Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
76


__ADS_3

...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Perlahan-lahan mata itu mulai terbuka, rasa nya ia masih mengantuk dan tubuh nya masih merasakan sedikit pegal karena acara kemarin.


Senyum yang indah terbit begitu bersinar di wajah nya tatkala melihat dua orang yang masih terlelap di samping nya. Shafa seperti masih nyenyak, ia cium kening anak tercinta nya itu dengan penuh sayang, lalu tatapan mata nya beralih pada sosok pria yang masih memejamkan mata nya, rasa nya seperti mimpi, saat ia bangun tidur ia kembali melihat sosok lain yang ada di samping nya, rasa nya masih seperti mimpi, kini ia kembali menyandang status sebagai seorang isteri.


" Kamu ga bosen liatin mas terus Kay " ucap Al tiba tiba yang otomatis membuat Kayla terkejut, mata Al masih terpejam.


" Mas udah bangun? "


Al membuka mata nya lalu menatap manik mata Kayla " Mas udah bangun dari setengah jam yang lalu "


" Kok ga bangunin Kayla? untung aja ini belum adzan shubuh mas "


Al merubah posisi nya, ia menyamping kan tubuh nya dengan satu tangan menopang kepala nya yang menghadap ke arah Kayla, tangan nya terulur untuk merapikan helaian rambut yang sedikit menutupi wajah isteri cantik nya itu.


" Mas ga tega bangunin kamu sayang, kamu lelap banget tidur nya, pasti cape kan? "


Wajah Kayla bersemu saat Al memanggil nya dengan sebutan sayang.


" Yuk masih ada waktu kita solat tahajud bareng " ucap Al.


Sebelum turun dari ranjang, Al mengecup kening anak nya terlebih dahulu, apa yang Al lakukan itu tak luput dari pandangan Kayla, Kayla yakin ia tidak salah melabuhkan hati nya kali ini.


~


~


Ceklekkkk


Ka Fahri menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, dan ka Fahri melihat Shafa keluar dari dalam kamar Kayla, seketika ia langsung menahan tawa nya.


" Selamat pagi cantik, wah Shafa tidur bareng mamah dan Daddy? " tanya ka Fahri saat Shafa menghampiri nya.


" Iya Wawa, Shafa seneng banget bisa tidur sama mamah dan Daddy "


( Wawa itu maksudnya uwa ya guys, kalo di Sunda itu tuh panggilan untuk ke Kaka nya orangtua kita, kalo paman dan bibi itu tuh panggilan untuk ke adik orangtua kita )


" Wah pasti asik ya Shafa tidur bareng Daddy ? " ucap ka Fahri .


Shafa hanya mengangguk saja " Tapi kemarin Daddy seperti nya sedang sedih Wawa, sebelum tidur Daddy sempat cemberut, Shafa jadi ikut sedih jika Daddy sedih " ucap shafa sendu.


Ka Fahri sangat terhibur saat mendengar perkataan Shafa, oh sungguh jika Shafa tau bahwa ia adalah penyebab Daddy nya cemberut entah akan bagaimana reaksi nya 😂.


~


~


Setelah sarapan bersama semua nya berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar berbincang, karena hari ini mereka masih cuti dari pekerjaan masing masing. Paman, bibi, uwa bahkan kakek dan nenek Kayla masih ada di kediaman Abi ilham, dan rencana nya mereka akan pulang ke rumah nya masing masing siang ini.

__ADS_1


" Gimana Al semalem? " tanya paman begitu absurd pertanyaan nya ini.


" Alhamdulillah nyenyak paman " ucap Al datar, namun tetap sopan.


" Udah berhasil belum ? " tanya uwa Kayla.


Al sebenarnya paham apa yang di tanya kan paman dan uwa nya Kayla, hah mungkin inilah candaan yang pasti di lontarkan pada pasangan pengantin baru, iya kan?


" Gagal paman " bukan Al yang menjawab tapi ka Fahri yang menjawab nya.


" Lah kok kamu tau Fah? kamu ngintip? "


Fahri tergelak begitu keras nya " Enggak lah, ngapain ngintip ngintip, kurang kerjaan dan nambah nambah dosa doang paman, semalem tuh Shafa tidur sama mereka " jelas ka Fahri sambil menahan tawa nya.


" Awhhh " ringis ka Fahri saat mendapat cubitan dari ka Dewi.


" Sakit sayang " rengek ka Fahri.


" Ya habis mas ini, gak boleh gitu ih, kasian tau " ucap ka Dewi sambil melirik ke arah Kayla yang sudah bersemu.


Dan begitulah suasana pagi hari ini di rumah Abi ilham, begitu hangat di hiasi canda tawa diantara satu sama lain.


Kali ini Al ikut solat berjamaah di masjid bersama Abi dan ka Fahri. Rasa nya waktu menuju malam begitu sangat lambat, Al berharap kali ini semua nya berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan gangguan.


" Shafa tidur di kamar Shafa sendiri ya, malam ini nenek yang akan temani Shafa " ucap umma Rahma.


" Tapi Shafa ingin tidur sama mamah dan Daddy nek "


Umma Rahma terlihat sedang memikirkan sesuatu, dan tiba tiba ka Dewi datang menghampiri mereka.


" Mamah dan Daddy juga sudah besar bahkan lebih besar dari Shafa, tapi kok tidur nya bareng bareng sih " tanya Shafa begitu polos nya.


Ka Dewi blingsatan mendapatkan pertanyaan itu, hahh dia lupa jika keponakannya ini begitu pandai.


" Emhh begini, ada hal hal yang hanya bisa di lakukan orang dewasa sayang, dan ada hal hal yang harus dilakukan orang dewasa tapi tidak boleh dilihat oleh siapa pun sayang. Contoh nya seperti mengendarai kendaraan, nah itu kan hanya boleh di lakukan oleh orang dewasa, dan ada hal yang tidak boleh dilihat siapapun contoh nya ketika saat kita mandi, nah saat kita mandi kan tidak ada yang boleh melihat nya, jadi karena itu lah Shafa harus tidur sendiri di kamar Shafa, bukan kah Shafa sudah terbiasa tidur sendiri ? "


Shafa mengangguk " Tapi kali ini Shafa sangat ingin tidur bersama Daddy dan mamah, Shafa rindu tidur di peluk papah, dulu Shafa sering tidur di peluk mamah dan papah, karena sekarang papah sudah tidak bersama Shafa jadi Shafa ingin merasakan tidur di pelukan mamah dan Daddy Wawa " ucap Shafa sendu.


Ka Dewi dan umma Rahma saling menatap satu sama lain, ternyata selama ini cucu nya itu merindukan kehadiran seorang ayah, hingga sekarang ada Al seolah mengobati kerinduan Shafa pada sosok seorang Ayah.


" Shafa tau kalau Shafa tidak boleh mengganggu mamah dan Daddy, karena kalo Shafa ganggu mamah dan Daddy nanti Shafa tidak bisa punya adik bayi "


Degg


" Ko Shafa bilang nya gitu? siapa yang bilang kayak gitu? " tany ka Dewi.


" Wa Fahri yang bilang tadi "


Ka Dewi mendengus, kadang suaminya itu begitu menyebalkan.


" Satu malam lagi saja nek Shafa ingin tidur bersama Daddy dan mamah "


" Shafa tanya dulu sama Daddy boleh atau engga ya, kalo boleh ya gapapa " ucap ka Dewi, raut wajah Shafa kembali ceria seperti semula.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar wajah Al menunjukkan jika ia sedang dalam suasana hati yang tidak baik.


Flashback on.


Saat Al kembali dari masjid Al heran karena Kayla sedang asik menatap layar laptop nya.


" Kay udah solat? " tanya Al sambil membuka peci nya.


Kayla membalik tubuh nya dan tersenyum ke arah Al.


" Enggak mas, aku lagi dateng bulan, baru aja tadi mas dateng bulan nya " ucap Kayla lirih.


Al melongo dan mematung seketika, Kayla tidak tega sebenarnya, tapi yah mau gimana lagi.


Flashback off


" hahhh " Al mengehela napas nya.


" mas kenapa? " Tanya Kayla saat mendengar helaan napas Al .


Al tidur di pangkuan Kayla, dan Kayla sedang mengelus ngelus rambut hitam Al . Al mengarahkan wajah nya ke perut Kayla dan menyelusup kan nya disana.


" Malam ini juga gagal sayang "


Kayla tak bisa menahan tawa nya " Maaf ya mas, nama nya juga tamu bulanan ga bisa di tolak "


Al memposisikan diri nya untuk duduk berhadapan dengan Kayla.


" Iya deh gapapa, mas bisa sabar dan tahan ko, hahhh kesabaran mas benar benar di uji ya Kay " ucap nya sendu.


Tokk tokk tokk


" Masuk " ucap Kayla.


" Daddy boleh Shafa tidur disini? " tanya Shafa saat masuk ke kamar orangtuanya.


Al tersenyum " Boleh sayang, sini tidur sama Daddy "


Shafa begitu bahagia dan berlari ke arah Daddy nya.


" Terimakasih Daddy, Shafa janji hanya tiga hari saja, setelah itu Shafa akan tidur di kamar Shafa sendiri " bisik Shafa di telinga Daddy nya.


" Iya sayang gapapa, asal Shafa senang Daddy juga ikut senang " ucap Al begitu tulus nya


" Terimakasih mas, karena sudah menyayangi kami " ucap Kayla.


" Menyayangi kalian adalah keharusan bagi mas, dan kebahagiaan kalian adalah prioritas mas sekarang "


Malam itu mereka tidur bertiga lagi, dengan Shafa di tengah tengah nya, ya anggap saja Shafa ini benteng supaya Al dapat lebih menahan ' keinginannya '.


~


~

__ADS_1


Apa sih yang readers harap kan? maaf maaf yah tidak semudah itu 😂🤣


__ADS_2