Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
35


__ADS_3

Hallo guys maaf ya hari ini cuma bisa update 1 bab , othor lagi kurang sehat, doain cepet sehat lagi ya, biar bisa double up lagi, terimakasih


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


Waktu menunjukkan pukul 17:25 menit, terlihat sebuah mobil memasuki pelataran rumah Abi Ilham. Setelah memarkirkan mobil nya, Reyhan keluar lalu mengetuk pintu rumah Abi Ilham.


Tokkkk


Tokkkk


Tokkkk


Kak Dewi yang mendengar ada orang mengetuk pintu kemudian bergegas untuk membuka kan pintu.


Ceklekkkk


Reyhan tersenyum " Assalamualaikum kak " ucap Reyhan lalu tersenyum pada Shafa yang ada di gendongan ka Dewi " hallo anak papa, mamah mana sayang " tanya nya pada Shafa.


" Mama mama tak pulang pah " celoteh Shafa dan Reyhan hanya terkekeh.


" Kamu ngapain disini Rey, harus nya kamu ada di rumah sakit "


" Di rumah sakit? kenapa aku harus ada di rumah sakit ka? siapa yang sakit ? " tanya Reyhan keheranan.


" Astaghfirullahala'adzim, kamu emang gatau? kamu kemana aja sih Rey, astaghfirullah, Kayla mengalami kecelakaan karena di serempet motor tadi siang, dan dia langsung di bawa ke rumah sakit, dan kamu malah kesini , yaAlloh Rey Rey " jelas ka Dewi pada Reyhan.


Reyhan mematung " kak Dewi jangan bercanda deh gak lucu " ucap Reyhan sedikit terkekeh karena merasa tak percaya.


" Kamu pikir masalah kayak gini bisa di pake bahan bercandaan hahhh? Kaka ga bercanda ya Rey, Kaka ngomong apa ada nya "


Reyhan melebar kan dua bola mata nya " Kaka serius? "

__ADS_1


" ckkk, iya Kaka serius, mending sekarang kamu ke rumah sakit ibu , kamu tuh Rey suami macam apa, isteri lagi dalam keadaan genting malah kamu nya ga ada, maka nya jangan suka sibuk sendiri deh kamu tuh, mending kalau kesibukan kamu tuh untuk kebaikan Kayla dan Shafa, lah ini kamu sibuk ngurusin cewek lain di luaran sana "


Reyhan merasa tertohok dengan kata kata kak Dewi, tapi dia tidak mau menjawab kata kata kak Dewi, Reyhan terlalu kaget dan tak percaya.


Reyhan kemudian mengecup anak nya terlebih dahulu sebelum kemudian kembali mengendarai mobil nya ke rumah sakit ibu.


Reyhan begitu tergesa gesa melangkah kan kaki nya, setelah bertanya di tempat resepsionis Reyhan berlalu menuju ruang operasi.


Dari jarak sekita 5 meter Reyhan melihat ada Abi dan umma Rahma disana, dan juga ia melihat ada seorang pria yang tak di kenal nya.


" Assalamualaikum Abi , umma, bagaimana keadaan Kayla " tanya Reyhan dengan panik.


" Waalaikumsalam, duduk lah dulu " ucap Abi mencoba untuk tetap tenang .


Sedangkan umma Rahma, beliau menatap Reyhan dengan tatapan kecewa, lalu beranjak dari duduk nya mendekati Reyhan dan


Plakkkk


Satu tamparan mendarat di pipi sebelah kanan Reyhan.


" Umma, sudah umma, sudah, ini di tempat umum ,tidak baik melakukan hal seperti itu " ucap Abi mencoba menenangkan isteri nya.


" Kamu duduk lah dulu, Kayla sudah selesai menjalani operasi, tinggal menunggu di pindahkan ke ruang rawat saja " ucap Abi terdengar sangat dingin dan datar.


" Keadaan Kayla dan kandungan nya bagaimana Abi ? " tanya Reyhan.


Abi hanya tersenyum " tanyakan saja langsung pada dokter " Abi enggan memberi tahu keadaan kandungan Kayla, karena rasa nya berat untuk mengucapkan bahwa cucu nya sudah tidak ada di dunia ini lagi .


Reyhan menatap Al yang masih anteng duduk di bangku yang tak jauh dari mereka, kemudian Rey menghampiri Al.


" Apa kamu yang udah bikin isteri saya jadi kayak gini, hah " tuduh Reyhan begitu penuh amarah.

__ADS_1


" Sabar mas, saya bisa jelaskan kronologi nya " ujar Al dengan tenang.


" Jadi bener kamu yang bikin Kayla celaka " Reyhan hendak melayangkan bogem nya pada Al, namun baru setengah perjalanan bogem Rey terhenti.


" Bukan dia yang menabrak Kayla, justru dia adalah orang yang sudah menyelamatkan Kayla "


Reyhan melirik pada Abi mertua nya.


" Dia ada di tempat kejadian, dan dia yang membawa Kayla kemari, bahkan dia yang telah menandatangani surat persetujuan operasi Kayla yang seharusnya di tandatangani oleh mu atau Abi " ucap Abi Reyhan mencoba menjelaskan.


" Kamu berani sekali menandatangani surat persetujuan operasi isteri ku " ucap reyhan pada Al.


" sudah lah Rey, umma bersyukur dia mau menandatangani surat itu, jika dia menunggu mu atau Abi yang saat itu terjebak macet, mungkin bukan hanya bayi dalam kandungan Kayla saja yang tiada, bahkan Kayla pun mungkin bisa saja ikut tiada " ucap umma Rahma menggebu gebu, umma sudah tidak tahan dengan menantu nya itu.


Reyhan terdiam dan sedikit mencerna apa yang umma katakan tadi.


" Umma, apa maksud umma? kenapa umma mengatakan bayi dalam kandungan Kayla tiada, apa maksud umma " Reyhan merasa mata nya mulai berembun.


Umma menarik napas nya lalu menenangkan diri sejenak " Anak yang ada dalam kandungan Kayla tidak bisa di selamat kan Rey, dia meninggal dunia, dia sudah tidak ada lagii " sentak umma Rahma dengan sangat emosional.


Tubuh Reyhan terasa lemah, dia mencari dinding untuk bersandar, dan tubuh nya melorot , tatapan nya kosong, air mata nya mulai berderai, ia tak percaya dengan apa yang di katakan umma mertua nya itu.


" Umma pasti bohong kan, jangan bercanda umma " ucap Reyhan terbata bata sambil sedikit menangis.


" Umma tidak mungkin bercanda dengan hal yang seperti ini, umma tidak bercanda, anak itu suah tidak ada Rey sudah tidak ada " Umma kembali histeris jika mengingat tentang cucu nya itu.


" Sudah umma sudah, ini adalah yang terbaik untuk bayi itu, sudah umma kita harus ikhlas dengan ketentuan yang sudah Alloh beri untuk kita umma " Abi mencoba menenangkan isteri nya lagi.


" Enggak enggak enggak, gak mungkin, gak mungkin, arrrghhhhhh " ucap Reyhan frustasi, walau hubungan nya dengan Kayla sedang tidak baik baik saja, tetap saja ia merasa kehilangan karena anak nya sudah tiada.


Al menghampiri Reyhan lalu membantu nya untuk duduk di bangku " Sabar mas sabar, mas harus tenang, jika mas tidak bisa merasa tenang nanti siapa yang akan menenangkan isteri mas ketika ia sadar, ia pasti akan merasa sangat sangat kehilangan mas, mas harus sabar dan tenang "

__ADS_1


' yaAlloh Kay, maafin mas sayang, seandainya mas pergi sama kamu, seandainya mas menjemput mu saat itu, seandainya mas hikssss, maaf Kay , maaf, maafkan papah nak, papah tidak bisa menjaga mu dengan baik, maaf maaf maaf '


Menyesal, itu lah yang Reyhan rasakan saat ini, seandainya, seandainya, seandainya, sayang seandainya yang sedang Reyhan andai andai kan itu tak bisa terwujud, terlambat, semua nya sudah terjadi, sekarang hanya rasa menyesal yang memenuhi relung hati nya.


__ADS_2