Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
61


__ADS_3

...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Kayla sedang termenung menatap indah nya langit malam yang di hiasi bintang bintang. Saking asik nya dengan lamunan nya Kayla tidak menyadari jika umma Rahma memanggil nya, bahkan hingga menyusul nya ke kamar.


" Kay " ucap umma sambil menepuk pundak Kayla.


" YaAllah, ada apa umma? " ucap Kayla terkejut.


Umma hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya " Kamu ini umma panggil panggil dari tadi tapi kamu ga nyaut, maka nya Umma nyusul kesini tapi kamu lagi asik melamun, ada yang sedang kamu pikirkan? "


" Umma, emmhh, ga ada umma , Kayla ga lagi mikirin apa apa " ucap Kayla lalu tersenyum.


" Kamu ini emang dari dulu gabisa bohong, apalagi bohong sama umma, coba cerita ke umma ada apa? "


Kayla menunduk, ia sedang mempertimbangkan apakah akan memberi umma mengenai apa yang Al katakan pada nya tadi siang.


" Umma sebenarnya ...... " Lalu Kayla pun menceritakan tentang apa yang Al katakan pada nya.


" Kayla, umma menilai Al laki laki yang baik, dan ia kelihatan nya tulus dan serius pada mu Kay, umma akui dia nyali nya besar juga untuk mengutarakan perasaan nya padamu secepat ini, apalagi mengingat kamu baru beberapa bulan lalu berpisah dengan Reyhan. Menurut umma itu bukan terburu buru Kay, Al ingin kamu mengetahui perasaan nya, supaya ia bisa merasa lega telah mengungkapkan nya, dan mungkin ia berharap kamu bisa mempertimbangkan untuk membuka hatimu untuk nya, dan tadi kamu bilang Al ingin mendengar jawaban mu setelah urusan di luar kota nya selesai? "


Kayla mengangguk " iya umma "

__ADS_1


" Ia secara tidak langsung memberi waktu untuk kamu memikirkan apa yang dia ucapkan padamu Kay " umma menggenggam tangan Kayla " Umma tidak akan melarang atau menyuruh mu untuk membalas atau tidak perasaan pada Al, umma hanya bisa mendoakan mu Kay, umma selalu berharap kamu dan Shafa bisa meraih kebahagiaan, dan umma harap kamu akan kembali menjalin rumah tangga untuk menyempurnakan separuh agama mu Kay "


Kayla langsung menghambur ke dalam pelukan umma nya, ia selalu merasa mendapat ketenangan jika memeluk umma nya seperti ini.


" Terimakasih umma, terimakasih " Umma hanya mengangguk sambil mengelus punggung Kayla.


Shafa sudah terlelap dan sudah menjelajahi alam mimpi nya, Kayla menatap wajah polos anak nya itu, ada sedikit rasa rindu pada Naufal jika melihat wajah Shafa.


Kilasan kebersamaan Al dan Shafa saat di mall tadi siang kembali berputar di dalam otak nya.


' Harus kah aku mencoba membuka hatiku untuk mas Al, tapi aku ragu, aku trauma, takut jika aku di khianati lagi, yaRobb, tolong tuntun hambaMu yang hina ini. ' Robbi Hablii milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddini waddunya wal akhiroh ( YaAllah berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu , suami yang juga menjadi sahabat ku dalam urusan agama, urusan dunia dan juga akhirat ) ' ucap Kayla dalam hati serta berdoa supaya diberi suami yang baik menurut Allah untuk nya.


~


~


Usaha hijab yang Kayla rintis sudah berkembang dengan pesat, tak jarang juga ada orang orang kalangan atas yang memesan hijab pada Kayla untuk di jadikan cenderamata untuk acara syukuran. Seperti saat ini Kayla sedang perjalanan pulang setelah mengirim pesanan hijab sebanyak 250pc, ia di temani supir dan juga satu pegawai perempuan nya, karena Mitha sedang mengurus bahan bahan yang akan datang hari ini.


Di perjalanan Kayla menatap ke arah luar jendela, Kayla mengingat kembali perjalanan hidup nya setelah berpisah dengan Reyhan, namun tiba tiba ingatan Kayla kembali pada saat dua bulan yang lalu, saat Amran dengan tiba tiba nya mengutarakan perasaan nya pada Kayla, Kayla langsung menolaknya secara baik baik, untuk Amran sangat pengertian ia tidak mempermasalahkan alasan Kayla menolak nya, ia hanya meminta agar silaturahim diantara meraka tetap berjalan baik. Dan Kayla dibuat terkejut dengan tiba tiba nya Al mengirim pesan pada nya jika ia akan sibuk dan harus mengurus pembuatan jembatan di daerah pelosok sehingga mungkin akan sulit di hubungi, namun Al akan mengabari Kayla jika ia akan kembali ke kota.


Kayla menghela napas nya pelan, hati nya mulai mencoba untuk menerima hati yang lain, walau Kayla belum sepenuhnya yakin pada Al, tapi setidaknya Al lah yang paling terlihat tulus menyayangi Shafa, bagi Kayla yang seorang janda beranak satu, hal terpenting adalah kebahagiaan anak nya, jika ada lelaki yang ingin mempersunting nya maka ia harus lebih menyayangi Shafa dibanding menyayangi diri Kayla sendiri. Kayla kagum pada Al, karena ia sering melakukan video call pada Shafa lewat hape umma, ketimbang menghubungi nya Al lebih memilih menghubungi umma untuk dapat melepas rindu nya pada Shafa, itu lah hal yang membuat kayla akan mencoba membuka hatinya.


Kayla menajamkan pandangan nya saat melihat sosok yang ia kenali sedang berjalan menyusuri trotoar jalan.


" Ki berhenti disini Ki " ucap Kayla pada Riki yang sedang menyetir.

__ADS_1


Kayla kembali mengamati orang yang ia lihat tadi " Kalian duluan aja balik ke konveksi, mba turun disini ada urusan dulu " Setelah itu Kayla turun dan menghampiri orang yang seperti nya aga sedikit kelelahan. Saat jarak nya semakin dekat Kayla dapat melihat orang itu dengan jelas.


" Mba Wulan "


Merasa nama nya di panggil Wulan mendongakan wajah nya " Kayla " ucap nya sumringah, walau jarak rumah mereka memang tidak terlalu jauh namun mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, terlebih Rendi dengan tidak sopan nya menghapus dan memblokir kontak Kayla dari hape nya dan hape mami.


Kayla mencium lengan mba Wulan, lalu mereka berpelukan, setelah itu Kayla mengajak mba Wulan untuk minum bersama di cafe dekat daerah situ, ternyata ini adalah cafe cabang dari cafe yang dekat pemakaman anak nya Naufal.


" Mba mau kemana? " tanya Kayla setelah sebelumnya berbincang bincang menanyakan kabar dan lain lain.


" Mba lagi cari kerja Kay " ucap mba Wulan dengan senyum yang di paksakan.


" Kerja? mba lagi nyari kerja? bukan nya dulu mba bilang mau fokus ngurus anak anak mba? ko tiba tiba cari kerjaan mba? "


Mata mba Wulan terlihat sendu, senyum yang di paksakan itu perlahan mulai pudar.


" Mba cari kerja karena mba butuh uang Kay, bang Rendi di pecat dari tempat kerja nya 4 bulan yang lalu, dan sampai sekarang belum dapet kerjaan lagi, kebutuhan di rumah semua nya Reyhan yang nanggung, mba ngerasa ga enak Kay, belum lagi kan usaha Reyhan Uda gulung tikar habis di pake buat berobat Tia , untung aja anak anak si Tia di bawa bapak kandung nya, jadi beban Rey sedikit berkurang " tutur mba Wulan menceritakan keadaan nya .


" Bang Rendi di pecat? kok bisa mba? bukan nya tempat bang Rendi kerja itu toko sembako punya nya papah Tia ? " tanya Kayla penasaran.


Mba Wulan menarik napas nya dan membuang nya perlahan " Sebenarnya itu bukan toko nya papah Tia "


~


~

__ADS_1


__ADS_2