Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
85


__ADS_3

...Hallo hallo guys, maaf ya baru sempet up lagi nih. Dan untuk readers setia makasih banyak karena selalu setia menanti kelanjutan kisah ini 💞...


...~...


...~...


...Mohon do'a nya ya, semoga Zul dan keluarga selalu diberi kesehatan, aamiin....


...~...


...~...


...Jangan lupa vote dan banyakin komen nya ya guys....


...Oh iya jangan lupa follow akun Zul ya guy😁...


...~...


...~...


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Atmosfer kebahagiaan begitu terasa menyelimuti ruangan ini. Satu minggu setelah pulang dari villa, Kayla dan Al sengaja menjemput kedua orangtua nya untuk menginap di rumah mereka, dan saat setelah makan malam beberapa saat lalu Kayla dan Al memberitahu orangtua mereka kabar bahagia tentang kehamilan Kayla. Umma Rahma, Abi Ilham, mamah Amara dan papah Angga sangat merasa senang mendengar kabar baik itu.


" Alhamdulillah sayang, mamah senang dengan nya, akhirnya cucu mamah bakal nambah nih, setelah punya cucu cantik seperti Shafa sekarang cucu mamah akan nambah lagi " ucap mamah Amara kegirangan.


" Iya sayang Alhamdulillah, semoga Allah melindungi kalian ya nak " ucap umma Rahma kemudian.


" Eh, tapi Kay kamu periksa kemana saat itu? "


Kayla tersenyum " Kayla sengaja ga periksa ke rumah sakit tempat mamah kerja saat itu, soalnya Kayla belum yakin juga kalau saat itu Kayla hamil "


" Pantesan mamah gatau sayang, tapi kedepannya kamu harus periksa ke rumah sakit mamah kerja ya, nanti mamah minta teman mamah yang sesama dokter kandungan buat periksa kamu, mamah akan ikut juga periksa kamu nanti sayang "


Kayla mengangguk paham, ia mengerti kadang jika pasien adalah keluarga sendiri atau orang yang di sayang maka akan lebih emosional dari pada rasional.


" Iya mah, Kayla akan ikuti apa kata mamah, itu pasti yang terbaik untuk Kayla "


Al menggenggam lengan Kayla dan mencium punggung tangan Kayla. Hal itu tidak luput dari pandangan orangtua mereka.


Abi Ilham merasa sangat bersyukur karena nampak sangat jelas jika Al sangat mencintai dan menyanyangi Kayla, dan juga pasti menyanyangi Shafa yang sejak tadi berada di pangkuan Al.


Setelah berbincang bincang cukup lama, akhirnya semuanya memutuskan untuk beristirahat mengingat hari yang sudah semakin larut.


~


~


Al tak henti henti nya mengelus perut Kayla, dan mulut nya pula terus membaca surat surat pendek yang ia hapal.


" Semoga kelak kamu jadi anak yang sholeh atau Sholehah ya sayang " ucap Al setelah selesai membaca surat surat pendek.


" Aamiin yarobbal'alamin " ucap Kayla dengan mata yang masih terpejam.


Al menurunkan pandangan nya " Sayang, kamu belum tidur? "


Kayla menggeleng lalu mendongak " Kay senang mas bacain surat surat pendek kayak tadi, Kay gamau ngelewatin kesempatan dengerin suara mas yang merdu "


Keduanya saling menatap satu sama lain, tatapan yang penuh cinta dan kasih sayang.


Cuppp


Al mengecup kening Kayla, lama ia menempelkan bibir nya di kening isteri nya itu, seolah olah menyalurkan rasa kasih sayang nya pada sang isteri.


" Aku mencintaimu isteri ku "


" Kay juga mencintai mas "


" Semoga Allah menjaga cinta kita, hingga nanti kita akan berkumpul di syurga nya Allah "


" Aamiin yaAllah, semoga Allah qobul segala do'a do'a baik kita ya mas " Al menganggukkan kepala nya.


" Tidurlah, ini sudah malam "


" Mas juga tidur ya " ucap Kayla.


" Tentu sayang "


Baru saja 10 menit berlalu, tiba tiba Kayla kembali bersuara.


" Mas "


" Hhmm "


Kayla beranjak lalu duduk menghadap suami nya yang masih terbaring. Al yang tidak mendengar suara Kayla kemudian membuka mata nya.


" Ada apa sayang? "


" Mas, rasanya ko ingin makan rujak ya, kayaknya seger "

__ADS_1


Al membelalakkan mata nya, lalu melihat jam dinding, sudah pukul sebelas malam.


" Sayang, tapi ini udah malem, ga baik makan rujak jam segini kan "


Kayla yang mendengar jawaban dari suami nya langsung terdiam dengan mata yang berkaca kaca.


Al panik melihat sang isteri yang sudah berkaca kaca.


" Mas gamau beliin rujak buat Kayla? " Ucapnya lirih


" Mas ga sayang sama Kayla? Tadi katanya mas cinta, tapi Kayla cuma minta rujak aja mas udah gamau beliin, kalo gamau beliin ya udah ga apa apa, tapi seenggaknya mas bikinin rujak dong buat Kayla "


Al semakin panik karena Kayla menangis sekarang, bukan Al tidak ingin membelikan rujak tapi jam segini dimana dia bisa menemukan penjual rujak.


" Sayang, jangan menangis, mas mau ko beliin rujak buat kamu " mata Kayla kembali berbinar, namun " tapi mas bingung jam segini apa masih ada yang jualan rujak? " Seketika wajah Kayla kembali muram dan bersedih.


" Mas cari dong, pasti ada kok "


" Baiklah, baiklah sayang, mas pergi dulu cari rujak ya, kamu tunggu disini ya " ucap Al lalu mengecup kening Al.


Kayla mengangguk, bahagia rasanya, akhirnya ia bisa memakan rujak.


Al menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa gesa, ia harus menemukan rujak untuk isteri.


" Al mau kemana kamu? "


Al menoleh lalu melihat mamah Amara yang sedang membawa air minum.


" Al mau cari tukang rujak mah "


Mamah Amara tertawa " pasti Kayla yang minta ya? "


Al menggangguk " mamah tau ga dimana kira kira Al bisa nemuin penjual rujak jam segini? "


Mamah Amara terlihat berfikir sejenak " coba aja kamu keliling di food street dekat rumah papah, inget ya Al, kamu harus nemuin rujak nya, ini pasti Kayla lagi ngidam "


Al tersentak, ia baru menyadari jika mungkin ini lah yang di namakan ngidam.


" Ya sudah mah, Al pergi dulu ya "


" Iya nak, hati hati ya, semoga berhasil "


Setelah nya mamah Amara cekikikan sendiri, ia yang tadi nya akan kembali ke kamar nya langsung mengubah haluan dan menuju ke kamar menantu nya.


Tokk tokkk


Kayla yang mendengar suara pintu di ketuk segera mempersilahkan orang yang berada di balik pintu nya masuk.


" Kamu pengen rujak? "


" Baiklah, kamu tunggu sebentar ya Al lagi cari rujak nya " Kayla mengangguk paham.


~


~


Sudah satu jam Al berkeliling mencari rujak, namun belum juga ia menemukan makanan itu.


Al mengambil ponsel nya lalu menelpon seseorang.


" Kamu, bantu saya cari rujak sekarang, jika tidak gaji mu saya potong " ia lalu mematikan sambungan telpon nya.


Sementara orang yang baru saja Al telpon merasa sangat tercengang, melihat jam yang menunjukkan sudah pukul 12 malam membuat ia makin melongo.


" Pak Al ga salah apa nyuruh nyari rujak tengah malam begini "


Dengan terpaksa ia segera bersiap untuk mencari apa yang bos nya minta.


Akhirnya setelah satu setengah jam berlalu Al berhasil menenteng satu keresek berisi potongan mangga muda beserta bumbu nya, wajahnya terlihat menampilkan senyuman, lega rasa nya karena berhasil menemukan apa yang di minta isteri nya.


Al memang tidak menemukan penjual rujak, tapi untung saja, ketika asisten nya tadi ia telpon untuk ikut mencari rujak, dan sebelum sang asisten berangkat ia bertanya pada ibu nya dimana ia bisa menemukan rujak di tengah malam begini. Tapi siapa sangka ternyata ibu dari asisten nya memiliki solusi yang lebih mudah, yaitu ia memiliki mangga muda serta mentimun, dan langsung saja ia membuatkan bumbu rujak serta memotong bahan bahan rujak yang ada, tentu saja Al merasa sangat lega karena ia tidak perlu lagi berkeliling mecari penjual rujak, asisten Al juga merasa sangat beruntung, karena ia akan mendapatkan bonus dari bos nya.


~


~


Setelah memarkirkan mobil nya Al segera melangkah memasuki rumah, dengan senyuman yang tak pudar di wajah nya, Al terus melangkah dengan membawa kantung keresek di tangan nya.


" Assalamu'alaikum " ucap Al saat memasuki rumah, walau tau pasti orang orang sedang terlelap dalam tidur nya, namun Al tetap mengucapkan salam.


Namun siapa sangka, indera pendengaran mendengar ada suara tawa dari arah dapur, untuk meyakinkan apa yang di dengar nya Al pun melangkah menuju dapur, dan.


" Mas, kamu baru pulang? " Tanya Kayla sumringah.


Al hanya mengangguk pelan, dengan mata yang membulat sempurna ketika melihat Kayla sedang memakan sesuatu dengan lahap nya. Bukan hanya ada Kayla disana, namun juga ada umma Rahma dan mamah Amara yang menemani Kayla di dapur.


" Sa..sayang, ini dapet dari ma.... " Belum Al selesai bertanya ia sudah mendapatkan jawaban nya dari umma Rahma.


" Oh iya ini, tadi umma ga sengaja denger Kayla pengen makan rujak, akhirnya tadi Abi pulang kerumah dan minta mangga muda ke tetangga disana, dan yah jadi tinggal bikin bumbunya "


Namun tiba tiba mata umma Rahma melihat apa yang Al bawa.


" Nak Al dapet rujak dari mana "

__ADS_1


Lalu Al menjelaskan bagaimana ia bisa mendapatkan rujak yang ada di tangan nya.


" Mas, maaf, dan terimakasih banyak " Kayla tanpa canggung memeluk Al di hadapan mamah Amara dan umma Rahma.


" It's okay, sama sama sayang " Al membalas ucapan Kayla.


" Mas seneng ko akhirnya ngidam isteri mas ini terpenuhi "


Kayla mendongakan wajah nya " mas, tapi itu rujak yang mas bawa harus tetep buat Kay ya "


Al mengernyitkan alis nya " kamu kan udah makan rujak tadi sayang "


" Tapi Kayla masih ingin rujak nya mas "


Sontak saja semua yang ada disana membelalakkan mata nya, bagaimana tidak, Kayla sudah menghabiskan banyak rujak sedari tadi.


" Sayang, udah dulu ya, ga baik makan rujam banyak banyak, apalagi ini udah lebih dari tengah malam "


" Masss " Kayla merengek, dan mata nya berkaca kaca.


Al menghela napas nya.


" Ya sudah, tapi janji ya, udah ini udah "


Kayla mengangguk dengan semangat nya.


Mamah Amara dan umma Rahma pamit untuk kembali ke kamar mereka masing masing, sedangkan Al dengan setia nya menemani sang isteri melahap rujak yang ia bawa.


Setelah menghabiskan rujak yang di bawa suami nya, Kayla segera mencuci tangan nya, lalu kembali ke meja makan.


Melihat Al yang tertidur disana membuat Kayla merasa bersalah. Jari nya mulai membelai wajah Al.


" Maaf ya mas, Kay merepotkan mas dan membuat mas kelelahan " ucap nya dengan terus membelai wajah Al.


" Gapapa sayang, mas senang bisa memenuhi apa yang kamu inginkan " ucap Al dengan mata yang masih terpejam.


Kayla terkejut, karena ia mengira jika Al tertidur.


" Mas, Kay kita mas tidur "


Al membuka mata nya lalu menatap wajah Kayla " mas hanya beristirahat sebentar sayang "


" Maaf ya mas, pasti mas cape banget ya nyari nyari apa yang Kayla inginkan tadi "


Al menggeleng " enggak sayang, mas tau apa yang kamu rasakan mungkin lebih dari apa yang mas rasakan, mengandung itu adalah hal yang sangat besar, dan apa yang mas lakukan itu tidak ada apa apa nya sayang "


" Sudah selesai makan rujak nya? "


" Sudah "


" Baiklah, mari kita beristirahat sayang "


Tangan Al tak lepas dari pinggang Kayla, ia memapah Kayla dan mengingatkan untuk melangkah dengan hati hati.


Waktu sudah menunjukkan pukul 01:47, dan Al baru saja merebahkan tubuh nya di atas kasur.


" Sayang "


" Iya mas ? "


Tak mendengar lagi suara suami nya Kayla lantas kembali mengeluarkan suara nya.


" Mas, sayang, ada apa? "


Al menatap Kayla lekat lekat, dan Kayla hanya mengernyitkan dahi nya.


" Ada apa suamiku sayang? "


Al tersenyum " Mas ingin di kelonin sama kamu sayang, usap usap rambut mas ya "


Kayla terheran heran dengan permintaan suami nya, karena ini pertama kalinya suami nya meminta untuk di kelonin, Kayla memang sudah biasa mengusap ngusap rambut Al, tapi itu memang sering ia lakukan tanpa permintaan Al.


" Kok tiba tiba pengen di kelonin sih mas ? " Ucap Kayla menahan kekehan nya.


" Mas juga gatau, tiba tiba aja pengen di kelonin sama kamu "


Kayla hanya terkekeh, lalu Kayla kaget karena Al tiba tiba saja merubah posisi nya menjadi duduk di atas kasur.


" Kay, jangan jangan... "


" Jangan jangan apa mas? " Tanya Kayla penasaran.


" Jangan jangan mas ngidam juga kayak kamu "


Kayla menatap wajah Al yang tak bisa di jelaskan bagaimana ekspresi nya saat ini.


~


~


...Ayooo ayooo jangan lupa kasih vote nya ya guys....


...~...

__ADS_1


...Sampai jumpa di episode selanjutnya 💞...


__ADS_2