
...Guys maaf banget ya kemarin kemarin othor lagi aga gak mood buat ngetik, maksain juga malah jadi nge blank, jadi othor balikin mood dulu, biar ngetik nya lebih lancar dan nyaman. Ternyata nulis cerita itu ga segampang itu guys, padahal di otak tuh udah terencana bakal nulis hal ini dan hal itu, tapi pas giliran mau ngetik kayak berhamburan gitu apa yang udah di pikirin sebelumnya, hahahaha ini sih yang bikin kadang ga mood, jadi maaf ya kemarin kemarin banyak libur nya , dan tencu karena selalu setia menanti kelanjutan cerita ini, dan kayaknya sebentar lagi bakal end cerita ini, jadi othor harap readers mau kasih dukungan untuk othor ya, tencu guys 💞...
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Setelah menarik napas Al menatap Abi Ilham sambil tersenyum.
" Al pun gak tau kenapa Abi, alasan Al akhir nya memilih Kayla Al gak tau apa alasan nya, ketidak tauan Al kenapa akhirnya memilih kayla itu seperti ketidak tauan Al akan siapa yang menjadi jodoh Al kelak, hal itu seperti Alif Lam mim dalam ayat pertama surat Al-Baqarah, yang artinya hanya Allah yang tau , namun ada beberapa hal yang membuat hati Al begitu terusik karena Kayla. Hati Al merasa begitu tergerak saat melihat Kayla, Al merasa ada yang istimewa dalam diri Kayla yang Al sendiri gak tau bagaimana cara menjelaskan nya. Saat melihat Kayla membantu sesama itu membuat Al merasa kagum pada nya, saat tau ternyata Kayla di sakiti hati Al ikut merasakan sakit dan rasa ingin melindungi itu semakin membesar dalam hati Al, saat melihat Kayla yang masih begitu tegar menghadapi permasalahan hidup nya itu semakin membuat Al ingin melindungi nya, membahagiakan nya, Al sudah pernah mencoba untuk menepis perasaan ini, karena saat itu status Kayla masih isteri seseorang, namun semakin Al mencoba melupakan nya Al malah semakin mengingat nya. Sungguh jika Abi bertanya tentang apa alasan Al memilih Kayla Al tidak tau, yang Al tau, hati Al begitu ingin melindungi dan membahagiakan Kayla " ucap Al dengan mata yang mulai sedikit berkaca kaca.
Kayla, Abi dan umma sedikit tertegun karena nya, Al berbicara panjang lebar dengan senyum yang selalu terukir di wajah nya.
Abi Ilham tersenyum, umma menatap kagum pada pria di hadapan nya itu, sedangkan Kayla, ia menyembunyikan senyum nya dengan cara menundukkan wajah nya.
" Baik lah, sebelum itu Abi ingin memberitahu mu, jika Kayla anak Abi itu banyak sekali kekurangan nya, ia bukan wanita yang sempurna, ia masih harus banyak belajar, bagaimana jika nanti nak Al kecewa karena kekurangan, ketidaksempurnaan, dan ketidak pandai Kayla dalam banyak hal? "
Al melirik ke arah Kayla sejenak, lalu kembali menatap Abi " Bahkan Al memiliki lebih banyak kekurangan, tidak ada yang sempurna di dunia ini Abi, kesempurnaan hanya lah milik Allah, dan Al tidak mencari yang sempurna, Al ingin nanti nya kami saling melengkapi satu sama lain, dan bahkan Al ini masih lebih harus banyak belajar Abi, banyak hal yang tidak Al ketahui. Tapi kami bisa belajar bersama sama, Al harap kami dapat menerima satu sama lain, saling melengkapi, saling membantu dan bekerjasama dalam membangun bahtera rumah tangga untuk menggapai ridho Allah "
Abi menganggukkan kepalanya " Baik lah, kami akan memberikan jawaban nya dalam waktu dua minggu, bagaimana? "
" Baik Abi, Al akan menantikan jawaban itu "
Setelah itu hanya mereka saling bercerita hal apa saja yang sudah di lalui selama satu tahun terakhir. Hingga adzan maghrib berkumandang merkea pun bergegas menjalankan sholat maghrib, dan Al pulang setelah makan malam bersama keluarga Kayla. Rasa nya ia enggan untuk pulang, ia masih ingin bermain-main dengan Shafa, mendengar cerita anak kecil itu membuat nya merasa bahagia.
~
__ADS_1
~
Beberapa hari telah dilalui para penghuni bumi ini. Seorang pria dengan seragam kerja nya terlihat sedang duduk di bangku yang ada di ruangan itu, jari nya mengetuk ngetuk meja, berlama-lama di ruangan ini sebenarnya membuat nya sesak, namun walau bagaimana pun ia masih tetap menunggu orang yang akan ia temui hari ini.
Saat pintu terbuka muncullah seorang wanita dengan keadaan yang tidak mengenakkan mata. Rambut acak-acakan, kulit pucat, tubuh yang kurus, dan lingkaran hitam di mata nya cukup menjelaskan bahwa wanita ini kurang tidur .
" Mas "
" Maaf baru bisa menemui mu sekarang, mas ada urusan di luar kota , sekarang siap siap kita akan ke rumah sakit untuk mencuci darah mu, mas sudah ijin pada petugas tadi, dan mereka yang akan membawa mu nanti "
" Mas tidak usah "
" Tidak usah? maksud mu? "
" Aku sudah cape mas terus menerus melakukan cuci darah, penyakit ku ini tidak sembuh sembuh, aku sadar diri mas, aku hanya menjadi beban untuk mu selama ini "
Yah, Reyhan sedang mengunjungi Tia saat ini. Sebenarnya bisa saja Reyhan tidak mengurus pengobatan Tia, namun ia merasa kasihan pada Tia, walau bagaimana pun Tia berada di tempat ini juga demi diri nya, seandainya ia tidak memberikan harapan pada Tia , mungkin semua ini tidak akan terjadi.
" Aku lelah mas, aku cape, aku tidak mau cuci darah lagi mas, uang itu mas pakai saja untuk keperluan mu " Tia menunduk sejenak " Mas lebih baik mas ceraikan saja aku, dengan begitu mas tidak akan terbebani oleh ku "
Reyhan terkejut mendengar Tia mengucapkan kata itu.
Tia menatap Reyhan lekat lekat " Mas dua minggu lalu ada seorang ustadzah kemari, ia memberikan kami tausiyah, dan setelah itu aku menghampiri nya, aku menceritakan semua yang aku lakukan. Ustadzah itu berkata cara ku mencintaimu itu salah, apalagi aku sampai berbohong tentang penyakit ku, dan sampai menghilangkan nyawa. Beliau memberikan banyak pengertian padaku, dan salah satu nya aku harus meminta maaf pada orang yang sudah ku sakiti. Dari situ aku sadar, aku terlalu buta saat mencintai mu, hingga menghalalkan segala cara untuk dapat memiliki mu, tanpa peduli jika hal itu menyakiti dan bahkan merugikan banyak orang mas. Aku sudah cukup lelah dengan semua ini, aku hanya ingin menikmati sisa hidup ku dengan perasaan yang tenang mas, jadi aku mohon ceraikan aku mas, raih kebahagiaan mu kembali " ucap Tia dengan cucuran air mata.
" Tia, apa yang kamu lakukan juga itu ada peran ku di dalam nya, seandainya aku tidak memberikan mu harapan mungkin tidak akan seperti ini akhir nya, jadi anggap lah ini bentuk tanggung jawab ku pada mu "
" Aku mohon mas ceraikan aku, dan kembali pada kebahagiaan mu, Kayla dan Shafa "
Hati Reyhan bergetar saat mendengar kedua nama itu.
" Jatuhkan talak untuk ku sekarang juga mas, dan tolong bawa Kayla kesini aku ingin meminta maaf pada nya "
__ADS_1
Setelah berpikir akhir nya Reyhan pun mengambil keputusan.
" Apa kamu yakin? "
Tia mengangguk mantap " Yakin, sangat yakin mas, setidaknya semoga ini bisa sedikit mengurangi rasa bersalah ku "
Reyhan menarik napas nya dalam dalam.
" Tia Permatasari aku jatuhkan talak satu untuk mu, dengan begitu saat ini kamu sudah bukan isteri ku lagi "
Senyum di wajah Tia mengguratkan banyak hal, perasaan sedih, bahagia, lega, menyesal, hahh sulit untuk di ungkapkan.
" Terimakasih mas, terimakasih "
Reyhan hanya mengangguk.
" Mas kumohon bawa Kayla untuk menemui ku, sekali saja " pinta Tia.
" Akan mas usaha kan, tapi mas juga akan tetap membiayai pengobatan mu "
Tia menggeleng kuat " Jangan mas, aku sudah terlalu merepotkan mu selama ini, simpan lah uang mu untuk hal yang lebih berguna "
" Tapi bagaimana aku harus..... "
" Waktu berkunjung sudah habis " ucap petugas yang berjaga.
" Terimakasih mas "
Tia beranjak meninggalkan Reyhan yang masih duduk di tempat semula.
~
__ADS_1
~