
"Desi tidak bandel kan? Biasanya dia susah kalo diatur"
"Selama di kantor Desi selalu bekerja dengan baik pak dan patuh sama peraturan kalo tidak patuh sanksinya ya dipecat jadi tidak mungkin kalo tidak patuh"
"Syukurlah, bapak khawatir kalo Desi belum bisa melewati hari-harinya. Mungkin kekhawatiran sebagai orang tua yang terlalu besar untuk anaknya meskipun Desi sudah pernah menikah tapi bagi bapak Desi tetaplah putri kecil yang selalu butuh bapak meski sebenarnya dia bisa melakukannya sendiri, ah maaf nak Angga bapak jadi curhat selama Desi berpisah dari Anton mantan suaminya itu tidak ada laki-laki yang dekat dengan dia kecuali nak Angga jadi bapak titip Desi ya meskipun kalian hanya sebatas karyawan dan bos bapak yakin nantinya kalian bisa menjadi teman yang baik ya kalo bisa jadi pasangan, bapak hanya bercanda jangan dimasukkan ke hati ya"
"Iya pak, sebisa mungkin aku akan jaga Desi"
Desi datang membawa minuman.
"Pasti lagi gosipin aku ya" ucap Desi
"Percaya diri banget sih" sahut Angga
"Ini diminum" Desi menaruh minuman di depan Angga dan Darto "Memang kalian ngobrol apa sepertinya serius banget?"tanya Desi
"Ini rahasia lelaki" jawab Darto
"Jadi sekarang main rahasia-rahasiaan ya"
"Lagian kamu kepo, kita cuma ngobrol masalah pekerjaan saja" ucap Angga
"Hemm masak, aku tidak yakin" sidik Desi
"Jadi orang curigaan mulu sih, pikirannya tidak pernah positif jadi ya begini" cibir Angga
"Enak saja aku orangnya positif ya cuma kalo sama kamu wajar kalo curiga karna memang muka kamu penuh curiga" ucap Desi
"Kamu saja yang curigaan orangnya"
"Sudah, diminum dulu nak Angga" ucap Darto
__ADS_1
"Iya pak"
Setelah puas mengobrol, Angga pamit untuk pulang.
"Saya pamit dulu pak" ucap Angga
"Sebentar lagi maghrib, sholat di sini saja dulu baru pulang" ucap Darto
"Saya sholat di masjid saja nanti pak, tidak enak kalo kelamaan"
"Ya sudah kalo begitu, terima kasih ya sudah antar Desi"
"Iya pak sama-sama, saya pulang dulu Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Desi dan Darto
*
"Sely" ucap Angga
"Hai Angga" ucap Sely
"Kamu kenapa bisa masuk ke sini?" tanya Angga
"Memang siapa yang berani larang aku masuk ke sini? Aku kan nyonya di sini" ucap Sely
"Satpam!" teriak Angga
Dua satpam yang berjaga di depan pagar langsung berlari menghampiri Angga.
"Iya pak" jawab mereka
__ADS_1
"Kenapa dia bisa masuk ke sini?!"
Dua satpam itu saling tatap.
"Katanya bapak yang suruh ke sini jadi kami izinkan dia masuk kalo tidak diizinkan katanya bapak akan memecat kami" jawab salah satu satpam
"Aku tidak pernah menyuruh dia datang ke sini" ucap Angga
"Kamu tidak perlu marah-marah seperti itu Ga, kita bicara di dalam saja ya" Sely berjalan masuk ke dalam rumah Angga
"Siapa yang menyuruh kamu masuk ke rumah aku" bentak Angga
Tapi Sely tetap masuk dan duduk.
"Aku buatkan minum dulu ya biar kamu tidak marah-marah terus"
Angga tak merespons, Sely berjalan ke arah dapur dan membawakan dua gelas minuman.
"Ini, kamu minum dulu" tanpa curiga Angga meminum minuman yang dibuatkan oleh Sely
"Kenapa kepala aku berat banget rasanya"
"Kita ke kamar ya, kamu pasti pusing ayo aku tuntun" Sely membawa Angga ke kamarnya
*
"Ke mana pak Angga sudah siang seperti ini tidak datang juga, tidak ada kabar juga" ucap Desi yang menunggu Angga dari tadi
Desi kembali ke ruangannya dan kembali bekerja.
Tiba-tiba ponsel Desi berdering.
__ADS_1