
...Guys, maaf banget ya real life othor lagi sibuk banget, ini juga ngetik nya curi curi waktu, othor usahain untuk up tiap hari kok,. tencu 💞...
~
~
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Setelah menyelesaikan administrasi Kayla kembali ke ruangan Shafa, setelah sebelumnya nya ia mengurungkan niat nya untuk membeli sesuatu di kantin RS.
" Kita pulang sekarang Kay? sudah beres semuanya? " tanya Abi Ilham yang sedang duduk di sofa.
" Iya Abi, kita pulang sekarang, Shafa juga udah ga sabar pengen cepet-cepet pulang ya "
" Iya kakek, disini bau obat, Shafa gak suka "
Abi Ilham dan umma Rahma hanya terkekeh mendengar ucapan cucu nya.
~
~
" Ruangan atas nama Shafa dimana ya sus ? " tanya Al.
" Tunggu sebentar ya pak "
Al melihat jam tangan, ia rasa nya ingin segera bertemu dengan Kayla dan Shafa, setelah kurang lebih 1 tahun tidak bertemu ataupun memberi kabar pada mereka.
" Pasien atas nama Shafa dirawat di ruang melati , tapi hari ini pasien sudah di bolehkah untuk pulang, bahkan administrasi nya pun sudah selesai "
Al hanya mengangguk paham dan segera bergegas menuju ruangan yang di sebutkan perawat tadi.
Sebelum membuka pintu Al berhenti sejenak lalu menarik napas dan mengeluarkan nya secara perlahan.
' Bismillahirrahmanirrahim '
Ceklekkkk
Heninggg, Al tidak mendapati seorang pun berada di ruangan yang ia buka, ia melihat kembali pintu kamar nya memastikan jika memang itu adalah ruangan yang di katakan perawat tadi.
" Suster, suster " ucap Al memanggil suster yang lewat di depan ruangan itu .
" Iya pak? ada yang bisa di bantu? "
" Maaf sus, pasien yang berada di ruangan ini kemana ya? "
" Oh, pasien itu sudah pulang pak, sekitar dua puluh menit yang lalu "
" Baik lah, terimakasih suster "
" Sama sama pak, apa ada yang bisa di bantu lagi? "
" Tidak sus, terimakasih "
Al menghela napas nya berat ' Hah, telat, tadi nya aku pikir bisa bertemu kalian disini, huhh '
Al belum berani mengunjungi Kayla ke rumah orangtua nya, bukan karena ia tidak rindu, tapi ada hal yang harus ia selesaikan terlebih dahulu sebelum menemui Kayla .
~
__ADS_1
~
Sudah satu bulan berlalu sejak Kayla melihat Al dengan Anita di RS kala itu. Awal nya Kayla merasa kan rasa sakit yang mungkin bisa di sebut rasa cemburu. Tapi Kayla mencoba untuk mengabaikan rada itu, ia merasa tidak berhak memiliki rasa cemburu pada pria yang bukan siapa siapa nya, Al dekat dengan siapapun itu bukanlah urusan nya, Kayla tidak kecewa pada Al, tapi ia kecewa pada diri nya sendiri karena sudah membuka hati untuk Al, sehingga saat ia melihat Al dengan wanita yang lain hati nya merasa cemburu, seharusnya ia harus lebih bisa mengendalikan perasaan nya, jangan terlalu berharap pada manusia, sehingga saat harapan nya tidak sesuai dengan apa yang ia banyangkan ia tidak akan merasa sakit. Sungguh sebaik baik nya tempat untuk menggantungkan harapan hanya lah pada Allah .
Tringggg
Kayla meraih ponsel yang ada di samping laptop nya, dan membuka pesan yang masuk ke ponsel nya .
0897xxxxxxxx
' Assalamu'alaikum Kayla, ini nomor mamah Amara. Kay mamah ingin memesan hijab 500pc untuk cenderamata syukuran pernikahan Minggu depan, apa kah bisa? '
" Darimana dokter Amara dapat nomor ku, syukuran pernikahan, apa mas Al akan segera menikah? " lirih Kayla bertanya pada diri nya sendiri.
Kayla
' Waalaikumsalam, bisa Bu dokter, Bu dokter mau hijab yang model nya seperti apa? "
0897xxxxxxxx
' Model nya campur saja Kay, biar bervariasi. apakah bisa nanti kamu yang antar kesini? nanti mamah kirim alamat nya ya '
Kayla
' Bu dokter kirim saja alamat nya, jika Kayla senggang nanti Kayla yang antar kesana ya '
0897xxxxxxxx
' panggil nya mamah saja jangan Bu dokter, kayak ke siapa aja Kay 😂 '
Kayla
' Baik lah mah, nanti Kayla yang antar jika waktu nya senggang '
0897xxxxxxxx
Kayla
' Sama sama mah '
" hahhhh " Kayla menghela napas nya " Sadar Kayla sadar, mas Al itu bukan siapa siapa kamu, kamu ga berhak untuk memiliki rasa cemburu seperti itu, fokus pada Shafa Kayla " Gumam nya menyemangati diri nya sendiri " Fighting fighting "
~
~
Satu persatu tumpukan hijab yang sudah di rapikan itu di masukan ke mobil bagian belakang, setelah memastikan semua nya sudah masuk pintu mobil bagian belakang pun di tutup .
Tekkkkk
" Udah semua kan? " Tanya Kayla.
" Siap mba boss, udah beres semua kok "
" Oke siapp, alamat nya udah mba kirim ke nomor mu, nanti mba minta sharelock juga ya, biar makin gampang nemuin alamat nya "
" Mba beneran ga akan ikut? " tanya pegawai nya yang satu lagi.
" Enggak deh, mba mau pulang cepet, Kaka mba hari ini datang, tolong sampaikan aja salam mba untuk ibu Amara, dan tolong sampein juga kata maaf mba karena mba ga bisa secara langsung nganterin orderan nya ya "
" Oke deh mba siap "
Kayla hanya menatap mobil yang di tumpangi karyawan nya semakin menjauh dari pandangan nya.
__ADS_1
" Mit, mba pulang dulu ya, kamu tolong handle kerjaan disini ya "
" Siap mba beres pokok nya "
~
~
" Ka Dewi " ucap Kayla sambil memeluk Kaka ipar nya itu .
" Apa kabar kamu Kay ? " tanya ka Dewi sambil membalas pelukan adik ipar nya.
" Alhamdulillah baik ka, baik banget malah "
" Alhamdulillah kalo kamu baik baik aja "
" Oh iya baby Nabila mana ka? " tanya Kayla menanyakan anak ka Dewi yang baru berusia 1 tahun.
" Tuh lagi di uwel uwel sama anak mu "
Kayla terkekeh " aduh Shafa tuh emang suka gemesan kalo liat bayi ka, " ucap Kayla sambil tertawa.
" Lucu kali, malah tadi dia bilang mau beli bayi kayak Nabila, lah emang nya Nabila apaan bisa di beli kayak gitu, dasar tuh bocil, makin gemes aja Kaka sama anak mu itu Kay " ucap ka Dewi sambil tertawa.
" Yah namanya juga anak kecil ya mba, di kira nya bayi itu dapet di beli kali "
" Iya, gatau aja tuh Shafa mba Uda nunggu nunggu kehadiran Nabila hampir 8tahun " ucap mba Dewi, dan sorot mata nya mendadak sendu tatkala mengingat saat dulu ia hampir putus asa ketika belum juga di karuniai seorang anak, kehamilan pertama dan kedua ka Dewi mengalami keguguran, untung lah ka Fahri sabar dan tidak mempermasalahkan hal itu, Ka Dewi merasa bersyukur di peristeri oleh ka Fahri.
Kayla mengusap ngusap bahu ka Dewi " Alhamdulillah ya Kaka Kaka ku ini bisa melewati masa masa itu dengan sabar dan baik, hingga Allah menghadirkan Nabila diantara kalian sekarang "
" Iya Kay Alhamdulillah "
~
~
Keesokan hari nya .
Kayla baru saja memasuki ruangan nya, ruangan itu tidak terlalu luas, namun karena penempatan barang barang nya yang pas, sehingga membuat tempat itu cukup nyaman untuk di lihat dan di gunakan.
Baru saja Kayla duduk di kursi nya, ia sudah mendengar pintu ruangan nya di ketuk.
" Masuk "
Ceklekkkk
" Mba maaf ini ada titipan, kemarin mau langsung di kasih kan tapi mba nya sudah pulang "
Kayla mengulurkan tangan nya dan mengambil kotak berbentuk persegi panjang itu.
" Yang ngasih nya Bu Amara mba, dan Bu Amara juga nanyain mba, dan juga nitip salam buat mba "
Kayla mengangguk " Oke makasih banyak ya "
" Iya mba sama sama "
Setelah pegawai nya pergi Kayla membaca kertas yang ada di bagian luar Kotak itu.
' Kayla, I hope you will be present on a day that will be very historic for me , From Anita ❤️ ' Itulah tulisan yang ada di dalam kertas itu.
" Harus kah aku datang " Gumam Kayla, sambil menatap kain yang ada di dalam kotak itu.
~
__ADS_1
~