Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
22 Melabrak Resti


__ADS_3

“Ya tidak apa-apa anggap saja kamu tambah sehat nanti kalo kurus” Desi memanyunkan bibirnya


“Jadi bapak senang kalo aku kurus dan dikira sama orang-orang cacingan. Nanti warga sini pada gosip begini ‘loh itu si Desi sekarang kurus ya kasihan pasti hidupnya tidak bahagia sampai kurus begitu, jangan-jangan cacingan lagi’ bapak mau tetangga kita bilang seperti itu” Desi menirukan gaya bicara ibu-ibu yang sedang menggosip


“Ya bukan begitu, maksud bapak kan kamu terlihat sehat kalo agak kurusan bukan yang kuru banget” bela Darto


“Perasaan aku tidak terlalu gemuk, kenapa bapak inginnya aku kurus sih. Berat badan aku juga cuma 57, sesuai lah sama tinggi aku tidak terlihat gemuk” ucap Desi


“Iya, iya bapak cuma bercanda kok. Kamu persis almarhum ibu kamu kalo lagi mengomel ya pasti membela diri sampai menang”


“Iya dong pak kita harus mempertahankan pendapat kita jangan mau kalah sama pendapat orang lain”


“Kalo pendapatnya salah?” tanya Darto meledek


Desi menatap bapaknya dan cemberut.


“Iya iya, bapak cuma bercanda kok sudah sana istirahat biar bapak yang cuci piringnya” ucap Darto


“Bapak saja yang istirahat, aku yang cuci piringnya. Piringnya cuma sedikit kok”


“Ya sudah bapak ke dalam ya”


Desi mengangguk.


Darto kembali ke dalam kamarnya, sedangkan Desi membawa semua piring-piring kotor ke dapur untuk dicuci.


*


Keesokan harinya


Anton berangkat kerja menggunakan motor, ia melewati gedung-gedung dan pusat perbelanjaan. Namun di suatu tempat Anton seperti melihat Resti, Anton pun menghentikan motornya dan memarkirkannya.


“Apa aku salah lihat? Tapi sebaiknya aku cek dulu” ucap Anton


Anton turun dari motornya dan menghampiri seorang yang sedang duduk.


“Resti” ucap Anton setelah mengetahui itu memang benar Resti


“Mas Anton” gumam Resti

__ADS_1


“Kamu ngapain ada di sini? Dan dia siapa?” tanya Anton


Melihat Resti yang sedang berpegangan tangan dengan seorang pria selain dirinya tentu membuat Anton murka, meski dirinya belum menceraikan Resti.


“Jawab!” bentak Anton


“Dia di-dia teman dekat aku, lagian kita sudah tidak lagi bersama dan aku mau kita bercerai mas” ucap Resti


“Kamu bilang apa tadi” Anton mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Resti namun pria yang sedang bersama Resti segera menahan tangan Anton agar tidak menampar Resti


“Kurang ajar, berani-beraninya kamu ikut campur urusan aku dan istri aku” Anton memegang kerah bajunya


Bugh bugh bugh


Terjadi perkelahian antara Anton dan pria itu.


Satpam yang melihatnya langsung melerainya.


“Kamu apa-apaan sih mas, setelah kamu membanding-bandingkan aku dengan mantan istri kamu itu kamu masih berani ikut campur urusan aku mas? Bagi aku, kita sudah tidak memiliki hubungan semenjak aku pergi dari rumah kita bukan lagi suami istri, aku muak dengan kamu yang selalu membanding-bandingkan aku dan lebih baik kamu kembali sama mantan istri kamu yang kata kamu lebih baik dari aku” ucap Resti emosi


“Kurang ajar kamu Resti” Anton semakin murka mendengar ucapan Resti


“Siapa yang kegatalan bukannya kamu yang datang dan merayu aku, dan kamu asal kamu tahu ya wanita yang ada di depan kamu ini suka merayu pria lain jadi kamu hati-hati sama dia, kalo nanti harta kamu sudah habis dia pasti cari mangsa lain” ucap Anton


“Kalo mau bertengkar silakan ke luar, jangan buat keributan di sini. Pelanggan yang lain bisa terganggu karna kalian” ucap satpam


“Kita lagi makan pak, dia yang bikin keributan usir saja dia mengganggu orang saja” ucap Resti


“Berani-beraninya kamu bilang seperti itu” Anton hendak mendekati Resti namun satpam menahannya dan menyeret Anton keluar


“Saya bisa jalan sendiri” ucap Anton memberontak


“Awas kamu Resti, nanti kalo aku sudah punya uang jangan harap kamu bisa kembali lagi sama aku dan aku akan segera memproses perceraian kita” teriak Anton yang sudah jauh dari Resti tapi masih terdengar oleh Resti karna suara Anton yang menggelegar


“Aargh sial” Anton menendang botol yang ada di depannya


Anton kembali ke motornya dan melajukan motornya ke arah kantor, ia tidak sadar kalo dirinya sudah telat karna harus memergoki dan berantem dengan Resti.


“Duh gawat sudah jam segini lagi, telat pasti sampai kantor pasti kena omel” ucap Anton “Semua ini gara-gara perempuan sialan itu” umpat Anton

__ADS_1


Sesampainya di kantornya, Anton langsung berlari masuk.


“Dari mana kamu? Jam segini baru datang?” tanya atasan Anton


“Maaf pak, tadi ada kendala di jalan jadi terlambat datangnya” jawab Anton


“Alasan! Untuk kali ini saya maafkan tapi kalo kamu sampai telat lagi tidak ada maaf, silakan keluar dari perusahaan saya. Saya tidak mau memperkerjakan orang yang tidak bisa disiplin dan menyepelekan pekerjaan. Paham Anton?”


“Paham pak”


“Cepat bekerja”


Anton segera melakukan pekerjaannya.


*


Di tempat lain Angga yang sedang bersantai di sebuah Cafe menikmati alunan musik.


“Angga” ucap seseorang yang baru saja datang “Angga kamu di sini” ucap Sely girang


Sely yang kebetulan lewat di depan Cafe melihat Angga langsung menghampirinya, semenjak kejadian di kantor, Sely tak bisa masuk bebas lagi karna penjagaan yang ketat dan Angga pun enggan bertemu lagi dengannya.


Angga berdiri namun Sely menahan agar duduk kembali.


“Aku mau bicara Ga, duduk dulu ya” ucap Sely


Tak ada respons dari Angga, tapi Angga menuruti kemauan Sely untuk duduk kembali.


“Ada apa?” ucap Angga dingin


“Aku mau kita balik lagi kayak dulu, kita mulai lagi semuanya dari awal ya. Aku janji tidak akan macam-macam lagi, dia itu hanya teman Ga kamu salah paham” ujar Sely


“Aku tidak pernah kembali mengambil barang yang sudah aku buang” ucap Angga


Sely diam, ia tak tahu harus menjawab apa setelah ucapan Angga barusan.


“Kamu ingat ya, sampai kapan pun kita tidak akan pernah kembali dan kamu jangan pernah ganggu aku lagi aku muak lihat kamu dan asal kamu tahu aku sudah punya pengganti kamu” ucap Angga


“Tidak Ga, kamu pasti bohong aku tidak percaya kalo kamu punya pengganti aku secepat ini. Kamu hanya tidak mau kan kalo aku dekat-dekat dengan kamu itu hanya alibi kamu saja kan” ucap Sely tak percaya

__ADS_1


“Terserah kamu yang penting aku sudah bilang sama kamu, aku tidak mau nantinya malah membuat dia salah paham kalo kamu terus mengejar-ngejar aku”


__ADS_2