
FYI : Othor ngetik bab ini sambil denger lagu " Hal Hebat " yang di cover sama " Afifah ".
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Tak terasa sudah dua Minggu berlalu sejak saat Kayla tau bahwa Tia lah dalang di balik kecelakaan yang menimpa nya.
" Tinggal beberapa baju saja yang tersisa di rumah mu nak " tanya umma Rahma pada Kayla.
" iya umma, sebentar lagi masa nifas Kayla selesai, dan sebelum masa nifas Kayla selesai, Kayla akan memenuhi permintaan mas Rey, dan setelah itu mas Reyhan harus menandatangani berkas gugatan cerai yang akan Kayla ajukan ke pengadilan agama "
Umma tersenyum " Hemm Shafa juga pasti senang bisa menghabiskan waktu bersama kedua orang tua nya walau hanya sebentar saja "
" Iya umma "
Shafa sudah berusia 2 tahun sekarang, ia semakin pintar, ia tidak pernah bertanya dimana papah nya, yah walau Reyhan sesekali masih mengunjungi Shafa dan kayla ke rumah Abi Ilham, namun tidak pernah lama, paling hanya untuk beberapa jam saja.
Dan hari ini Reyhan menjemput Kayla dan Shafa pagi pagi sekali.
" Bawa dua atau tiga baju ganti saja Kay, disana juga masih ada baju mu dan Shafa kan " ucap Reyhan saat melihat Tote bag Kayla yang cukup besar.
" Ohh oke baik lah, tunggu sebentar mas , aku ganti pakai yang lebih kecil "
" Oke, mas tunggu di depan ya "
Heninggg, padahal biasa nya Kayla akan berceloteh bersama Shafa selama di dalam perjalanan,tapi kali ini hahhh hanya keheningan yang menemani perjalanan mereka, Shafa yang tertidur membuat Kayla lebih memilih menutup mulut nya saja, ia enggan memulai percakapan dengan Reyhan.
" Gimana kabar mu? apa baik baik saja? "
" ya , seperti yang mas lihat, aku baik baik saja, lebih baik dari saat itu "
" syukurlah "
Tak ada lagi percakapan di antara kedua nya, Reyhan paham jika Kayla enggan berbincang dengan nya.
" Kita mau kemana mas? " tanya Kayla pada Reyhan, seperti nya ini bukan arah kerumah mereka.
" Mas ingin quality time dengan mu dan Shafa, mas akan bawa kalian ke suatu tempat " jawab Reyhan dengan sedikit menoleh pada Kayla.
Kayla tak lagi banyak bertanya, biar lah, mungkin ini terakhir kali nya mereka melakukan quality time bersama pikir nya.
Reyhan membawa Kayla dan Shafa ke sebuah Villa yang berada di kota B, pemandangan pepohonan dan kota terlihat dengan indah dan jelas dari villa yang Reyhan pesan. Kayla tau setiap sudut villa ini dengan baik, karena mereka pernah honeymoon di villa ini sebelum mengandung Shafa.
" Mas ini kan.. "
" Mas ingin memiliki memory indah untuk terakhir kali nya di tempat ini dengan mu dan Shafa , kamu ga keberatan kan mas bawa kalian kesini? "
__ADS_1
" Iya ga apa apa mas, itung itung liburan untuk ku dan Shafa "
Setelah beristirahat sejenak , mereka pun berencana akan ke tempat wisata yang ada di dekat villa, Reyhan sedari tadi tak melepaskan genggaman tangan nya dari Kayla dan Shafa, erat, sangat erat Reyhan menggenggam kedua tangan yang ada di sisi kanan dan kiri nya, seolah olah ia enggan untuk melepas genggaman nya pada mereka, yah walau sebenarnya memang ia enggan melepas Kayla dan Shafa.
Tawa bahagia Shafa begitu lepas saat ia bermain bersama papah nya, dan Kayla hanya tersenyum melihat Shafa yang tertawa. Setelah puas bermain mereka pun memesan makanan untuk makan siang setelah Reyhan melaksanakan solat Dzuhur tentu nya.
" Wah anak papah makin pinter nih, sudah makin pintar makan sendiri, tidak belepotan lagi, wahhh pintar nya " ucap Reyhan excited sekali melihat perkembangan Shafa, yah Reyhan tak perlu meragukan kemampuan Kayla dalam mendidik dan mengurus anak nya, Kayla yang terbaik, selalu yang terbaik.
Pukul 5 sore mereka sudah kembali ke villa, Shafa mungkin kelelahan, karena ia tidur begitu lelap nya selepas maghrib.
Pukul 8 malam Reyhan dan Kayla makan malam di balkon kamar villa mereka, di temani gemerlap nya lampu lampu dari pemandangan di bawah nya, suasana nya sebenarnya lumayan romantis, namun Kayla merasa biasa saja.
" Kamu benar benar sudah mulai mendaftar perceraian kita Kay? " tanya Reyhan beberapa saat setelah makan malam mereka.
" iya mas, saat nifas ku selesai mas tinggal menandatangani nya saja "
Reyhan tersenyum kecut " Hmm baik lah, aku akan memenuhi janji ku, aku akan menandatangani nya "
" Iya kamu harus memenuhi janji mu mas "
Kedua nya saling tatap, mata kedua nya mulai berembun, dan tesss, kedua nya sama sama menitikan air mata nya.
Reyhan meraih tangan Kayla dan menggegam nya.
" Sekali lagi mas minta maaf pada mu , maaf mas sudah mengkhianati mu, mas sudah menyakiti mu, dan menorehkan luka yang begitu dalam di hati mu, maaf karena mas kita juga harus kehilangan Naufal anak kita, mas sungguh sungguh meminta permohonan maaf dari mu Kay " Reyhan berucap dengan air mata yang mengalir di pipi nya .
Kayla pun sudah menitikan air nya sejak tadi " Aku sudah memaafkan mu mas, sungguh aku sudah memaafkan mu, aku sudah belajar untuk ikhlas untuk apa yang sudah kita lalui selama ini, tapi maaf aku tak bisa terus menemani mu, aku tak bisa untuk terus berada di samping mu mas, tapi sungguh aku sudah memaafkan mu, karena bagaimana pun kamu adalah papah nya Shafa, dan walau nanti kita sudah tidak bersama lagi, kita harus tetap bisa memberikan perhatian untuk Shafa ya mas, dan jika waktu nya sudah tepat nanti kita akan jelaskan pada Shafa sedikit demi sedikit " ucap Kayla dengan tercekat, berat rasa nya berbicara sambil menahan tangis nya.
Reyhan semakin terisak mendengar kata kata yang di ucapkan Kayla " Maaf Kay maaf, mas sudah menghancurkan rumah tangga kita, tapi kamu masih berbaik hati untuk memaafkan mas, maaf maaf maaf " Reyhan sungguh merasakan penyesalan yang teramat sangat, betapa bodohnya ia menyia nyia kan wanita yang sudah susah payah ia perjuangkan dulu, tapi malah ia yang menyakiti nya, malah ia yang menghancurkan hati wanita itu, betapa sangat menyesalnya ia karena di butakan rasa cinta nya pada Tia, ia menyesal tidak memanfaatkan kesempatan yang kayla beri saat itu.
" Sudah mas,sudah, semua itu sudah terjadi, mas jangan berandai andai, karena itu arti nya mas tidak menerima apa yang sudah Alloh gariskan untuk kita, mas juga harus belajar untuk ikhlas ya mas, semua nya sudah berlalu, sekarang kita harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi, kita harus bisa mengambil hikmah dari kejadian yang lalu mas, ga ada guna nya kita menyesali apa yang sudah terjadi mas, yang sudah berlalu biar lah berlalu, ya mas " ucap Kayla lalu memeluk tubuh Reyhan.
" Kita harus menerima apa yang sudah Alloh gariskan untuk kita mas, jangan berandai andai, karena hal itu tak ada guna nya mas, itu hanya akan semakin membuat kita merasa sakit, menyesal dan akhir nya terpuruk " Kayla mengusap ngusap punggung Reyhan yang bergetar karena menangis.
Setelah drama tangis menangis tadi akhir nya mereka memutuskan untuk beristirahat, Reyhan meminta agar Kayla tidur di lengan nya, dan ia juga sempat meminta ijin untuk tidur sambil memeluk Kayla, dan Kayla tidak menolak nya, Kayla berfikir mungkin ini saat saat terakhir nya tidur di dekapan Reyhan.
Besok nya mereka kembali mengunjungi tempat wisata, Reyhan benar benar memanjakan Kayla dan Shafa. Mereka juga sempat berfoto bersama.
Mereka menaiki perahu air, memberi makan hewan, dan lain lain, dan itu sungguh menyenangkan bagi anak seusia Shafa. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.
Setelah puas bermain di tempat wisata Reyhan pun melajukan mobil nya, Reyhan membawa Kayla dan Shafa ke rumah mereka .
' Tak ada yang berubah disini ' gumam Kayla dalam hati saat memasuki rumah nya.
Setelah membersihkan diri Kayla keluar dari kamar nya, jam masih menunjukkan pukul 16:20, namun makanan sudah tertata rapi di atas meja makan.
" Mas masak? "
Reyhan menoleh " iya, aku masakin makanan kesukaan kamu "
Kayla tersenyum " terimakasih mas, aku lihat Shafa dulu ya "
" Shafa Uda tidur, tadi habis aku mandiin langsung tidur, cape banget kayak nya dia " ujar Reyhan " kita makan sekarang yuk " ajak nya pada Kayla.
__ADS_1
Kayla pun meng iya kan dan mereka memakan makanan yang sudah Reyhan masak dan hidang kan.
Setelah solat maghrib Reyhan meminta Kayla untuk duduk di hadapan nya.
" Kayla, mas tau keputusan mu sudah bulat dan tak akan berubah lagi, kamu jangan bosen dengan apa yang akan mas ucap kan ya " Kayla hanya menatap Reyhan bingung.
" Sekali lagi mas minta maaf, maaf atas semua kesalahan kesalahan yang mas perbuatan pada mu, maaf karena mas telah melukai hati mu tanpa mas tau bagaimana cara untuk menyembuhkan nya kembali, maaf mas telah menghancurkan rumah tangga yang kita bina selama ini, maaf karena mas tidak bisa menjadi papah yang baik bagi shafa, dan mas tidak bisa menjadi suami yang baik bagi mu " Reyhan mulai menangis , dan menangkup kan kedua tangan nya " mas mohon maaf pada mu "
Kayla menggeleng kan kepala nya " mas aku sudah memaafkan mu , sungguh mas, aku minta maaf pada mas jika selama ini aku belum bisa menjadi isteri yang baik untuk mas Reyhan, maaf kan aku juga mas. Dan terimakasih karena mas pernah menjadi suami yang baik untuk ku, dan mas masih bisa menjadi papah yang lebih baik bagi Shafa "
" Kamu selalu jadi yang terbaik bagi mas Kay, kamu terlalu sempurna bagi mas yang banyak kekurangan ini, maaf kan mas yang sempat egois saat itu, sehingga mas melukai mu, mas sadar jika mas terlalu egois , mas sadar mas tidak pantas lagi untuk mu, maaf kan mas kay, maf " ucap Reyhan tersedu sedu.
Reyhan menarik napas nya perlahan, mencoba menenangkan diri nya sejenak " boleh mas mencium mu? "
Kayla mengangguk.
Perlahan namun pasti bibir kedua nya sudah saling menempel satu sama lain, ci*man yang awal nya biasa berubah menjadi luma*an luma*an kecil, tidak ada na*su yang dirasakan saat kedua bibir mereka menyatu, ci*man ini adalah ekspresi mereka mengeluarkan apa yang sedang mereka rasakan, rasa cinta yang tak mungkin lagi untuk di miliki, rasa sesal, rasa sedih, rasa menyesal, air mata juga menghiasi ci*man mereka kali ini, air mata yang penuh dengan makna, mewakili perasaan yang caruk maruk di hati kedua nya.
Reyhan melepas pagutan nya. Kayla mencoba mengatur napas nya yang sedikit tersengal-sengal.
Reyhan mencium kening Kayla sedikit lama, lalu mencium punggung tangan Kayla.
" Saat ini saya Reyhan Wijaya dengan sadar dan tanpa paksaan dengan resmi menjatuhkan talak 1 pada mu Kayla Nazia Yumna " ucap Reyhan dengan menahan tangis nya.
Kayla memejamkan mata nya sejenak saat mendengar kata yang memang sedang ia nanti kan, sakit, sesak, namun juga sedikit lega Kayla rasa kan dalam hati nya saat mendengar apa yang Reyhan ucapkan.
" Selesai masa nifas mu nanti kamu sudah resmi bukan isteri mas lagi Kayla, untuk dua hari ini terimakasih karena kamu sudah bersedia meluangkan waktu mu untuk mas, dua hari sudah lebih dari cukup untuk mas, mas takut jika kita melalui waktu bersama terlalu lama mas akan ragu lagi untuk melepas mu " ucap nya dengan kekehan yang pilu.
" Mass... "
" Sebenarnya mas berat Kay melepaskan mu, apalagi saat mas membayangkan jika kamu nanti menikah dengan pria lain apakah mas sanggup, hhhhh " Reyhan menghela napas nya " Tapi mas tidak mau menorehkan luka yang lebih dalam lagi pada mu, kamu berhak bahagia Kay, maaf mas belum sempat membahagiakan mu, semoga diluar sana kamu bisa meraih kebahagiaan mu dan Shafa " ucap Reyhan tulus.
" Mass, terimakasih, terimakasih untuk selama ini, aku bahagia dan bangga karena pernah menjadi isteri mu, dan menemani mu meraih kesuksesan, terimakasih mas sudah melepasku " ucap kayla, tangis dan senyum menghiasi wajah nya.
" Hemm, terimakasih juga Kayla "
" Mas, Kayla harap mas akan menjalani rumah tangga yang lebih baik dengan Tia, segera lah resmikan secara hukum pernikahan kalian nanti, dan jangan sampai apa yang sudah mas lakukan pada ku mas lakukan pada Tia, setia lah pada nya mas "
Reyhan tertegun dan menundukkan kepalanya " hikksss, hikksss, Kay , Kayla mengapa kamu sebaik ini "
Kayla menggeleng " Aku wanita mas, sejahat jahat nya Tia, jika ia mengalami apa yang aku alami pasti hati nya akan sakit juga " ucap Kayla, dan itu semakin membuat Reyhan merasa menyesal.
" Baik , mas akan buktikan jika mas akan bersungguh-sungguh menjalani rumah tangga mas dengan Tia " Kayla hanya menganggukkan kepala nya.
" Kamu siap siap ya, selepas solat isya mas akan antar kamu kerumah abi dan umma "
" Iya mas "
~
~
~
__ADS_1
YaAlloh othor ngetik part ini sambil denger lagu " Hal Hebat yang di cover sama Afifah " sampe nangis lah, yaAlloh .
Gimana guyss part ini? Uda panjang banget ini ngetik nya 😂