Menjanda Karena Janda

Menjanda Karena Janda
78


__ADS_3

...Hallo guyss, author mau ngingetin nih, jangan lupa follow author ya, dan jangan lupa kasih dukungan buat karya author ya, biar author makin semangat up nya, kadang baca komen komen dari readers itu bikin mood booster banget, dan maaf ya author ga bisa bales satu persatu komen yang readers ketik, tapi author ucapin makasih banyak untuk kalian semua, sehat sehat ya kalian 💞...


~


~


...💞 Happy Reading ya Readers 💞...


~


~


Pagi tadi Kayla dan Al berangkat ke ibukota terlebih dahulu sebelum malam nya mereka akan melakukan perjalanan ke negara Turki menggunakan pesawat. Tadi nya Al berencana akan berangkat menggunakan jet pribadi nya, supaya perjalanan nya lebih nyaman, namun yah apa daya sang isteri ingin berangkat menggunakan pesawat biasa saja, kata nya sih biar lebih berkesan, akhirnya mau tak mau Al pun mengalah dan menuruti permintaan sang isteri. Jadwal keberangkatan pesawat yang akan mereka tumpangi sekitar pukul 21:45, penerbangan menuju Turki di perkirakan akan memakan waktu kurang lebih 12 jam, yang artinya mereka akan tiba di Turki sekitar pukul 06:00 dini hari waktu setempat nanti.


Wajah cantik itu terlihat sedikit menekuk, entah lah seperti nya ia sedang menahan rasa kesal.


" Sayangggg, kok cemberut terus sih? masih marah ya sama mas? " tanya Al yang tidak tahan melihat wajah isterinya yang terus menekuk.


Kayla bergeming, ia mengalihkan pandangannya kearah jendela pesawat. Hatinya masih kesal mengingat kelakuan sang suami beberapa jam yang lalu.


" Sayang, maaf ya, mas gak tahan tadi, daripada mas ke siksa kan mending mas salurkan tadi, jangan cemberut gitu dong, maafin mas ya " bujuk Al tak pantang menyerah.


Kayla berbalik menatap Al " Kay masih kesel ya mas, hampir aja tadi kita telat naik pesawat nya "


Yah, tadi selepas solat isya Al meminta hak nya pada Kayla, Kayla sudah berusaha mengingatkan jika mereka akan melakukan perjalanan dua jam lagi, tapi pendengaran Al seolah tak berfungsi saat itu, hingga akhirnya Al mengulangi kegiatan panas mereka seperti kemarin malam. Kayla kesal karena mereka hampir saja terlambat karena Al terlalu lama melakukan hal itu, staminanya sangat kuat, padahal kemarin malam mereka melakukan nya hingga pukul dua dini hari, belum lagi perjalanan dari kota mereka ke ibukota tadi pagi itu cukup melelahkan.


" Tapi kan kita ga terlambat sayang, tepat waktu malah, lagian kalo ketinggalan juga gapapa, kan bisa pake jet nanti perginya "


" Kay gamau kayak gitu lagi ah, Kay deg degan takut ketinggalan pesawat tadi " ucap Kayla kesal, wajah nya mulai kembali seperti biasa.


Cup, Al mencium pipi Kayla, yang otomatis membuat bola mata Kayla membulat.


" Massss "


Al meraih tangan Kayla lalu menggenggam dan mencium tangan Kayla.


" Sayang, sekali lagi mas minta maaf ya karena tadi bener bener mas ga bisa nahan Kay, mas tanya tadi kamu ikhlas ga ngelayani mas ? "


Kayla menatap Al lekat " Kayla ga permasalahin hal itu, Kayla tuh cuma kesel karena mas kalo main ga bisa bentar, apalagi tadi waktu nya mepet, dan akhir nya tadi kita kan jadi tergesa gesa berangkat ke bandara nya, Kayla kesel karena kita hampir terlambat bukan karena ga ikhlas ngelayani mas "


Al tersenyum " Alhamdulillah syukurlah, mas takut kalo tadi kamu ga ikhlas ngelayani mas, maaf ya mas tuh kebayang bayang terus kejadian kemarin malem jadi aja ga bisa nahan, mas nyesel loh Kay karena nikahin kamu sekarang "


" Nyesel? mas nyesel nikahin Kayla? " tanya Kayla.


" Iya, mas nyesel, kenapa baru sekarang mas nikahin kamu, harus nya mas nikahin kamu dari masa Iddah mu selesai, karena ternyata nikah itu 10% nya nikmat " ucap Al sambil menatap ke arah atas.


Kayla mengernyitkan dahi nya " Terus yang 90% apa? "


Al menatap Kayla serius " Yang 10% nya nikmat, tapi yang 90% nya lagi nikmat banget " ucap Al yang langsung dihadiahi pukulan di lengan nya dari Kayla.


" Mas ihh yaAllah " ucap Kayla menahan kesal dan rasa ingin tertawa disaat yang bersamaan.


Kayla mulai melihat sisi sisi lain Al, Al yang biasanya cuek pada orang orang tapi tidak jika sedang bersama nya, Al begitu hangat dan cukup humoris, dan Kayla merasa semakin nyaman karena hal itu. Al mampu membuat nya merasakan warna warni kehidupan kembali.


" Tapi mas serius sayang, mas nyesel kenapa ga dari dulu aja mas nikahin kamu "

__ADS_1


" Kalo dulu Kayla nya juga belum tentu setuju nikah sama mas, nama nya juga baru pisah sama mantan suami, ga secepat itu bisa membuka hati buat yang lain, ada rasa trauma dalam hati Kayla dulu, tapi seiring berjalannya waktu Kayla bisa membuka hati, dan sedikit nya bisa mengurangi rasa takut Kayla, yah walau mas sempet menghilang , tapi gapapa, karena akhirnya kita tetep bersatu jadi pasangan halal. Semua itu akan terjadi jika memang sudah waktu nya mas "


" Isteri siapa sih ini? pinter bangett " ucap Al sambil menguyel nguyel pipi Kayla.


" isteri nya pak Al Barra', pak Al yang baik, ganteng, pengertian, pokoknya pak Al yang paket komplit itu loh, idaman para readers deh pokoknya "


Al terkekeh mendengar nya " Bisa aja kamu "


Kayla hanya tersenyum saja " Kay mau istirahat dulu ya mas, cape banget rasa nya "


" Iya, perjalanan kita juga masih lama kok, kamu istirahat dulu aja ya " Kayla mengangguk lalu menyenderkan kepalanya nya ke bahu Al.


~


~


Pukul 05:55 pesawat yang di tumpangi Kayla dan Al mendarat dengan sempurna di IST ( Bandara baru Istanbul ). Al membawa koper miliknya dan Kayla, dan mata nya tertuju pada seseorang yang sudah menunggu kedatangan nya. Ia adalah supir papah Angga jika sedang datang ke Turki.


" Assalamu'alaikum tuan Al "


" Wa'alaikumsalam pak Rahim "


" Bagaimana perjalanan anda tuan ? "


" Alhamdulillah lancar pak "


" Mari saya bawakan barang bawaan nya pak " ucap pak rahim sambil mengambil alih koper yang Al bawa tadi.


Walau ia merasa lelah tapi mata nya tak ia biarkan terpejam, Kayla ingin melihat keindahan kota Istanbul di pagi hari, ia tidak akan melewatkan hal indah ini.


" Gak tidur lagi sayang " ucap Al lembut sambil merangkul pinggang Kayla dan mendekat kan Kayla pada nya.


Al tersenyum lalu kepala nya ia sandarkan di bahu Kayla " Ya udah mas istirahat dulu bentar ya " ucap Al dan di balas dengan usapan oleh Kayla. Pak Rahim hanya tersenyum saja melihat kebersamaan pasangan pengantin baru itu yang terlihat dari kaca spion.


~


~


Kayla dibuat kagum dengan desain ruangan yang baru saja ia masuki.


" Mas ini rumah siapa? kita tinggal disini selama honeymoon? "


" Iya sayang kita tinggal disini ya "


" Kay kira kita bakal tinggal di hotel mas "


" ini rumah papah sayang, jadi buat apa kita nginep di hotel kalo disini ada rumah sendiri "


Kayla terkejut bukan main, woww bahkan mertua nya mempunyai rumah di negara ini, seberapa kaya nya keluarga sang suami, Kayla tidak tau.


Rumah ini cukup luas, desain interior nya juga terlihat sederhana namun elegan dan berkelas. Ada foto keluarga papah Angga di salah satu dinding ruang tamu.


Al membawa Kayla ke lantai dua, terlihat ada beberapa pintu disana. Al dan Kayla memasuki pintu yang dekat tangga.


Ceklekk

__ADS_1


Ruangan bernuansa putih itu begitu luas dan rapi, mungkin ini kamar yang Al pakai jika sedang berkunjung kemari.


Setelah membersihkan diri dan melaksanakan solat Al dan Kayla langsung sarapan dan beristirahat sejenak. Hari ini mereka tidak akan pergi kemana mana, hari ini mereka akan menghabiskan waktu di rumah saja, itung itung beristirahat lah pikir nya, namun ekspektasi tak sesuai realita, lagi lagi Al melakukan hal itu dengan Kayla di tengah hari.


Kayla memandangi pemandangan indah nya kota Istanbul dari balkon kamar nya.


" Minum dulu cokelat panas nya sayang " ucap Al sambil menaruh dua cangkir cokelat panas di meja kecil yang ada di balkon.


" Terimakasih mas "


Al menghampiri Kayla dan berdiri di sampingnya.


" kamu suka kita honeymoon disini? " tanya Al sambil memberikan cokelat panas pada Kayla.


" Suka mas suka banget malah " Kayla mengambil cokelat panas yang Al berikan, lalu meminum nya.


" Eumm , enak banget mas " ucap Kayla sambil meminum nya lagi.


" Kamu suka? "


Kayla mengangguk " Suka mas, enak banget, ini siapa yang bikin? "


" Isteri nya pak Rahim yang bikin sayang "


" Wah kayaknya harus minta resepnya deh mas, ini bikin nagih " ucap Kayla lagi sambil kembali meminum cokelat nya.


" Mas cobain deh, ini aseli enak banget "


" Mas tau ko kalo itu tuh emang enak, tapi apa emang seenak itu? sampe udah mau habis aja tuh "


" Iya mas emang seenak itu, serius "


" Oke mas coba deh, mungkin sekarang rasa nya jauh lebih enak "


Dan.....


Cuppp


Al melu*at bibir Kayla yang baru saja menikmati cokelat panas, bibir ranum Kayla yang memang terasa manis bagi Al kini semakin terasa manis.


Al mengabsen tiap inci mulut Kayla, perlahan tangan Al mengambil cangkir yang Kayla pegang, Al melepaskan tautan bibir nya dan menaruh cangkir ke atas meja, lalu Al mengusap sudut bibir Kayla.


" Rasa nya memang semakin enak, apalagi saat sudah menyatu dengan bibir mu sayang, mas ketagihan dan makin ketagihan "


" Massss " Kayla menatap mata Al yang terlihat sudah di selimuti kabut gairah.


" Mas ingin sayang , mau kan? "


Kayla menatap lekat lekat mata Al dan menganggukkan kepalanya.


Al tersenyum sumringah melihat anggukan dari Kayla, lagi lagi Al menempelkan bibir nya pada bibir Kayla tanpa aba aba, tanpa melepaskan pagu*an nya Al membawa Kayla ke dalam kamar nya.


Indah nya langit di negara Turki malam ini menjadi saksi bisu diantara kedua insan yang tengah merasakan kebahagiaan tiada tara ini. Dingin nya angin malam tak serta merta membuat keduanya merasa kedinginan, tubuh mereka tetap berkeringat di dingin nya malam ini, suara suara len*uhan menggema di dalam ruangan itu. Lagi dan lagi, tidak bosan bosan nya Al melakukan hal itu hingga membuat Kayla kelelahan.


" Terimakasih sayang " Al mengecup kening Kayla setelah pergulatan panas mereka, Kayla hanya mengangguk dan tersenyum menjawab perkataan dari sang suami.

__ADS_1


~


~


__ADS_2