Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
41


__ADS_3

FYI dulu ya sebelum baca bab terbaru nya.. Guys othor usahakan untuk up tiap hari, sehari antara 1 atau 2 bab ya, othor up sekitar jam 9 pagi, atau jam 3 sore, kalau aga telat telat dikit maklum ya, othor juga kurang paham soalnya, padahal uda nentuin biar terbit nya jam 9, tapi kadang suka ngaret 😁 udah deh segitu aja, eh iya satu lagi, jangan lupa akun othor di follow ya, tencu 💞💞💞


~


~


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


" Loh kamu kenal sama nak Al Kay? " tanya umma pada Kayla.


Kayla menggeleng, lalu tersenyum " Kayla ga kenal sih umma, cuma waktu itu pernah ga sengaja ketemu, tapi lupa, dimana ya " ucap Kayla sambil mengingat ngingat sesuatu di dalam file memori otak nya.


" Di depan minimarket yang dekat universitas XX " ucap Al mengingat kan.


" Oh iya iya, mas yang waktu itu nolong saya kan, waktu belanja an saya jatuh saat itu kan ya" ujar Kayla setelah mengingat dimana pernah bertemu dengan lelaki itu ( FYI ya readers, bagian ini emang sengaja othor ga tulis di bab yang waktu itu ya, biar surprise cerita nya gitu 😁 )


" iya betul mba " Jawab Al lalu tersenyum.


" Duh makasih banyak ya mas uda bantu saya waktu itu, cuma saya buru buru waktu itu hehe "


" Iya mba sama sama ga apa apa "


" Kay, kamu tau kalo nak Al ini juga yang nolong kamu waktu kamu kecelakaan " ucap umma memberi tahu siapa Al itu.


Kayla sedikit meringis menahan sakit di perut nya yang kembali terasa, Al yang melihat nya segera mendekati Kayla, Al berniat untuk membantu Kayla, namun Kayla menolak nya.


" Ga usah mas tidak apa apa, saya bisa di bantu oleh umma saja " tolak Kayla secara halus, Al hanya tersenyum dan mengangguk.


Umma Rahma membantu Kayla untuk kembali ke ranjang nya.


" Oh iya saya ingat sekarang, mas kan yang nyuruh saya buat buka mata pas kecelakaan ya ? " Al tersenyum dan lagi lagi menganggukkan kepala nya " terimakasih banyak ya mas, saat itu udah nolong saya, dan berarti mas juga yang Uda bantu menyelidiki kejadian yang menimpa saya saat itu? " tanya Kayla lagi.


Al berdehem sebelum menjawab pertanyaan Kayla " Saya mohon maaf sebelumnya ya mba, karena sudah lancang dan melakukan penyelidikan tanpa meminta ijin terlebih dahulu, saya hanya berfikir karena kejadian nya masih baru jadi pasti akan lebih mudah untuk menyelidiki nya "


" Ga apa apa mas , justru saya berterima kasih pada mas karena sudah mau repot-repot menyelidiki hal ini " Kayla menghentikan kata kata nya sejenak, lalu " emmm maaf mas, apa mas sudah mengetahui siapa orang yang menyuruh pengendara motor itu untuk mencelakai saya? "


Al terdiam sesaat, seperti sedang memikirkan sesuatu " Kalau itu maaf mba, saya belum mengetahui siapa dalang nya, karena pengendara motor itu juga menutup mulut nya rapat rapat, walau saya ancam dia tetap tutup mulut mba " jelas Al menjawab pertanyaan Kayla.


Kayla menghembuskan napas nya perlahan " emhh tidak apa apa mas, saya sangat berterima kasih atas apa yang sudah mas lakukan sampai sejauh ini , sekali lagi terimakasih ya mas " ucap Kayla tulus, dengan senyuman di bibir nya.


Al terpaku, dia merasa terpana melihat senyuman Kayla, senyuman yang beberapa bulan lalu selalu berhasil membuat nya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Al tau perasaan nya ini tidak boleh ia biarkan terus berkembang, karena bisa berbahaya untuk dirinya, Kayla adalah wanita yang sudah memiliki suami, walau rumah tangga Kayla sedang di hantam ombak yang besar namun Al tak mau berharap lebih pada wanita bersuami itu, ia tidak mau jadi pebinor, tapi mengapa ia selalu melihat Kayla di beberapa waktu ke belakang, niat ingin melupakan malah jadi gagal karena setiap dia melihat Kayla rasa di hati nya malah semakin berkembang, hahhh sungguh ini sangat berbahaya untuk hati dan jantung nya.


" Al, nak Al " panggil umma Rahma berhasil membuyarkan lamunan nya.


" eh iya umma ada apa? " tanya nya, umma hanya menggeleng kan kepala nya .


" Emm maaf ya mas sebelum nya, saya ingin istirahat dulu, jika mas Al masih ingin berbincang dengan umma silahkan " ucap Kayla " emm dan terimakasih atas bantuan nya, dan terimakasih untuk buah tangan nya " ucap Kayla lagi.


" Ah iya tidak apa apa, sama sama mba, baik lah saya juga ijin pamit ya mba, umma " pamit Al pada kedua wanita itu.

__ADS_1


Saat Al akan beranjak pintu ruangan Kayla tiba tiba terbuka, ternyata dokter Amara yang datang, ia akan mengecek keadaan Kayla, namun malah terheran heran melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu.


" Loh Al , kamu disini? bukan nya mau ketemu klien ? " tanya dokter Amara pada Al, ia cukup terkejut melihat anak nya ada di ruangan Kayla.


" iya mah, Al menjenguk mba Kayla " ujar Al, dan dokter Amara hanya tersenyum.


Kayla yang belum tahu hubungan antara Al dan dokter Amara pun menjadi penasaran " emmh maaf apakah dokter ini ... "


" Dokter Amara ini ibu nya Al Kayla " jawab umma Rahma yang tau apa yang akan anak nya tanya kan.


" keadaan Kayla sudah cukup bagus, bekas operasi juga seperti nya okey, sudah mulai belajar berjalan belum? "


" Sudah dok, Alhamdulillah sudah bisa berjalan sendiri, walau masih agak terseok seok " jawab Kayla apa ada nya .


" Besok sudah bisa pulang ya, nanti kesini lagi antara tiga atau empat hari kemudian untuk mengecek bekas operasi nya lagi ya " ucap dokter Amara.


" Ingat untuk tidak mengangkat yang berat berat ya, dan jangan sampai perut nya dapat tekanan yang berat, karena takut nyaa nanti perut nya merasa ngilu " dokter Amara mengingat kan.


" Baik dok, terimakasih, jadi saya besok sudah bisa pulang ya dok " tanya Kayla meyakinkan lagi.


" Iya besok sudah bisa pulang, tapi ingat pesan saya tadi ya "


" iya dokter, terimakasih banyak dok "


Dokter Amara tersenyum dan mengusap kepala Kayla yang tertutup hijab instan nya " sama sama "


Setelah di periksa Kayla mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya, hari ini terlalu banyak yang membuat jantung Kayla bekerja lebih keras, kenyataan kenyataan yang baru ia ketahui berhasil membuat jantung nya berdetak sangat cepat, dan rasa sakit yang ia rasakan di hati nya cukup menguras emosional nya, walau mata nya terpejam namun pikiran dan hati nya tidak tidur, ia merasa sangat sedih karena kehilangan bayi nya, dan lebih terpukul lagi karena baru mengetahui nya setelah beberapa hari berlalu, bahkan ia belum sempat melihat wajah bayi nya itu.


" Al cuma jenguk aja mah "


" Inget ya Al, mamah tau kalau kamu tuh ada perasaan sama Kayla, yah walau mamah baru selintas liat dia tapi mamah tau dia wanita yang baik, cuma yang jadi masalah nya dia itu sudah bersuami Al, kamu jangan terlalu berharap , jangan ganggu rumah tangga orang, ngerti " ucap Amara menasehati anak nya itu.


" Al tau ko mah, Al tau dimana batasan Al, Al ga akan melewati batas, mamah percaya sama Al " ucap Al dengan kedua jari nya membentuk huruf V.


Mamah Amara melirik sekilas pada anak nya itu " Mamah ga akan percaya sama kamu Al "


" lohh, mamah ga percaya sama anak sendiri? Al serius mah "


" Denger ya Al mamah cuma percaya sama Alloh, kalau mamah percaya sama kamu mamah takut musyrik tau " Al yang mendengar jawaban mamah nya sontak saja tertawa hingga terpingkal pingkal, begitu pun dengan mamah Amara yang juga ikut tertawa.


Detik demi detik, berganti menit, menit pun berganti menjadi jam. Mata Reyhan masih belum terpejam, malam ini ia akan mencari bukti atas kecurigaan Kayla dan Abi Ilham pada isteri kedua nya itu.


" Mas, kamu masih marah sama aku gara gara tadi siang ya, maaf lah, aku tuh Uda ga kuat Kamu nyembunyiin status kita terus, aku juga pengen di akui sebagai isteri kamu mas " Ucap Tia dengan nada manja, dan tangan nya terus saja bergerak gerak di lengan Reyhan.


" Tapi ga kayak gitu juga lah Tia, semua itu ada waktu nya, dan lagi kamu secara ga langsung ngasih tau kalo bayi nya Uda meninggal, untung Kayla ga drop tadi siang, apalagi tadi kamu ngancem ngancem dia segala lagi, apa maksud nya coba " ucap Reyhan merasa kesal.


" ckkkkk " Tia mendecak sebal " ya udah lah kan udah kejadian mas, lagian lambat laun dia tuh harus tau kebenaran nya mas, kamu harus nya makasih ke aku karena aku uda bantu kamu ngasih tau ke dia, jadi kamu ga usah pusing pusing lagi nanti nyari cara buat ngejelasin ke dia " gerutu Tia pada Reyhan.


" Keras kepala kamu tuh, susah di nasehatin, ga kayak Kayla "

__ADS_1


" terus aja terus banding bandingin aku sama dia, yang penting aku ga ceroboh kayak dia, lihat gara gara dia ceroboh dia udah bikin anak kalian meninggal " ucap Tia dengan nada mengejek.


Reyhan hanya menatap Tia dengan tatapan tak suka dan tatapan yang tajam.


" Malas aku debat sama kamu mas, aku mau tidur aja " Tia merebahkan tubuh nya dan memunggungi Reyhan.


" Ckkk habis baterai lagi " gerutu Reyhan , lalu melirik ke arah Tia " mana hape mu, mas pinjam sebentar, mau telpon papi "


" tuh di atas nakas " jawab Tia dengan ketus.


" Sandi nya berapa? " Tanya Reyhan.


" Tanggal khilaf terindah kita " ucap Tia enteng.


" Kamu jadiin tanggal itu jadi sandi hape mu? "


" Iyah, kenapa? biar ga ada yang tau " jawab nya ketus.


Rey hanya menggeleng ka kepala nya, ia berjalan keluar dari kamar itu, ia merasakan apartemen Tia sangat sepi, walau Tia punya dua anak tapi anak anak nya jarang tinggal di apartemen nya, mereka Tia titip kan di rumah opa dan Oma nya.


' Kalau Kayla ga akan bisa tidur tenang kalau Shafa ga tidur di rumah, sungguh mereka berdua memang sangat berbeda '


Lalu Reyhan mengutak ngatik hape Tia, ia melihat isi chat, namun tidak ada chat yang mencurigakan. Setengah jam Reyhan mengecek hape Tia ,namun tak menemukan hal apapun sebagai petunjuk.


' Mungkin emang bukan Tia '


Trongggggg


Reyhan melihat sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam hape Tia, terlihat pengirim nya bernama Ratu, namun selintas Rey melihat isi pesan itu.


" Ratu "


' Tenang boss, gue jadiin anak buah gue jadi tumbal nya, jadi gue masih aman ga sampe di tangkap polisi '


Betapa terkejut nya Reyhan melihat isi pesan itu, dan akhir nya ia meng scroll chat Tia dan orang yang kontak nya bernama Ratu itu.


" Apa ini, Tia, dia senekat itu, tapi kenapa, tiaaa " geram Reyhan saat melihat Tia mengirimkan foto Kayla dan menyuruh orang itu untuk mencelakai Kayla.


" apa yang kamu lakukan Tia, aku tak percaya kamu sampai senekat ini, arghhhh, kurang asem kamu Tia " ucap Reyhan, Reyhan pun melangkah cepat ke kamar Tia.


Brakkkkkkkk


" Tiaaaaaaaa "


~


~


~

__ADS_1


Hayohhh gimana tuh? ngamuk ga tuh Reyhan? gatau deh, kita baca di bab selanjutnya ya guysss..


Jangan lupa vote dan hadiah nya ya guyss, biar makin semangat up nya 😁 tencu kalian, sehat sehat ya kalian 💞💞


__ADS_2