Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
56


__ADS_3

...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Suara riuh begitu mendominasi ruangan itu, suara suara orang yang terkadang bersorak, ada juga yang kadang emosi, dan sesekali terdengar ketukan palu. Sementara, Kayla sedang duduk di salah satu bangku yang ada di ruangan itu, ia sedang menunggu giliran persidangan kasus yang ia laporan beberapa waktu yang lalu.


Kayla di temani Abi, umma, ka Fahri, Mitha, dan tentu saja dengan Amran yang bertugas sebagai kuasa hukum nya. Namun ia juga melihat ada Reyhan serta papah nya Tia disana. Reyhan terus mencuri curi pandang pada Kayla,. sedangkan Kayla, ia hanya acuh tak acuh, walau sebenarnya ia tahu Reyhan memperhatikan nya, namun ia bersikap biasa saja.


Ddrrrrrrtttt ddrrrrrrtttt


Saat terasa hape nya bergetar Kayla segera mengambilnya dari dalam tas .


' Mas Al, ada apa nelpon ya ' gumam nya dalam hati.


" Umma, Kayla keluar sebentar ya, " dan umma hanya mengangguk saja.


" Hallo assalamu'alaikum mas Al " ucap Kayla sesaat setelah mengangkat panggilan telepon dari Al.


" Wa'alaikumsalam Kay "


" Emmh, ada apa mas menelpon Kayla '


" Ohh i..ituu,. emmh apa sidang nya sudah mulai? " tanya Al .


" Belum mas, di dalam masih ada satu persidangan yang belum selesai, setelah itu baru lah persidangan yang Kayla laporkan "


" Apa kamu gugup? "


Kayla terdiam,dan wajah nya tertunduk " Emmhh, sedikit, Kay hanya merasa deg degan takut sidang tidak berjalan lancar " ucap Kayla mengungkapkan apa yang ia rasakan.

__ADS_1


Al sedikit tersenyum di seberang sana " Kamu rileks aja Kay, mas yakin sid yang mu akan lancar, dan kasus yang kamu ajukan akan meraih kemenangan, kamu dan almarhum Naufal akan mendapatkan keadilan Kay " ucap Al , dan Kayla merasa sedikit tenang mendengar apa yang Al ucapkan.


" Aamiin, terimakasih ya mas " Kayla terdiam sejenak " Mas Al, emmh terimakasih atas semua bantuan yang mas berikan, Kayla berhutang banyak pada mas Al, dan Kayla belum bisa membalas kebaikan yang mas Al berikan pada Kayla, Kayla hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mas Al saat ini "


Terdengar sedikit suara tawa dari seberang sana.


" Kay, kamu ga usah sungkan, aku hanya ingin membantu mu, dan semoga saja semua itu membantu mu, dan kamu tenang saja kasus mu akan menang, apalagi di tangani oleh Amran kuasa hukum ku, dia sangat handal dan berpengalaman "


" Emmh,. iya mas, Kay hanya merasa apa yang mas lakukan ini terlalu berlebihan, mengingat kita ini kan awal nya tidak saling kenal mas, jadi Kay merasa sungkan "


" Apa yang ku lakukan tidak berlebihan Kay, selagi itu untuk mu dan Shafa itu adalah hal yang wajar " ucap Al .


Kayla tertegun, dan mencoba menafsirkan maksud dari kata kata Al barusan. " Emmh, maaf mas maksud nya "


Al yang baru tersadar dengan apa yang di ucapkan nya pun sedikit bingung " emmh, maksud nya, apa yang ku lakukan tidak berlebihan Kay, itu wajar, dan saling menolong itu sudah jadi kewajiban sesama manusia, iya kan " dalih Al dengan berusaha berkata setenang mungkin.


Kayla mengelus dada nya, untung saja ia tidak salah menafsirkan kata kata Al tadi " iya mas, kamu memang orang baik, membantu orang lain tanpa pamrih, terimakasih banyak ya mas "


" Siappp bosss " ucap Kayla, lalu terkekeh, dan Al pun ikut terkekeh di buat nya.


Lalu kemudian sambungan telepon pun terputus.


" Aku belum siap jika kamu mengetahui perasaan ku padamu sekarang, aku tau kamu baru saja menerima luka yang menyakit kan, untuk saat ini aku akan membiarkan mu menenangkan diri dan hati, namun setelah aku pulang nanti, aku akan mengobati rasa sakit mu, akan aku beri kebahagiaan untuk mu Shafa, aku berjanji Kay , aku berjanji, semoga Allah mempermudah urusan kita " gumam Al dengan senyuman indah yang terpancar di wajah tampan nya itu.


Sementara itu Kayla sedikit terkejut saat ia membalikkan badan nya, ia mendapati sosok Reyhan tidak jauh berdiri di belakang nya.


" Haii Kay " sapa Rey pada Kayla.


" Hai mas " Kayla sedikit tersenyum.


" Kamu baru menghubungi seseorang? "

__ADS_1


Kayla mengangguk " iya mas "


" siapa? " tanya Rey penasaran.


" Teman, teman yang sudah membantu ku mengusut kasus ini "


" Orang yang menolong mu saat itu? " tebak Reyhan.


Kayla hanya menganggukkan kepala nya, dan kemudian pamit untuk segera pergi.


" Kamu jangan mudah mempercayai orang Kay, apalagi kamu baru kenal sama dia " ucap Reyhan yang membuat Kayla menghentikan langkah nya.


" Dalam hal ini mas tidak bisa ikut campur, ini urusan ku mas " ucap Kayla tapa membalik badan nya .


" Kay, mas hanya menghawatirkan mu dan Shafa "


Kayla berbalik menghadap Reyhan " Mas, mas tidak perlu menghawatirkan ku, dan tentang shafa mas tenang saja aku akan menjaga nya, satu lagi, meskipun mas Al baru aku kenal tapi aku merasa ia bisa di percaya, kamu tau mas , lama atau tidak nya kita mengenal seseorang tidak bisa di jadikan tolak ukur untuk kita bisa mempercayai nya atau tidak. Contoh nya kamu, aku sudah mengenal mu cukup lama, tapi ternyata kamu bukan orang yang bisa ku percaya lagi mas "


Deggggggg, kata kata Kayla tepat mengenai hati nya. Lagi pula Reyhan tidak berfikir sebelum berbicara.


" Aku minta tolong sama mas, tolong jangan terlalu mengurusi urusan ku, aku bisa menjaga diri ku dan Shafa, dan mas, cukup urus isteri dan anak anak tiri mu " ucap Kayla lagi. " Walau kita bercerai tapi kita harus tetap damai, karena ada Shafa yang harus kita jaga mas "


Reyhan tertegun, ia kehabisan kata kata untuk menanggapi ucapan Kayla, sehingga kini ia hanya bisa menatap kepergian Kayla.


~


~


~


Guys segini dulu ya, lanjut nanti sore ,othor lagi banyak kerjaan di dunia nyata ini, hahahaha. Terimakasih untuk vote dan hadiah nya guys, big love buat kalian , sehat sehatt ya 💞

__ADS_1


__ADS_2