
...Hallo readers, maaf ya karena lama menunggu update bab baru nya, author ngetik sebisa nya di saat saat senggang, kehidupan nyata author begitu banyak yang harus di kerjakan, kadang mau ngetik tuh keburu cape duluan 😂 jadi maaf banget ya kalo update nya lama, tapi author pasti selesaiin kisah ini kok, terima kasih ya readers atas pengertiannya, sehat sehat ya kalian 💞...
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Hari berganti hari, minggu pun sudah berganti minggu.
Terlihat ada sedikit orang orang yang sedang berkumpul mengelilingi sebuah gundukan tanah, beberapa orang terlihat sedang menengadahkan tangan nya, dan sebagian lagi terlihat sedang asik mengotak ngatik smartphone nya.
" Aamiin yarobbal'alamin " ucap salah seorang yang seperti nya tadi menjadi pemimpin do'a.
Perlahan lahan orang orang itu mulai meninggalkan gundukan tanah yang tadi mereka kelilingi.
Seorang pria berjongkok dan menaburkan potongan potongan bunga di atas gundukan tanah itu.
Ia menatap menatap sebuah batu yang bertuliskan sebuah nama ' Tia Permatasari '.
" Semoga Allah mengampuni dosa mu, maaf kan aku Tia " ucap pria itu lirih.
" Ayo Rey, udah terlalu siang "
" Ayo mih " Rey beranjak dari tempat itu, dan perlahan langkah nya mulai menjauh dari tempat itu.
Selangkah demi selangkah Reyhan dan mami pergi meninggalkan tempat yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Tia.
~
~
Beberapa hari berlalu, Kayla, Al dan Shafa sudah mulai tinggal di rumah yang Al beli khusus untuk mereka. Al juga membawa asisten rumah tangga yang sudah lama menjaga nya dari rumah papah Angga untuk ikut membantu di rumah baru nya. Al hanya ingin memperkerjakan orang yang sudah ia percayai untuk membantu pekerjaan Kayla di rumah, karena ia tidak mau terjadi apa apa pada isteri dan anak nya.
" Sayang "
" Hmmm , ada apa mas? "
Al hanya terdiam, ia sedang menatap Kayla lekat lekat. Kayla sedang memasang dasi di baju Al, dan dengan keadaan itu jarak antara wajah Al dan wajah Kayla sangat dekat.
Kayla yang merasa tidak mendengar respon lagi dari suami nya lekas mendongakan wajah nya.
__ADS_1
" Mas, ada apa? "
" Hmm? ada apa gimana sayang? "
" Loh? ihh mas kan tadi manggil Kayla, nah itu tuh mau apa? "
Al terkekeh " Aduh maaf sayang, mas tadi mau ngasih tau sesuatu, tapi malah kelupaan saking asik nya liat wajah bidadari di depan mas ini "
Blushhhhh
Pernikahan mereka sudah berjalan selamat 6 minggu, bahkan bukan hanya sekali dua kali Al selalu memuji nya, tapi tetap saja setiap kali Al memuji nya Kayla selalu merasa malu, sehingga wajah nya pasti bersemu.
" Mas, pagi pagi gini udah gombal ihh "
" Sayang, mas ga pernah gombalin kamu, mas bilang apa ada nya kok "
Kayla menarik napas nya, mencoba menetralkan degup jantung nya.
" Udah selesai " ucap nya sambil merapikan dasi yang sudah terpasang rapi di kerah baju Al " Mas tadi mau ngasih tau apa ke Kayla? "
Al tersenyum lalu dengan tanpa kata ia membawa Kayla untuk duduk di sofa yang ada di kamar mereka.
" Mas mau ngasih tau, kata HRD mba Wulan udah hampir 1 minggu ngambil cuti, padahal biasa nya dia ga pernah cuti lama lama. Mas ngasih tau kamu karena mas ngerasa ada hal yang ga beres sayang, dan kalo sampai minggu depan mba Wulan masih belum masuk kerja, perusahaan akan memberikan surat peringatan buat mba Wulan "
" Apa mba Wulan sakit ya mas? "
Kayla terdiam sejenak " Sayangg "
" Hmm, ada apa? pasti ada sesuatu nih "
Kayla mengernyit " Sesuatu apa mas? "
" Itu tadi manggil mas pake panggilan sayang, pasti ada sesuatu nih yang bakal diminta ke mas "
Kayla tersenyum malu, lalu menenggelamkan wajah nya di dada Al.
" Mas, Kayla boleh minta ijin buat nemuin mba Wulan ga? " tanya nya ragu ragu.
" Kalo mas ga ngijinin gimana? "
Kayla mendongak menatap wajah suami nya, ia berharap Al akan mengijinkan nya untuk menemui mba Wulan.
" Kalo mas ga ngijinin ya Kayla ga akan pergi mas, Kayla gamau kalo setiap langkah Kayla nanti di laknat oleh malaikat karena Kayla pergi tanpa ijin dari mas selaku suami Kayla "
Al tersenyum, ini lah hal yang membuat nya semakin menyayangi Kayla, ia tidak salah memilih isteri, terimakasih yaAllah, begitu lah yang Al katakan berulang kali dalam hati nya.
__ADS_1
" Mas ijinin kamu kok, jangan lupa juga kalo nanti ketemu sama mba Wulan tolong sampaikan kalo dia harus masuk kerja lagi, cutinya sudah habis. "
" Mas beneran ngijinin Kayla? "
Al mengangguk yakin " Iya sayang, lagian mas gamau rugi dengan kehilangan pegawai yang handal seperti mba Wulan. "
" Mas, mas kan pemilik perusahaan itu, kalo nanti mba Wulan masih belum masuk mas kan bisa tidak mengeluarkan mba Wulan dari perusahaan mas, iya kan? " Kayla sengaja bertanya seperti ini, ia ingin tau bagaimana jawaban sang suami.
" Sayang, mas memang yang mempunyai perusahaan itu, tapi mas harus bersikap profesional sayang, mas ga bisa seenak nya menerima ataupun mengeluarkan pegawai mas tanpa alasan, dan kalo nanti mba Wulan masih ga masuk, mau ga mau mas harus tetap bertindak sebagai mana mestinya, pertama mas akan memberikan surat peringatan, jika masih belum masuk ya maka mas harus mengeluarkan nya, mas gamau membeda bedakan pegawai mas " ucap Al tegas.
Kayla tersenyum dan lagi lagi ia memeluk Al erat erat " Mas bijak banget, Kay makin kagum sama mas "
" Isteri mas ini ga marah kalo misal kan nanti mba Wulan harus mas keluarkan dari perusahaan karena hal itu? "
Kayla menggeleng " Kay ga akan marah mas, kalo memang mba Wulan lalai atau melanggar peraturan perusahaan ya mas harus menindaklanjuti dengan peraturan perusahaan yang sudah mas buat pula, Kay ga akan ikut campur dalam hal ini, tapi Kayla yakin ko, pasti ada hal penting yang membuat mba Wulan ngambil cuti selama ini, semoga Kayla menemukan jawaban nanti saat bertemu dengan mba Wulan ya mas "
" Iya sayang ku " Al menciumi pucuk kepala Kayla " Nanti hati hati di jalan ya sayang, selalu kasih mas kabar, oke "
" Iya mas ku sayang " ucap Kayla.
~
~
Setelah mengantarkan Shafa sekolah Kayla pun langsung berangkat menuju rumah mami.
' Imam ku '
" Mas Kayla berangkat sekarang ya ke tempat mba Wulan, mas jangan lupa makan siang nanti ya "
Dengan satu sentuhan pesan itu Kayla kirim untuk suami nya.
Al tersenyum begitu membaca pesan dari sang isteri.
' Pendampingku '
" iya sayang, hati hati di jalan, jangan lupa kabarin mas terus ya. Usahakan nanti kita makan siang bareng Shafa ya sayang, love you "
Kayla membalas pesan nya dengan sebuah voice note " Iya mas, Kayla usaha kan ya, love you too suami ku " Al merasa bahagia jika Kayla membalas kata kata cinta nya, dan Al pun tidak membalas pesan Kayla lagi, ia fokus pada pekerjaan nya, supaya bisa selesai siang ini, supaya ia bisa makan siang bersama isteri dan anak nya.
Di lain tempat Kayla sudah tiba di tempat tujuan nya, setelah memarkirkan mobil nya Kayla pun lekas turun, namun betapa terkejutnya ia saat melihat tulisan yang berada di sebuah papan kecil yang menggantung di pagar rumah itu.
" RUMAH INI TELAH DISITA " Ucap nya lirih membaca tulisan yang ada di papan itu.
Mata nya membulat sempurna, pikiran nya di penuhi dengan banyak pertanyaan, bagaimana bisa, apa yang terjadi, bagaimana keadaan mami dan mba Wulan, bagaimana keadaan anak anak mba Wulan. Itulah yang Kayla pikirkan, walau bagaimana pun mereka juga adalah bagian dari keluarga nya, apalagi mami sangat menyayangi dirinya dan Shafa.
__ADS_1
~
~