Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
60


__ADS_3

...Guys, besok othor libur up ya, mau quality time sama anak anak, hohoo 💞 tencu guys 💞...


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


" Aku gak pernah merasa di repotkan Kay, apalagi itu untuk kebahagiaan mu, sejauh apapun aku akan usaha kan untuk datang membantu mu " ucap Al dengan tatapan lurus ke arah Kayla.


Amran sedikit panas mendengar nya, sedangkan Kayla terkejut saat Al mengatakan itu.


" Maksud mas Al? "


" Maksud nya aku akan usaha kan apapun yang aku bisa untuk membuat kamu bahagia Kay "


" Ehemmm " Amran berdehem, ia merasa seperti nyamuk ketika Al sedang berbincang dengan Kayla, dan terlebih hati nya merasakan perasaan cemburu ketika Al mulai menunjukkan rasa sayang nya pada Kayla meski dalam bentuk kata kata.


Kayla merasa sedikit canggung setelah mendengar apa yang Al ucapkan pada nya .


" Ohh iya ka Amran terimakasih sudah membantu Kayla, dan mas Al terimakasih untuk semua nya, semoga Allah yang akan membalas segala kebaikan mas Al pada Kayla dan Shafa "


" Baik lah sama sama Kay, " ucap Al dan Amran.


" Kalau begitu Kay ijin pamit pulang duluan ya, ka Abi sudah menunggu Kayla "


Setelah berpamitan Kayla pun meninggalkan kedua lelaki dewasa itu.


" Pak Amran "


" Iya pak , ada apa ? " tanya Amran saat Al memanggil nya.


" Saya tau kamu kenal dengan Kayla dan mantan suami nya, dan saya juga tau kamu memiliki perasaan pada Kayla selama ini " Amran menatap Al yang juga sedang menatap nya " Dan saya yakin kamu juga pasti bisa menebak jika saya juga memiliki perasaan pada Kayla " lanjut Al lagi


Amran tersenyum " Saya tau hal itu pak, dan juga saya bisa menebak perasaan pak Al pada Kayla , karena sangat terlihat jelas jika bapak memiliki perasaan yang lain untuk Kayla. Tapi pak jika bapak meminta saya untuk menyerah maaf, saya tidak bisa, saya akan memperjuangkan cinta saya pada Kayla " ucap Amran begitu serius nya.


Al terkekeh mendengar ucapan Amran " saya ga akan minta kamu untuk mundur apalagi untuk menyerah Ran, hanya saya minta mari kita bersaing secara sehat, walaupun saya tidak yakin Kayla akan membuka hati nya dalam waktu dekat ini, namun tidak ada salah nya kita mencoba kan, lagi pula Kayla pantas dan layak untuk bahagia "


Amran mengangguk paham akan apa yang di katakan Al.


~


~


Tiga hari telah berlalu.

__ADS_1


Karena status Tia yang sekarang sudah resmi menjadi tersangka, maka akhirnya Tia di pindahkan ke sel tahanan yang lain.


Wajah nya pucat, mata nya sembab, dan sakit ginjal nya semakin hari semakin menjadi ia rasakan.


" Ayo silahkan masuk " ucap petugas wanita yang mengantarkan Tia ke sel tahanan yang baru.


Tia pun hanya bisa mematuhi dengan pasrah, ingin berontak pun ia tak bisa.


Setelah petugas pergi Tia langsung mengistirahatkan tubuh nya di tempat yang ada.


" Wowwww wowwww, berani banget nih bocah baru nempatin tempat gue " ucap salah satu wanita bertubuh aga berisi itu.


Tia yang sedang merasakan ginjal nya yang sakit hanya diam tak menyahuti nya. Namun karena Tia yang tak menyahuti nya ,membuat wanita itu agak sedikit geram.


" Wohohohoo kurang asem ya nih bocah baru, udah nempatin tempat gue, sekarang berani lagi ga nyahut omongan gue "


Lalu satu wanita yang lain mulai menghampiri Tia " Heh anak baru, loe tuh harus di ospek dulu tau gak, malah langsung tiduran dan nempatin tempat orang lain, ga punya sopan santun ya loe, hehhhh "


Tia merasa jengah mendengar ucapan ucapan itu , lantas ia perlahan membangunkan diri nya " Maaf " hanya satu kata itu yang keluar dari bibir Tia.


Dua wanita itu mulai tersenyum jahat " Wohhh, cuma maaf doang loe, loe harus di kasih pelajaran bocah baru "


Tia tersentak, saat tanpa aba aba tiba-tiba saja rambut nya di jambak oleh salah satu wanita yang mengenakan baju bernomor 006 " Awwwhhh sakit, lepassss, lepasss , awwwh " Ringis nya kesakitan, di saat ia sedang menahan rasa sakit ginjal nya sekarang ia juga harus menahan rasa sakit karena jambakan di rambut nya.


" Hahahaha sakit loe bilang? salah sendiri cari cari perkara sama gue loe " ucap wanita bernomor 123.


" Gila, berani banget nih bocah tengik ngata ngatain kita, tarik lagi yang kerass " ucap 123 dengan di akhir tawa jahat nya.


Plakkkk, satu tamparan keras mendarat di pipi Tia dengan sempurna, namun tak berselang lama pandangan mata nya mulai buram, hanya terlihat cahaya berwarna putih, dan plukkk , Tia kehilangan kesadaran diri nya.


" Wihhhh gila, tamparan loe tamparan maut, liat langsung pingsan tuh bocah baru " ucap 006.


Sedangkan 123 hanya menggelengkan kepalanya tak percaya " Hebat juga tangan gue, wah makin terasah nih tenaga dalam gua " hahahaha.


Petugas yang mendengar ada laporan bully di dalam sel mulai memeriksa sel satu persatu.


" Kenapa dia? " tanya petugas saat melihat Tia terbaring.


" lagi bobo mungkin Bu " jawab 123.


Petugas yang sudah tau tabiat dari 123 dan 006 hanya menggeleng kan kepala nya, dan memnita bantuan petugas lain untuk membawa Tia ke klinik.


~


~

__ADS_1


Hari ini Al meminta untuk bertemu dengan Kayla dan Shafa sebelum ia kembali keluar kota.


" Assalamu'alaikum mas, maaf Kayla telat "


" Wa'alaikumsalam, engga ko Kay, emang mas aja yang datang nya kecepatan" Al melihat Shafa di tuntun oleh seseorang menuju ke arah mereka " Dia siapa Kay? "


Kayla menengok dan melihat siapa yang Al maksud " Oh itu, dia Mitha, aku selalu ajak dia kalo ada pertemuan di luar "


Setelah itu mereka berempat hanya mengelilingi mall , dan Al sangat memanjakan Shafa, ia membelikan boneka, buku cerita dan mainan mainan edukasi untuk Shafa. Setelah berbelanja mereka pun makan siang bersama. Al merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Kayla dan Shafa, walau untuk membujuk Kayla sangat lah susah, namun ternyata Al berhasil membujuk nya.


Shafa di bawa oleh Mitha ke tempat bermain atas perintah Al, dan kini Al hanya berdua dengan Kayla di tempat duduk yang tak jauh dari tempat bermain itu.


" Kay, ada yang ingin mas katakan pada mu "


Kayla menoleh ke arah Al, raut wajah nya seperti mengatakan ' Apa '


" Mas harap kamu ga akan marah dan ga akan menghindar dari mas setelah mas mengatakan hal ini, gimana? janji? "


" Aku ga bisa janji mas "


" Aku pastikan hal yang akan aku bilang ini ga akan merugikan kamu "


Kayla berfikir sejenak dan akhir nya mengangguk " Oke, baik "


" Sebenarnya mas ingin mengatakan hal ini setelah mas selesai dengan pekerjaan diluar kota, tapi mas ga bisa untuk menyimpan nya lagi sendiri " Al menatap lekat lekat manik cokelat Kayla " Mas tau ini pasti terlalu cepat, tapi mas ingin kamu tau , mas memiliki perasaan yang lain padamu, mas cinta sama kamu Kay. Mas tau hati kamu masih terluka, bahkan luka itu masih sangat baru kamu dapatkan, tapi mas ingin menjadi penyembuh luka mu Kay, berulang kali mas coba untuk lupakan kamu tapi mas ga bisa, semakin mas mencoba melupakan kamu semakin kuat nama mu berada dalam hati dan pikiran mas Kay, mas bener bener ga bisa untuk menyimpan nya sendiri Kay "


Kayla tertegun, kaget, ia merasa terkejut mendengar pengakuan Al pada nya.


" Mas, tapi aku "


" Mas ga peduli dengan status mu, dan Shafa, mas menyayangi nya, dia sudah mas anggap seperti anak mas sendiri "


" Mas, maaf, tapi Kay belum siap untuk membuka hati lagi saat ini, maaf " Kayla tertunduk.


" Mas ngerti, mas ga akan minta kamu jawab sekarang Kay, mas hanya ingin kamu tau perasaan mas ke kamu, boleh kan mas memiliki perasaan cinta ini untuk mu ? "


Kayla mengangkat wajah nya " Mas, aku tidak punya hak untuk melarang mu memiliki perasaan padaku, bahkan aku tidak punya hak untuk menyuruh seseorang untuk menyukai ku, atau melarang orang untuk membenci ku, itu hak tiap tiap orang untuk menyukai atau pun membenci siapapun, tapi mas satu yang mas harus tau, aku tidak bisa memberikan harapan yang gak jelas untuk mu mas, kamu orang baik dan kamu pantas bahagia, Kayla yakin suatu hari nanti mas akan menemukan orang yang bisa membuat hati mas bergetar dan mencintai nya "


" Kamu tau Kay, kamu wanita pertama yang dapat menggetarkan hati ku "


Degggg , Kayla membulatkan kedua bola mata nya.


" Kamu ga usah terlalu memikirkan hal yang baru saja mas katakan Kay, namun saat mas pulang nanti, mas berharap kamu sudah bisa membuka hati mu Kay untuk menerima hati yang lain, dan semoga saja hati ku yang kamu pilih nanti "


~

__ADS_1


~


~


__ADS_2