
...Hallo guys, guys aku gatau ini bakal ke update jam berapa, soalnya yang kemarin aja aku setting biar ke update jam 1 siang, tadi kok sore banget ke update nya, jadi guyss maaf banget ya kalo ngaret update nya, makasih untuk kalian para readers kuhh 💞💞...
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Dengan mengendarai motor matic nya wanita itu dengan perlahan membelah keramaian jalan raya kota XX di saat pagi menjelang siang ini. Laju kendaraan beroda dua itu tidak terlalu cepat, namun tidak juga terlalu lambat, tak perlu ngebut atau pun ngebuntut di belakang kendaraan orang lain, yang penting ia selamat sampai ke tempat yang hendak ia tuju .
Setelah memarkirkan motor nya,wanita itu mulai melangkah kan kaki nya maju terus ke depan, hingga ia melihat " Kepolisian Negara Republik Indonesia , Kota XXX " .
Wanita itu, Kayla, menarik napas untuk beberapa saat sebelum akhir nya melangkah kan lagi kaki nya ke dalam gedung itu.
Kayla pun di bawa ke meja yang khusus menangani tentang pengaduan, atau laporan masyarakat, supaya bisa mendapat bantuan dan pelayan informasi. Setelah itu Kayla mendapatkan surat tanda penerimaan laporan atau pengaduan yang sudah ia sampaikan.
" Maaf Bu, mari ikut kemari " ujar salah satu petugas polisi disana.
Kayla pun mengikuti langkah nya, dan di persilahkan untuk duduk di suatu kursi.
" Mari Bu, silahkan "
" Maaf bu, kasus yang ibu laporkan ini apa kah ada bukti nya, supaya kami bisa segera melakukan proses penangkapan "
" Ada pak, saya membawa nya "
Kemudian Kayla memberikan flashdisk yang Al beri pada nya, petugas polisi itu membuka slide demi slide foto, video dan bahkan bukti chatting Tia dengan orang suruhan nya. Kayla pun merasa heran bagaimana bisa Al memiliki bukti bukti itu, dan bahkan sampai bisa memiliki historis chatting dia dan orang yang menabrak nya.
" Emmh baik Bu, kami akan menyalin ini, dan kami akan segera melakukan penangkapan pada tersangka "
Kayla tersenyum dan mengangguk " Baik pak, terimakasih sebelumnya "
" Iya Bu, dan nanti ibu tinggal menunggu surat panggilan untuk melakukan sidang nya ya bu, dan ibu harus di dampingi dengan kuasa hukum ibu nanti "
" baik pak, terimakasih "
Kayla sedikit merasa lega karena ia sudah memulai untuk mendapatkan keadilan untuk almarhum anak nya.
' Nak, mamah tadi nya tak ingin melaporkan hal ini, tapi mamah berfikir, jika hal ini di biarkan maka orang itu tidak akan pernah belajar dari kesalahannya, dan parah nya ia akan merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang benar, yaAlloh tolong bantu hamba mu ini ' Gumam nya seraya tersenyum tatkala mengingat wajah Shafa dan almarhum anak nya.
~
~
" Massss, ini sakit banget " ringis nya kesakitan.
" Kamu harus nya sudah mulai cuci darah Tia, untuk sekarang kamu minum saja obat yang dokter berikan padamu " saran nya, walau kesal namun ia tak bisa mengabaikan Tia begitu saja.
" Sakitt banget mas, huhhhhh, gilaaa sakit banget ini mas , hiksss hiksss "
" Tunggu tunggu, kamu beneran sakit kan sekarang? ga bohongin aku lagi kan? " tanya Reyhan curiga.
__ADS_1
Tia melebarkan matanya saat mendengar tuduhan Reyhan " mass kamu pikir aku pura-pura , hahh?? aku beneran sakit ini, sumpah mas, sakittt , shhhhh " ringis nya lagi .
" Ya kali aja kamu bohong lagi, ya kan? aku tuh sekarang uda ga bisa bedain kamu bohong atau enggak, soalnya akting mu waktu membohongi ku bagus banget " ucap nya sambil menuangkan air ke dalam gelas, lalu menghampiri Tia " Nih minum obat mu " Reyhan memberikan obat dan air nya pada Tia.
Beberapa saat setelah meminum obat nya, rasa sakit Tia mulai berkurang, dan tak berselang lama.
Tingggg Tongggg
Tingggg Tongggg
Tingggg Tongggg
Reyhan terkejut ketika ia melihat beberapa orang pria berseragam polisi berada di depan pintu apartemen nya, ehh apartemen Tia .
" Selamat Sore " ucap salah satu polisi itu, di seragam nya ada name tag bertuliskan Temon.
" So...so...sore pak " jawab Reyhan dengan gagap.
" Apa ini benar kediaman Tia Permatasari ? "
" Ii....i..iya betul pak "
" Siapa mas? kok ga di suruh ma.... " ucapan Tia terhenti saat ia melihat beberapa orang berseragam polisi.
" Kami datang kemari karena ada laporan yang melaporkan bahwa saudara Tia Permatasari telah melakukan tindak kejahatan, yaitu mencelakai seseorang dengan sengaja, sehingga menyebabkan satu nyawa bayi di dalam kandungan terenggut " ucap polisi Temon.
" Ini surat penangkapan nya " lanjut nya lagi dengan menunjukkan selembar surat untuk penangkapan Tia.
" Mass " ucap Tia berkaca kaca.
Tia menggelengkan kepalanya, mata nya sudah mulai mengeluarkan air mata rubah nya " Engga,. enggak pak, saya... saya.. "
" Silahkan ikut kami, dan ibu bisa menjelaskan di kantor polisi nanti "
" Masss,Masss "
" Kamu ikut lah, kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu "
" Masss bantu aku untuk menyewa pengacara yang paling handal mas "
Reyhan diam tak bergeming.
Langkah Tia gontai mengikuti para petugas polisi, dengan penjagaan di belakang dan samping nya.
" Tunggu "
Tia yang mendengar suara Reyhan menghentikan langkah nya, dan berbalik melihat ke arah Reyhan.
" Pak bisa tunggu sebentar, ada barang yang harus ia bawa "
" Baik pak, silahkan "
Setelah 5 menit menunggu Reyhan kembali dengan satu kantung keresek kecil di tangan nya.
" Ini obat mu, jika sakit mu kambuh segera panggil petugas " ucap Reyhan dingin .
__ADS_1
" Mass "
" Ambil lah, silahkan pak bawa dia pergi "
Suara langkah kaki orang orang itu pun terdengar semakin menjauh, hingga beberapa saat kemudian tidak terdengar lagi suara langkah mereka.
Reyhan kembali masuk ke dalam apartemen nya, setelah menutup pintu tubuh Reyhan perlahan jatuh ke bawah .
" Mau bagaimana pun dia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan "
Reyhan melihat fotonya dan Kayla yang masih ia simpan di galeri nya.
" Kay, setelah melepas mu hidup mas sudah tidak beraturan lagi, rasa nya hidup mas kacau, kami tau, di satu sisi mas ingin keadilan untuk mu dan Naufal, tapi di sisi lain Tia juga tanggung jawab mas, karena ia melakukan itu demi bisa bersama mas, mas salah Kay, mas salah " ucap nya seraya menunduk, bingung, sedih, kesal.
~
~
" Saya hanya ingin Kayla celaka ka, saya juga ga ada niat buat ngilangin nyawa siapapun "
" Tetap saja apa yang anda lakukan itu adalah tindak kriminal, dan korban ingin kasus ini di selesaikan dengan jalur hukum dengan prosedur yang seharusnya, dan anda bisa menyewa pengacara untuk membantu menangani kasus ini "
" Tapi pak... "
" Bawa ibu ini ke dalam sel jeruji besi "
" Pakkk , pak tolong pak , saya mau menghubungi suami saya pak "
" Silahkan, waktu anda hanya 5 menit untuk menelpon nya "
Tutttt tuuttt tutttt
" Hallo hallo mas, mas ini aku mas, aku Tia mas "
" Ada apa Tia "
" Tolong mas sewakan pengacara untuk ku mas, bantu aku untuk menangani kasus ini mas, hikksss "
" Kamu tenang lah, akan aku carikan pengacara untuk mu " ucap Reyhan di seberang sana untuk menenangkan Tia.
" terimakasih mas, kamu harus mengunjungi aku mas, harus pokok nya "
Lalu setelah itu sambungan telpon nya terputus, dan di seberang sana Reyhan sedang memijat pelipis nya.
" Ckkk, gimana mau nyewa pengacara, bahkan untuk membayar pengacara saja sekarang aku tidak bisa, mau dapet uang dari mana coba, arrrghhhhhh "
~
~
~
Frustasi gak sih jadi Reyhan? 🤣🤣🤣
Guyss yuk jangan lupa vote dan hadiah nya yukk buat karya othor ini, terimakasih klean 😍💞
__ADS_1