
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Hari berganti hari, undangan pernikahan sudah di sebar, gedung, catering, dan persiapan pernikahan lainnya sudah 95%, waktu menuju hari H tinggal 7 hari lagi. Kayla dan Al tidak di izinkan untuk bertemu dari 4 hari yang lalu, kata nya sih di pingit, tapi jaman sudah canggih kadang mereka saling memberi kabar lewat telepon, kadang Al juga memaksa untuk melakukan video call pada Kayla, namun kadang Kayla menolak, tapi bukan Al nama nya jika tidak berhasil mewujudkan apa yang dia inginkan, dengan alasan ingin melihat Shafa akhirnya Kayla mengiyakan keinginan Al, tapi Kayla juga tidak kalah pandai, saat Al melakukan video call dengan Shafa maka Kayla akan meminta umma untuk mendampingi nya, sedangkan ia akan melakukan pekerjaan nya di ruang tengah, dan akhir nya Al hanya bisa mengelus dada saja.
" Daddy kapan kesini? Shafa ingin bermain dengan daddy "
" Sabar ya cantik, tinggal satu minggu lagi kok, nanti setelah itu Daddy akan tinggal bersama Shafa dan mamah "
Shafa menghitung jari nya " Kata mamah satu minggu itu dari Senin sampe minggu, berarti 7 hari lagi kan Daddy "
" Yah Daddy akan kesana 7 hari lagi sayang "
Shafa mengerucutkan bibir nya " itu masih lama Daddy "
" Hahahaha ternyata anak Daddy sudah tidak sabar yang ingin segera bertemu dengan daddy? seperti kamu memang benar benar anak Daddy, sama sama tidak sabaran " ucap Al sambil tertawa.
" Shafa memang anak Daddy kan? " tanya Shafa lugu.
" Tentu saja, sampai kapan pun Shafa adalah anak Daddy "
Obrolan antara calon papah sambung dan anak sambung itu terus berlanjut, hingga Shafa merasa lelah dan akhir nya terlelap, Al belum mematikan video call nya, tak berselang lama terdengar suara pintu kamar terbuka, Al berharap ia bisa melihat Kayla walau hanya sebentar, dan wajah Kayla terlihat selintas oleh Al.
" Video call sampe ketiduran gini, Shafa Shafa " Kayla belum menyadari jika video call itu masih berlangsung.
Saat Kayla meraih hape nya deggg, wajah Al terlihat jelas di layar hape nya, senyum Al semakin mengembang saat wajah Kayla dapat ia lihat dengan jelas.
Kayla baru buru mengubah kamera hape nya menjadi kamera belakang " Massss ih " ucap Kayla kaget dan kesal.
" Apa sih Kay manggil manggil, kangen ya? "
" Isshhh kok belum di matiin sih, aku kira Uda mas matiin video call nya "
" Mas kan nemenin Shafa, jadi ga di matiin video call nya " hanya terdengar decakan dari Kayla " Kay, balikin lagi dong jadi kamera depan "
" Enggak mas, nanti ketahuan mamah Amara bisa bisa nanti di omelin "
" Gak akan Kayla, sebentar aja ya, ya, ya "
" Engga mas, mending sekarang mas istirahat ya, Uda malem, aku tutup ya video call nya, assalamu'alaikum "
" Kamu tega Kay sama mas " ucap Al.
" Tega apa? "
" Mas pengen liat kamu, bentar aja Kay, kangen banget mas sama kamu " ucap Al dengan wajah merajuk nya .
" Mas satu minggu lagi ya, sabar okey, sekarang istirahat dulu ya, aku tutup ya, assalamu'alaikum "
" Oke oke, ya sudah wa'alaikumsalam "
Al membaringkan tubuh nya di kasur empuk milik nya.
" Sabar sabar, saru minggu lagi, nunggu beberapa tahu aja aku sanggup, masa iya sekarang cuma nunggu satu minggu ga sanggup, Kayla Kayla kok rasanya ga nyangka ya " gumam nya sambil senyam senyum sendiri.
~
~
H-3 sebelum hari pernikahan.
Kayla terlihat sedang termenung, ia sedang merasa bingung sekarang. Semalam Reyhan mengirim pesan pada nya, kata nya Tia ingin bertemu dengan nya, dan Tia sangat berharap Kayla akan menemui nya, dan Reyhan menunggumu jawaban Kayla hingga pukul sepuluh pagi ini. Kayla bingung, di satu sisi ia tidak ingin menemui Tia karena tidak ingin merusak mood nya yang sedang baik karena hari pernikahan nya akan dilaksanakan 3hari lagi, tapi di sisi lain Kayla juga penasaran karena Reyhan bilang ada yang ingin Tia katakan pada Kayla.
Kayla meraih ponsel nya dan mengetikkan sesuatu disana, setelah pesan nya terkirim Kayla pun bersiap untuk segera pergi.
" Umma, Abi, Kayla keluar sebentar ya "
" Kamu yakin Kay? " tanya umma Rahma.
" Mending nanti aja Kay pergi nya, Kaka takut kamu di apa apa in sama wanita itu " ucap ka Dewi khawatir.
" Kayla yakin umma, Kaka , do'a in Kayla semoga selalu dalam perlindungan Allah "
__ADS_1
" Hati-hati ya nak, insyaAllah kamu akan baik baik saja " ucap Abi Ilham, dan Kayla pun pergi menggunakan taxi online.
~
~
" Terimakasih Kay karena kamu mau menemui Tia " ucap Reyhan saat melihat Kayla sudah sampai di tempat Tia di tahan.
" Aku gak bisa lama lama mas, dimana kita bisa ketemu Tia ? "
Reyhan hanya menghela napas nya kasar, seperti nya Kayla tidak ingin berlama lama dengan nya.
Kayla heran karena ia di bawa ke tempat yang bisa di bilang klinik lah ya.
" Kita mau bertemu Tia kan mas? "
" Iya, Tia kondisi nya memburuk jadi dia di rawat di klinik ini "
Kayla mengambil ponsel dari tas nya, setelah itu memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas.
Tia yang melihat Reyhan datang bersama Kayla tersenyum.
" Kayla " ucap Tia lirih.
Kayla sedikit terenyuh melihat keadaan Tia yang seperti nya sangat lemah, sangat berbeda jauh dengan Tia yang dulu.
Kayla duduk di bangku yang ada di samping ranjang Tia.
" Kayla aku ingin meminta maaf padamu, maaf kan aku Kayla maaf, aku sudah menghancurkan hidup mu, aku sudah menghancurkan rumah tangga mu, bahkan karena aku kamu kehilangan anak mu, maaf kan aku Kayla maafkan aku, sekarang aku sudah mendapatkan balasan dari apa yang aku perbuat kepada mu, aku menyesal Kayla, aku menyesal, tolong maaf kan aku " ucap Tia dengan lemah lalu terisak.
Kayla kembali mengingat masa masa menyakitkan itu, ia berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh begitu saja.
" Aku di butakan oleh rasa cinta ku pada Reyhan, aku sampai rela menghalalkan berbagai macam cara agar dapat memiliki nya, bahkan saat aku tau apa yang aku lakukan itu salah aku malah tetap melakukan nya, aku menyesal Kay menyesal " Tia terisak dan seperti kesulitan walau hanya untuk menarik napas " Tapi aku akan menebus kesalahanku pada nya, aku sudah meminta mas Reyhan mentalak ku Kay, dan aku harap kalian bisa kembali bersama seperti dulu, dengan begitu rasa bersalah ku akan sedikit berkurang "
Deggg
Detak jantung seseorang yang ada di balik pintu itu berdetak lebih cepat saat mendengar kata kata terakhir yang di ucapkan wanita yang ia yakini bernama Tia Rasa takut dan khawatir meliputi hati nya, tangan nya menggantung begitu saja, tadi nya ia ingin masuk ke dalam ruangan itu, namun ia mendengar perkataan Tia, sehingga ia memilih berdiam diri sejenak di balik pintu.
Al, yang seseorang itu adalah Al, mati matian ia menahan perasaan nya tak menentu itu.
Kayla menggeleng pelan " Tia, aku sudah memaafkan mu, dari jauh jauh hari sebelum kamu meminta maaf hari ini. Aku bersyukur karena akhirnya kamu bisa mengakui kesalahan mu. Namun maaf aku gak bisa kembali pada mas Reyhan Tia "
" Kenapa ga bisa Kay? kalian masih saling mencintai satu sama lain, aku sudah berkorban dengan meminta Reyhan mentalak ku, tolong Kay aku ingin rasa bersalah ini setidaknya sedikit berkurang dengan melihat kalian kembali bersama "
" Apa hak mu meminta ku kembali dengan mas Reyhan? kamu tidak berhak sedikit pun untuk mengatur hidup ku Tia. Apa yang kamu bilang pengorbanan tadi? kamu bilang kamu berkorban supaya aku dan mas Rey bisa kembali? itu adalah pengorbanan yang paling sia-sia Tia, kamu meminta mas Rey mentalak mu da meminta kamu untuk kembali bersama? itu adalah hal bodoh Tia, kamu seperti mempermainkan sebuah pernikahan, dari sisi ini kamu belum berubah Tia, kamu melakukan apapun untuk bisa mewujudkan apa yang kamu inginkan, tanpa kamu sadari bahwa kamu bukan lah penentu kehidupan orang lain, kau seolah memaksa ku untuk kembali pada mas Rey, tapi aku tegas kan padamu, AKU TIDAK BISA DAN TIDAK AKAN KEMBALI BERSAMA DENGAN MAS REYHAN "
" Tapi kenapa? kalian saling mencintai, kali... "
" Dulu " Kayla memotong ucapan Tia sebelum wanita itu menyelesaikan ucapan nya " Dulu Tia, itu dulu, kamu dulu memang saling mencintai, tapi sekarang semua nya sudah berubah Tia, aku sudah mencintai pria lain, bahkan kami akan menikah 3 hari lagi "
Air mata mengalir begitu saja di pipi Tia, Reyhan hanya diam menyimak pembicaraan dari kedua mantan isteri nya.
" Tia, aku sudah memaafkan mu, dan aku mohon jangan merasa bersalah pada ku, apapun yang aku lalui selama ini itu sudah kehendak dari Allah, jadi kamu tidak usah merasa bersalah lagi, aku sungguh sudah memaafkan mu Tia "
" Hiksss hiksss, tadi nya aku berharap kalian akan kembali bersama "
" Maaf Tia, harapan mu itu sungguh tidak akan bisa terkabul, aku sudah mencintai pria lain, pria yang bisa mengobati luka di hati ku, pria yang bisa menyayangi Shafa seperti anak nya sendiri, pria yang begitu menjaga ku. Aku berterima kasih padamu dan mas Reyhan, karena jika bukan karena perbuatan kalian dulu, mungkin aku tidak akan bertemu dengan pria itu, selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa Tia. Kamu sekarang bisa hidup tenang Tia, aku sudah memaafkan mu "
Tia semakin terisak, ia malu pada Kayla, ia sudah menghancurkan hidup Kayla tapi kenapa seperti nya begitu mudah Kayla memaafkan nya.
Tokkk, tokk, tokkk
Tia, Kayla dan Reyhan melihat seseorang dari balik pintu.
Al tersenyum ke arah Kayla dan di balas senyuman oleh Kayla, sedangkan Reyhan ia merasa heran bagaimana bisa Al ada disini, dan Tia, ia menebak mungkin pria ini adalah calon suami Kayla.
" Maaf mas datang terlambat " ucap Al, padahal sudah dari tadi dia datang.
" Gapapa mas " ucap Kayla lembut " Tia, ini mas Al, calon suami ku "
Tia melihat jika Al sangatlah mencintai Kayla, dan begitu sebaliknya.
' Apakah sekarang aku sudah bisa hidup dengan tenang? ' tanya nya pada diri sendiri.
Tak lama Kayla pun pamit " Aku pulang ya Tia, aku harap kamu bisa hidup dengan tenang, jangan merasa bersalah padaku, aku sungguh sudah memaafkan mu, dan sekarang aku bahagia dengan kehidupan ku yang baru, aku harap kamu juga akan bahagia dengan hidupmu mu "
__ADS_1
" Terimakasih Kayla, terimakasih " ucap Tia merasa bersyukur, dan ada perasaan lega di relung hati nya setelah bertemu dan meminta maaf pada Kayla .
~
~
Al tidak banyak bicara selama di perjalanan, dan Kayla merasa heran dengan sikap Al.
" Mas kita mau kemana? " tanya Kayla saat menyadari bahwa ini bukan arah menuju rumah nya.
" Kamu ikut mas sebentar ya ". ucap Al biasa saja.
Kayla heran dengan sikap Al, gak biasa nya Al seperti itu pada nya.
Tibalah mereka di sebuah gedung yang bertuliskan ' KAL'S COMPANY ' .
" Ini kantor mas, kita kesini dulu ya, ada yang harus mas selesai kan "
Kayla hanya menurut saja, padahal tadi nya ia ingin segera pulang, hahhh, karena menemui Tia proses pingitan nya jadi gagal.
Semua karyawan menyapa Al saat berpapasan dengan Al , tapi Al hanya menampilkan wajah datar nya dan sedikit menganggukan kepala nya.
' Mas Al cuek banget ya, karyawan nya emang gak takut apa sama dia, apa emang kayak gini ya mas Al, atau mas Al lagi marah ya ' batin Kayla menebak nebak.
Terlihat beberapa karyawan saling berbisik satu sama lain.
' pak Al cuek begitu aja ganteng nya ga ketulungan, apalagi kalo senyum duh '
' eh itu calon isteri nya pak Al ya? cantik ya, hebat sih bisa naklukin pak Al '
' Pasti cewe itu duluan yang ngejar pak Al '
Kurang lebih seperti itu lah hal yang menjadi pembicaraan para karyawan yang melihat Al dengan Kayla.
" Masuk "
Ruangan ini adalah ruangan Al, ruangan yang cukup luas, dengan pemandangan kota di bawah nya.
" Kay mas sangat ingin memeluk mu saat ini " ucap Al sendu tepat di belakang Kayla, jarak diantara kedua nya mungkin hanya sekitar 10cm.
Kayla yang tadi sedang asik melihat pemandangan kota sedikit terkejut mendengar perkataan Al.
Saat Kayla membalik badan nya ia malah semakin terkejut karena Al berada tepat di belakang nya.
" M....Masss "
" Mas tidak akan memeluk mu sekarang, jangan kan di peluk, mas ga sengaja pegang tangan kamu aja kamu marah "
Kayla bernapas lega, huhhh ia sudah deg degan tadi.
" Mas kenapa? " tanya Kayla saat sudah duduk di sofa bersama Al, tapi tetap berjarak ya guys.
" Mas tadi mendengar semua pembicaraan kalian, mas sempat takut dan ragu, bukan ragu pada perasaan mu, tapi mas takut kamu merasa kasihan pada Tia dan akhirnya mengiyakan apa yang Tia inginkan, yaitu kembali dengan mantan suami mu itu, tapi mas terharu dan sangat bersyukur setelah mendengar jawaban dan ucapan mu, sebesar itu kah cinta mu pada mas? "
Wajah Kayla bersemu, ia kira Al memang baru datang tadi, tapi ternyata, hahhhh.
" Mas nguping tadi? "
" Iyah, itu pun ga sengaja ko " Kayla hanya menggelengkan kepalanya.
" Makasih ya Kay, kamu sangat menjaga perasaan mas, padahal mas belum menjadi suami mu, tapi kamu tadi sampai ijin dulu ke mas saat akan menemui Tia, sampe ngirim sharelock lagi, mas benar benar merasa beruntung mendapatkan kamu Kay "
" Itu kan sudah kewajiban ku mas, jika aku tidak bisa menjaga perasaan orang lain, bagaimana mungkin nanti orang lain akan menjaga perasaan ku "
" Kenapa kamu sebaik ini Kay? "
" Aku gak baik mas, banyak keburukan dalam diri ku yang mas belum tau "
" Bagi mas kamu itu sempurna Kay, mas makin ga sabar buat halalin kamu " ucap Al tidak sabaran " kita percepat ijab qobul nya jadi besok yu Kay " ucap nya seenak dengkul.
" Mas ihh " ucap Kayla kesal, Al sungguh sungguh tidak sabaran.
~
~
__ADS_1
Uda panjang banget nih, ini tuh dua bab othor jadiin satu ya guys, biar baca nya anteng gitu, jangan lupa kasih dukungan buat karya othor ya guys, tencu 💞