Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
31


__ADS_3

...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


Kayla di temani Reyhan dan Shafa pergi memeriksa kandungan nya, dan ternyata kandungan Kayla sudah berusia delapan minggu. Kayla selalu merasa takjub jika sedang periksa kandungan, walau janin nya masih sangat kecil namun bagi Kayla itu sangat luar biasa.


" Alhamdulillah kandungan nya baik baik saja, janin nya juga berkembang dengan baik, hanya tolong ya mba jangan sampai terlalu kecapean, dan usaha kan selalu dalam keadaan yang baik, jangan sampai stress ya mba " ucap sang dokter pada Kayla.


" Dan mas sebagai suami tolong di jaga isteri nya, dibuat untuk selalu bahagia supaya tidak stress " lanjut sang dokter pada Reyhan, dan Reyhan hanya tersenyum kikuk.


Setelah memeriksa kandungan Reyhan menebus resep yang di beri oleh dokter, ada beberapa vitamin yang harus Kayla konsumsi selama masa kehamilan nya.


Dua bulan sudah berlalu sejak kejadian Reyhan yang ketahuan sudah melakukan hal itu dengan Tia, dan kandungan Kayla sudah berusia 4 bulan. Reyhan masih seperti itu, walau Reyhan berusaha untuk tiba di rumah tepat waktu namun tetap, Kayla bisa merasakan jika Reyhan masih suka menemui Tia, bahkan dalam satu bulan ini Kayla dan Reyhan kadang masih suka berdebat karena masalah Tia.


Seperti malam ini, pukul 11 malam Reyhan baru tiba di rumah.


" Kamu lembur tumben sampai jam segini? kenapa ga sekalian sampe pagi aja mas ? " sarkas Kayla, saat Reyhan sudah beristirahat sejenak.


" Kamu kenapa sih Kay, Uda deh ga usah mikir yang macem macem, inget kata dokter, kamu ga boleh stress " ucap Reyhan yang masih memejamkan mata nya.


Kayla tersenyum kecut " Kamu yang bikin aku stress mas, ingat ya mas aku masih bersabar disini karena kehamilan ku, kalau bayi ini udah lahir dan kamu masih ga bisa pilih antara aku atau dia , maka siap siap untuk kehilangan aku dan anak anak kita " ancam Kayla pada Reyhan.


" Kamu apa bener bener ga bisa Nerima Tia ? " ucap Reyhan, seperti nya Rey sedang dalam keadaan yang tidak baik.


" aku ga bisa mas, apalagi luka yang kalian torehkan sudah teramat menyakiti ku " Kayla terdiam sejenak " aku akan menanyakan hal ini lagi pada mas, jawab aku dengan jujur dan tatap mata ku " Reyhan membuka mata nya dan menarik alis nya ke atas.


" Apa mas sungguh hanya melakukan hal itu hanya pada malam itu? dan apa mas yakin Tia tidak sampai hamil karena kejadian itu? " ini untuk ketiga kali nya Reyhan ditanya seperti ini oleh Kayla.


Sebenarnya Kayla merasa ada sesuatu yang tidak enak dalam hati nya, Kayla merasa bahwa Tia mungkin hamil karena kejadian itu, saat Kayla menanyakan pertanyaan itu kemarin kemarin jawaban Reyhan kata nya Tia tida hamil, tapi entah lah feeling Kayla merasa kan hal yang lain, hingga kini ia menanyakan hal yang sama.


Reyhan mendengus " sudah berapa kali mas katakan padamu Kay, Tia tidak hamil, mas berani sumpah kejadian malam itu tidak sampai membuat Tia hamil " ucap nya frustasi.


" Jika kamu hanya ingin menanyakan hal yang tidak penting lebih baik mas beristirahat saja, cape " ujar nya lalu pergi meninggalkan Kayla.


' Aku merasa ada hal yang mas sembunyikan dari ku '


Satu minggu kemudian.

__ADS_1


" Mas nanti sore aku jadwal periksa kandungan, mas bisa antar aku? "


" Kamu periksa sore ini? biasa nya siang kan? "


" Engga mas, kalau siang antrian nya terlalu banyak, jadi mau ganti jadwal aja"


" Mas usahakan ya, semoga tidak lembur " ucap Reyhan.


Kayla menghubungi dokter kandungan langganan nya, namun kata nya hari ini dia sedang ada keperluan, sehingga Kayla di rekomendasikan pada sahabat nya yang sama sama seorang dokter kandungan di rumah sakit ibu . Dan ternyata jadwal praktek dokter itu hanya ada siang hari untuk hari ini.


" hallo mas, emmh mas aku jadi nya periksa kandungan siang ini saja "


" duhh gimana ya Kay, mas ga bisa ijin soalnya mas ada rapat penting siang ini, kamu sendiri bisa kan? "


" bisa sih, tapi Shafa gimana? " Kayla bingung jika berangkat sendiri dan harus membawa Shafa, siapa yang akan menjaga anak nya nanti .


" titip di mami atau di umma aja, bisa kan? ga usah ngeribetin diri sendiri deh " ketus Reyhan dari seberang sana.


Kayla menghela nafas nya " baik lah mas kalau begitu "


" Sebenar nya aku hanya ingin tau apakah kamu masih seperti dulu, yang selalu mengkhawatirkan ku dan anak anak, ternyata kamu sudah terlalu banyak berubah mas, dulu saat mengandung Shafa kamu bahkan tidak ingin sekali pun melewat kan momen saat aku memeriksa kandungan, bahkan kamu rela sampai mengambil cuti untuk menemani ku, tapi sekarang, hahhh, apa yang ku harapkan yaAlloh " gumam Kayla lirih, dan lagi lagi air mata membasahi pipi nya.


Setelah Kayla menitipkan Shafa di rumah umma Rahma, ia pun langsung meluncur ke rumah sakit ibu, untung dia sudah mendaftar online jadi tidak perlu terlalu lama mengantri.


Sebelum ke arah ruangan dokter kandungan Kayla melihat cukup banyak yang mengantri, hingga dia pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dulu.


Saat akan kembali ke arah ruang dokter Kayla melihat Reyhan dan Tia yang sedang memasuki ruangan yang akan dia masuki nanti. Kayla terkejut, dan beranggapan salah melihat, hingga akhir nya Kayla mencari tempat yang sedikit aman supaya tidak ketahuan jika memang itu benar suami nya. Kayla sudah menyalakan fitur kamera di hape nya, ia akan mengabadikan hal ini , supaya Reyhan tidak bisa mengelak.


Saat pintu terbuka terlihat wajah Tia yang berseri seri sambil memegang buku yang selalu di miliki oleh setiap ibu hamil, Kayla memotret kebersamaan Tia dan Reyhan yang terlihat sangat bahagia, sakittt, itu lah yang Kayla rasa kan, lagi lagi luka nya bertambah, benar ternyata perasaan nya selama ini, ada hal yang di sembunyikan oleh Reyhan, dan lihat lah sekarang , Kayla lagi lagi mengetahui hal besar dengan cara yang tidak di sangka sangka, oh sungguh Kayla merasa Alloh sedang memperlihatkan segala sesuatu yang Kayla tidak tahu.


Hingga hanya berselang satu orang akhirnya Kayla masuk dalam ruangan itu .


" Tensi nya cukup tinggi ya mba, jangan terlalu cape dan stress ya mba, tidak baik bagi ibu hamil " ucap dokter.


" Lihat lah, wajah nya sudah mulai berbentuk, dan detak jantung nya bagus ya, sehat nih bayi nya mba " dokter tersenyum.

__ADS_1


" dok apakah jenis kelamin nya sudah bisa di lihat? " tanya Kayla.


" emhhh, adik bayi nya masih malu malu nih mba, mungkin bulan depan ya kita lihat " ucap dokter.


Saat sedang menunggu dokter mengisi buku ibu hamil Kayla memberanikan diri untuk bertanya.


" Dok maaf, apa saya boleh bertanya hal yang lain? "


" boleh Silahkan " sang dokter masih mengayun pena nya menghiasi buku hamil itu .


" Pasien sebelum saya apakah nama nya adalah Tia? "


" emhhh, kirain mau nanya apa, memang nya ada apa? " kata dokter.


" saya hanya ingin memastikan sesuatu dok "


" iya sebelum pasien yang tadi memang ada pasien yang bernama Tia "


" apakah pria yang mengantar nya bernama Reyhan? "


" emmh, iya mungkin bu, nama ayah bayi yang tertera di buku hamil nya sih Reyhan,mungkin iya pria tadi yang bersama nya adalah Reyhan , emmhh ada apa ya mba? " tanya dokter itu.


" Ahhh, emhh tidak dok, saya hanya merasa mengenali nya saja "


" ohh begitu "


Kayla semakin membulat kan tekad nya, dia merasa seperti nya Reyhan akan lebih berat untuk melepaskan tia dari pada melepaskan nya.


" Sabar ya nak, tenang masih ada mamah, kak Shafa, nenek kakek yang sayang sama kamu, maaf kan mamah karena mamah terlalu stress memikirkan hal ini, sekarang kita makan enak ya sayang " ucap nya sambil mengusap air mata nya .


~


~


~

__ADS_1


Gimana gimana? author nya jangan di amuk ya, part yang di sukai emak emak akan segera muncul beberapa bab lagi , harap bersabar ya readers 😁


__ADS_2