
...💞 Happy Reading ya Readers 💞...
~
~
Hari berganti hari.
Sudah satu minggu setelah penangkapan Tia saat itu, namun Reyhan masih belum juga bisa menyewa pengacara untuk isteri baru nya itu.
Tokk
Tokk
Tokk
" Masuk "
Lalu pintu itu terbuka dan menampilkan pria yang seperti baru berusia 30 tahunan.
" Permisi pak, mohon maaf di depan ada pa Mitra "
Reyhan mendongakan wajah nya " Persilahkan beliau untuk masuk "
" Baik pak "
Tak berselang lama tibalah tamu itu di ruangan Reyhan.
" Selamat siang pak Mitra, ada apa ini tiba tiba mengunjungi konveksi saya pak " sambut Reyhan dengan seutas senyum di wajah nya.
" Siang, ada yang mau saya sampaikan pada kamu Rey " ujar pak Mitra dengan serius mode on.
Reyhan mulai merasa tidak tenang mendengar nada serius dari pak Mitra yang tidak seperti biasanya.
" Begini Rey, pesanan kaos yang saya pesan ke konveksi mu seperti nya akan saya batal kan, maaf Rey sebelumnya, saya cukup kecewa dengan kualitas bahan mu yang kemarin kemarin, waktu itu saya tidak komplain karena saya tidak enak sama kamu, tapi saat orderan yang terakhir itu saya kira bahan nya bakal bagus lagi, tapi ternyata masih tetap mengecewakan, jadi saya minta pengertian dari mu Rey, saya akan membatal kan pesanan saya " Ungkap pak Mitra panjang lebar.
Reyhan hanya mendengar dengan seksama " Pak saya pastikan untuk yang sekarang kualitas bahan kami lebih baik pak, saya minta satu kesempatan lagi pak "
" Maaf pak Rey, saya sudah dapat konveksi yang baru dengan bahan yang bagus "
" Tapi saya sudah memesan bahan untuk pesanan bapak pak "
" Saya mohon maaf pak, saya tetap dengan keputusan saya, saya mohon maaf ya pak '
Reyhan hanya bisa menelan ludah nya kasar, hahhh lagi lagi ia kehilangan sumber pendapatan nya, padahal pak Mitra adalah pelanggan setia nya.
Akhirnya mau tak Reyhan mengembalikan uang DP yang sudah masuk, dan ia haru merugi karena ia sudah membeli sebagian bahan untuk pesanan pak Mitra.
~
~
" Gimana mas, kamu udah nyewa pengacara buat bantu aku? "
__ADS_1
Reyhan menatap Tia lekat lekat " aku belum ada uang Tia "
" Isshhh, mas kamu ini gimana sih, seenggak nya aku tuh harus di dampingi pengacara, ya kalau nanti aku terbukti bersalah seenggak nya hukuman aku tuh bisa di peringan mas " oceh Tia pada Rey.
Reyhan mengepalkan lengan nya saat mendengar ocehan isteri nya itu " Kamu bisa sabar gak? kamu tau kan nyewa pengacara tuh ga murah, aku punya uang dari mana, sekarang bahkan konveksi ku hampir gulung tikar, kamu tau "
Hening , Tia juga bingung harus bagaimana.
" Papah mu udah pernah nemuin kamu belum disini? " tanya Reyhan.
Tia menggelengkan kepala nya " Belum mas "
" Hhhhh " Reyhan menghela napas nya " Aku akan datangi papah mu, aku akan minta bantuan papah mu saja untuk menyewa pengacara untuk mu "
" Mas, papah ku juga mana ada uang mas "
" Papah mu kan punya toko pusat sembako Tia, dan itu tuh aku lihat selalu ramai, aku yakin lah dia punya "
" Emmhh mass, sebenarnya .. emmh.... " Tia tampak ragu ragu untuk mengatakan sesuatu pada Reyhan.
" Kenapa? ada apa? "
" Sebenarnya.. itu tuh... "
" Waktu kunjungan sudah habis , ayo cepat cepat " tiba tiba saja petugas datang meminta mereka menyudahi obrolan nya.
" Mas nanti kesini lagi ya, pokoknya jangan ke papah dulu mas " Setelah mengatakan itu Tia kembali ke habitat baru nya, dan Reyhan mulai meninggalkan tempat itu.
~
~
" Begini pah..... "
Papah Adi menebak pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan menantu nya itu, melihat Reyhan yang masih seperti ragu ragu untuk bicara akhirnya kembali mengeluarkan suara nya.
" To the point saja apa yang ingin kamu katakan "
" Jadi gini pah.... " akhir nya Reyhan pun menceritakan tentang apa yang Tia lakukan,dan keadaan Tia sekarang.
" Ckkk, kamu pikir saya banyak uang Rey, kalau saya pake uang saya buat pengacara Tia nanti saya makan apa " ucap papah Adi .
" Pah, toko sembako papah kan ada beberapa, apa ga bisa di jual aja salah satu nya pah "
Papah Adi terdiam sesaat " Emmhh, ya.. ya .. tapi kan tetap aja ga segampang itu Rey "
" Apa papah ga bisa berkorban menjual satu toko, Tia sangat berharap dengan bantuan pengacara bisa memperingan hukuman yang akan Tia terima "
Mendengar Reyhan yang mengoceh membuat papah Adi naik pitam " Reyyy ! denger ya ! toko sembako itu bukan punya papah, itu punya paman nya Tia, dan papah hanya di suruh mengelola nya saja, jadi mana mungkin papah bisa menjual toko nya " ucap papah Adi dengan napas yang memburu.
Dunggggg Dengggggg
" Tapi pah bukan nya waktu itu papah bilang kalau itu toko papah? " tanya Reyhan menyakinkan.
__ADS_1
" I...i...iya papah memang dulu mengatakan itu, tapi.... "
" papah bohong ? "
" Bukan gitu Rey, saat itu papah cuma asal aja bicara kayak gitu, papah ga ada maksud buat bohong sama kamu "
" Pah, jelas jelas papah bilang kalau itu toko punya papah, tapi sekarang papah bilang yang lain lagi ? " Reyhan tertawa mengejek " Bisa bisa nya aku percaya pada papah " ucap nya lagi.
" Reyyy, papah ga ada maksud buat bohongi kamu "
" Kalau memang papah ga ada maksud buat bohong harus nya saat itu juga papah ngejelasin kalau itu tuh bukan toko papah "
" Oke oke, papah emang salah, tapi papah lakuin itu juga karena Tia, dia ingin bisa di terima dengan baik di keluarga mu, dia ingin terlihat lebih kaya dari Kayla mantan isteri mu itu , Tia lakuin itu karena ingin bisa sama kamu Rey "
Reyhan bertepuk tangan dan mencebikkan bibir nya " wahh wahhh wahhh hebat pak, hebat, kalian memang hebat, bisa bisa nya kalian membohongi ku, apa masih ada kebohongan yang kalian lakukan? aku merasa seperti selalu mendapat surprise akhir akhir ini , hahhhh, bisa bisa nya " Reyhan menggelengkan kepalanya dan mengepalkan tangan nya.
" Maaf Rey, papah sudah bohong, dan maaf papah bener bener ga bisa bantu Tia "
Reyhan berdiri dan menatap lekat lekat papah Adi " Sudah lah, percuma rasa nya aku datang kesini, bukan nya dapat bantuan, malah membuat kepala ku semakin pusing " setelah itu Reyhan pergi meninggalkan papah Adi sendiri di sana.
~
~
Tinggg tonggg
Tingggg tonggg
" Assalamualaikum Bu "
" Waalaikumsalam " ucap umma Rahma menjawab salam yang di ucapkan pria di hadapan nya " Maaf mau mencari siapa ya? " tanya umma Rahma.
" Saya ada perlu dengan Kayla Bu, apa Kayla nya ada ? "
Umma mengingat ngingat wajah pria di hadapan nya ini " emhh, maaf ini dengan siapa ya? "
" Perkenalkan nama saya Amran bu, saya yang akan menjadi kuasa hukum Kayla nanti "
Umma Rahma manggut-manggut mengerti " Ohh iya , mari silahkan masuk "
Setelah mempersilahkan Amran untuk duduk umma Rahma memanggil Kayla yang berada di kamar nya.
Kayla terheran heran saat mendengar penuturan umma nya, Kayla heran karena ia belum menyewa pengacara mana pun .
" Assalamualaikum " ucap Kayla, saat pria itu berbalik Kayla terkejut melihat nya.
" Loh , kak Amran? kok bisa ada disini? "
" Hallo Kay, apa kabar? lama ya ga ketemu " ucap Amran dengan senyum merekah di wajah nya.
~
~
__ADS_1
~
Hayohh ada yang bisa nebak ga Amran itu siapa? dan kok kenapa bisa ngaku ngaku jadi kuasa hukum nya Kayla? hayohh 😁🤭