
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
Di pelataran rumah sakit ibu terlihat seorang pria yang sedang menggendong wanita berhijab dengan noda darah menghiasi baju wanita itu, terutama di bagian bawah nya teramat sangat penuh dengan noda darah. Pria itu panik, dia tidak memikirkan baju nya juga ikut di penuhi oleh noda darah, yang penting wanita yang berada di gendongan nya segera mendapatkan pertolongan.
" tolong bawa brankar nya kemari,tolongg, cepatlah " Teriak pria itu, sangat kentara sekali jika dia sedang khawatir dan panik.
Pria tersebut tidak peduli dengan tatapan orang orang di sekitar nya.
Lalu tiba lah beberapa perawat yang membawa brankar yang di minta pria itu.
" Ini kenapa pak " tanya salah satu perawat.
" Dia di serempet motor , dan perut nya mengenai aspal, lalu dia pendarahan " Jelas pria itu.
" baik lah, ayo cepat bawa ke IGD " ucap salah satu perawat itu.
Tak berselang lama tibalah mereka di depan pintu IGD .
" maaf bapak tunggu disini, kami akan memeriksa nya terlebih dahulu "
" tolong segera di tangani sus " pinta pria itu.
" baik " suster itu mengangguk " tolong panggil dokter kandungan, kita harus memeriksa kandungan nya terlebih dahulu " ucap suster itu kemudian.
Pria itu kemudian mendudukan diri nya di sebuah bangku yang ada di dekat nya, ia menunduk dan terlihat meneteskan air mata nya.
' Mengapa aku se khawatir ini, padahal dia bukan siapa siapa ku,aku hanya beberapa kali kebetulan pernah melihat nya, bahkan kami tidak saling kenal sebelum nya ' gumam pria itu dalam hati, lalu mengusap ujung mata nya yang sedikit berair.
Terdengar suara langkah beberapa orang yang melewati nya, namun langkah itu terhenti seketika.
" Al kamu ngapain disini, dan ini baju kamu kenapa? kok banyak darah gini Al " tanya wanita paruh baya yang terlihat mengenakan seragam dokter.
Pria itu kemudian mengdongakkan wajah nya.
" Mamah "
" kamu kenapa? kenapa bisa ada disini? "
" Al nganter orang yang kecelakaan mah, rumah sakit ini yang paling dekat dengan tempat kejadian tadi, Al panik sampai lupa kalo mamah dokter disini, tolong mah, tolong selamatkan wanita yang ada di dalam sana " pinta pria yang ternyata bernama lengkap Al Barra' Saputra tersebut, dan wanita itu ternyata adalah dokter kandungan di rumah sakit ini yang tak lain adalah ibu nya Al, nama nya ibu Amara.
" Kamu yang tenang dulu, panik banget kamu tuh, mamah masuk dulu, kamu jangan lupa hubungi keluarga orang itu ,mereka pasti cemas " ucap sang mamah.
Dokter Amara pun melenggang masuk ke ruang IGD , dan Al segera berlari menuju mobil nya, dia akan mengambil tas wanita itu, berniat akan menghubungi keluarga wanita itu .
Al membuka dompet yang ada di dalam tas wanita itu, lalu membuka nya.
" ternyata nama nya Kayla, Kayla Nazia Yumna " ucap nya lirih, lalu mencari hape Kayla.
Untung nya hape Kayla tidak di beri kata sandi atau semacam nya, sehingga memudahkan Al untuk menggunakan hape nya.
Al membuka dan mencari nomor terakhir yang Kayla hubungi, ternyata tertera nama " My Husband ❤️ " di panggilan terakhir nya, namun saat Al mencoba menghubungi nomor nya ternyata tidak aktif, Al mencoba berkali kali namun tetap tidak aktif .
" ckkk, kemana suami mu itu mba, kenapa tidak aktif , susah sekali di hubungi nya"
Al membuka kontak di hape Kayla lalu menemukan kontak " Abi ku " tak berpikir lama Al menghubungi nomor itu.
" Hallo assalamualaikum, Kay, ada apa "
" halo waalaikumsalam "
__ADS_1
Abi terkejut mendengar suara pria di seberang sana,dan kemudian Abi melihat layar hape nya, takut takut dia salah melihat nama orang yang menelpon nya.
" maaf anda siapa? ini nomor anak saya kan? "
" emhh iya , maaf pak, saya mau mengabarkan anak bapak mengalami kecelakaan, dan sekarang berada di rumah sakit ibu "
Deggg
" Innalilahi wainnailaihi roji'un, yaAlloh, yang benar nak? " tanya Abi tak percaya.
" iya pak benar , semoga bapak segera bisa kesini "
" baik baik, terimakasih nak, terimakasih, saya akan segera kesana "
setelah abi memutuskan sambungan telpon nya, Abi bergegas memberitahu umma Rahma, dan umma teramat sangat terkejut mendengar nya.
" pokok nya Umma mau ikut Abi ke rumah sakit " keukeuh umma pada Abi dengan deraian air mata di pipi nya.
" Ya sudah ayo, titip Shafa pada Dewi, untung Dewi sedang main lagi kesini, yaAlloh Kayla , kenapa bisa begini " ucap Abi gusar .
Setelah menyerahkan Shafa pada Dewi umma dan Abi bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
" yaAlloh semoga Kayla dan anak dalam kandungan nya baik baik saja " ucap ka Dewi mendoakan Kayla, kemudian mengelus pipi Shafa yang sedang di gendong nya " doakan mamah Kayla dan adik bayi ya Shafa, semoga mamah dan adik bayi tidak apa apa "
Shafa hanya mengangguk dan tersenyum, seolah mengerti apa yang di katakan wanita yang sering di panggil Wawa itu.
Sementara itu di depan ruang IGD.
" Al kamu sudah hubungi keluarga nya? " ucap dokter Amara panik.
" sudah mah, orangtua nya akan segera kesini "
Al kembali menghubungi Abi Kayla, namun ternyata kata nya mereka terjebak macet.
" Mamah segera lah lakukan tindakan untuk dia mah, aku yang akan menandatangani surat nya " ucap Al tegas.
" Kamu gila, kalau ada apa apa kamu mau bertanggung jawab? " sentak dokter Amara terkejut.
" aku akan bertanggung jawab, jika menunggu orang tua nya datang entah kapan mereka tiba,apalagi jika menunggu suami nya, aku hubungi juga tidak aktif terus, lakukan lah tindakan sesegera mungkin mah, jika menunggu keluarga nya tiba akan lama, nyawa meraka mungkin malah tidak akan tertolong jika kelamaan menunggu "
" Ya sudah ayo ikut mamah untuk menandatangani surat nya "
Dua puluh menit telah berlalu, setelah bertanya pada resepsionis kemudian dua pasang kaki itu melangkah dengan tergesa gesa menuju ruang operasi.
" Assalamualaikum, apakah kamu yang menghubungi saya? " tanya Abi Ilham pada pria yang sedang duduk di bangku tunggu ruang operasi, baju nya di penuhi dengan noda darah.
Al kemudian beranjak dari duduk nya " waalaikumsalam, iya pak, apa bapak Abi nya Kayla ? "
" iya benar, bagaimana keadaan anak saya? "
" Anak bapak sedang menjalani operasi pak, dan mohon maaf pak karena saya telah lancang menandatangani surat supaya operasi ini bisa segera dilakukan, karena kondisi nya sangat kritis, jika menunggu lebih lama bisa berbahaya untuk ibu dan bayi nya " jelas Al panjang lebar.
" YaAlloh Kayla, astaghfirullahala'adzim " Umma Rahma begitu terkejut dan langsung terduduk lemah di sebuah bangku yang ada di sana.
" Tidak apa apa nak tidak apa, kami justru berterima kasih pada mu karena telah menolong anak kami , terimakasih banyak "
" tidak apa apa pak, sudah kewajiban sesama muslim untuk saling membantu pak " ucap Al " pak maaf, saya tadi menghubungi suami nya, namun nomor nya tidak aktif, seperti nya dia belum tahu keadaan isteri nya pak "
Lalu abi dan umma silih berganti untuk menghubungi Reyhan, namun tetap tidak aktif.
__ADS_1
" kemana sih nak Reyhan ini, anak dan isteri lagi kritis malah susah di hubungi " gerutu umma Rahma kesal, karena nomor Rey tidak bisa di hubungi.
" coba telpon mami dan papi nya Rey saja umma " saran Abi Ilham.
" sudah lah Abi, biarkan saja , umma malas menghubungi papi nya, papi nya juga tidak akan khawatir pada keadaan Kayla " gerutu umma lagi.
" Umma , tidak boleh seperti itu, bagaimana pun di dalam sana ada darah daging mereka " Abi Ilham mencoba mengingat kan isteri nya.
Umma akhirnya menghubungi nomor mami namun berada di luar jangkauan, sedangkan nomor papi nya Reyhan sudah beberapa kali di hubungi tapi tidak di angkat, akhir nya umma mengirim pesan singkat pada mami untuk mengabarkan keadaan Kayla .
Sementara di sebuah pusat perbelanjaan besar di kota itu Reyhan terlihat sedang membawa beberapa tas belanjaan isteri siri nya.
" Itu papi ya mas " ucap Tia.
" mana? " Reyhan menoleh kearah yang Tia tunjuk kan " oh iya, ayo kita samperin " Reyhan dan Tia melangkah mendekati papi yang juga ternyata ada di sana.
" papi lagi belanja ? " tanya Tia.
" eh kalian, iya , papi lagi cari hadiah buat mami,. biar mami ga marah sama papi, karena papi ngebujuk mami buat menyetujui pernikahan kalian, mami gatau aja kalau kalian sudah menikah " ucap papi sedikit terkekeh.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan bersama di salah satu restoran yang ada di food court itu.
Reyhan merasa sedikit tidak tenang di hati nya " honey hape mas mana? " Reyhan berniat akan menghubungi Kayla.
" emhh ada nih " Tia memasukan tangan nya ke dalam tas, lalu memberikan apa yang Rey minta.
" loh kok mati sih " ucap Reyhan.
" duh kayak nya lupa aku charger deh mas "
" hahh kamu nih, ya sudah ga apa apa " ucap Reyhan menyerah kan hape nya lagi pada Tia.
' huh untung aja mas Rey percaya, kalau tau sengaja aku non aktifin hape nya bisa ngamuk tuh , huhh, selamat selamat ' Tia senyum senyum sendiri setelah bergumam di hati nya .
Sudah dua setengah jam Kayla menjalani operasi, namun belum juga selesai.
Abi terus menerus berdzikir , dan umma Rahma juga melakukan hal yang sama, mereka berharap tidak terjadi apa apa pada anak dan cucu nya.
Sedangkan Al, setelah ia membeli pakaian di toko terdekat ia kembali duduk di bangku tunggu ruang operasi, ia masih enggan untuk pergi meninggalkan wanita yang di tolong nya tadi.
Dua menit, tiga menit, lima menit pun telah berlalu, hingga di menit ke 12 lampu ruang operasi pun mati, pertanda operasi sudah selesai.
" Dok, dokter, bagaimana keadaan anak dan cucu saya ? " tanya umma Rahma begitu melihat dokter keluar dari pintu ruang operasi.
" Ibu dan bapak harap tenang ya, dan harap bersabar, kami sudah melakukan upaya yang terbaik, namun maaf, benturan yang di alami di bagian perut nya terlalu keras sehingga bayi yang ada dalam kandungan nya tidak bisa kami selamat kan, bahkan dokter kandungan kami pun sudah mengusahakan upaya yang terbaik untuk menyelamatkan bayi itu, namun ternyata Alloh berkehendak lain, Alloh lebih menyayangi nya " ucap dokter itu. Jadi operasi yang di jalani Kayla di tangani oleh dua orang dokter, dokter kandungan dan dokter bedah.
" Innalilahi wainnailaihi roji'un, yaAlloh, astaghfirullahala'adzim astaghfirullahala'adzim " Abi terus beristighfar, sedang kan umma semakin terisak di dekapan Abi Ilham.
~
~
~
Author deg degan nulis part ini sumpah, duh author takut di amuk Kayla karena anak yang di kandung nya meninggal..
Nahh siapa nih yang waktu itu bilang Kayla biar keguguran aja? nih Uda keguguran, gimana gimana??
yukk jangan lupa kasih vote nya ya guysss, sampai ketemu besokk.
__ADS_1