Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
83


__ADS_3

...Guysss, jangan lupa kasih tekan like dan vote nya ya, jangan lupa juga tinggalkan jejak banyak banyak di kolom komentar....


...~...


...Kalau ada typo tolong di tandain ya guys, biar Zul lebih mudah nge revisi nya nanti....


...~...


...Tencuu readers 💞...


~


~


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Langit hari ini tak secerah hari kemarin, hembusan angin dari arah balkon sebuah kamar terasa begitu dingin menyapa pori pori kulit Kayla.


" Mas, masuk sini, ngapain nongkrong di balkon? angin nya dingin banget loh ini mas "


Al menoleh lalu menyunggingkan sebuah senyuman " Ini angin nya seger loh sayang, adem banget kerasa nya "


Kayla mengernyitkan kening nya " Mas ihh dingin loh ini, Kay ga kuat mas sama dingin nya "


Al menghampiri Kayla yang sedang berdiri di pintu dekat balkon.


" Mau ga dingin lagi ga sayang? " bisik Al tepat di telinga Kayla dengan suara yang sengaja dibuat manja untuk menggoda isteri nya itu.


Kayla sedikit meremang, ia tahu apa yang di maksud isteri " Ti.. tinggal tutup pintu nya aja mas, pasti ga akan terlalu dingin " ucap Kayla sedikit gugup karena jari jemari Al sedang menyusuri lengan nya .


" Oke mas tutup pintu nya, terus mas bakal bikin kamu ga kedinginan lagi " ucap Al sambil menutup pintu balkon tanpa mengalihkan pandangannya dari Kayla.


" Masss, ma...mau ngapain? " Kayla makin dibuat gugup karena Al terus menggiring nya ke arah ranjang.


" Mau ngangetin tubuh kamu sayang "


" Ma...Masss, ini udah siang loh mas "


" mas tau " Al terus saja mengikis jarak di antara ia dan Kayla " tapi mas gamau kamu kedinginan juga "


Kayla meneguk ludah nya kasar " Mas Kayla tadi dingin karena pintu balkon nya kebuka "


" Hemmm, kalo gitu kamu yang harus bikin mas ga kedinginan lagi sayang "


Al mendaratkan bibir nya di bibir sang isteri dan akhirnya kegiatan yang mereka lakukan selanjutnya benar benar membuat mereka kegerahan. Cuaca dingin diluar sana seolah tak terasa oleh mereka.


~


~


Sudah tiga hari ini Al memerintahkan orang untuk mencari keberadaan keluarga mami nya Reyhan, namun belum juga ada kabar baik yang ia terima.


Suara dering telepon membuyarkan lamunan nya, dan segera ia jawab panggilan telepon itu.


" Hallo , ada apa? "


" ............... "


" Sudah benar benar di pastikan? jangan sampai ada yang keliru apalagi jika sampai salah "


" ......…......... "


" Oke , kirim sekarang ke email saya "


Tuttt tuttt tuttttt


Tak berselang lama Al sudah menerima beberapa dokumen yang masuk ke dalam email nya. Al membaca dan melihat apa yang baru saja anak buah nya kirim pada nya.


~


~


" Mas "


" Ayo sayang kita turun disini "


Al lekas keluar dari mobil terlebih dahulu, lalu mengitari mobil nya supaya bisa membukakan pintu untuk sang isteri.


" Makasih mas ku sayang " ucap Kayla begitu tulus nya, dan mendapat ciuman di kening sebagai jawaban dari suami nya.


Al dan Kayla terus melangkah menyusuri gang yang mungkin muat untuk dua sepeda motor.


" Mas yakin disini? "


" Menurut orang suruhan mas ya disini tempatnya sayang, kita pastikan sekarang ya "


Kayla menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.


Hanya tiga kali mengetuk pintu dan mengucapkan salam, mereka sudah mendapat respon dari orang yang ada di dalam sana.


Ceklekkkk, pintu yang mereka ketuk akhirnya terbuka.


" Kayla , pak Al " ucap lirih seorang wanita yang tak lain adalah mba Wulan.


" Mba " Kayla langsung memeluk tubuh mba Wulan, ada perasaan lega dalam hati nya karena sudah berhasil menemukan mba Wulan.


" Kok kamu bisa tau alamat ini? " tanya mba Wulan.


Kayla melepas pelukan nya " Mas Al yang cari tau mba, 4 hari lalu aku ke rumah mami buat cari mba, tapi ternyata rumah nya udah di sita , aku hubungi nomor mba dan mami tapi ga ada respon, kenapa bisa sampe kayak gini mba? "


Mba Wulan menundukkan wajah nya, sangat jelas terlihat jika wajah nya menampilkan raut kesedihan " panjang cerita nya Kay, jadi ba..... "


" Siapa yang datang Wulan? " tanya seorang wanita dari dalam sana.


" Kaylaaaa " teriak seorang wanita, ia sedikit tergesa menghampiri Kayla, lalu memeluk erat tubuh Kayla.


" Mamiii, mami apa kabar? "


" Baik sayang baik, kabar mami baik nak " Mami melihat jika Kayla tak datang sendiri.


" Nak Al, apa kabar? "


Al menyalami tangan mami sopan " Alhamdulillah baik mi "


" Masuk yuk, kita ngobrol di dalam ya " Mami mengajak Al dan Kayla masuk ke dalam rumah kontrakan nya " Duduk nak, maaf ya ga ada sofa, jadi harus duduk di karpet butut ini "


" Ga apa apa mi, begini lebih nyaman dan adem " ucap Al sopan.


Setelah menyuguhkan minuman dan camilan alakadarnya akhirnya mami membuka percakapan.


" Kok bisa tau alamat kontrakan mami Kay? "

__ADS_1


" Mohon maaf mi sebelum nya, Al yang minta orang buat cari keluarga mami, karena Kayla begitu khawatir pada keadaan kalian " jelas Al pada mami.


" Maaf ya sudah bikin kamu khawatir Kay " Mami berganti menatap Al " Maaf ya nak Al sudah merepotkan "


Al menggeleng " Enggak mi, Al lakukan ini untuk Kayla "


' Akhirnya Kay, kamu mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari anak mami ' batin mami.


" Mi, papi kemana? "


Sorot mata wanita paruh baya itu terlihat sendu.


" Papi ada di kamar Kay "


" Lagi istirahat mi? "


Mami menggeleng " Kamu liat sendiri aja ya nak, yuk mami antar "


Kayla dan Al mengikuti langkah mami, dan Kayla dibuat terkejut melihat keadaan papi.


" Mi, papi.. ke.. kenapa bisa kayak gini? "


Karena papi ternyata sedang tidur akhirnya mereka kembali ke ruang depan.


" Papi kena serangan jantung Kay "


" YaAllah, mi " Kayla menggenggam tangan mami " Kenapa bisa kena Serangan jantung mi? "


" Semua karena bang Rendi Kay " kali ini mba Wulan yang mengeluarkan suara nya " Bang Rendi waktu itu nyari kerja kesana kesini, tapi ga ada panggilan terus. Hingga akhirnya ada teman nya yang ngajak bisnis, saat itu mba bilang jangan lah, pertama takut nya itu tuh modus, dan lagian saat itu kita ga punya uang untuk ikut bisnis itu. Tapi ternyata tanpa kita tahu bang Rendi diam diam ngambil sertifikat rumah papi, dan dijadikan jaminan ke bank, pihak bank nge ACC karena bang Rendi juga punya surat kuasa yang ada tanda tangan papi nya. Dua bulan pertama bang Rendi dapet keuntungan dari bisnis nya itu, tapi Kay setelah itu ga ada lagi keuntungan yang didapat bang Rendi, hingga akhirnya bang Rendi ga bisa bayar cicilan lagi ke bank, tiga bulan berturut-turut bang Rendi dapet surat peringatan dari bank, hingga akhirnya bank menawarkan mau di jual sendiri rumah nya atau mau langsung disita, dan bang Rendi memilih untuk menjual rumah nya sendiri, dan bodoh nya bang Rendi dia ternyata malah menggadaikan rumah nya ke lintah darat " Mba Wulan menarik napas sejenak sebelum melanjutkan cerita nya " Dan ternyata bang Rendi juga ga bisa nebus sertifikat nya Kay, dan akhirnya kurang lebih satu bulan yang lalu lintah darat menyita rumah papi karena bang Rendi ga mampu bayar sesuai waktu yang udah di tetapkan, papi shock dan akhirnya anfal, untung nya papi cuma kena struk ringan, tapi dokter bilang jangan sampai papi terkena serangan jantung lagi, karena akan bahaya untuk papi "


" YaAllah, mami, Kayla gatau kalau keadaan nya kayak gini "


" Enggak Kay ga apa, Alhamdulillah kita bisa melewati masa masa itu "


" Apa karena keadaan ini mba ga masuk kerja selama ini? "


Mba Wulan tersenyum walau sedikit terpaksa, lalu melihat ke arah Al " Pak Al, saya mohon maaf, seperti nya saya akan mengajukan resign, dan akan saya serahkan surat resmi nya nanti "


" Kenapa mba? "


" Saya ga tega pak melihat mami mengurus papi dan rumah ini seorang diri "


" Sangat di sayangkan mba, padahal kinerja mba sangat bagus "


" Saya mohon maaf pak "


" Keputusan ada di tangan mba, saya tidak bisa melarang, namun saya hanya menyayangkan saja jika mba benar benar resign dari perusahaan "


" Wulan... "


" Mi, nanti kita bicarakan lagi " ucap mba Wulan memotong ucapan mami.


" Nisa sama Rama kemana mba? " tanya Kayla memecah keheningan setelah beberapa saat lalu tidak ada perbincangan diantara mereka.


" Mereka lagi ikut Rey ke makam Kay "


" Makam? "


" Iya , tadi papah nya Tia kesini minta di antar ke makam anak nya "


Kayla mengernyitkan dahi nya bingung.


" Maksud nya? Tii...Tia "


" Innalilahi wainnailaihi roji'un " ucap Kayla dan Al berbarengan.


Lagi lagi Kayla dibuat terkejut dengan kenyataan yang baru ia ketahui.


" Karena apa mba? "


" Kata penjaga di sana Tia ditemukan sudah tak bernyawa, seperti nya kondisi tubuhnya semakin lemah dari hari ke hari karena penyakit yang di derita nya "


" YaAllah mba, Kayla baru tau hal ini, Kayla belum bertakziah ke makam nya "


Mba Wulan dan mami tersenyum, bisa bisa nya Kayla ingin bertakziah ke makam orang yang sudah menghancurkan rumah tangga nya.


Obrolan di antara mereka terus berlangsung selama beberapa saat, hingga akhirnya Al dan Kayla pamit pulang karena hari sudah semakin sore. Hingga Kayla pulang papi masih juga tidur, sehingga ia tidak bisa menyapa papi.


~


~


Setelah menemani Shafa tidur Al dan Kayla kembali ke kamar mereka. Sebelum tidur Al memeriksa beberapa email yang masuk sejak tadi sore namun belum sempat ia buka.


Kayla terlihat masih terjaga, mata nya enggan terpejam. Ia tadi sudah merasa mengantuk, namun entah lah tiba tiba rasa kantuk itu menguap begitu saja. Kayla memperhatikan Al yang sedang serius menatap layar laptop nya, sementara itu Al merasa diri nya sedang di perhatikan lantas menoleh ke arah Kayla.


" Mass "


" Hemmm "


Kayla membuka selimut yang membalut tubuh nya, kemudian turun dari ranjang dan menghampiri Al, ia duduk di samping Al, menyandarkan kepala nya di lengan sang suami.


" Kenapa sayang? ada yang ganggu pikiran mu? "


" Mas, Kayla ga pernah ngebayangin keluarga mami bisa mengalami hal seperti itu "


Al menaruh laptop nya, lalu membawa Kayla dalam dekapan nya.


" Sayang, apa yang terjadi pada keluarga mami itu sudah menjadi jalan hidup mereka. Allah memberi cobaan dan ujian pada setiap makhluk nya itu berbeda-beda sayang, dan Allah itu tau bahwa hambaNya akan mampu menjalani nya. Allah ga akan kasih ujian melebihi batas kemampuan hamba hambaNya " Al mencium punggung tangan Kayla yang sedang ia genggam " Seperti apa yang kamu dulu lalui, mas yakin kamu juga pasti ga pernah membayangkan akan mendapatkan ujian seperti itu kan dalam hidup mu? tapi lihat lah, Allah memberimu kekuatan untuk melewati masa masa itu, bahkan tanpa kamu sadari, kamu menjadi versi yang lebih baik dari sebelumnya, dan selalu ada hikmah dari setiap kejadian, kita harus selalu mengambil sisi baik nya sayang, dan kita harus selalu bersyukur pada Allah bagaimana pun keadaan kita "


Kayla mendengarkan dan memikirkan apa yang baru saja suami nya katakan. Ya, benar, dalam setiap kejadian pasti selalu ada hal baik atau hikmah yang bisa di ambil.


" Mas gamau kamu terlalu khawatir pada mereka Kay, kamu juga harus memperhatikan diri kamu sendiri, jangan sampai karena kamu terlalu mengkhawatirkan mereka kamu jadi banyak pikiran dan melamun sendiri ga jelas "


Kayla mendongak dan menatap suami nya " Masss "


Al tersenyum manis pada Kayla, dan , happp, Al mengangkat tubuh Kayla lalu mendudukkan Kayla di atas pangkuan nya.


" Jangan terlalu mengkhawatirkan orang lain sayang, kamu harus fokus pada Shafa dan mas, dan juga kamu harus selalu dalam mood yang bagus supaya Al junior bisa segera hadir disini " ucap Al sambil mengelus perut Kayla pelan.


Kayla memegang tangan Al yang sedang mengelus perut nya da ikut mengelus perutnya.


" Maaf ya mas, maaf karena Kayla terlalu mengkhawatirkan hal yang mungkin sudah bukan urusan Kayla "


" Ga apa apa sayang. Mas tau kamu khawatir pada mereka karena kamu terlalu baik dan sayang sama mereka, tapi mas juga gamau mereka nanti nya malah salah tanggap dalam mengartikan kebaikan kamu sayang " Al menatap lekat lekat manik cokelat Kayla " Mas gamau mereka berfikir jika kebaikan kamu itu karena kamu masih memiliki perasaan pada Reyhan, mas percaya sekarang cinta kamu cuma sama mas, tapi orang diluar sana mungkin ga satu pemikiran dengan kita, jangan sampai kebaikanmu membuat orang salah paham padamu, sekarang kamu hanya harus fokus pada mas dan Shafa, jika ada hal yang menggangu pikiranmu, kamu harus bilang sama mas, biar mas yang urus segala nya, dan untuk masalah keluarga mami, cukup sampai disini kamu memikirkan mereka, kamu boleh bantu mereka semampu mu, sisa nya biar mas yang urus, mas gamau liat kamu khawatir kayak beberapa hari kemarin "


" Mas " mendengar perkataan suami nya ia jadi tersadar, memang benar apa yang Al katakan, mengingat ia dan Reyhan pernah hidup bersama, jika sekarang ia terlalu berlebihan mengkhawatirkan keluarga itu maka orang orang diluar sana akan salah paham padanya, mungkin juga akan ada yang berfikir jika ia masih memiliki perasaan pada mantan suami nya itu. Sekarang Kayla akan mematuhi apa yang suami nya katakan, Kayla yakin Allah memberikan ujian itu pada mereka karena mereka pasti mampu menjalani nya.


Tangan Al tak henti henti nya mengelus punggung isteri nya, dan tangan satunya masih berada di atas perut Kayla, dan hal itu membuat Kayla merasa rileks.


" Maafin Kayla ya mas, dan terimakasih banyak suamiku " Al langsung menghadiahi ciuman di seluruh wajah Kayla sebagai jawaban nya, dan sontak saja hal yang Al lakukan membuat Kayla terkekeh geli.


" Sayang, yukk kita ikhtiar lagi? " ucap Al dengan menaik turunkan alis nya.


Kayla terkekeh melihat nya " Ikhtiar apa sayang? " Tanya Kayla sambil mengalungkan tangannya pada leher Al, sebenarnya ia tau apa yang suami nya maksud, tapi ia malah dengan sengaja menanyakan maksud dari perkataan suami nya.

__ADS_1


" Ikhtiar bikin Al junior dong sayang "


Al dan Kayla menghabiskan waktu di malam ini dengan memadu kasih, berharap semoga apa yang mereka lakukan akan membuahkan hasil.


~


~


Satu minggu sudah berlalu, Kayla sudah tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan keluarga mami, karena ia sering bertukar kabar dengan mba Wulan dan mami, ya walaupun hanya bertukar kabar sewajarnya saja.


" Sayang " Tiba tiba saja Al memeluk Kayla dari belakang.


" Kenapa mas? "


" Hari ini mas mau ajak kamu ke suatu tempat "


Kayla lekas membalikkan tubuh nya, dan Al masih tetap memeluk nya, hanya saja saat ini mereka saling berhadapan.


" Mas mau ajak Kayla kemana? kemarin kan kita udah main ke taman hiburan sama Shafa "


" Kali ini mas mau kita pergi berdua aja, mumpung Shafa lagi di rumah nenek dan kakek nya "


Kayla terkekeh kecil " Mas ini ya "


" Kita quality time berdua ya sayang, kan jarang jarang kita pergi berduaan "


" Iya suamiku sayang "


Al mulai mengikis jarak diantara mereka, namun kurang dari 5cm kedua bibir mereka akan bertemu tiba tiba saja sebuah suara membuat keduanya menjauh.


" Aduh maaf den, non, ibu gak lihat tadi, emm , aduhh, itu maf den , non "


Wajah Kayla sudah begitu merah, tak tau seperti apa perasaan nya saat ini, maluu, maluuu, maluuuu, itulah yang ia teriakan dalam hati nya.


" Emmh, ga apa apa bu, emm ibu mau apa kesini? " tanya Al pada Bu Asih yang tak lain adalah asisten ruma tangga nya.


Bu Asih seperti terkejut mendengar pertanyaan dari Al " Emmh, ibu mau lanjut masak sama nona den "


Al tersentak kaget, dan baru teringat akan sesuatu, bisa bisa nya ia lupa jika ia tadi mendatangi Kayla yang sedang berada di dapur, dan tadi mereka bermesraan di dapur, bahkan mereka hampir saja berciuman di dapur.


Bu Asih terlihat menahan tawa nya, ia merasa lucu melihat ekspresi majikan nya. Yah mungkin majikan nya sedang dalam fase lagi bahagia bahagia nya, sehingga semua tempat berasa milik berdua, hahahha.


" ohh, ohh iya Bu, emh saya ke dalam dulu kalo gitu Bu " pamit Al pada Bu Asih.


" Iya den silahkan "


" Bu saya ke dalam dulu ya, ini masakan nya tolong ibu lanjutkan ya Bu "


" Iya non baik " ucap Bu Asih sopan.


Setelah kedua majikan nya pergi Bu Asih melepas tawa yang sempat ia tahan tadi.


" Duh duh, den Al lucu juga ya kalo kayak tadi, hahh seperti nya den Al cinta banget sama non Kayla, mereka sama sama beruntung karena memiliki satu sama lain " Gumam Bu Asih lirih, lalu melanjutkan memasak masakan yang Kayla tadi masak.


~


~


" Mas kita mau kemana? "


" Ada yang harus kita urus sebelum mas bawa kamu ke tempat yang mas janjikan tadi "


" kemana mas? " tanya Kayla semakin penasaran.


" Nanti kamu juga tau sayang "


Sepuluh menit sudah berlalu sejak mereka saling bercakap cakap tadi.


" Lohh mas ini kan arah mau ke.... "


" Iya sayang, kita akan ke sana "


" Mau ngapain kesana mas? "


" Nanti kamu juga bakal tau "


Tak lama akhirnya mereka sudah sampai di tempat yang tak asing bagi Kayla.


Kayla merasa heran saat menyadari sesuatu.


" Masss " ucap Kayla lirih dengan tatapan sendu pada Al.


" Kayla , Al, ayo masuk " ucap seorang wanita paruh baya.


Al menggenggam tangan Kayla erat, dan masuk ke dalam rumah itu.


" Mih, sejak kapan dan bagaimana bisa? " tanya Kayla karena saking penasarannya, bagaimana tidak, tiba tiba saja Al membawa nya kerumah mami yang setau nya disita, tapi ternyata sekarang rumah itu sudah kembali di huni oleh mami dan keluarga nya.


" Semua ini berkat bantuan Al, Al yang nebus sertifikat rumah ini ke lintah darat itu Kay " Ucap mami sumringah " Awalnya Al menolak saat Reyhan dan Wulan akan mengganti uangnya dengan cara di cicil, karena katanya Al melakukan ini karena gamau liat kamu khawatir terus Kay. Tapi Reyhan dn Wulan keukeuh mau ganti, akhirnya Al setuju, dan Wulan juga sudah mulai bekerja lagi di perusahaan Al " Mami memegang tangan Al dan Kayla, menatap keduanya secara bergantian " Terimakasih nak, terimakasih banyak, rumah ini menyimpan begitu banyak kenangan bagi mami " mata mami terlihat berkaca kaca saat mengatakan hal itu.


" Mami ga usah berterima kasih, Al hanya bisa membantu sebatas ini saja, dan Al juga melakukan ini untuk Kayla, Al harap mami harus selalu sehat, supaya Kayla juga bisa senang melihat nya " ucap Al begitu lembut nya.


Kali ini Kayla bertemu dengan papi, walau papi bicara nya kurang begitu bisa di mengerti namun Kayla cukup paham apa yang papi katakan pada nya. Setelah bertemu papi, akhirnya Kayla dan Al pamit.


Kali ini perasaan Kayla benar benar lega, ia senang melihat binar kebahagiaan di mata mami.


" Mas, terimakasih banyak "


Al menggeleng pelan " Enggak sayang, mas lakuin ini demi kamu, mas ingin kamu merasa tenang dan ga banyak memikirkan hal hal lain, mas pernah bilang kan kalo mas akan mengurus nya, dan mas pasti akan tepati kata kata mas itu sayang, jadi sekali lagi mas minta, jika ada yang mengganggu pikiran mu maka segera kasih tau ke mas ya "


Kayla mengangguk mantap " Iya mas, makasih banyak, hanya Allah yang bisa membalas segala kebaikan mas "


" Ya udah sekarang kita berangkat ya, takut keburu sore "


" Emmh, mass, tapi nanti mampir ke tempat bakso yang dekat universitas Kayla dulu ya "


Al melihat jam yang melingkar di tangan nya " Jam segini? biasanya kan jam segini sudah habis sayang "


" Ga apa apa, yang penting kesana dulu, ya mas, Kay pengen banget makan bakso yang disana "


" Baiklah bidadari ku, apapun untuk bidadari mas tercinta ini akan mas lakukan "


Kedua nya sama sama terkekeh, makin sini Kayla dapat melihat sisi Al yang lain. Al yang menurut orang lain begitu cuek, irit bicara dan dingin, namun bisa berubah 180° ketika sedang bersama nya, ia bisa mengucapkan kalimat yang begitu panjang jika sedang bersama Kayla.


~


~


...Hallo guysss, ini part terpanjang yang Zul ketik lohh, sampe 3000 kata, dan ini ngetiknya di cicil dikit dikit selama dua atau tiga harian kalo ga salah, semoga mampu mengobati rasa rindu para readers pada Al dan Kayla ya....


...~...


...SPAM NEXT...


...~...

__ADS_1


__ADS_2