
Guys, besok kayak nya othor libur up dulu ya, mau cari inspirasi dulu buat bikin duo TIREY itu merana. Terimakasih 💞
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
" Karma " Gumam nya lirih, lalu mencebik kan bibir nya " masa iya bayi ku meninggal gara gara karma " lagi lagi Tia bergumam sendiri, mulut nya menampik apa yang beberapa saat lalu Reyhan ucapkan, tapi pikiran nya mulai memikirkan hal itu .
" Apa iya ini balesan gara gara perbuatan ku sama si Kayla " Tia termenung sejenak " Enggak engga engga, ini cuma kebetulan, ini cuma kebetulan " ucap nya mencoba menenangkan diri nya sendiri, namun tak dapat di pungkiri hati nya sedang caruk maruk memikirkan hal itu.
" Arrrghhhhhh " teriak nya merasa frustasi dengan pikiran nya sendiri.
~
~
Sorot mata nya menatap ke arah layar komputer,namun hati dan pikiran nya sedang traveling entah kemana.
" Rey, jangan lupa laporan keuangan harus selesai akhir minggu ini ya " ucap seseorang pada Rey.
Orang itu hendak beranjak, namun karena merasa tidak mendapat respon dari orang yang ia ajak bicara tadi , akhir nya ia berbicara sekali lagi.
" Heii Rey " uca orang itu sambil menepuk bahu Reyhan.
Reyhan yang tadi memang sedang melamun merasa terkejut karena ada orang yang menepuk bahu nya.
" Ehhh, duh maaf, ada apa ndri? maaf maaf tadi lagi ga fokus " ucap Reyhan.
Orang itu teman satu kantor nya Rey, Andri nama nya.
" Itu laporan keuangan bulan ini harus selesai akhir minggu ini "
" Oh iya siap kalo itu mah, Uda hampir selesai"
" Oke deh bagus " ucap Andri " Eh lo kenapa Rey, kayaknya lagi banyak pikiran, sampe ga fokus gitu lo kerja "
Rey memijat pelipisnya " Biasalah masalah pribadi Ndri " ujar Rey dengan sedikit senyum di wajah nya .
" Ngobrol lah, siapa tau dapet solusi nya kan nanti "
" Bingung sih mau cerita dari mana awal nya, inti nya nih pikiran lagi kalut banget "
" Refreshing lah biar aga seger gitu loh hati sama badan lo Rey, kayak nya lo kurang piknik bro " ucap Andri sambil sedikit tertawa.
__ADS_1
" hahaha bisa aja lo Ndri, tapi boleh lah di coba saran dari lo ini, thank's ya bro ,"
" Santai lah, cuma gitu doang mah gampang " ujar nya lalu pamit untuk kembali ke habitat nya lagi.
" Udah beberapa hari ga ketemu Shafa, kangen banget rasa nya " guman Reyhan sambil melihat foto Shafa yang tengah tertawa dengan lepas nya.
~
~
Shafa sedang bermain puzzle sambil menonton sebuah film kartun di tv, ehh lebih tepat nya film kartun yang sedang tayang di tv itu yang sedang menonton Shafa dan nenek nya yang sedang asyik menyusun puzzle.
Kayla melihat anak nya yang sedang asik bermain, seperti tidak memiliki beban dalam hidup nya. Seutas senyum menghiasi wajah nya ketika melihat Shafa yang salah menempatkan salah satu potongan puzzle nya. Terkadang Kayla merasa bingung memikirkan bagaimana kehidupan nya kedepan bersama Shafa, Apalagi jika mengingat sekarang Shafa seolah olah seperti kehilangan sosok seorang ayah, untung lah ada Abi Ilham dan kak Fahri yang bisa sedikit mengganti sosok seorang ayah bagi Shafa. Kayla hanya berharap semoga Alloh memampukan ia untuk bisa menjadi ibu sekaligus ayah bagi Shafa.
Tringgg
Notifikasi pesan yang masuk ke hape nya membuyarkan lamunan nya.
' Mba besok kain kain yang mba pesan akan segera kami kirim ke alamat yang mba beri '
Mata Kayla berbinar membaca pesan itu.
' Alhamdulillah yaAlloh, berarti bisa segera diproses pembuatan hijab nya, mudah mudahan Alloh meridhoi, dan memberi kemudahan dalam usaha ku ini aamiin ' Kayla merasa bersyukur, karena ia merasa jalan nya untuk membuka usaha baru sangat di permudah oleh Alloh.
Kayla sedikit demi sedikit mulai bangkit dari keterpurukan nya, ia tidak mau terus bersedih meratapi nasib nya, percuma bersedih berlarut larut, ia akan kehilangan banyak waktu berharga jika hanya berlarut larut dalam rasa sedih nya.
~
~
" Mba, atas nama Tia Permatasari ya "
" Baik pak, harap tunggu sebentar "
Tak berselang lama.
" Ini pak atas nama Tia Permatasari, Total keseluruhan nya 47.543.000, ini sudah termasuk biaya operasi dan lain sebagai nya "
" Saya waktu itu sudah membayar separuh nya mba "
" Iya pak, dan ini total sisa yang belum bapak bayar "
Reyhan kaget karena ia kira tidak akan sebesar ini biaya nya.
" Ini yang membuat mahal nya karena selain operasi SC , selama di rawat disini bu Tia juga kami beri obat untuk penyakit ginjal nya "
" Ahh iya baik mba, ini bisa saya ambil dulu mba "
" Iya pak silahkan "
__ADS_1
Reyhan termenung di salah satu sudut taman rumah sakit.
' Uang dari mana buat bayar nya, duhhh, hasil jual rumah juga sudah aku beli kan mobil dan ku pinjam kan pada bang Rendi sebagian ' bingung, itulah kondisi Reyhan saat ini.
Kringggg
Kringgggg
Suara panggilan telpon masuk ke hape nya menyadarkan lamunan Reyhan.
" Pak Raden, wah mudah mudahan mau pesen kaos lagi nih "
Reyhan menggeser ikon berwarna hijau ke arah atas.
' Hallo assalamualaikum pak Raden ' ucap Rey sesaat setelah mengangkat telpon nya.
..........
' Wah ada apa nih pak tumben sekali malam malam begini menghubungi saya '
' Saya mau komplain tentang pesanan kaos saya yang kemarin '
Reyhan bingung dengan apa yang di ucapkan pak Raden ' Komplain, apakah ada yang kurang pak? '
' Pak Reyhan saya kecewa saya sudah 4 tahun ini selalu percaya pembuatan kaos untuk acara gathering kantor saya ke bapak, tapi tahun ini saya kecewa, bahan kaos kali ini sangat tipis, dan tidak seperti biasanya, saya jadi kena teguran atasan saya, mana waktu nya tinggal 1 minggu lagi, saya mau minta ganti rugi pak, saya yakin harga bahan kayak gitu pasti murah, ga kayak bahan tahun lalu yang bagus dan pasti lumayan harga nya '
' Tunggu tunggu pak, saya selalu memakai bahan yang sama, jadi rasa nya ga mungkin kalau bahan yang kali ini ga kayak yang biasa nya '
' Ya sudah besok saya minta ketemu di konveksi bapak saja, gimana ?'
' baik pak Raden silahkan, saya tunggu ya pak, terimakasih dan maaf sebelumnya '
Tutttt tutttt tutttt , panggilan telepon itu terputus begitu saja.
' Huffffftt, apalagi ini duhhh, satu masalah belum selesai udah ada masalah lain lagi ' Reyhan mengacak rambutnya sendiri.
~
~
" Pak Reyhan bisa melihat sendiri bahan nya sangat tipis " ucap pak Raden sambil memberikan beberapa kaos yang masih terbungkus plastik.
Reyhan meraih dan membuka nya.
' Kenapa bahan nya jadi gini, kalau gini cara nya aku mau ga mau harus bayar ganti rugi , ckkkk arrrrggghh ' gerutu nya dalam hati.
Akhirnya Reyhan pun mau tidak mau membayar uang ganti rugi, setidaknya pak Raden hanya meminta ia membayar setengah nya, dan sekarang Reyhan bingung bagaimana cara membayar tagihan rumah sakit Tia.
' Maaf pak, tapi saat itu Bu Tia yang memilih bahan untuk orderan pak Raden, kamu sudah bilang jika bahan itu kurang bagus, dan biasanya pak Raden pakai bahan yang lain, saat kami akan menghubungi bapak bu Tia malah mengancam akan memberhentikan kami, kami mohon maaf pak ' penjelasan dari pegawai nya di konveksi tadi semakin membuat Reyhan frustasi.
__ADS_1
Memang Reyhan salah karena semenjak cerai dengan Kayla Reyhan mempercaya kan usaha konveksi nya pada Tia, tapi lihat lah apa yang terjadi, Tia malah membuat citra konveksi nya menjadi buruk.