
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Cuaca siang ini begitu bagus, awan yang lumayan cerah, namun udara tidak terlalu panas, sungguh cuaca seperti ini membuat sebagian orang merasa bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama orang orang tersayang nya untuk jalan jalan atau hanya sekedar nongkrong di tempat favorit. Namu tidak untuk sebagian yang lain nya, walau cuaca nya sangat asyik namun tidak serta merta membuat mereka menikmati nya di luar ruangan, banyak yang memilih untuk di rumah saja, menghabiskan waktu bersama keluarga, tapi tidak begitu untuk pria yang satu ini, ia tidak menikmati cuaca ini untuk pergi keluar rumah, namun ia tidak juga menghabiskan waktu bersama keluarga nya, ia lebih ingin menyendiri di ruangan pribadi nya, duduk di balkon menikmati langit yang cerah di temani oleh secangkir kopi. Sesekali ia membuang napas nya secara kasar.
" Terlambat Rey terlambat " Gumam nya untuk yang kesekian kali nya, yah Reyhan masih begitu terkejut saat mendengar Kayla menerima lamaran pria lain, rasa nya ia ingin marah, namun akal sehat nya ternyata masih berguna, ia berfikir tidak sepantasnya ia marah akan hal itu, toh Kayla sudah resmi menjadi mantan isteri nya, bukan isteri nya lagi, jadi Kayla berhak menerima lamaran pria lain.
" Susah payah dulu aku mendapatkan mu Kay, namun dengan begitu mudah nya aku malah menyia nyia kan mu, dan sekarang saat kamu di lamar pria lain aku merasa marah dan cemburu, apakah pantas? rasa nya tidak pantas kan Kay " Masa masa indah saat bersama Kayla terulang di dalam ingatan nya, sungguh ia ingin kembali mengulang waktu waktu paling bahagia itu, bisa kah?
~
~
Sementara itu Al sedang menunggu Kayla keluar dari konveksi hijab nya . Tak berselang lama muncul lah wanita yang ia tunggu tunggu itu.
" Dadddyyy " teriak Shafa saat melihat Al keluar dari dalam mobil nya.
Shafa melepaskan pegangan tangan Kayla dan berlari menghampiri pria yang ia panggil daddy itu.
Happpp, Al menangkap tubuh gadis kecil itu dan menggendong nya.
" Assalamu'alaikum cantik nya daddy "
" Wa'alaikumsalam daddy, daddy kenapa lama sekali, Shafa sudah tak sabar ingin bermain bersama Daddy " gerutu Shafa sambil mengerucutkan bibirnya.
Al terkekeh mendengar gerutuan Shafa " Hemmm Daddy sudah menunggu dari tadi disini sayang, cuma Shafa tadi kan lagi di dalam sama mamah "
" Hahhh, Daddy tau, pekerjaan mamah disana begitu banyak, tidak selesai selesai, jadi Shafa harus menunggu mamah tadi di dalam, Shafa lelah sekali " ucap Shafa lalu kepalanya di sender kan di bahu Al, hahh lucu sekali anak itu pikir Al.
Kayla dan Mitha yang sudah berada di samping mobil Al pun sempat mendengar ucapan Shafa. Kayla merasa gemas pada putri nya itu, dan juga hati nya menghangat melihat kedekatan Shafa dan Al. Sedangkan Mitha menatap Shafa dan Al dengan tatapan kagum ' Mereka seperti ayah dan anak kandung, semoga mba Kayla kembali bahagia dengan pak Al ' begitu lah isi hati Mitha saat melihat Al da Shafa.
" Sekarang kan sudah selesai, jadi Shafa tidak usah merengek seperti itu ya " ucap Kayla.
" Hemmm, sekarang kita akan pergi? " tanya Shafa.
__ADS_1
" Tentu, let's go my princess "
" Mah, mamah duduk di depan dengan daddy, yahhh, yahh, yahhh " ucap Shafa dengan puppy eyes nya.
" Baik lah baik lah, tapi kan kasihan tante Mitha di belakang sendirian "
" Tante Mitha sudah besar mamah, tante tidak akan menangis kan karena duduk sendirian di belakang? "
Mitha tertawa " Yahh, tentu saja, mana mungkin tante menangis hanya karena hal itu "
Kayla menggelengkan kepalanya, ia belum berani pergi keluar hanya dengan Al saja, jadi ia masih mengajak Mitha untuk menemani nya, tidak tau saja Kayla ini apa yang sudah Mitha rencana kan untuk nya.
" Mas mas, aku turun di depan saja ya " ucap Mitha saat sudah hampir sampai di persimpangan yang menuju rumah nya.
" Ada yang mau kamu beli? " tanya Al.
" Enggak, itu kan jalan ke arah rumah ku, jadi aku turun disitu aja ya "
Kayla membalik badan nya, menatap Mitha dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan Mitha yang di tatap seperti itu hanya menaik turun kan alis nya.
" Oh, kirain kamu ikut Kayla dan saya ke mall " ucap Al .
" Terimakasih ya pak, mba, hati hati di jalan, assalamu'alaikum " ucap Mitha saat sudah turun di dalam mobil Al.
Mitha menatap mobil Al yang sudah kembali melaju.
" Maaf ya mba, tapi mba harus banyak berinteraksi dengan mas Al, kalo ada aku nanti mba malah ngobrol sama aku, dan yang paling penting aku ga mau nanti jadi nyamuk diantara kalian mba, mudah mudahan mba Kayla ga marah, Hemmm mending aku buat janji aja lah sama pacar ku, jadi nanti ada alasan ke mba Kayla kenapa aku ga jadi nemenin dia sekarang, hahaha cerdas emang kamu ini Mit " ucap Mitha memuji diri nya sendiri.
~
~
Pusat perbelanjaan terbesar di kota ini menjadi pilihan Al untuk menghabiskan banyak waktu bersama Kayla dan Shafa, selain mengajak Shafa bermain hari ini rencananya mereka juga akan mencari cincin untuk pernikahan mereka.
" Yang ini cincin model keluaran terbaru tuan, model nya juga sangat indah, apalagi jika di pakai di orang yang cantik dan tampan seperti tuan dan nyonya " ucap salah satu penjaga toko perhiasan itu.
Kayla melihat cincin yang katanya keluaran terbaru itu, ia memperhatikan detail cincin itu, rasa nya terlalu ramai bagi Kayla. Al yang melihat hal itu langsung paham jika Kayla kurang menyukai model itu.
__ADS_1
" Ada model yang lain? kami ingin model nya sederhana saja, namun tetap elegan, dan tidak pasaran "
" Baik pak, tunggu sebentar ya "
" Kay, kamu pilih mana pun yang kamu suka ya "
" Mas ga akan ikut milih juga? nanti kalo ga cocok sama selera mas gimana? "
Al tersenyum, senyum yang hanya Kayla saja yang sering melihat nya, bahkan senyuman Al membuat beberapa wanita yang ada disana semakin terpana pada nya ' Tampan, gentle, so sweet ' itu lah kata kata yang banyak di bisikan beberapa wanita yang ada di dalam toko itu.
" Apapun yang kamu pilih mas akan suka itu Kay, jadi pilihlah apa yang kamu suka ya "
Lagi lagi hati Kayla menghangat karena Al, lama lama hati nya bisa benar benar meleleh jika terus di perlakukan oleh Al seperti ini.
" Mas "
" Mas serius Kay, apapun yang kamu pilih dan kamu sukai mas pasti menyukai nya "
Kayla menunduk, lalu mengulas senyum di wajah nya.
" Maaf, bisa lihat yang ini ? " tanya Al menunjuk kalung dengan liontin berbentuk bintang.
Setelah melihat nya Al pun meminta pegawai disana untuk membungkus nya.
" Untuk siapa mas? "
" Untuk anak kita Kay, Shafa "
Blushhhhh, pipi Kayla bersemu merah mendengar kata ' Anak kita ' , Al yang baru menyadari ucapan nya pun sedikit tertegun dan melihat ke arah Kayla.
" Emhhh , ma...maksud mas kalung itu untuk Shafa Kay " ucap Al sedikit gugup.
Kayla mengangguk " hmmm, i..iya " Kayla tersenyum canggung setelah nya .
' Aishhhhh Al Al , situasi macam apa ini? tapi kan bener ya Shafa nanti kan jadi anak aku juga '
~
__ADS_1
~