayla hanya terkekeh.


~


~


" Ini apa nak Al? " tanya umma Rahma.


" ini hanya bingkisan biasa umma, untuk kenang kenangan , emhh Al ada proyek di luar kota, dan mungkin akan sangat sibuk tidak bisa pulang ke kota ini, Al ingin umma dan Abi bisa mengingat Al, jadi kasih bingkisan ini " ucap Al panjang lebar.


" Proyek, ada proyek apa di luar kota nak? " tanya Abi Ilham.


" Perusahaan kontraktor papah memenangkan tander untuk pembuatan jembatan dan jalan di kota M Abi, dan mereka menyukai desain yang Al buat, jadi papah mempercayakan proyek ini pada Al "


" Alhamdulillah, Alhamdulillah, ya , Abi hanya bisa mendoakan supaya lancar dan sukses, jaga diri dan kesehatan mu disana Al "


" aamiin, terimakasih Abi sudah mendoakan Al " ucap Al, lalu melirik ke arah Kayla yang hanya diam mendengarkan percakapan mereka.


Saat Al pulang umma meminta Kayla mengantar nya hingga ke depan, sebenarnya Kayla merasa kurang nyaman, apalagi mengingat status nya sekarang, yang jika dekat pria maka akan membuat orang memiliki persepsi yang tidak tidak.


" Oh ya titip salam untuk Shafa, dan semoga dia menyukai pemberian ku " ucap Al ketika sudah berada di dekat mobil nya.


" Terimakasih banyak mas, padahal mas tidak usah memberi mainan sebanyak itu untuk Shafa "


Al tersenyum " Tidak apa apa, aku suka, dan jangan segan, aku sudah menganggap Shafa seperti anak ku sendiri "

__ADS_1


Kayla mengangkat wajah nya dan menatap Al , Al yang baru menyadari ucapan nya tiba tiba saja merasa kikuk.


" Emmhh, maksud ku, Shafa anak yang menyenangkan, jadi aku tidak merasa ia orang lain, begitu maksud ku "


" Emmh,iya, sekali lagi, terima kasih banyak ya mas, semoga Alloh mengganti dengan yang lebih baik dari ini "


Al tersenyum, lalu membuka pintu mobil nya, ia menunduk seperti sedang mengambil sesuatu.


" Ini untuk mu, anggap saja kenang kenangan dari ku " ucap Al dengan menyerahkan sesuatu pada Kayla.


" Ini apa mas? "


" Terima saja, dan buka nya setelah aku pergi dari sini, semoga kamu suka dan semoga bermanfaat, aku pamit ya, assalamualaikum "


" Wa... waalaikumsalam "


~


~


Setelah selesai membuat desain hijab baru nya, Kayla bersiap siap untuk tidur. Namun belum juga mata nya terpejam Kayla baru teringat jika ia belum membuka pemberian dari Al . Kayla pun beranjak dan mengambil apa yang di beri kan Al pada nya.


Kayla tertegun tatkala melihat isi yang ada di kotak itu.


" Cantikk " itulah hal pertama yang ia ucapkan saat melihat benda itu.


" Tapi ini pasti mahal, rasa nya pemberian mas Al berlebihan " ucap nya sambil memegang benda itu.


Sebuah kalung dengan hiasan berbentuk bunga dandelion, cantik sangat cantik.


Lalu Kayla juga melihat ada sebuah flashdisk dan kertas di dalam kotak yang satu nya, Kayla membuka kertas itu yang ternyata adalah sepucuk surat dari Al.


' Assalamualaikum Kay, aku harap kamu suka pemberian ku, aku mohon jangan di tolak, kalung itu cocok untuk mu, kamu tau kenapa aku memilih bunga dandelion untuk menghias kalung itu? Karena aku menilai kamu itu memiliki hal istimewa seperti bunga dandelion, bunga dandelion yang tertiup angin bisa tumbuh dimana pun ia singgah, sama seperti mu, kamu bisa tumbuh dan berkembang di mana pun, kamu sangat tegar Kayla, dan juga cantik , bukan hanya paras mu yang cantik, bahkan hati mu juga, jadi aku berharap kamu tidak akan menolak pemberian ku. Dan flashdisk itu, di dalam nya berisi bukti bukti kecelakaan mu, semoga bukti bukti itu bisa membantu mu untuk mendapatkan keadilan nanti.


Aku berharap saat nanti pekerjaan ku selesai kita masih bisa bertemu Kayla, aku merasa sangat beruntung bisa mengenal mu, Shafa, Abi dan umma. Sampai jumpa di lain waktu Kayla. Wassalamu'alaikum '


^^^Al Barra'^^^


Kayla menghela napas nya.


" tapi ini rasa nya terlalu berlebihan, dilihat dari desain kalung ini, seperti nya ini kalung di buat khusus sesuai dengan request nya mas Al, pasti mahal banget "


Kayla termenung sejenak, lalu ia ingat jika mba Wulan memberi kabar tentang Tia.


" Besok akan segera aku proses keadilan untuk ku dan anakku, kamu harus dapat mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu lakukan, apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai "


~


~


~

__ADS_1


Guyss segini dulu ya, jangan lupa dukung terus karya othor ya. Othor cicil karma buat TIREY nya dalam beberapa langkah ya. Terimakasih 💞


__ADS_2