
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
" Bagi mas kamu itu sempurna Kay, mas makin ga sabar buat halalin kamu " ucap Al tidak sabaran " kita percepat ijab qobul nya jadi besok yu Kay " ucap nya seenak dengkul.
" Mas ihh " ucap Kayla kesal, Al sungguh sungguh tidak sabaran.
Al hanya tergelak melihat wajah kesal Kayla, baru baru ini Al menyadari jika Kayla sedang kesal wajah nya sangat lah menggemaskan.
" Kayla mau pulang aja mas, Abi sama umma kan tau nya Kayla cuma bentar disana mas, takut nya nanti di cariin lagi, belum lagi saudara saudara Kayla yang dari kota Y datang hari ini, Kay mau pulang dulu "
" Ya udah mas anter pulang ya "
Kayla berjalan di samping Al, tidak terlalu dekat tapi juga tidak terlalu jauh. Lagi lagi semua mata karyawan yang dilewati nya menatap Al dengan tatapan kagum, Kayla merasa sedikit tidak rela jika ada yang menatap Al dengan tatapan kagum seperti ini. Namun tanpa Kayla sadari Al pun sedang menahan rasa cemburu, karena tidak sedikit para karyawan laki laki yang melihat Kayla dengan tatapan kagum, hahh apa mereka tidak tau bahwa Kayla adalah calon isteri nya? ingin rasa nya Al membawa Kayla dalam rangkulan nya, supaya mereka tak sembarang menatap Kayla dengan mata nakal nya .
" Kayla " panggil seseorang saat Kayla berada di lobi bawah.
Kayla mencari pemilik suara yang memanggil nama nya, dan, ketemu.
" Mba Wulan? "
" Apa kabar Kayla ? " tanya Wulan sambil memeluk Kayla.
" Alhamdulillah kabar Kayla baik mba, kabar mba gimana? " Kayla melepas pelukan mba Wulan.
" Mba juga baik Kay, jauh lebih baik dari saat itu " ucap mba Wulan sendu " kata mami kamu mau nikah ya? mba ga di undang? "
" Iya mba, insyaAllah 3 hari lagi Kayla nikah mba, Kayla udah titip undangan nya ko ke mas Reyhan, emang undangan nya ga nyampe ke mba? "
Mba Wulan menggeleng " Reyhan ga ada tuh ngasih undangan dari kamu, lupa kali dia. Oh iya kamu lagi apa disini Kay? "
" Ehemmm " Al berdehem karena merasa tak diangggap ada oleh kedua wanita itu.
Kayla menoleh lalu tersenyum kikuk, sedangkan Wulan saat melihat siapa yang berdehem ia langsung menunduk.
" Emh maaf pak " ucap mba Wulan pada Al.
" Mba kenalin ini mas Al, calon suami Kayla "
Wulan membulatkan kedua bola mata nya, terkejut.
" Kamu serius Kay? pak Al calon suami kamu? " Kayla mengangguk dan tersenyum pada mba Wulan.
" Yah,saya calon suami Kayla, salam kenal ya mba " ucap Al, ia mengikuti Kayla yang memanggil mba pada mba Wulan.
" Emh iya pak Al salam kenal, saya Wulan Kaka ipar nya Reyhan, dan saya juga karyawan di kantor bapak ini "
Al menganggukkan kepalanya, sebenarnya ia sudah tau hal itu dari sebelum mba Wulan di terima kerja di perusahaan nya.
" Mba kapan kapan kita sambung lagi ngobrol nya ya, mba harus dateng nanti ke acara nikahan Kayla ya "
" Iya Kay pasti, mba ikut bahagia buat kamu Kay, kamu wanita baik baik, kamu pantas mendapatkan yang terbaik, dan tentunya harus yang lebih baik dari Reyhan " mba Wulan menggenggam tangan Kayla, dengan sebuah senyuman menghiasi wajah nya.
" Terimakasih mba "
Setelah berpelukan seperti Teletubbies, akhir nya Kayla benar benar pamit pada mba Wulan.
Di dalam mobil menuju ke rumah Abi Ilham Kayla sedikit penasaran akan sesuatu, dan ia memberanikan diri untuk bertanya pada Al.
" Mas "
" Hemm " jawab Al dengan mata yang masih fokus ke depan .
" Mas, Kayla mau tanya sesuatu, boleh ga? "
" Boleh, mau tanya apa? "
" Mas tau yang tadi itu Kaka ipar nya mas Reyhan? "
" Mas tau " jawab Al singkat.
" Maksud Kayla, saat mas menerima mba Wulan kerja disana apa mas tau kalau mba Wulan itu kaka ipar nya mas Reyhan? "
Al melirik sekilas ke arah Kayla, lalu melihat ke depan lagi " Mas tau, mas terima dia kerja di perusahaan mas karena beberapa alasan, pertama karena dia cukup berpengalaman di dunia kerja, dan saat itu perusahaan mas masih baru dirintis sehingga mas benar benar selektif dalam memilih karyawan, dan kebetulan dia memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan mas, dan kedua karena mas tau kamu juga ikut bantu nyariin kerja buat mba mu itu, tapi karena suami mba mu itu gengsi gamau kamu ikut andil dalam usaha isteri nya untuk mendapatkan pekerjaan, jadi mas menerima nya di perusahaan mas, tapi kamu tenang aja, alasan pertama nya karena dia memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan mas kok "
Lagi dan lagi, Kayla dibuat kagum oleh Al, lelaki yang akan jadi suami nya ini begitu baik dan perhatian, semoga Al adalah yang terbaik untuk nya, dan begitupun sebaliknya.
" Terimakasih mas, terimakasih banyak "
Al melirik Kayla lalu tersenyum " Mas yang harus nya berterima kasih ke kamu Kay, kalo mas gatau kamu lagi nyariin kerjaan untuk mba mu itu, mungkin sekarang mas ga akan mendapatkan karyawan yang handal seperti dia " Kayla hanya menatap Al sambil tersenyum.
~
~
Ruangan yang di dominasi warna putih itu terlihat begitu indah, terdapat beberapa meja disana, di setiap meja terdapat 6 buah kursi. Seketika suasana menjadi hening saat acara di mulai, perwakilan dari masing masing keluarga silih berganti saling memberikan sambutan nya, dilanjutkan dengan acara pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan acara acara lain nya. Hingga kini tiba lah di acara sakral yang di tunggu-tunggu oleh semua yang hadir disana.
Terlihat dua pria beda generasi saling berjabat tangan di sebuah meja yang berada di depan. Di sisi kiri dan kanan nya ada orang orang yang akan menjadi saksi terucapnya kata kata ijab qobul di hari ini.
Wanita yang memakai kebaya muslimah berwarna putih itu terlihat cantik dengan make up nya yang natural, tidak berlebihan, namun tetap terlihat cantik anggun dan elegan. Tangan nya dihiasi ukiran Inai yang menambah keindahan penampilan wanita itu hari ini. Jantung nya berdegup kencang, mulut nya tak henti henti nya berdzikir, ia menajamkan pendengarannya supaya bisa mendengar kata kata yang akan di ucapkan oleh calon suami nya .
" Saya terima nikah dan kawinnya Kayla Nazia Yumna binti Muhammad Ilham Sanjaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap Al dengan lantang dan lancar.
" Bagaimana para saksi? sah? "
" SAH " suara para saksi.
Selepas itu semua yang berada di ruangan berdoa untuk kedua mempelai yang baru saja sah menjadi suami isteri.
Senyum itu mengembang dengan indah di bibir Al, perasaan nya terasa begitu lega. Tak berbeda jauh dengan Al, Kayla pun sedang ikut berdoa dari ruangan yang berbeda. Tak berselang lama umma, ka Dewi dan Shafa datang untuk menjemput nya menemui Al.
__ADS_1
Langkah kaki nya sangat pelan berbanding terbalik dengan degup jantung nya yang berdetak dengan sangat cepat lebih dari biasa nya.
Pandangan Al tak lepas dan bahkan tak berkedip saat melihat Kayla mulai memasuki ruangan itu, senyum kedua nya mengembang, suara musik seperti nya tak terdengar di telinga kedua orang ini, mereka hanya saling tatap satu sama lain, hingga jarak diantara kedua nya mulai menipis.
Kayla duduk di samping Al, mereka menandatangani surat nikah, dan saling memakaikan cincin pernikahan.
" Mempelai wanita silahkan cium tangan mempelai pria yang kini sudah sah menjadi suami mu, dan mempelai pria setelah isteri anda mencium tangan anda maka balas lah dengan mengecup kening nya "
Untuk pertama kali nya setelah mereka menikah, selama mereka saling kenal tidak ada kontak fisik diantara kedua nya, kecuali jika tidak sengaja sedikit mengenai kulit salah satu nya, dan ketika Al menolong Kayla saat kecelakaan itu pun terpaksa karena keadaan.
Dengan sedikit gemetaran Kayla meraih lengan Al, mencium punggung lengan pria yang kini sah menjadi suami nya. Setelah itu Al memegang bahu Kayla, menatap manik cokelat itu lekat lekat, dan.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Kayla, aga sedikit lama Al menempelkan bibirnya di kening Kayla, dan Kayla hanya memejamkan mata nya, menerima ketulusan dari kecupan Al, rasa nya Al sedang menyalurkan rasa cinta dan bahagia nya lewat kecupan itu.
Semua orang yang menghadiri acara itu ikut terhanyut dalam suasana bahagia itu.
Setelah itu rangkaian demi rangkaian acara berlangsung, Al memilih untuk langsung mengadakan resepsi di hari yang sama, biar tidak dua kali capek kata nya.
Kayla sedikit terkejut karena ada tamu tamu penting yang hadir di resepsi pernikahan nya. Kayla belum tau seberapa berpengaruh nya keluarga Al ini.
" Kamu pegel Kay? " tanya Al lembut.
" Sedikit mas " ucap Kayla lirih.
Kayla tersentak saat tiba tiba Al berjongkok di depan nya, Al meraih kaki Kayla, melepas high heels yang Kayla kenakan, lalu sedikit memijat kaki Kayla.
Kayla merasa tidak enak saat Al melakukan hal itu " Mas jangan, ga usah mas, Kay ga apa apa ko "
" Ga apa apa, biar kamu ga pegel "
" Mas jangan, malu di liatin banyak orang "
" Ya gapapa, yang penting kamu ga kepegelan "
" Mas jan.... "
" Udah Kay biarin aja, jangan nolak ya " ucap mamah Amara.
" Tapi Kayla ga enak mah "
" Udah gapapa, biarin sekarang Al mijit kamu, nanti nanti nih pasti kamu yang bakal mijit dia " ucap papah Angga.
" Udah mas, Uda ga pegel ko " ucap Kayla.
" Beneran? "
" Iya suamiku, udah ya, ga usah mijitin lagi, Uda ga pegel ko "
Senyum Al begitu merekah saat mendengar Kayla memanggil nya Suami ku.
Tak berselang lama, terlihat Reyhan beserta keluarga nya memasuki gedung pernikahan Kayla dan Al.
" Selamat ya Kay, semoga pernikahan mu menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah, dan semoga kamu bahagia Kay, maaf kan aku " ucap Reyhan.
" Selamat Al, aku harap kamu bisa menjadi suami yang baik bagi nya, jangan sampai seperti aku " Ucap Rey tulus
" Terimakasih, dan anda tidak perlu khawatir, saya tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah dengan susah payah saya dapat kan "
Mami, papi, mba Wulan bang Rendi beserta anak anak nya saru persatu silih berganti menyalami kedua mempelai.
~
~
Tadi nya kedua orangtua Kayla dan Al sudah memesankan kamar hotel untuk pasangan pengantin itu. Namun Al menolak nya, karena kata nya kasihan Shafa, takutnya tengah malam mencari Kayla, hah Al tidak tau saja akan bagaimana jadi nya nanti.
Ini pertama kali nya Al masuk ke dalam kamar Kayla yang berada di rumah Abi Ilham, kamar Kayla tidak terlalu luas, namun begitu rapi, dan bisa membuat ia nyaman. Sudah 15 menit Kayla di dalam kamar mandi namun belum ada tanda tanda akan segera keluar dari sana.
Tokkk tokk tokkk
" Kay, apa masih lama? "
" Sebentar lagi mas "
5 menit kemudian.
Ceklekkkk
Kayla keluar dengan mengenakan baju tidur berlengan panjang dan celana panjang, dan tak lupa hijab instan nya.
" Ayo mas mandi dulu, sebentar lagi adzan maghrib "
" I..iya " ucap Al gugup.
Al memilih solat berjamaah bersama Kayla, tadi nya ia akan berjamaah di masjid tapi ia merasa begitu lelah.
Setelah solat maghrib berjamaah Kayla dan Al membaca Al-Qur'an sambil menunggu waktu solat isya. Setelah solat isya berjamaah, Al membalik tubuh nya ke arah Kayla.
" Kay sini sebentar " titah Al, Kayla menurut dan mendekat kan diri nya pada Al.
Al menaruh satu tangan nya di ubun ubun Kayla, dan satu tangan nya ia angkat, Kayla paham apa yang sedang Al lakukan, Kayla pun ikut mengangkat kedua tangan nya.
' Allahumma inni as-aluka min khoirihaa wa Khoiri maa jabaltaha 'alaih, wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha'alaih ' ( guys kalau ada kesalahan dalam penulisan do'a nya maaf ya, mohon untuk bantuan koreksi nya )
Setelah nya Al mencium kening Kayla, dan Kayla mencium punggung tangan Al. Saat Kayla akan menarik tangan nya Kayla terkejut karena dengan tiba tiba Al menarik nya, sehingga kini Kayla berada dalam dekapan Al .
" sebentar Kay, mas ingin memeluk mu seperti ini " Al menarik napas nya dalam dalam, merasakan udara yang begitu menyejukkan " Mas harap ini bukan mimpi Kay, mas harap di saat mas bangun nanti orang pertama yang mas lihat adalah kamu, mas masih tidak menyangka Kay, akhirnya kamu menjadi isteri mas "
Kayla tersenyum lalu membalas pelukan Al.
Al yang merasakan Kayla membalas pelukannya akhirnya tersenyum bahagia " ini nyata kan Kay "
__ADS_1
Kayla mengangguk " Ini nyata mas, ini bukan mimpi " Kayla merasa Al semakin mempererat pelukannya.
" Mas jangan kenceng kenceng peluk nya, Kay engap ini "
Al pun melepas kan pelukan nya " maaf ya, mas masih ga nyangka sih "
" Iya gapapa mas "
Al menatap Kayla intens, dan jantung nya berdetak dengan cepat saat melihat bibir Kayla yang ranum.
Kayla yang mulai salah tingkah di lihat seperti itu akhir nya berdehem.
" Hemm, mas jangan liatin Kayla Kayla gitu "
" kenapa? emang mas ga boleh liatin isteri mas sendiri? "
" Bukan ga boleh, tapi liatin nya biasa aja mas, Kayla malu kalo di liatin kayak gitu "
Al terkekeh mendengar nya " Iya engga deh, tapi mas boleh minta beberapa hal? "
" Boleh "
" Mas pengen liat kamu tanpa hijab, mas ingin melihat mahkota yang ada di kepala mu, mahkota yang selalu kamu jaga dengan hijab mu, supaya tidak terlihat oleh orang yang tidak semestinya, boleh kan? "
Kayla tertegun dengan permintaan Al, tapi itu permintaan yang wajar dari seorang suami " Bo..boleh ko mas, sekarang kan Kayla sudah menjadi isteri mas, apapun yang ada di tubuh Kayla itu halal untuk mas lihat, bahkan mas juga berhak melakukan hal yang lebih dari hanya sekedar melihat "
Al tertegun dan tersenyum, beberapa detik kemudian Kayla melepaskan mukena nya dan, terlihat lah rambut Kayla yang berwarna hitam, rambut nya cukup panjang, dan ternyata rambut Kayla itu galing gantung ( jadi galing di bagian bawahnya ya guys ).
" Cantik " satu kata itu keluar begitu saja dari bibir Al.
Al mengelus rambut Kayla dengan lembut, namun tatapan mata nya begitu lekat menatap mata Kayla.
" Mas juga ingin meminta hal yang lain Kay "
" Apa mas? "
Cupp, tanpa aba-aba Al menempelkan bibir nya ke bibir Kayla, awal nya hanya menempel, namun lama lama berubah menjadi sebuah kecu*an, dan kemudian.
Tok tok tok
" Al, Kayla ,makan malam dulu " panggil umma Rahma dari balik pintu kamar Kayla.
Kayla buru buru melepaskan diri dari Al, kedua nya terengah-engah, saling berburu oksigen setelah beberapa saat yang lalu mereka seperti kehilangan pasokan oksigen nya .
" Yuk kita makan dulu " ajak Al pada Kayla.
~
~
Setelah makan malam Al bergabung dengan Abi Ilham dan ka Fahri, sedangkan Kayla membantu umma di dapur membereskan bekas makan malam mereka.
pukul 21:45 Al masuk ke dalam kamar Kayla yang juga sudah menjadi kamar nya.
" Kamu belum tidur Kay? " tanya Al sumringah, ia kira Kayla sudah tidur saat menunggu nya yang sedang mengobrol tadi.
" Belum mas, Kay beresin baju mas dulu "
Grepp, tiba tiba Al memeluk Kayla dari belakang.
" Mas ihh Kay kaget "
" Solat sunah dulu yuk "
Kayla mematung, ia tau apa yang Al maksud, apalagi Kayla juga kan pernah menjalani rumah tangga dulu, jadi ia cukup tau apa yang Al maksud.
Setelah melakukan solat sunah Al dan Kayla membaca doa yang harus mereka baca sebelum melakukan hubungan yang hanya boleh di lakukan oleh pasangan suami isteri yang sah.
Kedua bibir itu sedang saling mengec*p satu sama lain, dan saat kec*pan itu berubah menjadi lum*tan kedua nya di kaget kan oleh ketukan pintu yang begitu kuat.
Tokkk tokkl tokkk
" Mamahhh "
Tokkk tokk tokkk
" Mamahhh, mamahh "
Al dan Kayla menghirup napas sejenak, dan Al segera membuka pintu untuk Shafa.
" Hai anak Daddy, kenapa menangis? "
" Daddy, Shafa ingin tidur dengan mamah, kenapa Daddy tidur dengan mamah tidak mengajak Shafa " mata Shafa mulai berkaca-kaca, sebentar lagi pasti air kristal akan meluncur dari mata anak kecil ini.
" Ya sudah yuk tidur sama Daddy dan mamah ya " ucap Al.
Shafa tidur di tengah tengah diantara Kayla dan Al. Al menatap keduanya silih berganti.
" Mas gapapa? " tanya Kayla merasa tak enak hati.
" Gapapa ko Kay "
" Ya uda kita istirahat aja ya mas, gapapa kan? "
Al mengangguk lemah " iya, istirahat ya, pasti cape banget kan hari ini "
" Terimakasih mas "
' Hahhhh gagal deh mau mesra mesraan sama isteri, gapapa deh yang penting mereka bahagia itu sudah membuat ku juga bahagia ' batin Al bermonolog.
~
~
__ADS_1
Gimana gimana? sesuai ekspektasi gak? 😂
Part ini lebih panjang dari kemarin ya guys, jadi semoga lebih anteng ya baca nya 😁