
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Satu minggu lagi sidang kedua akan segera di laksanakan. Kayla dan Amran terus mencari bukti supaya bisa memenangkan kasus ini. Bahkan Kayla mencoba mencari orang suruhan Tia untuk di jadikan saksi.
" Kamu ga usah khawatir Kay, pak Al juga lagi cari mereka "
" Semoga aja bisa ketemu ya ka, bisa bisa nya mereka kabur dari orang orang suruhan mas Al "
" Iyah, itu juga yang pak Al sayang kan Kay, mereka seperti nya sudah merencanakan untuk kabur dari orang orang pak Al " ucap Amran lagi.
Ya, setelah sidang pertama waktu itu, Amran melaporkan apa yang terjadi di dalam persidangan, dan saat Al akan mengirim orang yang di suruh Tia untuk mencelakai Kayla ke kota XX untuk menjadi saksi, ternyata mereka sudah melarikan diri.
Kayla tampak gusar, jika ia tidak mendapatkan keadilan nanti maka ia akan sangat sedih dan kecewa.
" Kay, Reyhan juga lagi nyari hape Tia , seperti nya Tia tau akan di tangkap jadi dia menyembunyikan hape nya, kalau hape itu ketemu kita bisa pulihkan chat Tia dengan orang yang nabrak kamu waktu itu, dan itu bisa jadi bukti yang kuat, apalagi jika orang suruhan nya datang jadi saksi, bisa di pastikan kita akan memenangkan kasus ini Kay "
Kayla melihat ke arah Amran " Mas Rey? dia beneran mau cari hape Tia? kok bisa ? "
Amran tersenyum " Apa kamu meragukan keahlian ku sebagai pengacara ? " ucap Amran dengan menaik turun kan alis nya .
" Kamu yang nyuruh dia ka? " tebak Kayla dengan membulatkan mata nya.
" Iya lah, hebat kan aku " ucap Amran bangga dan sedikit tertawa " Padahal nih, Kaka tuh cuma bilang ga nyangka dia ga bantu kamu saat di pengadilan waktu itu, dan dia mungkin merasa bersalah juga ke kamu dan anak kalian, jadi Kaka saranin buat nyari hape Tia biar bisa di jadikan bukti, dan dia bilang dia akan mencari hape nya "
" Wahh wahh wahh, Ka Amran emang pengacara yang handal, pinter banget mancing mancing orang ya " ucap Kayla tak menyangka.
" Kay, kalau aku ga handal ga akan mungkin pak Al mau jadiin aku kuasa hukum nya, apalagi untuk menangani kasus mu ini Kay, pak Al udah mewanti wanti harus berhasil, jadi ya Kaka harus handal, Kaka ga nyangka sih cewe itu menyangkal tuduhan waktu itu "
" Iya ka, Kayla juga nyesel sih waktu dia ngaku saat itu Kayla ga sempet buat ngerekam ucapan nya "
" Don't worry Kay, all Will be okay " ucap Amran seraya tersenyum. Setelah itu Umma Rahma datang membawa camilan untuk menemani mereka yang sedang membicarakan hal untuk menghadapi sidang nanti.
__ADS_1
~
~
" Kalian ga becus jaga mereka, dan sekarang buat nyari mereka lagi kalian masih belum ketemu juga hah? " ucap seseorang yang sedang menelepon sambil memarahi orang yang sedang di telpon nya.
" Kalian dengar, waktu nya tinggal 5 hari lagi, dan kalian harus menemukan mereka " ucap nya marah lalu memutuskan sambungan telpon nya.
" Ckkk, aku harus turun tangan langsung buat nyari mereka, waktu nya makin mepet, ga banyak waktu tersisa sekarang " ucap pria itu yang tak lain adalah Al.
Al menatap pemandangan dari balkon kamar yang ia tempati saat ini, ia memejamkan mata nya, rasa nya disaat dia melakukan hal ini Kayla seolah-olah berada tepat di depan mata nya.
" Aku akan bantu kamu Kay, semampu ku, dan sekuat tenaga ku, kamu harus mendapatkan keadilan atas apa yang sudah kamu alami selama ini Kay, aku janji Kay, aku janji " gumam nya sambil terus memejamkan mata nya.
~
~
Satu persatu kardus itu ia buka, sampai saat ini ia belum juga menemukan hape Tia.
" Belum mih, waktu Rey pindahan juga Rey emang ga liat hape nya Tia " ucap nya sambil masih mengubek ngubek barang barang di dalam dus itu.
" Oke mami bantu, tapi kamu harus bener bener kasihin hape nya ke Kayla ya, walau Tia sekarang itu isteri kamu, tapi tetep aja apa yang uda dia perbuat itu keterlaluan dan harus dapet hukuman, biar dia jera dan ga akan ngulang perbuatan yang sama "
" Iya mi, iya, Rey tau ko, Rey juga berharap dengan hal ini Tia bisa berubah "
" Tia kan udah berubah Rey, kamu ga nyadar? "
Reyhan berbalik dan menatap mami nya " maksud mami? "
" Tia Uda berubah, dari yang asalnya baju selalu modis sekarang cuma pake baju seragam TAHANAN doang, yang biasa nya full make up yang bedak nya sampe 3 centimeter sekarang jadi ga bedakan jadi kusem gitu, emmh kayak minyak yang udah di pake nge goreng berkali kali, dan dia uda berubah dari yang asalnya sehat jadi penyakitan, udah masuk jeruji besi juga tetep aja harus kontrol secara rutin gara gara penyakit nya, uang penjualan apartemen nya aja udah hampir habis buat nyewa pengacara dan biaya berobat nya dia "
" Ya ampun mi " ucap Reyhan setelah mendengar perkataan mami nya, ia kira mami nya memang melihat perubahan yang baik dari diri Tia, ternyata, hahhh.
" Loh, kenapa ya ampun? yang mami bilang bener kan? iya kan? " ucap mami menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Rey yang seperti nya sedikit frustasi.
__ADS_1
" hahahaha, santai Rey, kamu ini sekarang Uda jarang ketawa, mami bercanda in gitu aja syok banget, ehh ehh tapi perkataan mami tadi mami ga bercanda sih, emang fakta nya kayak gitu, hahahaha " lagi lagi mami tertawa dengan begitu lepas dan sangat merasa puas.
" Udah lah mi, Rey lagi serius nih, waktu nya ga banyak, kalo mami ga niat bantu in Rey ya udah ga apa apa "
" Isshhh, kamu, baru gitu aja marah, mami bantu kamu ko, lagi pula ini mami lakuin buat Kayla dan almarhum cucu mami "
Sudah setengah jam mami membantu Rey, namun barang itu belum juga di ketemukan.
" Baju baju Tia kamu kemasin pake apa Rey? dan barang barang special nya Tia di kardus yang mana? " tanya mami pada Rey.
Rey beranjak sejenak " Rey taruh disitu mi " ucap Rey sambil menunjuk dua koper dan 2 kardus yang berukuran lumayan besar.
Di dalam koper mami tidak menemukan apapun, hanya ada baju baju koleksi Tia saja disana. Saat mami mengecek kardus pertama mami melihat ada sebuah kotak berukuran sedang, mami membuka kotak itu, isinya ternyata foto foto Tia dan ada foto foto Reyhan saat jaman sekolah dulu, namun tiba tiba mami memegang sesuatu.
" Rey ini kan? "
" Bukan mi, ini hape Tia yang dulu "
" Tapi mami inget hape Tia emang yang kayak gini kan ? "
" Iya mi, dia beli hape baru dengan merk dan model yang sama, tapi itu hape lama nya mi, Uda ga nyala "
Mami menghela napas nya, cukup lelah ternyata, kemudian mami iseng iseng menekan tombol power, dan ternyata layar hape nya menyala.
" Rey, nyala Rey hape nya "
" Hah, kok bisa? "
" Jangan jangan ini hape nya Rey, Tia sengaja kali nuker casing nya biar hape ini keliatan kayak hape lama nya yang rusak Rey " Reyhan tidak menyahuti ucapan mami nya, ia sedang mencoba membuka hape Tia yang ternyata sudah di ganti sandi nya.
~
~
~
__ADS_1